Minggu, 24 April 2011

MEMAHAMI KARANGAN

Karangan adalah  hasil  karya  tulis seseorang, Mengenali  karangan berdasarkan isi atau tujuan 
karangan,  dibedakan  menjadi  beberapa  penggolongan, antara lain (1) karangan  ilmiah, yaitu
karangan yang isinya  berhubungan  dengan  keilmiahan, (2) karangan  sastra, adalah  karangan
yang  isinya  berhubungan  dengan  kesastraan dan  (3) karangan  pengetahuan (esai) adalah ka
rangan yang isi atau tujuannya untuk menyampaikan hal yang berhubungan dengan pengetahuan
umum. Pada bab ini akan dibahas secara khusus tentang karangan ilmiah, khususnya bagaimana
kah menulis karangan ilmiah yang tepat? Karangan  ilmiah adalah karangan yang berisikan tentang
berbagai informasi ilmiah. Informasi tersebut berdasarkan sebuah hasil penelitian (pengamatan).
Contoh karangan ilmiah tersebut adalah makalah, laporan penelitian, sekripsi, tesis, desertasi .
Pada bab ini akan dihas secara khusus bagaimanakah cara-cara menulis karangan ilmiah jenis
makalah yang tepat sehingga melahirkan makalah yang benar. Karangan ilmiah jenis makalah 
memiliki karakteristik yang berbeda debfab karangan ilmiah yang lain. Karakteristik yang dimaksud
adalah:
1. Merupakan hasil kajian literatur atau laporan pengamatan dan penelitian.
2. Menampilkan sejauh mana pemahaman penulis terhadap permasalahan yang dibahas.
3. Menampilkan kemampuan meramu berbagai sumber informasi ke dalam karya tulis yang utuh.
    Sebuah makalah memiliki hal pokok yang harus ada, yaitu
   a. Judul
   b. Pendahukuan
   c. Permasalahan
   d. Simpulan dan Saran
   e. Penutup
   f. Daftar Pustaka
Enam hal pokok di atas adalah karakteristik yang tidak dapat dikurangi lagi dan sekaligus merupakan
susunan kronologis dalam menentukan langkah-langkah penyusunannya.
 

520 komentar:

  1. nama : Satrio Herlambang Adi Pangestu
    kelas: PCP '10 / 16

    Afraj,Muhammad bin Ali. 2002. What Must Be Know About Islam. Riyadh, KSA :Daarussalam Global Leader in Islamic books.
    Ahmad,Imtiyas. 2003. Reminders for People of Understanding. Madina, KSA : Al-RasyeedPrinters.
    Ambary,Hasan Muarif (ed). 1999. Ensiklopedia Islam. Jakarta: Ichtiar Baru van hoeve.
    McCloskey, Joanne C., Bullechek, Gloria M. (1996). Nursing Interventions Classification (NIC). St. Loui: Mosby.
    NANDA. (2005). Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2005-2006. Philadelphia: NANDA International.
    Stuart, Gail Wiscarz & Sundeen, Sandra J. (1995). Prinsiples & Practice of Psychiatric Nursing. St Louis: Mosby Year Book.
    Winarsunu, Tulus. 2007. Statistika Dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan.
    Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Press.

    Zaini, Hisyam dkk. 2007. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta : CTSD – UIN Yogyakarta.

    Negoro, ST. & B.Harahap. 1998. Ensiklopedia Matematika. Jakarta : Ghalia
    Indonesia.

    Sunartombs. 2009. Metode Pembelajaran Aktif. Artikel dari http://sunartombs.
    wordpress.com/2009/07/30/model-pembelajaran-aktif/. Diakses tanggal
    22 Februari 2010. Jam 20.00 WIB.

    BalasHapus
  2. Nama : Anisa Dyan Pratiwi
    Kelas/no absen: PCPT 2010/2

    Contoh-contoh daftar pustaka:
    1. Suteja B.R, Sarapung J.A, dan Handaya W.B.T. 2008. Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
    2. Arikunto S. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
    3. Hollands Roy. 1983. Kamus Matematika Departement of Mathematics Dundee Colloge of Education. Jakarta: Erlangga
    4. Wijaya C, Rusyan T. 1992. Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
    5. Hasibuan, Rusli. “Menanam Jengkol di Bukit Kapur.” http://www.duniatani.or.id/riset/rusli/palawija_jengkol.html (diakses tanggal 12 Juni 2003)
    6. Johnson-Eilola, Jordan. “Little Machine: rearticulating Hypertext Users.” FTP deadalis.com/pug cccc95/Johnson-eilola (diakses tanggal 10 Februari 1996)
    7. Utorodewo, Felicia N. Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah. Jakarta: Universitas Indonesia, 2007.
    8. Allinger, Norman L., et. al. 1976. Organic Chemistry. New York: Worth Publisher.
    9. Smith, Roland. 1992. Conquering Chemistry. New Jersey: McGraw Hill Company.
    10. Rendra W.S. 1985. Tentang Bermain Drama. Jakarta: Pustaka Jaya.

    BalasHapus
  3. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    makalah manajemen

    Pendahuluan

    Makalah Manajemen Pendidikan merupakan makalah yang membahas ruanglingkup dari pendidikan, Orientasi studi manajemen pendidikan masih cenderung melihat sesuatu yang tampak di mata (tangible), kurang memperhatikan sesuatu yang tidak kelihatan (intangible) seperti nilai, tradisi dan norma yang menjadi budaya organisasi, dan ada di dalam sebuah organisasi.


    Latar Belakang Makalah Pendidikan

    Penyelenggaraan pendidikan di sekolah dipandang sebagai suatu sistem “dimana komponen-komponen system itu saling ketergantungan sehingga berhubungan dan saling menentukan keberhasilan suatu sistem, kegagalan suatu sekolah diakibatkan oleh gangguan sub sistem itu. Kepala sekolah yang menjalankan kepemimpinannya harus mampu mengatasi kegagalan/hambatan sub sistem agar tercapai kesempurnaan sistem itu.

    Hal ini didukung oleh pakar pendidikan Prof. Dr. Oteng Sutisna, M,Sc. Guru besar FKIP dalam bukunya “Berpikir System” terbitan 1984, hal. 76. Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara-negara maju sangat cepat, sangat cepat pula merupabah pola pikir masyarakat, hal ini mengakibatkan program pendidikan dan pengajaran lebih ketinggalan bila dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat, hal ini merupakan tantangan bagi penyelenggaraan pendidikan agar tidak statis dalam menambah wawasan dari berpikir dinamis untuk menghasilkan tamatan yang berkualitas.

    Pengaruh kepemimpinan bisa diartikan, dampak akibat kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh seorang pimpinan dalam hal ini Kepala sekolah. Bila dalam menentukan keputusan dan kebijaksanaan salah maka akan terjadi dampak-dampak negatif yang berakibat kegagalan dalam mencapai tujuan. Bisanya muncul
    • Konflik antar personil
    • Semangat kerja menurun
    • Disiplin kerja rendah
    • Tidak merasa memiliki dan merasa tanggung jawab bersama
    • Tidak muncul keteladanan
    • Fungsi-fungsi manajemen tidak diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari.
    • Iklim kerja tidak menyenangkan
    • Persoalan dan permasalahan tertutup

    BalasHapus
  4. Nama : Moh. Mirza F.
    Kelas / Absen : PCPT '10 / 10

    Contoh daftar pustaka :

    1. Peranginangin, Kasiman. 2006. Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
    2. Balanchard Karen, Root Christine. 2003. Ready to Write. New York: Pearson Education.
    3 Badan Standar Pendidikan Nasional. 2006. Standar Isi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
    4. Rahman, Afif. “Proposal Buku Sekolah Murah Meriah.” afif-r23@dodols.com (diakses tanggal 22 September 2009)
    5. Al‐Sayutiy, Jalal al‐Din ibn ‘Abd al‐Rahman ibn Abi Bakr, dan Jalal al‐Din
    Muhammad ibn Ahmad al‐Mahalliy. Tafsir al‐Qur’an al‐‘Azim. Juz I.
    Beirut: Dar al‐Fikr, 1401 H/1981 M.
    6. Sanusi, Bachrawi. “Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi.” Panji
    Masyarakat, No. 808, 1‐10 Nopember 1994, h. 30‐1 dan 45.
    7. Al‐Zuhayliy, Wahbah. Al‐Qur’an al‐Karim, Bunyatuh al‐Tasyri’iyyah wa Khasa’isuh
    al‐Hadariyyah. Diterjemahkan oleh Mohammad Lukman Hakiem dan
    Muhammad Fuad Hariri dengan judul Al‐Qur’an: Paradigma Hukum dan
    Peradaban. Surabaya: Risalah Gusti, 1996.
    8. Noer, Deliar. Gerakan Modern Islam di Indonesia, 1900‐1942. Cet. II; Jakarta: LP3ES,
    1982.
    ______, Pemikiran Politik di Negeri Barat. Jakarta: Rajawali, 1982.
    9. Al‐Sayutiy, Jalal al‐Din. Lubab al‐Nuqul fi Asbab al‐Nuzul. Dalam al‐Sayutiy, Jalal al‐
    Din ibn Abd Rahman ibn Abu Bakr, dan Jalal al‐Din Muhammad ibn
    Ahmad al‐Mahalliy. Tafsir al‐Qur’an al‐‘Azim. Juz I. Beirut: Dar al‐Fikr,
    1401 H.
    10. Edgel, Beatrice. “Conception.” Dalam James Hastings (ed.) Encyclopedia of Religion
    and Ethics. Jilid 3. New York: Charles Schribner’s Son, 1979, h. 796‐797.

    BalasHapus
  5. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16

    lanjutan 1

    2. Rumusan Masalah

    Manajemen sekolah merupakan faktor yang terpenting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang keberhasilannya diukur oleh prestasi tamatan (out put), oleh karena itu dalam menjalankan kepemimpinan, harus berpikir “sistem” artinya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah komponen-komponen terkait seperti: guru-guru, staff TU, Orang tua siswa/Masyarakat, Pemerintah, anak didik, dan lain-lain harus berfungsi optimal yang dipengaruhi oleh kebijakan dan kinerja pimpinan.

    Tantangan lembaga pendidikan (sekolah) adalah mengejar ketinggalan artinya kompetisi dalam meraih prestasi terlebih dalam menghadapi persaingan global, terutama dari Sekolah Menengah Kejuruan dimana tamatan telah memperoleh bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai tenaga professional tingkat menengah hal ini sesuai dengan tuntunan Kurikulum SMK 2004.

    Tantangan ini akan dapat teratasi bila pengaruh kepemimpinen sekolah terkonsentrasi pada pencapaian sasaran dimaksud. Pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah disamping mengejar ketinggalan untuk mengatasi tantangan tersebut di atas, hal-hal lain perlu diperhatikan: Ciptakan keterbukaan dalam proses penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Ciptakan iklim kerja yang menyenangkan Berikan pengakuan dan penghargaan bagi personil yang berprestasi Tunjukan keteladanan Terapkan fungsi-fungsi manajemen dalam proses penyelenggaraan pendidikan, seperti: Perencanaan Pengorganisasian Penentuan staff atas dasar kemampuan, kesanggupan dan kemauan Berikan bimbingan dan pembinaan kearah yang menuju kepada pencapaian tujuan Adalah kontrol terhadap semua kegiatan penyimpangan sekecil apapun dapat ditemukan sehingga cepat teratasi Adakan penilaian terhadap semua program untuk mengukurkeberhasilan serta menemukan cara untuk mengatasi kegagalan.


    3. Tujuan Pembahasan Masalah
    1. Kemampuan berpikir sistem artinya memahami bahwa suatu kesatuan yang utuh didukung oleh komponen-komponen (bagian-bagian) yang satu sama lain saling ketergantungan apabila komponen-komponen itu tidak berjalan maka tidak akan terbentuk suatu kesatuan yang utuh dalam hal ini bisa diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Agar proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah merupakan suatu kesatuan yang utuh maka program akan berjalan dengan lancar dan tujuan akan tercapai.
    2. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan tantangan. Kepemimpinan suatu lembaga pendidikan merupakan wawasan yang perlu dipahami agar pengaruh pimpinan sekolah diarahkan kepada peningkatan semua tenaga kependidikan (guru tata usaha) berpikir dinamismenuju pencapaian/prestasi siswa sebagai objek pendidikan.
    3. Pengaruh pimpinan dalam melaksanakan tugasnya harus berorientasi kepada terciptanya:
    • Keterbukaan
    • Iklim kerja yang menyenangkan
    • Perasaan personil diakui dan dihargai atas prestasi kerjanya
    • Saling menunjukan keteladanan
    • Disiplin kerja yang optimal
    • Penerapan manajemen sekolah yang sempurna

    BalasHapus
  6. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 2


    BAB II
    LANDASAN TEORI

    Orientasi studi manajemen pendidikan masih cenderung melihat sesuatu yang tampak di mata (tangible), kurang memperhatikan sesuatu yang tidak kelihatan (intangible) seperti nilai, tradisi dan norma yang menjadi budaya organisasi, dan ada di dalam sebuah organisasi. Beberapa tahun terakhir orangbanyak beranggapan bahwa strategi, struktur, dan sistem adaah fokus dan faktor yang menjadi pendorong kusuksesan organisasi. Namun menurut Ouchi (1983) dan Key (1999) menyatakan bahwa kesuksesan organisasi justru terletak pada budaya organisasi yang meliputi nilai, tradisi, norma, yang direkat oleh kepercayaan, keakraban dan tanggung jawab yang menentukan kesuksesan organisasi.

    Sedangkan menurut Basri (2004) menyatakan bahwa budaya organisasi dapat dijadikan sebagai kekuatan organisasi apabila budaya organisasi tersebut dikelola dengan baik. Untuk dapat mengelola budaya organisasi diperlukan pimpinan yang transformatif, memahami filosofi organisasi, mampu merumuskan visi, misi organisasi, dan menerapkannya melalui proses perencanaan organisasi. Dalam tulisan ini akan diulas secara ringkas manajemen pendidikan dilihat dari perspektif nilai dan budaya organisasi, walaupun banyak hal yang bisa dilihat dari sudut padang berbeda. Pendekatan nilai dan budaya organisasi ini cenderung lebih mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

    Organisasi lembaga pendidikan adalah suatu organisasi yang unik dan kompleks karena lembaga pendidikan tersebut merupakan suatu lembaga penyelenggara pendidikan. Tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyaraat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, memperkya khanazah ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Demikian komleksnya organisasi tersebut, maka dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa khususnya dan masyarakat pada umumnya organisasi perlu dikelola dengan baik. Oleh sebab itu lembaga pendidikan perlu menyadari adanya pergeseran dinamika internal (perkembangan dan perubahan peran) dan tuntutan eksternal yang semakin berkembang.

    BalasHapus
  7. nama:dully caka andireno
    kelas :11 ips 1/30
    Makalah marketing perusahaan
    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar belakang
    Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.

    Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.
    Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.
    1.2. Tujuan Pembahasan Makalah.
    1. Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan teori pemasaran dan semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran.
    2. Untuk memberikan pengetahuan dasar bagaimana cara melakukan kegiatan pemasaran dan apa saja yang harus dilakukan dalam kegiatan pemasaran.
    3. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan bauran pemasaran atau marketing mix.

    BalasHapus
  8. nama:dully caka andireno
    kelas:11 ips 1/30

    lanjutan 1

    BAB II
    PEMBAHASAN

    2.1. Landasan Teori
    2.1.1 Pengertian Pemasaran.
    Pemasaran adalah suatu proses sosial manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Definisi ini berdasarkan pada konsep inti, yaitu : kebutuhan, keinginan dan permintaan; pasar, pemasaran dan pemasar.
    Tujuan Pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk yang di jual akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan,sehingga produk tersebut dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang harus di fikirkan selanjutnya adalah bagaimana membuat produk tersebut tersedia.
    Pengertian pemasaran oleh beberapa ahli diartikan menjadi :
    1. William J Stanton, menyatakan bahwa:
    Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
    2. Philip dan Duncan.
    Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau diperlukan untuk menempatkan barang-barang berwujud kepada konsumen.
    3. American Marketing Association.
    Pemasaran meliputi pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.

    Fungsi utama mengapa kegiatan pemasaran dilakukan :
    1. Untuk memberikan informasi tentang produk yang dijual perusahaan.
    2. Untuk mempengaruhi keputusan membeli konsumen.
    3. Untuk menciptakan nilai ekonomis suatu barang.
    2.1.2 Kegiatan Utama pemasaran
    Kegiatan utama pemasaran atau juga disebut marketing mix adalah suatu perangkat perusahaan yang terdiri dari 4 variable yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi dan saluran distribusi dengan tujuan untuk menentukan tingkat keberhasilan pemasaran perusahaan yang bisa memberikan kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen yang dipilih atau segmen pasar yang di harapkan.



    2.2 Pembahasan.
    2.2.1 Bauran Pemasaran
    Kotler (2000) mendefinisikan bahwa “bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran“. Sedangkan Jerome Mc-Carthy dalam Fandy Tjiptono (2004) merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 P (Product, Price, Promotion dan Place).

    1. Product (Produk).
    Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.
    Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi perusahaan yang nantinya akan di jual perusahaan atau barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali kepada konsumen akhir (bagi perusahaan dagang). Dalam membahas apa itu produk sebagai salah satu dari keempat variable marketing mix maka kita bagi menjadi 3 bagian :
    a. Pemilihan produk
    b. Pembungkus barang
    c. Merk barang

    BalasHapus
  9. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 3

    Menurut Jacques (1952) yang dikutip Hasri (2004), budaya organisasi didefinisikan sebagai berikut:“the culture of the factory is its customary and traditional way of thinking and doing of things, which shared to a greater or lesser degree by all its member, and which new members must learn, and at least partially accept, in order to be accepted into service in the firm” Sedangkan menurut Manan (1989) ada tujuh karakteristik budaya dasar yang bersifat universal yaitu:
    • Kebudayaan itu dipelajari bukan bersifat instingtif
    • Kebudayaan itu ditanamkan
    • Kebudayaan itu bersifat gagasan (idetional0, kebiasaan-kebiasaan kelompok yang dikonsepsikan atau diungkapkan sebagai norma-norma ideal atau pola perilaku
    • Kebudayaan itu sampai pada suatu tingkat meuaskan individu, memuaskan kebutuhan biologis dan kebutuhan ikutan liannya
    • Kebudayaan itu bersifat integratif. Selalu ada tekanan ke arah konsistensi dalam setiap kebudayaan
    • Kebudayaan itu dapat menyesuaikan diri.Schein (1985) memberi definisi bahwa budaya organisasi adalah pola asumsi dasar yang telah ditemukan suatu kelompok, ditentukan, dan dikembangkan melalui proses belajar untuk menghadapi persoalan penyesuaian (adaptasi) kelompok eksternal dan integrasi kelompok internal.

    Pendapat lain tentang budaya organisasi menyatakan bahwa budaya organisasi mengacu pada suatu sistem pemaknaan bersama yang dianut oleh anggota organisasi dalam bentuk nilai, tradisi, keyakinan (belief), norma, dan cara berpikir unik yang membedakan organisasi itu dari organisasi lainnya (Ouchi, 1981).Berdasarkan berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi di lembaga pendidikan adalah pemaknaan bersama seluruh anggota organisasi di suatu lembaga pendidikan yang berkaitan dengan nilai, keyakinan, tradisi dan cara berpikir unik yang dianutnya dan tampak dalam perilaku mereka, sehingga membedakan antara lembaga pendidikan dengan lembaga pendidikan lainnya.

    Terbentunya sikap saling percaya bahwa kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan kepada bawahan akan memberikan daya rekat (social glue), tetapi ada beberapa karyawan yang tidak bisa mengemban amanah kepercayaan tersebut. Beberapa datang tidak tepat waktu, karena mereka beranggapan bahwa pimpinan mereka kurang layak menjadi pemimpin (tidak dapat memimpin jalannya sidang/rapat). Keakraban Disamping kepercayaan yang diberikan pimpinan kepada karyawan, keakraban sesama karyawan juga merupakan hal yang menonjol dalam lembaga pendidikan. Fakta membuktikan bahwa pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan oleh seorang karyawan akan dibantu karyawan lain yang mempunyai kelonggaran waktu. Kejujuran dan Tanggung Jawab lembaga pendidikan yang berkyualitas menekankan perlunya kejujuran dan tangggung jawab. Tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaannya terlihat dari kebersihan lingkungan, piket, ruangan kelas, dan ruangan perpustakaan.


    1. Pengertian Kinerja

    Kinerja (performance) atau prestasi kerja atas pencapaian kerja adalah suatu kemampuan yang diukur berdasarkan pelaksanaan tugas sesuai dengan uraian tugasnya (Notomirjo, 1992, 23).

    2. Pengertian Personil Sekolah

    Personil sekolah adalah orang-orang yang terlibat dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. (Drs. NA Ametembun Administrasi Personil, 1983, 19).

    3. Fungsi Sekolah

    Sekolah adalah lembaga resmi yang menyelenggarakan proses pembelaaran antara guru dan murid sehingga timbul interaksi alammenambah pengetahuan, keterampilan dan sikap.

    BalasHapus
  10. nama:dully caka andireno
    kelas :11 ips 1/30
    lanjutan 2

    a. Pemilihan barang/produk
    Kebijaksanaan perusahaan dalam memilih produk yang akan dijual atau produk yang akan dibeli (bagi perusahaan dagang) amat berpengaruh pada penentuan harga, strategi, promosi, yang akan dilakukan agar berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran. Pemilihan barang atau produk yang tepat untuk dipasarkan atau sesuai dengan perilaku pembeli ataupun daya beli konsumen akan menguntungkan perusahaan sehingga hasil kegiatan perusahaan yang dicapai akan dapat mempertahankan atau ditingkatkan demi kelangsungan hidup perusahaan.
    Yang penting disini adalah bagaimana cara mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin dihadapi perusahaan karena terjadi proses tahapan siklus kehidupan barang. Siklus kehidupan barang ini akan selalu terjadi di mana pada suatu saat kalau produk tersebut sudah mencapai tahap kejenuhan akan mengalami penurunan penjualan yang berarti juga terjadi turunnya tingkat pendapatan perusahaan. Oleh karena itu sebelum perusahaan terlambat dalam mengatasi perjalanan produk dalam siklus kehidupan produk maka tindakan yang harus dilakukan adalah strategi apa yang akan dilakukan atau kebijaksanaan apa yang akan dilakukan agar sebelum produk tersebut sudah tidak laku lagi perusahaan sudah menyiapkan produk baru,sebagai pengganti atau strategi baru.
    Tahap-tahap siklus kehidupan dibagi menjadi 5 tahapan di mana untuk masing-masing tahap suatu perusahaan harus memasang strategi atau kebijaksanaan yang berlainan untuk menjaga agar kelangsungan hidup perusahaan terjamin. Lima tahap tersebut adalah sebagai berikut :
    1. Tahap perkenalan
    2. Tahap pertumbuhan
    3. Tahap kedewasaan
    4. Tahap kejenuhan
    5. Tahap penurunan

    BalasHapus
  11. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 4

    4. Upaya Meningkatkan Kinerja Personil Sekolah

    Usaha yang paling menentuka dalam meningkatkan kinerja personil sekolah terletak pada kepemimpinan sekolah, pemimpin harus mampu memberikan pengaruh agar semua bawahan guru-guru dan staff tata usaha agar berpartisipasi aktif secara maksimal dalam pencapaian tujuan secara

    Pengaruh pemimpin agar para personil berpartisipasi secara maksimal antara lain:
    1. Kesejahteraan baik lahir maupun batin memperoleh perhatian yang serius dari pimpinan.
    2. Pemecahan permasalahan dilandasi oleh sikap keterbukaan
    3. Pengakuan dan penghargaan atas prestasi kerja personil diperhatikan oleh pimpinan.
    4. Penerapan manajemen sekolah didasari atas kemampuan, kesanggupan dan kemauan personil.
    5. Pemimpin bertindak sebagai motivator
    6. Pemimpin bertindak sebagai dinamisator
    7. Menciptakan kerja sama yang harmonis
    8. Menghindari konflik antara personil
    9. Arif, bijaksana bila mengambil keputusan bagi setiap personil tanpa membeda-bedakan individual.
    10. Hilangkan sikap suka dan tidak suka terhadap personil sekolah
    11. Menciptakan rasa persaudaraan (sense of belonging).


    Sumpah Pemuda 28 oktober 1928 adalah menjadi tonggak kebangkitan kaum muda untuk berikar tentang satu Indonesia. Dimana pemaknaan tersebut makin kabur, seakan-akan proyek nasoinalisme telah terkubur hari ini. Cita-cita Indonesia antara masa lalu, saat ini, dan masa yang akan datang hendak ditakar dengan takaran yang sama. Janji-janji meningkatkan kesejahteraan rakyat hannya sebatas wancana-wancana yang tak kunjung implementasinya. Sepertinya Indonesia selesai setelah terlepas dari belenggu penjajahan dan berdaulat secara politik. Salah besar jika pemikiran kolektif ini terus terpelihara.

    Keindonesaiaan adalah proyek yang terus bergerak, Indonesia harus mempunyai pandangan logika kepentingan masa yang berbeda. Musuh yang amat nyata saat ini kemiskian, ketidakadilan, kebodohan, pengangguran dan korupsi. Inilah wajah Indonesia yang telah membuat tinding tebal sampai hari ini. Apakah ada cara untuk membongkar dinding tebal itu? Satu-satunya jalan adalah Pemimpin yang mempunyai jiwa pemberani Revolusioner.

    BalasHapus
  12. nama: Rigen Adi Kowara
    kelas:PCP'10/15

    -A. Rahim Noor dan Salim A.Z. 1984. Sembilan Tari Wajib Melayu. Medan.: t.p.
    -A.R. Radcliffe-Brown, 1952. Structure and Function in Primitive Society. Glencoe: Free Press.
    -Albarda (2004). Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance). From http://rachdian.com/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30, 3 August 2008
    -Allen DM, Merkel RA, Magee WT, Nelson RH. 1968. Variation in some beef
    carcass compositional characteristics within and between selected weight
    and fat thickness ranges. J. Anim. Sci. 27:1239-1246.
    -Littlejohn, S.W. 1992. Theories of Human Communications. California:
    Wadsworth Publishing Company
    -Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.
    -[Ditjenbinpronak] Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan. 2003. Buku
    Statistik Peternakan Tahun 2003. Departemen Pertanian Republik
    Indonesia, Jakarta.
    -Intensive Course in English. 5 vols. Washington: English Language Service. inc.. 1964.
    -Uguy, M.H. (2006) Pengembangan Lingkungan Peri-Urban yang Menuju
    Keberlanjutan, Suatu Analisis tentang Urban Sprawl sebagai Akibat Suburbanisasi.
    Disertation PSIL UI.
    -Thomson R, Meiske JC, Goodrich RD, Rust JR, Byers FM. 1983. Influence of
    body composition on energy requirement of beef cows during winter. J.
    Anim. Sci. 56:1241.

    BalasHapus
  13. nama:dully caka andireno
    kelas :11 ips 1/30
    lanjutan 3

    Apabila di gambarkan maka akan menjadi sebagai berikut:

    Penjualan


    1 2 3 4 5
    Waktu
    Gambar 1. Daur siklus kehidupan barang.
    (Produck life cycle)


    1. Tahap Perkenalan
    Tahap perkenalan ini menunjukan bahwa barang yang dipasarkan benar-benar baru atau masyarakat belum tahu atau belum mengenalnya sehingga perlu memperkenalkan barang tersebut pada masyarakat melalui penyampaian informasi dengan kegiatan promosi yang gencar dan agresif menekankan merk penjualan, kelebihannya dibandingkan dengan produk sejenis ataupun bagaimana kegunaanya bagi konsumen dan lain-lain.
    Tahap perkenalan ini biasanya memerlukan ongkos promosi yang sangat tinggi sedangkan hasil penjualan masih berjumlah sedikit dalam memberikan tambahan pendapatan produsen. Tujuan utama promosi adalah agar konsumen tahu dan mengenal dengan baik produk perusahaan dan mulai menyukainya.
    2. Tahap Pertumbuhan
    Tahap pertunbuhan ditunjukan dengan meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesuai. Usaha yang dilakukan dalam tahap ini adalah menurunkan kegiatan promosinya untuk diganti dengan memperluas dan meningkatkan distribusi ke daerah-daerah (lokasi-lokasi segmen pasar) yang belum dimasuki atau kegiatan promosi digantikan dengan persaingan harga dengan perusahaan pesaing.
    Pada tahap ini bermunculan perusahaan-perusahaan pesaing yang mencoba merebut segmen pasar yang kita kuasai dengan menggunakan strategi-strategi yang dengan perlahan dan pasti dapat menggeser kedudukan perusahaan yang lebih dulu masuk pasar.

    BalasHapus
  14. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 5

    Opini-opni fakta, dimana kaum tua gagal dalam meneguhkan cita-cita keindonesiaan yang moderen. Warisan kultur Orde baru masih sangat kental mempengaruhi cara kepemimpinan politik kaum tua, bahkan ide reformasi dan demokratisasi pun gagal yang ditafsirkan kedalam bentuk kebijakan untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat kecil. Pemilu gagal melahirkan pemimpin yang revolusioner seperti Hugo Chves yang berani menentang intervensi Amerika dalam politik dan ekonomi di Venezuela. Idealnya Tokoh-tokoh seperti ini yang harus di tampilakan dalam pemilu 2009 nanti.

    Selama ini pemilu hanya di dominasi oleh kaum tua dan wajah-wajah lama warisan Orde Baru, alhasil tidak menjadi obat yang mujarab bagi Indonesia hari ini. Maka wancana kepemimpinan kaum muda menjadi alternative pemimpin 2009 nanti, kemudian di hadirkan sebagi upaya mengembalikan proyek-proyek keindonesiaan yang gagal dipimpin oleh kaum tua. Cita-cita berbangsa dan bernegara hendak diarahkan kembali pada konsep mulianya, seperti yang dipertegas dalam pembukaan UUD 45, menciptakan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia, melindunggi bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaiyan abadi dan keadilan sosilal. Pembukaan UUD 1945 merupakan puncak dari proyek keindonesiaan, untuk menciptakannya diperlukan pemimpin yang yang berorientasi pada properubahan.

    Pada perayaan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2007 lalu, melahirkan iklar bersama: saatnya kaum muda memimpin tokoh-tokoh muda seperti Sukardi Rinakit, Faisal Basri, Yudi Latif, Ray Rangkuti, Efendi Ghazali dan tokoh-tokoh kaum muda lainnya (lihat Tempo Sabtu,3/11) dengan lantang meneriakan kebangkitan kaum muda dan masyarakat luas merindukan hadirnya pemimpin muda. Jelas bawha pendeklarasian ikrar oleh kaum muda dipicu kekecewaan yang mendalam yang melihat pemerintahan yang selama ini dipimpin oleh kaum tua yang tidak bervisi, dan penuh dengan atmosfer kepentingan. Sebelum kita beranjak lebih jauh kepemimpinan kaum muda dalam politik praktis, muncul satu pertanyaan yang mendasar apakah kepemimpinan kaum muda nantinya bisa meramu suatu solusi untuk menyelamatkan Indonesia dari kemiskian, ketidakadilan, kebodohan, pengangguran dan korupsi yang menjadi potret kelam wajah negeri ini?

    Berbicara tentang kombinasi yang seharusnya harmonis, idealnya semangat kaum muda di kombinasikan dengan pengalaman kaum tua sehingga tecipta sutu dialong-dialong yang bersiat emansipatoris antara kaum muda dan kaum yang berpengalaman, sehingga nantinya tercipata sutu dilalektika yang menuju Indonesia baru. Namun hal ini tidak mudah, pendapat-pendapat fakta, komunikasi kedua kaum ini tidak sejalan, karena arogansi kaum tua, mereka mengklaim kaum tua yang lebih berpengalaman, sedangan kaum muda penuh dengan keidialisannya. Meski terkesan klise dialog adalah jawabannya.

    BalasHapus
  15. nama:dully caka andireno
    kelas :11 ips 1/30
    lanjutan 4

    3. Tahap kedewasaan dan kejenuhan
    Tahap kedewasaan merupakan titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen, sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan.
    Tambahan volume penjualan sudah dilakukan sedangkan bagian pasar yang kita kuasai sudah banyak yang dimasuki produk-produk pesaing yang sedikit demi sedikit mulai mengikis segmen pasar kita, ditambah lagi dengan konsumen sudah mulai melirik produk sejenis lainnya yang sekiranya mempunyai keunggulan lebih banyak atau dengan kata lain konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang kita jual.

    4. Tahap kemunduran/penurunan
    Akibat buruk perilaku konsumen tersebut menurunkan volume penjualan perusahaan sehingga perusahaan harus cepat-cepat mengambil kebijaksanaan agar perusahaan tidak bangkrut. Adapun kebijaksanaan yang akan di ambil oleh perusahaan pada umumnya terdiri dari 2, yaitu :

    1. Menghentikan produk yang sudah tidak dapat bersaing dengan digantikan oleh barang yang benar-benar baru dan lain dibandingkan dengan produk lama. Kebijaksanaan ini dapat berjalan dengan lancar asalkan perusahaan mempunyai tenaga yang punya kemampuan dalam membuat motivasi baru, kreasi, atau menciptakan barang yang akan menggantikannya.

    2. Tetap mempertahankan barang lama tetapi memperbaharui atribut-atribut lamanya baik dari segi kemasan atau dapat juga menonjolkan kelebihan lain. Kalau alternatif ini tidak dapat dilakukan perusahaan harus dapat membuat barang yang benar-benar baru yang memerlukan penelitian dari awal baik dari segi mutu, merk dagang, pembungkus, cara mendistribusikan dan lain-lain.
    b. Pembungkus barang
    Bungkus barang merupakan pertimbangan ke dua setelah produk yang sejenis ternyata mempunyai kualitas yang sama kualitas yang sama, rasa yang sama atau kegiatan yang relative berbeda. Maka bagi pembeli yang merasa bingung dengan berbagai merk tersebut akhirnya akan mempertimbangkan bungkus luar produk yang akan dipilih. Oleh karena itu bungkus juga memegang peranan penting dalam penjualan produk.
    Untuk membuat bungkus agar menarik pembeli maka perusahaan harus mempertimbangkan dari berbagai aspek baik aspek ekonomis, keindahan maupun praktisnya.
    Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembungkusan diantaranya:
    Bungkus yang membangkitkan hasrat untuk membeli.
    Bungkus yang mudah diingat.
    Bungkus yang tidak menambah harga jual sehingga tidak dapat besaing dengan produk sejenis yang lain.
    Bungkus di design agar dapat menjaga mutu barang, memudahkan pengangkutan, penyimpanan, penyusunan di rak took, atau memmpunyai kegiatan setelah dipakai habis (ada kegiatan ganda).

    BalasHapus
  16. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 6

    Krisis kepercayaan intelektual kepemimpnan kaum tua telah membawa peluang kaum muda untuk melangkah pada pemilu 2009 nanti, namu muncul pesimisme munkinkah pemilu 2009 melahirkan seorang pemimpin muda politik untuk menjadi Presiden. Tantangan-tantangan yang menghalagi tampilnya tokoh-tokoh muda alternative adalah minimnya partai-partai yang mendukung ide kepemimpinan kaum muda, ini merupakan pokok permasalahan yang krusial. Jaringan-jaringan yang pro terhadap kepemimpinan kaum muda adalah lebih didominasi oleh aktivis-aktivis yang independent yang tidak brfaliasi dengan partai-partai politik. Permasalahan ini muncul dikarenakan kurangnya respon oleh tokoh-okoh partai politik terhadap kepemimpinan kaum muda, sehingga kepemimpinan kaum muda agak sulit diperjuangkan.

    Dalam system politik yang dihegomonikan partai, memang terasa sulit bagi prodemokrasi untuk melakukan revolusi pemerintahan, karena tidak ada dukungan dari partai sebab di dalam konsesus nasionalhanya dimungkinkan dilakukan partai politik untuk berhak mengajukan calon-calon pimpinan pimpinan untuk dipilah dalam pemelihan umum.

    Melihat partai-partai yang hegomoni seperti Partai golkar, Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia, dan Partai Demokrat dimana pucuk ketua pimpinan dipegang oleh kaum-kaum tua, sulit sekali buat memajukan tokoh muda alternative, baik didalm tubuh partai maupun di luar partai. Minimnya partai-partai yang yang pro terhadap pimpinan muda akan menyulitkan masyarakat yang pro terhadap kepemimpinan kaum muda melakukan perubahan. Seperti yang dikatakan tokoh politik Abdul Gafur Sangaji, partai-partai hanya melakuakn daur ulang terhadap tokoh-tokoh tua yang sudah ada.

    Tokoh-tokoh prodemokrasi sangat kecewa dengan partai-partai politik dikarenakan tidak tersedianya space bagi tokoh-tokoh muda didalam tubuh partai maupun di luar partai ini menyulitkan tokoh-tokoh muda untuk bisa melakukan perubahan, terlebih lagi tokoh-tokoh prodemokrasi bersikap antipartai yang mana lebih menyulitkan lagi untuk tokoh-tokoh muda untuk menjadi pemimpin alternative. Seharusnya tokoh-tokoh prodemokrasi lebih mendekatkan diri pada partai politik, karena partai politiklah yang merupakan isatu-satunya demokrasi yang bisa mencapai kekuasaan. Semakin banyaknya aktivis demokrasi yang menyebar kedalam tubuh partai, kemungkinan besar peluang kekuasaan dipegang oleh tokoh-tokoh kepemimpinan muda untuk membawa negeri ini ke jalur mulianya.

    MANAJEMEN PEDIDIKAN

    A. Pengertian Kepemimpinan

    Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi perilaku orang-orang lain agar mau bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Definisi itu mengandung dua pengertian pokok yang sangat penting tentang kepemimpinan, yaitu
    • Pertama, mempengaruhi perilaku orang lain. Kepe-mimpinan dalam organisasi diarahkan untuk mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya, agar mau berbuat seperti yang diharapkan ataupun diarahkan oleh orang yang memimpinnya. Motivasi o-rang untuk berperilaku ada dua macam, yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Dalam hal motivasi ekstrinsik perlu ada faktor di luar diri orang tersebut yang mendorongnya untuk berperi-laku tertentu.

    BalasHapus
  17. nama:dully caka andireno
    kelas :11 ips 1/30
    lanjutan 5

    c. Merk Barang
    Merk barang yang dinyatakan dengan kata-kata saja atau disertai dengan gambar tertentu untuk mempertegaskan adalah sangat penting bagi perusahaan untuk membedakan perusahaan yang satu dengan yang lain. Dengan melihat merk seseorang yang sudah menggemari atau fanatic terhadap rasanya, mutunya atau keadaanya tidak akan nemilih lagi dalam memilih lagi dalam membeli barang cukup hanya dengan melihat gambar tertentu atau kata-kata tertentu dalam suatu prroduk menganggap sudah cukup memutuskan untuk membeli.
    Dengan merk yang sudah menjadi langganan pemakai dapat menghemat waktu dalam membeli karena dapat menyuruh orang lain untuk membelinya (praktis) dan membuat anggaran tertentu dalam memakainya.
    Banyaknya manfaat yang dapat diperoleh konsumen ini ternyata terlihat juga oleh produsen sehingga sering sekali produsen menggunakan merk tersebut sebagai salah satu strategi pemasarannya dengan jalan perusahaan memproduksi barang yang tidak terlalu berbeda setiap memakai berbagai merk, hal ini dilakukan untuk menguasai pasar.
    2. Price (Harga)
    Bauran harga berkenaan dcngan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan. Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.
    Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : “price is the amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the sum of all the value that consumers exchange for the benefits of having or using the product or service”. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa. Secara lebih luas, harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa. Sedangkan Stanton mendefinisikan harga: “Price is the amount of money and or goods needed to acquire some combination of another goods and its companying services”. Pengertian di atas mengandung arti bahwa harga adalah sejumlah uang dan atau barang yang dibutuhkan untuk mendapatkan kombinasi dari barang yang lain yang disertai dengan pemberian jasa. Harga merupakan elemen dari bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, dimana suatu saat harga akan stabil dalam waktu tertentu tetapi dalam seketika harga dapat juga meningkat atau menurun dan juga merupakan satu-satunya elemen yang menghasilkan pendapatan dari penjualan.
    Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pengguna untuk mendapatkan produk. Dengan kata lain seseorang akan membeli barang kita jika pengorbanan yang dikeluarkan (uang dan waktu) sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari prouksi tersebut (Moenroe, 1990). Jika hal ini dikaitkan dengan produk layanan, maka seseorang akan datang ke tempat kita jika waktu atau dana yang dikorbankan untuk mendapatkan produk layanan kita sesuai dengan produk layanan yang ditawarkan.
    Harga dan kebijaksanaan harga adalah elemen yang paling banyak diperdebatkan dalam pemasaran. Harga adalah satu-satunya variabel strategi pemasaran yang berkaitan dengan pemasukan, bagaimanapun harga mendatangkan masalah tersendiri. Condous (1983) menyarankan, “…apabila pengenaan biaya (charging) merupakan suatu keharusan, maka besarnya harus disesuaikan dengan kemampuan pengguna.”

    BalasHapus
  18. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 7

    Dalam hal semacam itu kepemimpinan adalah faktor luar. Sedang motivasi intrinsik daya dorong untuk berperilaku tertentu itu berasal dari dalam diri orang itu sendiri. Jadi semacam ada kesadaran kemauan sendiri untuk berbuat sesuatu, misalnya memperbaiki mutu kerjanya. Kepemimpinan yang merupakan faktor eksternal tadi, harus selalu dapat memotivasi anggota organisasi perguruan tinggi untuk melakukan perbaikan-perbaikan mutu. Tetapi kalau setiap kali dan dalam setiap hal harus memberi perintah atau pengarahan, itu akan menimbulkan kesulitan. Kalau setiap melakukan pekerjaan dengan baik itu harus dengan perintah pimpinan, dan kalau tidak ada perintah pimpinan tidak dilakukan pekerjaan dengan baik, maka perbaikan mutu kinerja yang terus menerus akan sulit diwujudkan.

    Oleh karena itu MMT mengajarkan agar kepemimpinan itu selain untuk memberi pengarahan atau perintah tentang hal-hal yang perlu ditingkatkan mutunya, juga perlu digunakan untuk menumbuhkan motivasi intrinsik, yaitu menumbuhkan kesadaran akan perlunya setiap orang dalam perguruan tinggi itu selalu berupaya meningkatkan mutu kinerjanya masing-ma-sing secara individual maupun bersama-sama sebagai kelompok ataupun sebagai organisasi.
    • Kedua, kepemimpinan harus diarahkan agar orang-orang mau berkerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi perilaku yang ditimbulkan oleh kepemimpinan itu berupa kesediaan orang-orang untuk saling bekerjasama mencapai tujuan organisasi yang disepakati bersama. Dalam implementasinya kepemimpinan MMT yang berhasil adalah yang mampu menumbuhkan kesadaran orang-orang dalam perguruan tinggi untuk melakukan peningkatan-peningkatan mutu kinerja dan terciptanya kerjasama dalam kelompok-kelompok untuk meningkatkan mutu kinerja masing-masing kelompok maupun kinerja perguruan tinggi secara terpadu. Adanya kerjasama-kerjasama kelompok merupakan salah satu kunci keberhasilan MMT.
    Dalam proses tersebut pimpinan membimbing, memberi pengarahan, mempengaruhi perasaan dan perilaku orang lain, memfasilitasi serta menggerakkan orang lain untuk bekerja menuju sasaran yang diingini bersama. Semua yang dilakukan pimpinan harus bisa dipersepsikan oleh orang lain dalam organisasinya sebagai bantuan kepada orang-orang itu untuk dapat meningkatkan mutu kinerjanya.

    Dalam hal ini usaha mempengaruhi perasaan mempunyai peran yang sangat penting. Perasaan dan emosi orang perlu disentuh dengan tujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai baru, misalnya bekerja itu harus bermutu, atau memberi pelayanan yang sebaik mungkin kepada pelanggan itu adalah suatu keharusan yang mulia, dan lain sebagainya. Dengan nilai-nilai baru yang dimiliki itu orang akan tumbuh kesadarannya untuk berbuat yang lebih bermutu. Dalam ilmu pendidikan ini masuk dalam kawasan affective.

    BalasHapus
  19. nama:dully caka andireno
    kelas :11 ips 1/30
    lanjutan 6

    Dalam hal pemasaran jasa, kreatifitas dan keahlian manajemen paling banyak dibutuhkan dalam masalah penetapan harga. Ciri-ciri yang dimiliki jasa menyebabkan dampak yang penting dalam penetapan harga. Ciri-ciri yang dimiliki jasa menyebabkan dampak yang penting dalam penetapan harga. Hal yang menarik sekali adalah bahwa para penjual kerap kali mengetahui permintaan in-elastis. Oleh karena itu mereka menetapkan harga yang paling tinggi. Akan tetapi mereka lalai bertindak yang sebaliknya, jika menghadpi permintaan yang elastis, walaupun harga lebih rendah akan menaikkan penjualan unit, pendapatan total, penggunaan fasilitas dan mungkin juga naiknya laba bersih.
    Prinsip penetapan harga barang dapat juga diterapkan daam penetapan harga jasa. Secara singkat prinsip-prinsip penetapan harga menurut Zeithaml dan Bitner (1996) adalah sebagai berikut:
    1. Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan harganya, yang mencakup: pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan tingkat permintaan, prakiraan biaya, menganalisis harga yang ditetapkan dan produk yang ditawarkan pesaing, pemilihan metode penetapan harga, dan menentukan harga akhir.
    2. Perusahaan tidak selalu harus berupaya mencari profit makasimum melalui penetapan harga. Sasaran lain yang bisa mereka capai adalah mencakup survival, memakasimumkan penerimaan sekarang, memakasimumkan pertumbuhan penjualan, memakasimumkan penguasaan (skimming) pasar dan kepemimpinan produk atau kualitas.
    3. Para pemasar hendaknya memahami seberapa responsif permintaan terhadap perubahan harga. Untuk mengevaluasi sensitifitas harga, para pemasar bisa menghitung elastisitas permintaan, yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

    Elastisitas = Persen (%) perubahan dalam kuantitas yang dibeli
    Persentase perubahan dalam harga

    4. Berbagai jenis biaya harus sipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk di dalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel, biaya tidak langsung yang bisa dilacak, dan biaya-biaya yang teralokasi. Bila suatu produk atau jasa harus mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, harga harus mampu menutup semua biaya mencakup mark-upnya.
    5. Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan barang dan jasa yang ditawarkan peruasahaan dan karenanya harus dipertimbangkan dalam proses penetapan harga.
    6. Berbagai cara penetapan yang ada mencakup mark-up, sasaran perolehan, nilai yang bisa diterima, going rate, sealed-bid, dan harga psikologis.
    7. Setelah menetapkan struktur harga, perusahaan menyesuikan harganya dengan menggunakan harga geografis, diskon harga, harga promosi, dan harga diskrimiasi, serta harga bauran produk.

    BalasHapus
  20. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 8

    PENGARUH KEPEMIMPINAN


    1 Pengertian Pengaruh Kepemimpinan

    Perubahan yang terjadi akibat interaksi yang terjadi antara bawahan dan atasan (pimpinan dan yang dipimpin). Pemimpin harus mampu memperngaruhi bawahan, hal ini sesuai dengan pendapat R. Iyeng Wiraputra, M.Sc. dosen IKIP Bandung Buku kepemimpinan terbitan 1985, hal 27. Bahwa kepemimpinan artinya kemampuan untuk mempengaruhi bawahan untuk mengikuti atasan. Hal yang mengakibatkan memiliki pengaruh antara lain pengetahuan, pengalaman, wibawa, kharisma serta jabatan. 2.2 Tugas kepemimpinan

    Penyelenggaraan manajemen sekolah merupakan tugas pemimpin sekolah, inti dari manajemen sekolah adalah manajemen (Drs. NA Amatembun IKIP Bandung dalam bukunya Dasar manajemen Sekolah Jilid I, terbitan 1981, hal 38). Dengan demikian tugas pemimpin adalah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen seperti :
    • Perencanaan
    • Pengorganisasian
    • Penetapan staf-staf pembantu pelaksana kegiatan
    • Memberikan pengarahan bimbingan dan pembinaan
    • Mengadakan pengawasan untuk mengatasi penyimpangan
    • Melaksanakan penilaian untuk mengukut keberhasilan

    Semua fungsi manajemen diaplikasikan dalam program penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

    1. Wewenang Pemimpin

    Kekuasaan yang dibebankan kepada diri seseorang pemimpin sesuai dengan objek dalam kepemimpinannya.

    2. Hak Pemimpin

    Pemimpin formal mempunyai hak-hak yang perlu disahkan atas ketentuan hukum yang berlaku antara lain:
    • Hak memperoleh SK dari jabatan yang berwenang
    • Hak memperoleh jaminan atas jabatan
    • Hak mendapat imbalan atas dasar tugas dan tanggung jawab
    • Hak melakukan tugas kepemimpina n kepada bawahan

    3. Kewajiban Pemimpin

    Pemimpin adalah jabatan dan jabatan adalah kepercayaan kewajiban pemimpin adalah mempertahankan kepercayaan untuk melaksanakan tugas yang dibebankan dan kepercayaan itu perlu dipertanggung jawabkan kepada diri sendiri, masyarakat, dan bangsa serta kepada Allah SWT.

    BalasHapus
  21. nama:dully caka andireno
    kelas :11 ips 1/30
    lanjutan 7

    Dalam situasi tertentu, pengguna melakukan penilaian atau menghitung-hitung tentang apa yang akan mereka peroleh sebagai balasan dari apa yang mereka berikan. Dengan demikian, harga merupakan pembatas (trade-of) untuk sejumlah benefit (nilai) yang akan diberikan oleh suatu produk (barang atau jasa) dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan penggunaan produk tersebut (Yazid), 1999). Pusat informasi yang menghendaki profit harus mampu menutup semua biaya yang berkaitan dengan proses memproduksi dan memasarkan suatu jasa. Selanjutnya menetapkan marjin secukupnya sehingga mampu memberikan keuntungan yang memuaskan.

    Yazid (1999) yang mengatakan bahwa, “Harga atau biaya sebuah jasa akan mencakup harga yang bersifat moneter dan harga yang bersifat non-moneter. Harga yang bersifat moneter mempuyai peranan penting bagi bagian pemasaran untuk mengukur tingkat atau porsi penerimaan dari konsumen”. Selanjutnya dikatakan bahwa, di samping itu beberapa biaya non-moneter yang mungkin diperhitungkan konsumen ketika menggunakan suatu jasa mencakup:
    1. Waktu. Waktu merupakan komoditas utama bagi sejumlah orang, dan bagi seseorang yang menawarkan jasa dengan pelayanan yang berbeda kepada setiap individu, tetapi mempunyai keterbatasan waktu, mereka akan memperhitungkan biaya terhadap waktu yang digunakan dalam mencari/memburu suatu jasa, karena barangkali waktu yang terbuang itu sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan lain.
    2. Upaya-upaya yang bersifat fisik. Biaya untuk melakukan upaya-upaya fisik yang diperlukan unruk memperoleh sejumlah jasa bisa saja dimasukkan, khususnya bila penyajian jasa dilakukan secara swalayan.
    3. Biaya-biaya sensor. Biaya-biaya ini bisa saja dikenakan sehubungan dengan adanya kebisingan, bau tidak sedap, aliran udara yang tidak lancar, terlalu panas atau terlalu dingin ruangannya, tempat duduk yang tidak nyaman, lingkungan yang terkesan jorok, bahkan rasa yang tidak mengenakkan.
    4. Biaya-biaya psikologis. Biaya-biaya ini kadang-kadang dikenakan untuk penggunaan suatu jasa tertentu, seperti upaya yang bersifat mental (berpikir), perasaan adanya ketimpangan atau ketidakadilan bahkan rasa takut. (Yazid, 1999)

    BalasHapus
  22. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 9

    1. Filosofi Organisasi

    Mengapa organisasi yang dipimpinnya ini ada dan untuk apa ? Jawaban ter-hadap pertanyaan yang sangat mendasar ini perlu dikuasai secara baik oleh semua orang yang memegang tampuk kepemimpinan dari suatu organisasi. Tanpa menguasai jawabannya secara baik diragukan apakah mereka akan mampu mengarahkan orang-orang lain dalam organisasi itu ke tujuan yang seharusnya.

    2. V i s i

    Akan menjadi organisasi yang bagaimanakah organisasi itu di masa depan ? Orang-orang yang memegang kepemimpinan perlu memiliki pandangan jauh ke depan tentang organi-sasinya; mereka ingin mengembangkan organisasinya itu menjadi organisasi yang bagaimana, yang mampu berfungsi apa dan bagaimana, yang mampu memproduksi benda dan jasa apa dan yang bagaimana, serta untuk dapat disajikan kepada siapa ? Visi ini seharusnya berjangka panjang, misalnya 10 tahun atau 25 tahun ke dapan, agar dapat memfasilitasi usaha-usaha perbaikan mutu kinerja yang berkelanjutan.

    3. M i s i

    Mengapa kita ada dalam organisasi ini ? Apa tugas yang harus kita lakukan ? Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini berkaitan dengan visi tersebut di atas. Bagaimana visi itu akan dapat diwujudkan ? Tugas-tugas pokok apakah yang harus dilakukan oleh organisasi agar visi atau kondisi masa depan organisasi tadi dapat diwujudkan. Rumusan tentang misi organisasi ini juga seharusnya dapat dikuasai dengan baik dan jelas oleh orang-orang yang memegang kepemimpinan agar mereka dapat memberi arahan yang benar dan jelas kepada orang-orang lain.

    4. Nilai-nilai (values)

    Prinsip-prinsip apa yang diyakini sebagai kebenaran yang berfungsi sebagai pedoman dalam menjalankan tugas organisasi, dan ingin agar orang lain dalam organisasi juga mengadopsi prinsip-prinsip tersebut. Misalnya mutu, fokus pada pelanggan, disiplin, kepelayanan adalah nilai-nilai yang seharusnya dianut oleh orang-orang yang memegang kepemimpinan MMT.

    5. Kebijakan (policy)

    Ialah rumusan-rumusan yang akan disampaikan kepada orang-orang dalam organisasi sebagai arahan agar mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menyediakan pelayanan dan barang kepada para pelanggan. Orang-orang yang memegang kepemim-pinan harus mampu merumuskan kebijakan-kebijakan semacam itu agar orang-orang dapat menyajikan mutu seperti yang diinginkan oleh organisasi.

    BalasHapus
  23. nama:dully caka andireno
    kelas :11 ips 1/30
    lanjutan 8

    3. Promotion (Promosi)
    Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu Iklan, Promosi Penjualan, Penjualan Tatap Muka dan Hubungan Masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.
    3.1.1 Promosi
    1. Pengertian Promosi.
    Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dapat mengarahkan organisasi atau seseorang untuk menciptakan transaksi antara pembeli dan penjual.
    Promosi merupakan kegiatan terakhir dari marketing mix yang sangat penting karena sekarang ini kebanyakan pasar lebih banyak bersifat pasar pembeli di mana keputusan terakhir terjadinya transaksi jual beli sangat dipengaruhi oleh konsumen. Oleh karena itu pembeli adalah raja. Para produsen berbagai barang bersaing untuk merebut hati pembeli agar tertarik dan mau membeli barang yang dijualnya.
    Pada dasarnya keputusan membeli sangat dipengaruhi oleh motif-motif pertimbangan secara emosional, seperti : merasa bangga, sugesti, angan-angan dan sebagainya. Tetapi bisa juga pembeli membeli secara rasional seperti: karena mempertimbangkan riwatnya, ekonomisnya, segi kepraktisan, harganya, pengangkutannya dan sebagainya.
    Dalam promosi terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan, pada umumnya ada 4 kegiatan yang biasa dilakukan yaitu:
    a. Periklanan.
    b. Personal selling.
    c. Promosi penjualan.
    d. Publisitas dan humas.

    a. Periklanan (Advertensi)
    Periklanan merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi yang sering dilakukan perusahaan melalui komunikasi non individu dengan sejumlah biaya seperti iklan melalui media masa, perusahaan iklan, lembaga non laba, individu-individu yang membuat poster dan sebagainya.
    Periklanan dilakukan untuk memasarkan produk baru, memasuki segmen pasar yang baru atau yang tidak terjangkau oleh salesman maupun personal selling. Periklanan sering dilakukan baik melalui surat kabar, radio dan TV, pos langsung atau bahkan melalui biro periklanan.
    b. Personal selling
    Personal selling adalah kegiatan promosi yang dilakukan antar individu yang sering bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan kedua belah pihak.*)
    Proses personal selling adalah sebagai berikut:


    Pelayanan sesudah penjualan
    *) Nichles : “Principles of marketing” Prentice Hall 1978.
    c. Promosi penjualan
    Promosi penjualan adalah salah satu bentuk kegiatan promosi dengan menggunakan alat peraga seperti: Peragaan, pameran, demonstrasi, hadiah, contoh barang dan sebagainya.
    d. Publisitas
    Publisitas merupakan kegiatan promosi yang hampir sama dengan periklanan yaitu melalui media masa tetapi informasi yang diberikan tidak dalam bentuk iklan tetapi berupa berita.
    Biasanya lembaga yang dipublisitaskan tidak mengeluarkan biaya sedikitpun tetapi bisa merugikan kalau lembaga yang dipublisitaskan diberitakan kejelekannya.
    4. Saluran Distribusi ( Place )
    Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.

    BalasHapus
  24. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 10

    6. Tujuan-tujuan Organisasi :

    Ialah hal-hal yang perlu dicapai oleh organisasi dalam jangka panjang dan jangka pendek agar memungkinkan orang-orang dalam organisasi memenuhi misinya dan mewujudkan visi mereka. Tujuan-tujuan organisasi itu perlu dirumuskan secara kongkrit dan jelas.

    7. Metodologi

    Adalah rumusan tentang cara-cara yang dipilih secara garis besar dalam bertindak menuju pewujudan visi dan pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Metodologi ini terbatas pada garis-garis besar yang perlu dilakukan dan bukan detil-detil teknik kerja.

    Ketujuh hal yang sangat mendasar itu perlu dikuasai dan dalam implementasi MMT hal itu akan dituangkan dalam merumuskan rencana strategis untuk mutu. Tanpa kemampuan merumuskan ketujuh hal itu secara spesifik dan mengkomunikasikannya kepada orang-orang dalam organisasi, sulit bagi orang-orang itu untuk mewujudkan mutu seperti yang diinginkan.



    C. Pengertian Kepemimpinan MMT

    Untuk menerapkan MMT dalam suatu organisasi diperlukan adanya kepemimpinan yang ciri-cirinya berbeda dengan kepemimpinan yang tidak untuk meraih mutu. MMT diterapkan dalam organisasi yang melihat tugas organisasinya tidak sekedar melaksanakan tugas rutin, yang sama saja dari hari ke hari berikutnya. Semua sudah ditentukan standarnya, dan kalau kinerja sudah sesuai standar maka bereslah segalanya. MMT juga mengenal standar kinerja, tetapi bedanya standar ini bersifat dinamis, artinya standar itu selalu bisa ditingkatkan. Sehingga memungkinkan terjadinya peningkatan mutu secara berkelanjutan. Untuk itu MMT memerlukan kepemimpinan yang mempu-nyai ciri-ciri yang agak khusus seperti yang akan dibahas berikut ini

    1. Fokus pada Kelompok.

    Kepemimpinan lebih diarahkan kepada kelompok-kelompok kerja yang memiliki tugas atau fungsi masing-masing, tidak memfokus kepada individu. Hal ini akan berakibat tumbuh berkembangnya kerjasama dalam kelompok-kelompok. Motivasi individu akan menjadi tugas semua orang dalam kelompok, jadi kelompok kerja menjadi sumber motivasi bagi setiap ang-gota dalam kelompok. Karena pimpinan selalu menilai kinerja kelompok, bukan individu, maka ma-sing-masing kelompok akan berusaha memacu kerjasama yang sebaik-baiknya, kalau perlu dengan menarik-narik teman sekelompoknya yang kurang benar kerjanya.

    2. Melimpahkan wewenang untuk membuat keputusan.

    Kepemimpinan MMT tidak selalu membuat keputusan sendiri dalam segala hal, tetapi hanya melakukannya dalam hal-hal yang akan lebih baik kalau dia yang memutuskannya. Sisanya diserahkan wewenangnya kepada ke-lompok-kelompok yang ada di bawah pengawasannya. Hal ini dilakukan terutama untuk hal-hal yang menyangkut cara melaksanakan pekerjaan secara teknis. Orang-orang yang ada dalam kelompok-kelompok kerja yang sudah mendapatkan pelatihan dan sehari-hari melakukan pekerjaan itulah yang lebih tahu bagaimana melakukan pekerjaan dan karenanya menjadi lebih kompeten untuk membuat keputusan dari pada sang pimpinan.

    BalasHapus
  25. nama:dully caka andireno
    kelas :11 ips 1/30
    lanjutan 9

    4.1. Pengertian Saluran Distribusi.
    Definisi menurut Philip Kotler mengenai distribusi adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran.
    Sebagai salah satu variabel marketing mix, place / distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.
    4.2 Pemilihan saluran distribusi
    Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimkan atau menyampaikan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Ini harus dipertimbangkan karena dalam bidang jasa sering kali tidak dapat ditentukan tempat dimana akan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. Saluran distribusi dapat dilihat sebagai kumpulan organisasi yang saling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk/pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi. Penyampaian dalam perusahaan jasa harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas.
    Saluran distribusi adalah saluran yang dipakai produsen untuk menyalurkan barang hasil produksinya kepada konsumen, baik sampai berpindahnya hak (penguasaan) sampai dengan pemindahan barang maupun hanya pemindahan hak kepemilikannya saja.
    Pemilihan saluran distribusi harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
    a. Sifat pembeli, seperti kebiasaan membeli, frekuensi pembelian, letak geografis dsb.
    b. Sifat produk.
    c. Sifat perantara.
    d. Sifat pesaing
    e. Sifat perusahaan, dan sebagainya
    Sifat pembeli sangat mempengaruhi keputusan produsen dalam memilih saluran distribusi yang dipakai.
    Sebagai contohnya, kalau jumlah pembeli hanya, frekuensi pembelian dalam jumlah yang kecil-kecil maka akan membuat produsen cenderung memilih saluran distribusi yang panjang.
    Demikian juga sifat produk juga merupakan pertimbangan produsen yang tidak kalah pentingnya. Misalnya, apakah barang tersebut mudah rusak atau tidak, bagaimana ukurannya, bagaimana kualitas barang kalau dilihat dari segi konsumen, harganya dan sebagainya. Kesemuanya itu perlu dijadikan bahan pertimbangan yang penting juga.
    Demikian juga masalah sifat perantara, perusahaan, pesaing, pasar yang dituju dan sebagainya menjadi faktor yang penting dalam memilih saluran distribusi yang akan digunakan perusahaan. Saluran distribusi yang digunakan itu dengan tujuan agar barang yang ditawarkan sampai pada konsumen industry maupun konsumen akhir.

    BalasHapus
  26. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 11
    3. Merangsang kreativitas.

    Setiap upaya meningkatkan mutu kinerja, apakah itu dalam mengha-silkan barang atau menghasilkan jasa, pada dasarnya selalu diperlukan adanya perubahan cara kerja. Jadi kalu diinginkan adanya mutu yang lebih baik jangan takut menghadapi perubahan, se-bab tanpa perubahan tidak akan terjadi peningkatan mutu kinerja. Perubahan bisa diciptakan oleh pemimpin, tetapi tidak perlu harus selalu berasal dari pimpinan, sebab kemampuan pemim-pinpun terbatas. Oleh karena itu pemimpin justru perlu merangsang timbulnya kreativitas di ka-langan orang-orang yang dipimpinnya guna menciptakan hal-hal baru yang sekiranya akan menghasilkan kinerja yang lebih bermutu. Seorang pemimpin tidak selayaknya memaksakan ide-ide lama yang sudah terbukti tidak dapat menghasilkan mutu kinerja seperti yang diharap-kan. Setiap ide baru yang dimaksudkan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bermutu dari manapun asalnya patut disambut baik. Orang-orang dalam organisasi harus dibuat tidak takut untuk berkreasi, dan orang yang terbukti menghasilkan ide yang bagus harus diberi pengakuan dan penghargaan.

    4. Memberi semangat dan motivasi untuk berinisiatif dan berinovasi.

    Seorang pimpinan MMT selalu mendambakan pembaharuan, sebab dia tahu bahwa hanya dengan pembaharuan akan dapat dihasilkan mutu yang lebih baik. Oleh karena itu dia harus selalu mendorong semua orang dalam organisasinya untuk berani melakukan inovasi-inovasi, baik itu menyangkut cara kerja maupun barang dan jasa yang dihasilkan. Tentu semua itu dilakukan melalui proses uji coba dan evaluasi secara ketat sebelum diadopsi secara luas dalam organisasi. Sebaliknya seo-rang pimpinan tidak sepatutnya mempertahankan kebiasaan-kebiasaan kerja lama yang sudah terbukti tidak menghasilkan mutu seperti yang diharapkan olah organisasi maupun oleh para pe-langgannya.

    5. Memikirkan program penyertaan bersama.

    MMT selalu mengupayakan adanya kerjasama dalam tim, kelompok, atau dalam unit-unit organisasi. Program-program mulai dari tahap peren-canaan sampai ke pelaksanaan dan evaluasinya dilaksanakan melalui kerjasama, dan bukan pro-gram sendiri-sendiri yang bersifat individual. Adanya sistem kerja yang didasari oleh kerjasama dalam tim, kelompok atau unit itu harus selalu menjadi pemikiran para pimpinan MMT. Dasarnya adalah pengikut-sertaan semua orang dalam kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan ba-kat, minat dan kemampuan masing-masing orang. Orang adalah aset terpenting dalam organisasi dan karena itu setiap orang yang ada harus dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan penca-paian tujuan organisasi.

    BalasHapus
  27. nama:dully caka andireno
    kelas :11 ips 1/30
    lanjutan 10

    4.3 Alternatif pemilihan saluran distribusi.
    Untuk memakai saluran distribusi tertentu di samping mempertimbangkan faktor-faktor di atas perusahaan juga perlu mengetahui unsure apa saja yang sebenarnya juga mempengaruhi pemilihan saluran distribusi, diantaranya:
    a. Tipe perantara.
    Perantara dalam kenyataannya juga melakukan beberapa macam fungsi pemasaran seperti penyimpanan, pengangkutan, penjualan, pembelian dan sebagainya. Kalau fungsi pemasaran yang dilakukan perantara ternyata lebih efisien disbanding dengan kalau fungsi pemasaran dilakukan oleh produsen maka produsen yang bersangkutan biasanya memasukan perantara kedalam saluran distribusi yang dipilihnya.
    Pada dasarnya ada 3 jenis perantara yaitu :
    1. Pedagang (Wholesaler) adalah perantara yang secara nyata mempunyai barang dagangan dan melakukan fungsi pemasaran di mana barang yang di dagangkan dalam jumlah volume penjualan yang besar sehingga pedagang besar ini biasanya hanya melayani pembelian dalam jumlah yang banyak atau dengan kata lain tidak melayani kosumen akhir yang membeli untuk memenuhi kebutuhan pribadinnya (atau besifat non-bisnis).

    2. Pengecer (retailer) adalah perantara yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir baik konsumen untuk keperluan pribadi maupun konsumen industri.
    Kalau digambarkan saaluran distribusi tersebut adalah sebagai berikut:


    Gambar 5.3. Saluran distribusi pemasaran.
    3. Agen, Agen merupakan perantara yang ketiga, agen mempunyai perbedaan baik dengan pedagang besar mupun pengecer. Hal ini diperlihatkan pada masalah hak kepemilikan barang yang dijualnya. Kalau pedagang besar dan pengecer memiliki hak milik pada barang yang dijual maka kalau pada agen sebaliknya. Biarpun sebagai agen mereka bisa menjual dalam partai besar tetapi tetap hak miliknya ada pada produsennya.
    Kalau digambarkan sebagai berikut:


    Gambar 5.4. Saluran distribusi yang memasukan agen dan langsung ke konsumen akhir.
    b. Jumlah Perantara.
    Kalau ditinjau dari jumlah perantara, ini menyangkut untuk tingkat penyebaran pasar yang diinginkan oleh produsen.
    Dengan mempertimbangkan jumlah perantara/penyalur maka produsen mempunyai 3 jenis kebijaksanaan alternative pemakaian saluran distribusi, yaitu:

    BalasHapus
  28. nama:dully caka andireno
    kelas :11 ips 1/30
    lanjutan 11

    1. Distribusi Insentif.
    Kebijaksanaan yang dipakai perusahaan dengan jalan memakai sebanyak mungkin penyalur atau pengecer untuk mencapai dengan cepat kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dengan segera. Biasanya kebijaksanaan ini dilakukan kalau produsen menjual barang-barang konsumsi sejenis, konvinen atau kebutuhan pokok sehari-hari.
    2. Distribusi selektif.
    Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memakai beberapa perantara saja, untuk memudahkan pengawasan terhadap penyalur. Distribusi ini dipakai untuk memasarkan barang-barang baru, barang spesial maupun barang industri jenis peralatan ekstra. Sehingga dalam pemakaian saluran distribusi ini produsen berusaha memilih berapa penyalur yang benar-benar baik dan mampu melaksanakan fungsi pemasaran.
    3. Distribusi eksklusif.
    Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memilih satu perantara saja dalam wilayah geografis tertentu. Hal ini digunakan untuk pengawasan yang lebih intensif dan mendorong semangat penyalur agar agresif dalam melaksanakan fungsi pemasarannya. Distribusi ini dipakai produsen penghasil barang-barang yang relatif mahal/berat.
    Karena pemasaran bukanlah ilmu pasti seperti keuangan (finance), teori Marketing mix juga terus berkembang. Dalam perkembangannya, dikenal juga istilah 7P dimana 3P yang selanjutnya adalah People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik), Process (Proses). Penulis buku Seth Godin, misalnya, juga menawarkan teori P baru yaitu Purple Cow.[1]
    Perencanaan saluran distribusi dilakukan dengan maksud untuk memperlancar penyaluran produk agar sampai kepada konsumen. Dengan kegiatan distribusi ini diharapkan dapat mempermudah konsumen untuk memperoleh produk setiap saat. Kecepatan dan ketepatan dari saluran distribusi yang dilakukan oleh perusahaan akan sangat membantu konsumen dalam mendapatkan produk perusahaan, hal ini agar dapat menaikkan citra keberadaan produk dan perusahaan itu sendiri.

    BalasHapus
  29. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 12

    6. Bertindak proaktif.

    Pemimpin MMT selalu bertindak proaktif yang bersifat preventif dan an-tisipatif. Pemimpin MMT tidak hanya bertindak reaktif yang mulai mengambil tindakan bila su-dah terjadi masalah. Pimpinan yang proaktif selalu bertindak untuk mencegah munculnya masa-lah dan kesulitan di masa yang akan datang. Setiap rencana tindakan sudah difikirkan akibat dan konsekuensi yang bakal muncul, dan kemudian difikirkan bagaimana cara untuk mengeliminasi hal-hal yang bersifat negatif atau sekurang berusaha meminimalkannya. Dengan demikian ke-hidupan organisasi selalu dalam pengendalian pimpinan dalam arti semua sudah dapat diper-hitungkan sebelumnya, dan bukannya memungkinkan munculnya masalah-masalah secara me-ngejutkan dan menimbulkan kepanikan dalam organisasi. Tindakan yang reaktif biasanya sudah terlambat atau setidaknya sudah sempat menimbulkan kerugian atau akibat negatif lainnya.

    7. Memperhatikan sumberdaya manusia.

    Sudah dikatakan sebelumnya bahwa orang adalah sumberdaya yang paling utama dan paling berharga dalam setiap organisasi. Oleh karena itu SDM harus selalu mendapat perhatian yang besar dari pimpinan MMT dalam arti selalu diupa-yakan untuk lebih diberdayakan agar kemampuan-kemampuannya selalu meningkat dari waktu ke waktu. Dengan kemampuan yang meningkat itulah SDM itu dapat diharapkan untuk mening-katkan mutu kinerjanya. Program-program pelatihan, pendidikan dan lain-lain kegiatan yang bersifat memberdayakan SDM harus dilembagakan dalam arti selalu direncanakan dan dilaksa-nakan bagi setiap orang secara bergiliran sesuai keperluan dan situasi.

    8. Bicara tentang adanya persaingan ketat.

    Bila berbicara tentang mutu tentu akan terlintas adanya mutu yang tinggi dan mutu yang rendah. Bila dikatakan bahwa kinerja suatu organisasi itu tinggi tentu karena dibandingkan dengan mutu organisasi lain yang kenyataannya lebih rendah. Artinya mutu tentang segala sesuatu itu sifatnya relatif, bukan absolut. Setidaknya begitulah pengertian mutu menurut MMT. Pimpinan dalam MMT dianjurkan melakukan pem-bandingan dengan organisasi lain, membandingkan mutu organisasinya dengan mutu organisasi lain yang sejenis. Kegiatan ini disebut benchmarking. Pimpinan MMT selalu berusaha menya-mai mutu kinerja organisasi lain dan kalau bisa bahkan berusaha melampaui mutu organisasi lain.

    Bila pimpinan berbicara tentang mutu organisasi lain dan kemudian ingin menyamai atau melebihi mutu organisasi lain itu, berarti pmpinan itu berbicara tentang persaingan. Setiap organisasi berusaha mendapatkan pelanggan yang lebih banyak dan yang berciri lebih baik. Usaha ini hanya akan berhasil kalau organisasi itu mampu berkinerja yang mutunya lebih tinggi dari organisasi lain. Ini persaingan. MMT dikembangkan untuk memenangkan persaingan. Oleh karena itu pimpinan MMT selalu harus menyadari adanya persaingan dan berbicara tentang itu dengan orang-orang dalam organisasinya.

    BalasHapus
  30. nama:dully caka andireno
    kelas :11 ips 1/30
    lanjutan 12

    BAB III
    PENUTUP

    3.1 Kesimpulan
    Dalam konsep pemasaran modern banyak perusahaan yang mengacu pada bauran pemasaran di dalam merancang program pemasarannya. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi mempunyai peranan yang sangat penting guna mensukseskan program pemasaran dari suatu perusahaan. Dengan melakukan perencanaan terhadap empat bauran pemasaran diharapkan perusahaan dapat merumuskan program pemasaran yang tepat bagi produk yang akan ditawarkan kepada konsumen.
    Perencanaan produk yang dihasilkan oleh perusahaan harus benar- benar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, produk yang dihasilkan harus mencerminkan kualitas yang baik. Hal tersebut agar sesuai dengan tujuan perusahaan yang mana produk yang dihasilkan dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan dapat memuaskan konsumen. Karena produk merupakan titik sentral dari kegiatan pemasaran, keberhasilan suatu perusahaan dapat diketahui dari respon yang ditunjukkan oleh konsumen.
    Pada situasi persaingan dan perubahan yang bergerak begitu cepat ini perusahaan ditekan oleh faktor-aktor eksternal seperti perubahan teknologi, ekonomi, sosial kultural dan pasar. Di sisi lain, secara internal perusahaan menghadapi perubahan organisasi yang tak kalah peliknya, seperti masalah budaya perusahaan, struktur, karyawan, pemegang saham. Dalam situasi seperti ini konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya berbicara tentang penjualan, periklanan atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P (product, place, pricing, dan promotion).
    Pemasaran harus dilihat sebagai suatu konsep bisnis strategi (strategic business concept). Artinya pemasaran tidak lagi sekadar marketing as it is, melainkan harus diintegrasikan dengan strategi perusahaan secara keseluruhan.


    DAFTAR PUSTAKA

    - Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler, 2002, Rethinking Marketing; Sustainable Marketing Enterprise in Asia. Jakarta: Prenhallindo.
    - Keegan, Warren J. 1996, Manajemen Pemasaran Global: Alih Bahasa, Alexander Sindoro Jilid 1, Jakarta: Prenhallindo.
    - Widyatmini,1995, Pengantar Bisnis,Cetakan ke IV edisi 1,seri,Depok,Seri Diktat Kuliah: Gunadarma
    - Gruenwald, G. 1985. Seri Pemasaran dan Promosi, Pengembangan Produk Baru, PT Alex Media Komputindo, Jakarta
    - Kotler, P. 1995. Manajemen Pemasaran; Analisa, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jilid I, edisi kedelapan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
    - Dan Berbagai sumber lainnya.

    BalasHapus
  31. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 13

    9. Membina karakter, budaya dan iklim organisasi.

    Karakter suatu organisasi tercermin dari pola sikap dan perilaku orang-orangnya. Sikap dan perilaku organsasi yang cenderung menim-bulkan rasa senang dan puas pada fihak pelanggan-pelanggannya perlu dibina oleh pimpinan. Demikian pula budaya organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai tertentu yang relevan dengan mutu yang diinginkan oleh organisasi itu juga perlu dibina. Misalnya dalam lembaga pendidikan perlu dikembangkan budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai belajar, kejujuran, kepelayanan, dan sebagainya. Nilai-nilai yang merupakan bagian dari budaya organisasi itu harus menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku dalam organisasi. Namun demikian ka-rakter dan budaya organisasi itu hanya akan tumbuh dan berkembang bila iklim organisasi itu menunjang. Olah karena itu pimpinan juga harus selalu membina iklim organisasinya agar kon-dusif bagi tumbuh dan berkembangnya karakter dan budaya organisasi tadi. Misalnya dengan menciptakan dan melaksanakan sistem penghargaan yang mendorong orang untuk bekerja dan berprestasi lebih baik. Atau pimpinan yang selalu berusaha berperilaku sedemikian rupa hingga dapat menjadi model yang selalu dicontoh oleh orang-orang lain.

    10. Kepemimpinan yang tersebar.

    Pemimpin MMT tidak berusaha memusatkan kepemimpinan pada dirinya, tetapi akan menyebarkan kepemimpinan itu pada orang-orang lain, dan hanya me-nyisakan pada dirinya yang memang harus dipegang oleh seorang pimpinan. Kepemimpinan yang dimaksudkan adalah pengambilan keputusan dan pengaruh pada orang lain. Pengambilan tentang kebijaksanaan organisasi tetap ditangan pimpinan-atas, dan lainnya yang bersifat operasional atau bersifat teknis disebarkan kepada orang-orang lain sesuai dengan kedudukan dan tugasnya. Dalam banyak hal bahkan pengambilan keputusan itu diserahkan kepada tim atau kelompok kerja tertentu. Dengan demikian ketergantungan organisasi pada pimpinan akan sangat kecil, tetapi sebagian besar dari orang-orang dalam organisasi itu memiliki kemandirian yang tinggi. Kondisi semacam ini tentu saja akan tercapai melalui penerapan MMT yang baik dan benar, dan setelah melalui proses pembinaan yang panjang.

    Makin banyak dari kesepuluh ciri itu yang diterapkan oleh pimpinan MMT semakin baiklah mutu kepemimpinannya, dalam arti makin baiklah suasana kerja yang kondusif untuk terciptanya mutu, dan makin kuatlah dorongan yang diberikan kepada orang-orang dalam orga- nisasinya untuk meningkatkan mutu kinerjanya. Kesepuluh hal tersebut perlu dihayati dan di-praktekkan oleh semua pimpinan , dari yang tertinggi sampai yang terrendah, sehingga akhirnya akan menjelma menjadi pola tindak yang normatif dari semua unsur pimpinan.

    BalasHapus
  32. nama :niki cyntia kurnia sari
    kelas:11 ips 1/16
    lanjutan 14

    A. Kesimpulan

    Dari penulisan ringkas di atas dengan melihat latar belakang dan pembahasan masalah, maka dapat diambil kesipulan sebagai berikut:
    • Bahwa tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyaraat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, memperkya khanazah ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
    • Budaya organisasi di lembaga pendidikan adalah pemaknaan bersama seluruh anggota organisasi di suatu lembaga pendidikan yang berkaitan dengan nilai, keyakinan, tradisi dan cara berpikir unik yang dianutnya dan tampak dalam perilaku mereka, sehingga membedakan antara lembaga pendidikan dengan lembaga pendidikan lainnya.
    • Perekat organisasi pendidikan adalah kepercayaan pimpinan kepada bawahan, keakraban/kebersamaan, dan kejujuran dan tanggung jawab.
    Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar pengaruh yang timbul dapat meningkatkan kinerja personil secara optimal. Maka pemimpin harus memiliki wawasan dan kemampuan dalam melaksanakan gaya kepemimpinan

    Kemampuan pemimpin dalam memerankan gaya kepemimpinan yang bertumpu kepada partisipasi aktif semua personil sekolah akan memunculkan keberhasilan seorang pemimpin

    Pemimpin harus memiliki pemahaman tentang konsep sistem (berpikir secara sistematik) dalam memahami suatu sekolah sebagai suatu kesatuan yang utuh.

    Pemimpin harus memahami wawasan jauh kedepan agar tantangan masadepan telah menjadi program dalam penyelenggaraan pendidikan.

    Konsentrasi pemimpin terhadap kinerja personil pada akhirnya sasaran yang hendak dicapai adalah peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dapat tercapai adalah peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dapat tercapai dan pada khususnya menghasilkan tamatan yang berkualitas.


    B. Saran-Saran
    • Untuk meningkatkan kinerja personil sekolah sebaiknya kunjungan antar sekolah sering dilakukan untuk melihat kemajuan dan perkembangan yang telah dicapai di sekolah masing-masing.
    • Sebaiknya kesejahteraan lahir dan batin mendapat prioritas dalam melaksanakan tugas pemimpin.

    Daftar pustaka

    -----------, 2003. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 manajemen pendidikan , Jakarta: Depdiknas RI

    -----------,2002. Masalah manajemen pendidikan di Indonesia, Jakarta: Departemen Pendidikan dan kebudayaan Ditjen Dikdasmen - Dik menum.
    http://artikelrande.blogspot.com/2010/07/manajemen-pedidikan.html

    Wanto, 2005. manajemen dan pendidikan, Surabaya; Tabloid Nyata IV Desember

    BalasHapus
  33. nama : andik fendi putra
    kelas : xi ips 1
    no : 2

    KARYA ILMIAH TENTANG PENGGUNAAN NARKOBA DIKALANGAN PARA REMAJA

    Bagian 1




    PENDAHULUAN



    1.1 LATAR BELAKANG
    Dimasa modern sekarang ini peredaran NARKOBA sudah tidak bisa ditolerir,tidak memandang lingkungandan usia .Banyak anak-anak yang masih memerlukan bimbingan dalam proses peralihan menuju kedewasaan,terserang atau tergoda oleh NARKOBA.
    NARKOBA sungguh-sungguh telah anak-anak khususnya para remaja .yang masih duduk di bangku sekolah , padahal telah diadakan penyuluhan-penyuluhan beberapa kali di sekolah-sekolah tapi NARKOBA tetap merasuki pikiran para pelajar yang masa depannya masih dipertanyakan.
    Masa depan yang seharusnya menjadi tujuan atau akhir dari perjuangan para pelajar dimasa-masa sekolah kini dipertanyakan statusnya . Jika NARKOBA terus berkembang dan menggoda para pelajar agar mengalihkan pandanganny pada NARKOBA maka para pelajar yang akan menjadi penerus bangsa akan kandas di tengah jalan.


    1.2 TUJUAN PENELITIAN
    -Untuk mengetahui bahaya NARKOBA serta jenis-jenisnya
    -Untuk mengetahui tingkat pengetahuan para remaja atau pelajar tentang NARKOBA.
    -Untuk m,engetahui penyebab para remaja atau pelajar menggunakan NARKOBA.


    1.3 RUMUSAN MASALAH
    -Apa sesungguhnya NARKOBA itu?
    -Apa dampak yang diakibatkan oleh NARKOBA kepada para pelajar atau remaja?
    -Mengapa para remaja atau pelajar tersebut menggunakan NARKOBA?

    1.4 METODE PENELITIAN
    Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara memebagikan atau menyebarkan angket kepada para pengguna atau pemakai NARKOBA yang masih berusia remaja.

    1.5 MANFAAT PENELITIAN
    Manafaat karya tulis ini yaitu kita khususnya para remaja yang masih duduk di bangku sekolah dapat lebih memami dan sadar akan bahaya NARKOBA.

    BAB II
    2.0 LANDASAN TEORI

    2.1 PENGERTIAN NARKOBA
    NARKOBA adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bunga tanaman baik sintesis maupun semisintesis yang dapat menyebabkan penurunan perubahan kesadaran , hilangnya rasa , sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulakan ketergantungan serta kecanduan.





    2.2 JENIS-JENIS NARKOBA YANG SERING DISALAHGUNAKAN
    a) OPIODA
    Yaitu nama segolongan zat alamiah , semisintetik maupun sintetik yang diambil dari bagian pohon POPPY , pertama akli ditemukan di Asia Kecil , digunakan untuk pengobatan oleh bangsa Mesir , kemudian akhirnya menyebar ke Yunani. Selain digunkan sebagai obat Opioda juga digunkan sebagai alat untuk menimbulkan rasa senang. Yang termasuk Opioda adalah:
    Opiat/Oipium

    BalasHapus
  34. Nama : Canindera Costa
    Kelas : PCP 2010
    No.Absen : 04

    10 Daftar Pustaka

    1.___________.. 2010. Terampil Menulis Surat. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

    2.Johan Wahyudi dan Ilham Ahmad Husaini. 2009. Panduan Menjadi Juara. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

    3.Johan Wahyudi, dkk. 2009. Panduan Menjadi Juara. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

    4.Chomsky, Noam. 1997. Introducing of Linguistic. British: Universal Oxford Press Ltd.

    5.Johan Wahyudi. 2009. Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyunting Karangan dengan Penerapan Metode Inkuiri (Tesis). Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta

    6.Johan Wahyudi. 2009. Meningkatkan Kemampuan Menulis Petunjuk dengan Pemanfaatan Lingkungan Sekolah. (Jurnal Bahasa dan Sastra Nomor 05 Volume 1 Tahun III). Samarinda: Balai Bahasa Kalimantan Timur.

    7.Johan Wahyudi. 2010. Ayo Menulis Buku dalam Majalah Guruku Edisi Juni 2010

    8.Johan Wahyudi. 2010. Jika Naskah Buku Ditolak Penerbit dalam http://media.kompasiana.com/buku/2011/01/20/jika-naskah-buku-ditolak-penerbit/ diunduh pada Sabtu, 22 Januari 2011 jam 08.12.

    9.Keegan, Warren J. 1996, Manajemen Pemasaran Global: Alih Bahasa, Alexander Sindoro Jilid 1, Jakarta: Prenhallindo

    10.-----------, 2003. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 manajemen pendidikan , Jakarta: Depdiknas RI

    BalasHapus
  35. andik fendi
    xi ips 1
    bagian II



    -Morfin
    -Heroin
    -Kodein
    -Opiat Sintetik



    b) KOKAIN
    Kokain merupakan zat yang sangat kuat berupa bubuk Kristal putih yang disuling dari daun Coca ( Erythroxylan Coca) yang tumbuh di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Sedangkan Kokain freebase adalah kokain yang diproses untuk menghilangkan kemurnian dan campurannya sehingga dihisap berbentuk kepingan kecil (rocks/batu) sebesar kismis. Salah satu kokain yang popular adalah Crac.

    c) KANABIS/MARIYUANA/GANJA
    Kanabis berasal dari tanaman dengan nama Cannabis Satifa dan Cannabis Indica yaitu sejenis tanaman perdu yang biasanya digunakan sebagai obat relaksasi untuk mengatasi intoksidasi ringan. Seseorang yang baru saja menggunakan Kanabis sering kali memeperlihatkan tanda-tanda mabuk dengan mata merah dan bola mata membesar.

    d) SEDATIVA
    Sedativa atau sedative-hipotonik merupakan zat yang dapat mengurangi berfungsinya sistem saraf pusat.

    e) EKSTASI
    Ekstasi dikenal dalam dunia pengobatan sebagai Methydioxy Methampetamin dengan nama populernya MDMA.Ekstasi obat sintesis yang dikembangkan oleh perusahaan ERNTS MERK di Jerman pada tahun 1914.
    Pada waktu itu Ekstasi digunakan untuk meningkatkan daya tahjan prajurit di Amerika digunakan pengobatan pasien yang sudah parah.

    f) SHABU-SHABU
    Shabu-shabu merupakan komoditas baru yang sedang laris. Zat ini mempunyai nama kimia Methamfetamine yang mempunyai kesamaan sifat dengan Ekstasi yang sama-sama tergolong dalam zat psikotropika stimulasia otak yang dapat menyebabkan ketergantungan.
    Segementasi pasar dari shabu-shabu adalah para eksekutif , professional dan kaum selebritis. Zat ini menyebabkan lepasnya neurotransmitter dopamine dari ujung-ujung saraf ke bagian otak yang mengatur perasaan kenikmatan . Penghentian termasuk persaan kesal , tertekan , tegang , gelisah , sulit berkonsentrasi, lapar , pusing , serta dapat menyebabkan kecanduan.
    Beberapa kasus menunjukkan dampak desturktif shabu-shabu yaitu menyebabkan orang menjadi ganas, agiatif serta meningkatkan kepercayaan diri yang tinggi berbuntut tingkah laku yang brutal.

    BAB III
    PROSES PENELITIAN

    Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada para remaja di Sibolga. Pengisian dilakukan dengan cara para responden menuliskan jawaban-jawaban sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan di atas lembar angket yang telah diberikan.
    Responden yang terpilih adalah responden yang memenuhi syarat , antara lain berada di Sibolga , pelajar SMP/SMA atau yang telah berumur 14-19 tahun dan menggunakan atau memakai NARKOBA. Penybaran angket merata , meliputi berbagai lapisan remaja yang memakai NARKOBA , yaitu : pelajar SMP , pelajar SMA , pelajar SMK dan remaja putus sekolah.

    3.1 LOKASI PENELITIAN
    Pengambilan lokasi responden dilakukan di beberapa tempat yang di prediksi banyak memakai NARKOBA seperti di Jl. Murai da Kawasan Aek Habil.

    3.2 CARA MENGANALISIS DATA
    Analisis data dilakukan dengan cara menganalisa jawaban-jawaban yang telah diberikan responden yang tercantum pada angket .
    Dari hasil yang diperoleh dirangkum beberapa kesimpulan tentang pengaruh NARKOBA di kalangan para remaja Sibolga.

    BalasHapus
  36. andik fendi putra
    xi ips 1 /02


    BAGIAN III (03)


    BAB IV
    HASIL PENELITIAN


    4.1 HASIL ANGKET
    Angket ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang bersifat umum dan terbuka. Angket ditujukan untuk mengetahui secara umum gambaran tentang NARKOBA di mata para remaja.

    No Penyebab menggunakan NARKOBA JUMLAH RESPONDEN PERSENTASE
    1 PERGAULAN 28 75%
    2 STRESS 9 25%


    No Pengetahuan tentang NARKOBA JUMLAH RESPONDEN PERSENTASE
    1 TAHU 34 91%

    2 TIDAK TAHU 3 9%


    No Dampak terhadap
    Sekolah JUMLAH RESPONDEN PERSENTASE
    1 ADA 25 67%
    2 TIDAK ADA 12 33%



    BAB V
    PEMBAHASAN


    5.1 HASIL ANGKET
    Dari jawaban-jawabanpara responden yang tertuang di dalam angket didapatkan hasil sebagai berikut:

    - Dimata para remaja , NARKOBA adalah zat yang berbahaya untuk untuk dikonsumsi dan disalah gunakan .Tetapi,mereka menganggap bahwa hanya NARKOBAlah yang yang bisa memberikan ketenangan kepada mereka dikala mereka dikala mereka mempunyai masalah atau stress.

    - Dampak yang diakibatkan kepada para remaja pengguna NARKOBA khususnya terhadap sekolah mereka adalah sekolah mereka menjadi terbengkalai dan mereka menjadi putus sekolah. Namun, tetap ada beberapa remaja yang tidak memikirkan pengaruh NARKOBA terhadap sekolahnya.


     Penyebab para remaja-remaja Sibolga memakai NARKOBA adalah sebagai berikut:
    • 75% mengatakan karena pergaulan yang mengharuskan mereka memakai NARKOBA
    • 25% mengatakan karma ingin menenangkan diri dari banyaknya masalah atau stress.

    BAB VI
    KESIMPULAN DAN SARAN


    6.1 KESIMPULAN
    Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:

    1. Kesadaran mereka akan bahaya NARKOBA masih kurang dan mereka salah mengartikan bahwa NARKOBA itu adalah jalan satu-satunya untuk mendapatkan pergaulan yang lebih layak dan mengatasi masalah.

    2. Secara umum, remaja yang memakai NARKOBA di Sibolga telah rusak masa depannya karena telah tergoda oleh NARKOBA.


    3. Dari hasil penelitian yang diperoleh, penyebab mereka memakai NARKOBA adalah sebagai berikut:
    o Karena pergaulan bebas di kalangan remaja.
    o Karena terjerat banyak masalah dan stress.


    6.2 SARAN
    Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan:
    1. Agar lebih sering dilakukan penyuluhan-penyuluhan tentang NARKOBA dan pengaruh yang ditimbulkannya di kalangan para remaja khususnya yang duduk di bangku sekolah.

    2. Hendaknya aparat yang berwajib terkait masalah ini lebih giat lagi dalam memberantas NARKOBA.

    3. Hendaknya sekolah-sekolah lebih sering melakukan razia kepada para murid-muridnya agar para remaja tidak ada yang menyebarkan NARKOBA di sekolah-sekolah.

    4. Hendaknya para orangtua lebih mengenal dan mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus NARKOBA.

    BalasHapus
  37. andik fendi
    xi ips 1 02


    BAGIAN IV


    DAFTAR PUSTAKA


    Ain Tanjung,H.Mastar,BA,2003. Naerkoba Sumber Bencana Musuh Bangsa. Anti Narkoba Sumatera Utara : Lembaga Terpadu Pemasyarakatan Anti Narkoba.
    Diposkan oleh Ober Siregar
    Label: Beberapa Contoh Karya tulis, Karya Tulis

    BalasHapus
  38. rizda fara leila
    xi ips 1 /32



    bagian 1



    judul


    HIV/ AIDS




    PENDAHULAN

    A. Latar Belakang Masalah
    Kita semua mungkin sudah banyak mendengar cerita-cerita yang menyeramkan tentang HIV/AIDS. Penyebrangan AIDS itu berlangsung secara cepat dan mungkin sekrang sudah ada disekitar kita. Sampai sekarang belum ada obat yang bisa menyembuhkan AIDS, bahkan penyakit yang saat ini belum bisa dicegah dengan vaksin. Tapi kita semua tidak perlu takut. Jika kita berprilaku sehat dan bertanggung jawab serta senantiasa memegang teguh ajaran agama, maka kita akan terbebas dari HIV/AIDS.

    B. Perumusan Masalah
    Dengan melihat latar belakang yang telah dikemukakan maka beberapa masalah yang dapat penulis rumuskan dan akan dibahas dalam makalah ini adalah:
    1. Apakah penyebab AIDS itu ?
    2. Bagaimana cara penularan HIV / AIDS ?
    3. Bagaimana pandangan 5 agama di Indonesia tentang HIV / AIDS ?

    C. Tujuan
    Penulisan makalah ini dilakukan untuk memenuhi tujuan-tujuan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua dalam menambah ilmu pengetahuan dan wawasan.
    Secara terperinci tujuan dari penelitian dan penulisan makalah ini adalah :
    1. Mengetahui penyebab AIDS serta bahaya yang ditimbulkan.
    2. Mengetahui cara pencegahan HIV / AIDS.
    3. Mengetahui pandangan 5 agama di Indonesia tentang HIV / AIDS.


    D. Metode Penulisan
    Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan penulis mempergunakan metode observasi dan kepustakaan. Adapun teknik-teknik yang dipergunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

    1. Teknik Wawancara
    Tujuan dari teknik wawancara ini adalah agar diperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kasus yang dibahas. Repondennya meliputi beberapa kaum pendidik yang penulis anggap cukup mengerti tentang masalah ini.

    2. Studi Pustaka
    Pada metode ini, penulis membaca buku-buku dan literatur yang berhubungan dengan penulisan makalah ini.

    3. Internet
    Pada metode ini penulis, juga mencari materi yang berhubungan dengan penulisan ini din internet.

    E. Sistematika Penulisan
    Pada makalah ini, penulis akan menjelaskan hasil makalah dimulai dengan bab pandahuluan. Bab ini meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
    Pada bab kedua, penulisan akan memaparkan data yang diperoleh dan membahasnya satu persatu terutama yang berkaitan dengan HIV / AIDS.
    Bab ketiga merupakan bab penutup dalam makalah ini. Pada bagian ini penulis menyimpulkan uraian sebelumnya, dan memberikan saran agar kita terhindar dari penyakit HIV / AIDS.

    BalasHapus
  39. rizda fara / xi ips 1 / 32


    bagian II



    BAB II
    PEMBAHASAN

     HIV ialah merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus adalah virus penyebab AIDS.
     AIDS ialah merupakan singkatan dari Acquired Immunideficiency Syndrome adalah kumpulan gejala penyakit yang didapat akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.

    1. Apakah penyebab AIDS itu ?
    AIDS disebabkan oleh virus yang namanya HIV (Human Immunodeficiency Virus) yaitu virus yang merusak system kekebalan tubuh manusia. Akibatnya tubuh menjadi rentan terhadap serangan penyakit.
    2. HIV / AIDS dapat ditularkan melalui 3 cara yaitu :
     Hubungan seks bebas yang tidak terlindung, dengan orang yang telah terinfeksi HIV / AIDS.
     Tranfusi darah atau penggunaan jarum suntik secara bergantian.
     Ibu hamil penderita HIV / AIDS kepada bayi yang dikandungnya.
    3. Menurut pandangan 5 agama di Indonesia, tentang AIDS. AIDS memang salah satu penyakit buruk jika dipandang dalam agama. Karena penularan HIV / AIDS sendiri memang melalui cara yang dilarang agama. Salah satunya HIV / AIDS ditularkan melalui hubungan seks bebas. Seks bebas sendiri dilarang dalam agama.

    BAB III
    PENUTUP


    A. Kesimpulan
    Menurut pandangan agama HIV / AIDS itu buruk, karena penularan pun terjadi melalui cara yang dilarang oleh agama. Salah satunya HIV / AIDS ditularkan melalui hubungan seks bebas.

    B. Saran
    Agar kita semua terhindar dari AIDS, maka kita harus berhati-hati memilih pasangan hidup, jangan sampai kita menikah dengan pasangan yang mengicap HIV / AIDS, karena selain dapat menular kepada diri kita sendirim juga dapat menular kepada janin dalam kandungan kita. Kita juga harus berhati-hati dalam pemakaian jarum suntik secara bergantian dan tranfusi darah dengan darah yang sudah terpapar HIV.

    DAFTAR PUSTAKA


     Buku saku tentang AIDS yang diterbitkan oleh Yayasan AIDS Indonesia.
     Internet
    Posted by Yudhi at Thursday, January 24, 2008

    BalasHapus
  40. nama: Laras Sukmawati Y.
    kelas: PCP'10/09

    contoh daftar pustaka:
    1. Baridwan, Zaki. 1998. Sistem Informasi Akuntansi., Edisi Kedua, Cetakan Kelima, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
    2. Yogaswara, Yogi. 2000. Teknik Menulis Cerita Anak. Bandung. CV Aneka.
    3. Sugono, Dendy dkk. 2003. Kamus Bahasa Indonesia Sekolah Dasar. Jakarta: Gramedia.
    4. Ismail, Taufiq (ed.) dkk, 2002. Horison Sastra Indonesia 1, Kitab Puisi. Jakarta: Horison & The Ford Foundation.
    5. ––––––––, 2002. Horison Sastra Indonesia 2:, Kitab Cerpen. Jakarta: Horison & The Ford Foundation.
    6. Maulana, Dodi. tanpa tahun. Beternak Unggas. Bandung: CV Permata.
    7. A. Rahim Noor dan Salim A.Z. 1984. Sembilan Tari Wajib Melayu.Medan.: t.p.
    8. Abdul Monir Yaacop dan Sarina Othman (ed.), 1995. Pemerintahan Islam
    dalam Masyarakat Majmuk. Kuala Lumpur: Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM).
    9. Anderson, John, 1971. Mission to the East Coast of Sumatra in 1823.
    Singapura: Oxford University Press.
    10. Awang Sujai Hairul dan Yusoff Khan (ed.). 1986. Kamus Lengkap. Petaling Jaya: Pustaka Zaman Sdn. Bhd.

    BalasHapus
  41. Nama :Indito Trihuda N.S
    Kelas :XI IPS 1
    Absen :11


    Bagian 1

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang Masalah
    Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam. Sebagai hamba Tuhan yang mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan Sang Pencipta dengan tulus

    Tujuan
    Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

    Metode Penulisan
    Penulis mempergunakan metode observasi dan kepustakaan.
    Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah :
    Studi Pustaka
    Dalam metode ini penulis membaca buku-buku yang berkaitan denga penulisan makalah ini.

    BalasHapus
  42. BAB II
    PEMBAHASAN

    Dasar Pemikiran
    Kehidupan manusia di dunia mempunyai kedudukan sebagai hamba Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan (khalifullah) di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam.
    Manusia dalam melaksanakan tugas dan kegiatan hidupnya bergerak dalam dua bidang universal filosofis dan sosial politis. Di bidang universal filosofis trasenden dan idealistik, sedangkan bidang sosial politis bersifat imanen dan realistis yang bersifat lebih nyata dan dapat dirasakan.
    Sebagai negara kepulauan dengan masyarakatnya yang ber-bhinneka, negara Indonesia memiliki unsur-unsur kekuatan dan kelemahan. Kekuatannya terletak pada posisi dan keadaan gegrafis yang strategis dan kaya sumber daya alam. Kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa dan satu tanah air.

    Pengertian Wawasan Nusantara
    Cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiawai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita-cita nasional.

    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Wawasan Nusantara
    1. Wilayah.
    2. Geopolitik dan Geostrategi.
    3. Perkembangan wilayah Indonesia dan dasar hukumnya.



    Unsur-unsur Dasar Wawasan Nusantara
    1. Wadah
    Wawasan Nusantara sebagai wadah meliputi 3 komponen :
    a. Wujud Wilayah
    Batas ruang lingkup wilayah nusantara ditentukan oleh lautan yang di dalamnya terdapat gugusan ribuan pulau yang saling dihubungkan oleh dalamnya perairan. Oleh karena itu nusantara dibatasi oleh lautan dan daratan serta dihubungkan oleh perairan dalamnya. Sedangkan secara vertikal ia merupakan suatu bentuk kerucut terbuka keatas dengan titik puncak kerucut di pusat bumi.
    Letak geografis negara berada di posisi dunia anatar 2 samudra, yaitu pasifik dan samudera hindia dan antara dua benua, yaitu asia dan australia. Letak geografis ini berpengaruh besar terhadap aspek-aspek kehidupan nasional Indonesia. Perwujutan wilayah nusantara menyatu dalam kesatuan politik, ekonomi, sosial-busaya dan pertahanan keamanan.
    b. Tata Inti Organisasi
    Bagi Indonesia. Tata inti organisasi negara berdasarkan pada UUD 1945 yang menyangkut bentuk dan kedaulatan negara, kekuasaan pemerintah, sistem pemerintahan, dan sistem perwakilan.
    Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Kedaulatan berada di tangan rakyat yang sepenuhnya oleh majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
    Sistem pemerintahannya menganut sistem presidensial. Indonesia merupakan Negara Hukum (Rechk Staat) bukan hanya kekuasaan.
    c. Tata Kelengkapan Organisasi
    Isi wawasan nusantara tercermin dalam perspektif kehidupan manusia Indoensia dalam eksistensinya yang meliputi :
    a) Cita-cita bangsa Indonesia tertuang dalam pembukaan UUD 1945.
    Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
    Rakyat Indonesiayang berkehidupan kebangsaan yang bebas.
    Pemerintahan negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
    b) Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal.
    Satu kesatuan wilayah nusantara mencakup daratan, perairan dan dirgantara.
    Satu kesatuan politik.
    Satu kesatuan sosial budaya.
    Satu kesatuan ekonomi, atas asas usaha bersama.
    Satu kesatuan pertahanan dan keamanan.
    Satu kesatuan kebijakan nasional.

    BalasHapus
  43. 2. Tata Laku Wawasan Nusantara Mencangkup Dua Segi
    a. Tata laku batinia
    Wawasan Nusantara berlandaskan pada falsafah Pancasila untuk membentuk sikap mental.
    b. Tata laku lahiriah
    Wawasan Nusantara diwujudkan dalam satu sistem organisasi meliputi : perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengadilan.

    Implementasi Wawasan Nusantara
    3. Wawasan Nusantara sebagai pancaran falsafah Pancasila.
    4. Wawasan Nusantara dalam pembangunan nasional.
    a. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik.
    b. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai kesatuan ekonomi.
    c. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya.
    d. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan.
    5. Penerapan wawasan Nusantara.
    6. Hubungan wawasan Nusantara.

    BAB III
    PENUTUP

    Demikian makalah tentang wawasan Nusantara yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

    Kesimpulan
    Jadi wawasan Nusantara adalah sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenal diri dan tanah air sebagai negara kepulauan dari berbagai aspek kehidupan.

    DAFTAR PUSTAKA

    - Buku Pendidikan Kewarganegaraan

    BalasHapus
  44. PCP'10 / 11

    1. Budhi Setya Wono. 2003. Langkah Awal Menuju Olimpiade. Jakarta: Ricardo.
    2. Austin, Goerge T. E. Jasjfi. 1996. Industri Proses Kimia. Jakarta: Erlangga.
    3. Soehakso RMST. 1978. Pengantar Matematika Modern. Jogjakarta: UGM Press.
    4. Negoro ST, dkk. 1982. Ensiklopedia Matematika. Jakarta: Ghalia Indonesia.
    5. Allinger, Norman, et al. 1992. Organic Chemistry, Second Edition. New York: Worth Publishers, Inc.
    6. Hooykaas, C. 1951. Perintis Sastera (Terj. Raihoel Amar). Jakarta: Groningen.
    7. Danandjaja, James. 2002. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Grafiti.
    8. Hasanudin. 1996. Drama: Karya dalam Dua Dimensi. Bandung: Angkasa.
    9. Kotz and Purcell. 1978. Chemistry and Chemical Reactivity. New York: CBS College Publishing.
    10. Hasnun, Anwar. 2004. Pedoman dan Petunjuk Praktis Karya Tulis. Yogyakarta. Absolut.

    BalasHapus
  45. Arief Rahmawan
    PCP'10 (03)
    Daftar Pustaka:

    1.Baradja, M.F. 1990, Kapita Selecta Pengajaran Bahasa. Malang: Penerbit IKIP Malang.

    2.Damono, Sapardi Joko. 1979. Novel Sastra Indonesia Sebelum Perang. Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

    3.Hermans, B., 2000, Desperately Seeking: Helping Hands and Human Touch, [online], (http://www.hermans.org/agents2/ch3_1_2.htm, diakses tanggal 25 Juli 2008 )

    4.Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.

    5.Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education

    6.Sophia, S. 2002, Petunjuk Sitasi Serta Cantuman daftar Pustaka Bahan Pustaka Online, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Departemen Pertanian, Bogor.

    7.Utorodewo, Felicia N. Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah. Jakarta: Universitas Indonesia, 2007. (Dipakai di lingkungan UI).

    8.Simpson, Paul. 1992. “Teching stylistics: analysing cohesion and narrative structure in a short story by Ernest Hemingway” dalam Jurnal Language and Literature. Vol I no. 1 1992.

    9.Ley, R.G., & Bryden, M.P. (1979). Hemiapheric differences in processing emotions and faces. Brain and Language, 7, 127-138.

    10.Hulquist, M. 1985. The Adverb just in American English usage. Master’s thesis, Applied linguistics, University of California, Los Angeles.

    BalasHapus
  46. Alders, CJ. 1987. Ilmu Aljabar. Jakarta: Pradnya Paramita.
    ––––. 1987. Ilmu Ukur Segitiga. Jakarta: Pradnya Paramita.
    Ayres JR, Frank. 1965. Modern Algebra. New York: Schaum Publishing.
    ––––. 1954. Plane and Spherical Trigonometry. New York: Mc. Graw Hill Sook
    Company.
    Budhi Setya Wono. 2003. Langkah Awal Menuju Olimpiade. Jakarta: Ricardo.
    Handayani, dkk. 1991. Evaluasi Matematika I. Klaten: Intan Pariwara.
    Nasoetion, Hakim Andi. 2003. Matematika I. Jakarta: Balai Pustaka.
    Negoro ST, dkk. 1982. Ensiklopedia Matematika. Jakarta: Ghalia Indonesia.
    Puncell. J. Edwin, Dale Varberg. 1999. Kalkulus dan Geometri Analisis. Jakarta:
    Erlangga.
    Rawuh R, dkk. 1962. Ilmu Ukur Analisis Jilid 1 dan 2. Bandung: Terate.
    Roy, Hollands. 1991. Kamus Matematika. Jakarta: Erlangga.

    Farid Rozaq L. PCP 2010 / 5

    BalasHapus
  47. NAMA : AMELIA RAMADHANI
    KELAS/NO: PCPT2010/01


    1. Piliang WG, Djoyosubagio S. 2006.Fisiologo Nutrisi Volume I. IPB Press. Bogor.

    2. Kustamiyati, 1978. Kimia Teh. Makalah. Lokakarya Pengolahan Teh II. Balai Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Bandung.

    3. Hardjasasmita P. 2000.Biokimia Dasar B. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.

    4. Hartono A.2006.Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

    5. Hartoyo A.2003.Teh dan Khasiatnya bagi Kesehatan. Kanisius. Yogyakarta.

    6. Deraman, A. Azis, 2002. Himpunan Kertas Kerja: Isu dan Proses Pembukaan Minda Umat Melayu Islam. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

    7. Dt. Idrus Hakimi Rajo Penghulu, 1978. Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau, Bandung: Rosda.

    8. Edi Sedyawati. 1980. Tari: Tinjauan dari Berbagai Segi. Jakarta: Pustaka Jaya.

    9. Deraman, A. Azis, 2002. Himpunan Kertas Kerja: Isu dan Proses Pembukaan Minda Umat Melayu Islam. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

    10. Gazalba, Sidi. 1989. Masjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan Islam, Jakarta: Indonesia.

    BalasHapus
  48. Feisal Alfi Nusha
    PCP 10 / 06


    Syamsudin, AR. dkk. Komposisi Berbahasa dan Sastra Indonesia. Solo: Tiga Serangkai.

    Basuki, Fira. 2001.Jendela-jendela. Jakarta: Grasindo.

    Bonar, S.K. 1987. Teknik Wawancara. Jakarta: Bina Aksara.

    Chaer, Abdul. 1988. Penggunaan Imbuhan Bahasa Indonesia. Ende: Nusa Indah.

    ______. 1988. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

    Dawud,dkk.Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Erlangga.

    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

    _______ . 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

    Dewan Kesenian Jakarta. 1976. Penyair Muda di Depan Forum. Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta.

    Hasan, Alwi dkk. 1999. Tata bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

    BalasHapus
  49. Nama : Rachmad Firdhaus Pujiantara
    Kls/no : PCPT 2010/13
    1. A.R. Radcliffe-Brown, 1952. Structure and Function in Primitive Society.
    Glencoe: Free Press.
    2. Abdullah Al-Ahsan, 1988. The Organization of the Islamic Conference
    (OIC). Herndorn: Interational Institute of Islamic Thought.
    3. Abdullah Hayeesaid, 1991. “Sejarah Perkembangan Pattani.” Makalah
    pada Seminar Dunia Melayu di Fakultas Sastra USU Medan.
    4. Abdul Latiff Abu Bakar (ed.). 2000. Media dan Seni Warisan Melayu
    Serumpun dalam Gendang Nusantara. Kuala Lumpur: Jabatan
    Pengajian Media, Universiti Malaya.
    5. Abdul Monir Yaacop dan Sarina Othman (ed.), 1995. Pemerintahan Islam
    dalam Masyarakat Majmuk. Kuala Lumpur: Institut Kefahaman
    Islam Malaysia (IKIM).
    6. Abu Bakar Bin Yang. 2000. Islam, Rekreasi, dan Seni Lakon. Kuala
    Lumpur: Penyelidik IKIM.
    7. Adler, Mortimer J. Et al. (eds.). 1983. Encyclopaedia Britannica (Vol.
    XII). Chicago: Helen Hemingway Benton.
    8. Adshead, Janet. 1988. Dance Analysis: Theoy and Practice. London:
    Dance Book.
    9. Backus, John. 1977. The Acoustical Foundation of Music. New York:
    W.W. Norton Company.
    10. Bambang Suwarno dan Thomas R. Leinbach, 1985. “Migrasi Penduduk
    Desa ke Kota dan Kesempatan Kerja: Survey di Tiga Kota
    Sumatera Utara,” Majalah Demografi Indonesia, tahun 13, No.
    25, Juni 1985, Jakarta.

    BalasHapus
  50. Hafieludin Yusuf Rizana
    pcp'10
    absen 7
    1.Hutchinson, Ann, 1977. Labanotation or Kinetography Laban (edisi
    ketiga). New York: Theatre Art Books.
    2.Jahutar Damanik, 1974. Jalannya Hukum Adat Simalungun. Medan: P.D.
    Aslan.
    3.Karl J. Pelzer, 1985. Toean Keboen dan Petani: Politik Kolonial dan
    Perjuangan Agraria 1863-1947, terjemahan J. Rumbo, Jakarta:
    Sinar Harapan.
    4.Koentjaraningrat, 1980a, Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: Rineka
    Cistra.
    5.LaPiere, Richard T., 1965. Social Change. New York: McGraw Hill Book
    Company.
    6.Lekkerkerker, C., 1916. Land and Volk van Sumatra. The Hague: J.B.
    Wolters.
    7.Marckward Marckward, Albert H. et al. (eds.), 1990. Webster
    Comprehensive Dictionary (volume 2). Chicago: Ferguson
    Publishing Company
    8.Pathak, R.C. (ed.), 1946. Bhargava’s Standard Illustrated Dictionary of
    Hindi Language. Varanasi: Bhargava Book Depot.
    9.R.M. Soedarsono, 1991. “Tayub di Akhir Abad Ke-20.” Beberapa
    Catatan tentang Perkembangan Kesenian Kita. Soedarso Sp.
    (ed.). Yogyakarta: B.P. ISI Yogyakarta.
    10St. Muhammad Zein, 1957. Kamus Bahasa Indonesia Modern. Jakarta:
    Balai Pustaka.

    BalasHapus
  51. Hanindito Saktya P.(pcp'10/08)
    1.Haryanto, (2003). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
    2.Rahmat, et al. (2006). Belajar Matematika dengan Orientasi Penemuan dan Pemecahan Masalah. Bandung: Sarana Pancakarya.
    3.Ruseffendi. (1992). Pendidikan Matematika 3. Jakarta: Depdikbud
    4.Sinaga, M. et al. (2006). Terampil Berhitung Matematika untuk SD Kelas IV. Jakarta: Erlangga
    5.Suryabrata, S. (2002). Metodologi Penelitian Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
    6.Suherman, E. et al (2001). Common Textbook Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Jica UPI
    7.Surya, Y. (2006). Matematika itu Asyik 5A. PT. Arman Delta Selaras.
    8.Wijaya, C. dan Rusyan, T. (1992). Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
    9.Taylor C, Lilis C, LeMone. P. (1997). Fundamental of Nursing: The Art and Science of Nursing Care. Philadelphia: Lippinott-Raven Publishers.
    10.Ellis, J.R., Nowlis, E.A. & Bens, P.M. (1996). Modules for basic nursing skills. (six edition). Philadelphia: Lipicont-Reven Publisher

    BalasHapus
  52. Lister, Ted and Renshaw, Janet. 2000. Chemistry For Advanced Level,
    Third Edition. London: Stanley Thornes Publishers Ltd.
    Markham, Edwin C and Smith, Sherman E. 1954. General Chemistry.
    USA: The Riberside Press Cambridge, Massa Chusetts.
    Masterton, William L and Slowinski, Emil J. 1977. Chemical Principles.
    West Washington Square: WB. Sounders Company.
    Mc. Tigue, Peter. 1986. Chemistry Key To The Earth, Second Edition.
    Australia: Melbourne University Press.
    Morris Hein. 1969. Foundations of College Chemistry. California:
    Dickenson Publishing Company Inc.
    Petrucci, Ralph H. (SuminarAchmadi).1985. Kimia Dasar Prinsip dan
    Terapan Modern Edisi Keempat Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
    Pierce, Conway and Smith, R. Nelson. 1971. General Chemistry WorkbookHow To Solve Chemistry Problems. New York: W. H.
    Freeman and Company.
    Russell, John B. 1981. General Chemistry. USA: Mc Graw Hill Inc.
    Schaum, Daniel B. S. 1966. Schaum’s Outline of Theory and Problems
    of College Chemistry. USA: Mc Graw Hill Book Company.
    Silberberg, Martin S. 2000. Chemistry The Molecular Nature of Matter
    and Change, Second edition. USA: Mc. Graw Hill Companies.

    Naufal Dyaksa Henanta
    Pcpt’10/ 12

    BalasHapus
  53. nama ; Praditya dwi H
    kelas ; XI IPS 1/19

    A. ADMINISTRASI PENDIDIKAN SUATU ALTERNATIF
    1. Landasan Pemikiran
    Pemikiran dilandasi oleh keyakinan bahwa manusia lahir ke dunia atas karunia Allah. Kemampuan dasar yang tersedia supaya dapat berpungsi sebagai mana fungsinya, diperlukan sebagai upaya. Salah satu upaya utama ialah belajar sepanjang hayat yang berintikan membaca baik terjadi dilingkungan keluarga, masyarakat maupun lembaga pendidikan.



    Kenyataan menunjukkan bahwa manusia dapat di didik dalam batas-batas tertentu, yaitu tergantung kepada kemampuan dasar yang tersedia, pengalaman yang di dapat, kemauan yang di ulet dan sudah barang tentu takdir ilahi bagi mereka yang mempercayainya.
    Ilmu pendidikan adalah ilmu yang mempelajari proses pengaruh mempengaruhi antara peserta didik dengan pendidik dalam berbagai situasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Proses pengaruh mempengaruhi itu merupakan psikodinamik yang asasi yaitu dialog diantara komponen-komponen pendidikan yang pada suatu saat harus terjadi dialog dengan sendirinya pada diri peserta didik sendiri. Kemudian ia dapat bertindak lain atas keputusan dan tanggung jawab sendiri atau disebut hidup mandiri baik secara pribadi maupun sosial.
    Ilmu pendidikan sebagai ilmu mempunyai ciri hakiki yaitu ilmu normatif, berbuat dan tidak dapat melepaskan diri dari pandangan hidup. Ilmu pendidikan sebagai seni sangat bertatan denga profesi kependidikan yang secara formal telah maju di Indonesia hal ini dilihat pada keputusan pemerintah yang tertuang dalam suras keputusan mentri pendidikan dan kebudayaan No. 0124/U/1979 yang kemudian disempurnakan dengan surat keputusan No. 0211/U/1982. Dalam keputusan itu di gariskan bahwa di Indonesia ini hanya terdapat dua profesi besar yaitu profesi non kependidikan dan profesi kependidikan. Profesi non kependidikan adalah segala profesi yang diantaranya kedokteran, ekonomi, hukum, dan teknologi. Profesi kependidikan terdiri dari guru dalam berbagai bidang profesi di atas dan tenaga kependidikan lainnya diantaranya administrasi pendidikan , pendidikan dan pengembangan sosial, psikologi pendidikan dan bimbingan , pendidikan luar biasa filsafat dan sosiologi pendidikan.
    Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sestem Pendidikan Nasional, pasal 3, pendidikan berfungsi dan bertujuan sebagai berikut:
    Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik akan menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
    Administrasi pendidikan bukanlah hal yang baru. Telah dipergunakan dalam berbagai jenis dan jenjang pendidikan, sekalipun masih langka diteliti secara saksama di Indonesia. Administrasi pendidikan yang dimaksud adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang disepakati.

    BalasHapus
  54. lanjutan.....

    2. Konsep Administrasi Pendidikan
    Harus diakui bahwa di kalangan ilmuan administrasi/manajemen dan di kalangan praktisi Indonesia istilah administrasi masih dalam polemik yang berkaitan dengan luasnya cakupan di antara kedua istilah, pemakaian istilah sehari-hari administra sebagai clerikal work dan kesan bergengsi dalam penggunaan istilah menejemen.
    Dalam pemakain sehari-hari administrasi sudah sangat dikenal mulai dari zaman belanda sampai saat ini sebagai kegiatan catatmencatat. Dari perkembangan keilmuan lahirnya disiplin ilmu administrasi di Indonesia dibidani oleh akademisi Amerika yang mengembangkan dan mendirikan jurusan administrasi sebagai ekplorasi pembinaan keilmuan. Maka administrasi menjadi suatu disiplin imu yang establish dengan ditetapkannya jurusan.
    Dari berbagai literatur yang dipublikasikan Inggris, istilah yang serupa pemahamannya dengan administrasi di Amerika adalah manajemen. Namun di indonesia sendiri, istilah manajemen dan administrasi memiliki pengertian sendiri-sendiri dan pemahamannya ada pada tiga posisi yaitu administrasi lebih luas dari manajemen dan administra lebih sempit dari manajemen, dan administrasi sama atau sejajar denga manajemen.
    Kelompok pertama yang mempersepsi administrasi lebih luas dari manajemenkarena menganggap administrasi sebagai suatu aktivitas strategi melalui perbuatan kebijakan dan merupakan suatu keseluruahan proses kerja sama, sedangkan manajemen merupakan aktivitas melaksanakan kebijakan yang bekerjalangsung dengan orang-orang untuk merealisasikan kebijakan,.
    Kelompok kedua yang mempersepsi administrasi lebih sempit dari manajemen karena mempersepsi administrasi seperti dalam pemekaian istilah peninggalan belanda yang epngertiannya sempit terbatas pada kegiatan ketatausahaan.
    Kelompok ketiga yang mengartikan administrasi dan manajemen adalah sejajar, sama, dan bisa digunakan istilahnya secara berganti disesuaikan konteks tnapa kehilangan makna.
    Administrasi berasal dari kata latin. Ad berarti intensif, dan ministrare yang berarti to serve yaitu melayani, membantu atau mengarahkan. Definisi yang dapat mewakili pengertian dan ahli, yaitu:
    a. Fayol (Hoy and Miskel, 2001: 10) mengemukakan administrasi pendidikan adalah segala usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personil maupun material) secara efektif dan efisian guna menunjang ntercapainya tujuan pendidikan.

    b. Luther Gulick:
    Administrasi adalah sistem pengetahuan yang memungkinkan manusia memahami hubungan-hubungan, meramalkan akibat-akibat, dan mempengaruhi hasil-hasil pada suatu keadaan di mana orang-orang secara teratur bekerja sama untuk suatu tujuan bersama.

    3. Pendekatan Perspektif Terpadu
    Berpedoman kepada konsep Administrasi Pendidikan yang saya kemukakan di atas, dalam kesempatan ini saya menggunakan pendekatan yang saya sebut pendekatan perspektif terpadu (integratif).

    B. POLA PENGADMINISTRASIAN PENDIDIKAN
    Berpedoman kepada konsep dasar pendekatan perspektif terpadu yang dikemukakan, terdapat tiga pola dasar pengadministrasian pendidikan yang perlu diperhatikan; secara makro (tingkat nasional), meso (tingkat kelembagaan), dan mikro (tingkat operasional belajar mengajar).

    BalasHapus
  55. 1. Pola Dasar Pendidikan Secara Makro
    Apabila kita dapat melukiskan kecenderungan kehidupan dengan cermat dan terpadu, menggariskan kualitas manusia secara tepat yang mampu hidup layak dimasa depan, kemudian dapat menyediakan pendidikan yang relevan, niscaya kualitas manusia manusia Indonesia tinggal landas yang tumbuh atas kekuatan sendiri.

    a. Kecenderungan Kehidupan
    Kecenderungan kehidupan itu pada hakikatnya terdapat dalam hubungan manusia dengan dirinya, alam, kebudayaan atau sesama manusia dan dalam hubungan dengan Penciptanya. Pada kesempatan ini dikemukan sepuluh kecenderungan besar sebagai berikut:

    1) Kecenderungan yang mendasari kehidupan, adalah ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dinyatakan dalam kehidupan beragama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esaterjamin UUD 1945.
    2) Penduduk Indonesia dewasa ini diperkirakan sebanyak 160 juta orang dengan laju pertumbuhan 2,3% setiap tahun yang relative konstan (SKN:1981) sehingga pada saat tinggal landas akan berjumlah sekitar 195 juta dengan penyebaran yang tidak merata.
    3) Hidup dinegara kkepulauan yang beriklim tropis kaya akan bahan mentah, indah dan nyaman.
    4) Hidup berlandaskan Pancasila sebagai satu-satunya asas yang masih menuntut pelaksanaan dan penjabaran supaya lestari dan mendorong daging sebagai sumber inspirasi, perjuangan dan sistem nilai-nilai dalam pembangunan bangsa.
    5) Bangsa yang berpolitik membangun dengan politik luar negeri yang bebas aktif akan terus berperan dalam proses regenerasi.
    6) Perubahan sistem perekonomian yang cenderung menitik beratkan pada perindustrian baik industrian berat dan ringan maupun yang menekankan produksi dalam neggeri yang didukung oleh pertanian dan jasa khususnya produk elektronik dan komputer.

    b. Kualitas Manusia
    Kehidupan Bangsa Indonesia disaat tinggal landas yang direncanakan diyakini cenderungan akan lebih baik, tetapi akan lebih rumit, dinamik, dan penuh tantangan sehingga menuntut persyaratan atau kemampuan atau kualitas manusia yang lebih baik dari pada manusia sekarang.
    Secara idiologis filosofis, kemampuan itu telah digariskan dalam Ekaprasetia Pancakarsa sebagai tuntutan dan pedoman hidup bangsa.

    c. Pra Kerangka Sistem Pendidikan Pancasila
    1) Permasalahan dan orientasi: permasalahan berkisar pada produktivitas pendidikan yang memerlukan peningkatan bagi yang berkenaan dengan efektifitas; pemerataan, kualitas, keluaran, dan relevansi.
    2) Landasan, konsep, dan prinsip pendidikan yang perlu eksplisit.
    3) Dasar pendidikan: Pancasila dan kebudayaan nasional.

    2. Pola Dasar Pendidikan Secara Mesa
    Pola dasar ini ditarik dari hasil percobaan pendidikan nonformal (PNF) di bawah bimbingan Prof. Dr. H.Santoso. Hamijoyo, M.Sc. dan Prof. Ir. Hassan Purbo.
    Percobaan dilakukan bagi anak-anak dan pemuda putus sekolah di pedesaan dan kota pinggiran (kumuh) yang dikaitkan dengan pengadministrasian SD setempat.

    BalasHapus
  56. 3. Pola Dasar Pendidikan Secara Makro
    a. Proritas Pendidikan
    Penataan pendidikan di Indonesia seperti dinegara berkembang lainnya adalah masalah besar.
    Pertama, program pendidikan jangka panjang yang relevan dengan prioritas pembangunan ekonomi atau prioritas lain untuk meningkatkan kualitas manusia.

    b. Wajib Belajar yang baik
    Dewasa ini, tingkat pendidikan bangsa Indonesia khususnya tenaga kerja masih menunjukkan nilai yang kurang seimbang yaitu sekitar 88% maksimal SD, 11% Sekolah Menengah, dan 1% pernah pendidikan tinggi.

    c. Tenaga Kependidikan yang Profesional
    Tenaga pendidik seperti guru dan tenaga kependidikan seperti kepala sekolah, penilik dan pengawas, petugas bimbingan dan penyuluhan, perencanaan, dan Pembina kurikulum atau tenaga kependidikan lainnya yang akan muncul, merupakan komponen pendidikan yang penting sebagai fasilitator bagi peserta didik.

    d. Pembinaan Swasta yang Lebih Mantap
    Peranan swasta, baik swasta pendidikan maupun pengusahasebagai mitra pemerintah telah menunjukkan partisipasinya dan mempunyai nilai yang sangat besar dalam membina pendidikan nasional.

    e. Penelitian Pendidikan yang Mendasar
    Penelitian sebagai bagian dari upaya pengembangan pendidikan, memerlukan penelaahan secara lebih mendasar yang tidak hanya secara reaktif tetapi secara konsepsional mendasar.


    MODEL ADMINISTRASI PENDIDIKAN

    A. PENGEMBANGAN SISTEM
    1. General Sistem Theory
    Teori sistem umum (General system theory) didasarkan paada suatu anggapan bahwa kehidupan (living system) ini secara empirik dikonseptualisasikan dengan berusaha menemukan ciri-ciri beberapa disiplin.
    Usaha-usaha dalam setiap disiplin ilmu dengan menggunakan pendekatan ilmiah yang dilaksanakan oleh ahlinya masing-masing ternyata hanya diperuntukan bagi pengembangan masing-masing disiplin lainnya yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dalam suatu dunia realitas.
    Salah satu ciri yang perlu diingatdalam pemikiran ini ialah satu landasan berfikir sistem bahwa yang dimaksudkan dengan keseluruhan tidak semua dengan penjumlahan bagian-bagian.
    Teori sistem umum (general system theory) sebenarnya merupakan suatu usah yang telah ada sejak zaman dahulu. Hal ini dapat dilihat misalnya dengan adanya filsafat yang dipandang sebagai sumber segala pengetahuan.
    Dalam upaya menemukan suatu teori sistem umum, Boulding mencoba mengkaji melalui dua cara yaitu:
    a) Gerakan interdisipliner dengan mengembangkan penyilangan disiplin. Dengan demikian akan ditemukan adanya disiplin silang. Boulding menyebutnya sebagai multi sexual interdicipliness iatau hybrid diciplines.
    1) Cybernetics, yang menggunakan konsep-konsep electric engineering, fisika, biologi dan lain-lain.
    2) Teori organisasi, yang menggunakan konsep-konsep sosiologi, psikologi, ekonomi, ilmu politik dan lain-lain.
    3) Ilmu manajemen, yang menggunakan konsep-konsep matetika, statistika, teori informasi, dan teknik.

    b) Gerakan interdisipliner untuk menemukan teori sistem umum melalui pengaturan sistem secara teoritik dan mengkonstruksinya dalam suatu hierarki kompleksitas.
    1) Tingkatan struktur statis (static structure) yang juga disebut sebagai tingkatan frame works.
    2) Tingkatan simple dynamic sistem yang disebutnya juga sebagai tingkatan clokworks. Dengan gerakan “kodrati”. Contohnya ialah solar sistems.
    3) Tingkatan thermostat atau sistem cybernetic. Pada tingkatan ini berlaku konsep self-regulated.
    4) Tingkatan sistem terbuka atau self-maintraining structure.
    5) Tingkatan genetic-sociental seperti pada tumbuh-tumbuhan.
    6) Tingkatan animal, yang ditandai oleh pertumbuhan mobilitas, prilaku teleologis dan kesadaran diri.
    7) Tingkatan human, adanya manusia secara individu dipandang dipandang, sebagai satu sistem.
    8) Tingkatan sistem organisasi sosial. Apda tingkatan ini norma-norma telah ditetapkan dan interaksi manusia telah dapat dilaksanakan, pesan-pesan telah dapat disampaikan.
    9) Tingkatan sistem transcendental dalamnya sistem-sistem simbolis misalnya bahasa, agama, logika, ilmu pasti.

    BalasHapus
  57. 2. Munculnya Pendekatan Sistem
    Dengan ditemukannya teori sistem umum dengan karakteristi-karekteristik yang telah dikemukakan, memungkankan berkembangnyasuatu cara berfikir sistem yang pada akhirnya menyebabkan adanya suatu pendekatan sistem.
    Pendekatan sistem sebagai suatu metode atau teknik analisis yang secara lebih khusus disebut analisis sistem berfungsi dalam hal memecahkan masalah atau pembuatan keputusan
    B. KOMSEP DASAR SISTEM
    1. Pengertian Sistem
    2. Karakteristik sistem
    3. Klasifikasi sistem

    C. KIBERNITIKA DALAM MENDEKATKAN SISTEM
    1. Pengertian
    2. Cabang-cabang kibernitika
    3. Pengaturan sendiri dan adaptasi dalam kibernitikan

    D. MODEL, PENGUKURAN, DAN METODOLOGI SISTEM
    1. Model-model pendekatan sistem
    a. Pengertian model
    b. Konstruksi model atau pembuatan model
    c. Jenis-jenis model
    2. Pengukuran dalam pendekatan sistem
    a. Struktur proses pengukuran
    b. Prinsip-prinsip pengukuran


    KEPEMIMPINAN

    A. Defenisi kepemimpinan
    “kepemimpinan di terjemahkan dalam nbahasa inggris “leadership”. Dalam ensiklopedi umum (1993) diartikan sebagai “ hubungan erat antara seseorang dan kelompok manusia,karena kepentingan yang sama”. Hubungan tersebut ditandai oleh tingkah laku yang tertuju dan terbimbing dari pemimpin dan terpimpin.
    Ada beberapa defenisi kepemimpinan :
    1. Bass (1990), kepemimpinan merupakan suatu interaksi antara anggota suatu kelompok sehingga pemimpin merupakan agen pembaharu, agen perubahan, orang yang prilakunya akan lebih baik mempengaruhi orang lain daripada prilaku otrang lain yang mempengaruhi mereka dan kepemimpinan itu sendiri timbul ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi kepentingan anggota lainnya dalam kelompok.
    2. Northouse, P.G (2003:3), kepemimpinan adalah suatu proses damana individu mempengaruhi kelompok untuk mencapai tujuan umum.
    3. Dubrin, A.J. (2001:3), kepemimpinan adalah kemampuan untuk menanamkan keyakinan dan memperoleh dukungan dari anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.

    Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa akan terjadi kepemimpinan apabila didalam situasi tertentu seseorang lebih menonjol dapat mempengaruhi prilaku orang lain baik secara perseorangan atau kelompok sehingga dengan penuh kesadaran orang-orang dapat mengikuti apa yang diinginkan oleh pemimpin dalam mencapai tujuan .
    Kepemimpinan pendidikan adalah suatu proses mempengaruhi, mengkoordinasi, dan menggerakkan prilaku orang lain serta melakukan suatu perubahan kearah yang ulebih positif dalam mengupayakan keberhasilan pendidikan.

    B. Keterampilan kepemimpinan
    Davis, 1981:127 mengidentifikasi tiga keterampilan kepmimpinan :
    1. Technical skill; diperlukan pemimpin agar ia mampu mengawasi dan menilai pekerjaan sesuai dengan keahlian yang digelutinya.
    2. Human skill; kemampuan dalam mambangun relasi dan dapat bekerja sama dengan orang lain adalah kualivukasi yang dipersyaratkan seorang pemimpin baik dalam situasi formal maupun informal.
    3. Conceptual skill;pemimpin yang disegani adalah pemimpin yang mampu memberi solusi yang tepat yang timbul dari pemikiran yang cerdas tentang suatu persoalan.

    BalasHapus
  58. C. Pendekatan kepemimpinan
    1. Pendekatan teori sifat pemimpin (traits theory)
    Pemimpin yang memiliki cirri kepemimpinan adalah seorang yang memiliki kualitas diri yang baik tercermin dari sifat-sifat atau watak. Biasanya sifat/watak yang diharapkan anggota dari pemimpinnya adalah ,cerdas, bijak, semangat, tanggung jawab, dan dapat dipercaya.
    Davis mengihtisarkan 4 sifat utama yang dapat mempengaruhi keberhasilan pemimpin yaitu:
    1. Kecerdasan
    2. Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial
    3. Motivasi diri dan dorongan berprestasi
    4. Sikap-sikap hubungan menusiawi
    Hicks dan gullet menunjukan 8 sifat kepemimpinan yang harus dimiliki pemimpin yaitu:
    1. Bersikap adil
    2. Memberikan sugesti (suggesting)
    3. Mendukung tercapainya tujuan (suppyling objectives)
    4. Katalisator (catalyising )
    5. Menciptakan rasa aman(providing security)
    6. Sebagai wakil organisasi (representing)
    7. Sumber inspirasi (inspiring)
    8. Bersikap menghargai (praising)

    2. Pendekatan prilaku pemimpin (behavior theory)
    Study kepemimpinan yang menekankan kepada berbagai prilaku pemimpin yaitu,untuk memberikan jawaban atau pertanyaan how leader behave.pendekatan ini memandang bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola tingkah laku dari sifat-sifat pemimpin karena sifat seseorang kadang menipu penglihatan sehingga sulit diidentifikasi secara pasti.
    Mintorogo (1996) menyatakan bahwa prilaku kepemimpinan merupakan tindakan-tindakan spesifik seorang pemimpin dalam mengarahkan dan mengkoordinasikan kerja anggota kelompok.sehingga kita dapat mempelajarinya sebagaimana yang dikatakan hoy dan miskel (1982) bahwa prilaku kepemimpinan dapat dipelajari.
    Menelaah prilaku kepemimpinan dapat didentifikasi dari dua aspek yaitu dari fungsi kepemimpinan yang dijalankan dan dari gaya tyang ditunjukkan pemimpin.

    a. Fungsi kepemimpinan
    Organisasi berisi sekelompok orang yang satu diantaranya dibutuhkan untuk menggerakkan mereka agarbekerja dengan efektif.
    b. Gaya kepemimpinan
    Gaya kepemimpinan merupakan norma atau dapat juga diartikan sebagai prilaku dalam memperagakan kepemimpinan.
    Beberapa gaya kepemimpinan dapat dikemukakan sebagai berikut :
    1. Gaya dasar kepemimpinan
    2. Teori x dan teori y
    3. Menajemen dari rensis likert (likert’s management system)
    4. Kisi-kisi manajerial (managerial gril) dari blake and mouton
    5. Studi ohio state
    6. W.J. reddin dalam “the 3-D theory

    BalasHapus
  59. 3. Pendekatan kontingensi
    Studi kepemimpinan yang disebut pendekatan kontingensi, yaitu suatu study kepemimpinan yang hakikatnya berusaha untuk memenuhi jawaban atas pertanyaan what makes the leader effective. Bahwa yang membuat kepemimpinan itu efektif itu bukan hanya karena keberadaan pemimpinnya itu sendiri tetapi ada pariable lain yang turut menentukan. Menurut Blanchard (1995) terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas kepemimpinan yaitu :
    1. Kepribadian, pengalaan masa lampau, dan harapan pemimpin
    2. Harapan dan prilaku atasan
    3. Tuntutan tugas yang di berikan
    4. Harapan dan prilaku rekan
    5. Karakteristik, harapan,dan prilaku bawahan
    6. Kultur dan kebijakan organisasi

    a. Model kepemimpinan situasional hrsey dan Blanchard
    Teori model ini adalah bahwa kepemimpinan yang paling efektif adalah sesuai dengan kematangan anggota organisasi. Kematangan diartikan sebagai kesiapan anggota organisasi menerima tanggung jawab dan tugas serta memiliki motivasi untuk berprestasi.aplikasi model ini adalah pada hubngan pemimpin dengan anggota yang mana pemimpin menyesuaikan dengan perkembangan dan kamatangan anggota dengan mengikuti fase daur hidup (life cycle theory). Berdasrkan fase daur kehidupan, seorang pemimpin perlu mengubah gaya kepemimpinan sesuai dengan perkembangan setiap tahap kematangan hidup anggota.

    b. Model kepemimpinan situasional dari fred E. fiedler
    Fiedler berpansdapat bahwa tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang cocok untuk seluruh situasi, namun juga tidak mudah menggantyi gaya kepemimpinan dari satu situasi ke situasi yang lain . hal ini tergantung pada motivasi seorang pemimpin

    4. Perubahan sosial dan gaya kepemimpinan
    Manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai citra “tidak pernah selesai” keberhasilaan kemarin sekaligus menjadi perjuangan hari ini sedangkan keberhasilan hari ini merupakan perjuangan hari esok.
    Keahlian menejerial dengan kepemimpinan merupakan dua peran yang berbeda. Seorang menejer yang baik adalah seseorang yang mampu menangani kompleksitas organisasi .
    Terdapat tiga jenis kepemimpinan yang dipandang representatif dengan tuntutan era desentralisasi yaitu:
    1. Kepemimpinan tradisional
    Kepemimpinan tradisional adalah kepemimpinan yang menekankan kepada tugas yang dikeemban bawahan. Peran kepemimpinan tradisional lebih kepada peran sebagai menejer, karena ia sangat terlibat dengan aspek-aspek prosedurial menejerial yang metodelitis dan fisik
    2. Kepemimpinan transformasional
    Pemimpin transpormasional adalah pemimpin yang memiliki wawasan yang jauh kedepan dan berupaya memperbaiki dan mengembangkan organisasi bukan di masa ini tetapi masa akan datang. Seorang pemimpin transpormasional memandang nilai-nilai organisasi sebagai nilai-nilai luhur yang perlu dirancang dan ditetapkan oleh seluruh staf sehingga para staf memilikinya dan komitmen dalam melaksanakannya.
    3. Kepemimpinan visioner
    Kepemimpianan visioner adalah kemampuan pemimpin dalam mencipta, merumuskan, mengkomunikasi dan mengimplementasikan pemikiran-pemikiran ideal yang berasal dari dirinya atau diyakini sebagai cita-cita organisasi dimasa depan yang harus di raih atau diwujudkan melalui komitmen semua personil.
    Sifat-sifat seorang visioner, selain dia mampu melihat dan memanfaatkan peluang-peluang di masa depan ia juga memiliki prinsip kepemimpinan seperti yang dikemukakan Stephen R. covey (1997:27-37) tentang pemipin yang berprinsip , dengan cirri-ciri ebagai berikut:
    • Selalu belajar (terus menerus)
    • Berorientasi pada pelayanan
    • Memancarkan energy positif
    • Mempercayai orang lain
    • Hidup seimbang

    BalasHapus
  60. KOMUNIKASI

    A. Pegertian komunikasi
    Komunikasi mengandung makna bersama-sama (common).istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin, yaitu communication yang berarti pemberitahuan atau pertukaran. Para ahli mendefinisikan komunikasi menurut sudut pandang merka masing-masing.
    Ross (1983:8) mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses menyortir, memilih, dan mengirimkan syimbol-simbol sedemikian rupa, sehingga membantu penggemar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh sang komunikator.
    Komunikasi adalah suatu pemindahan makna /pemahaman dari pengirim kepada penerima, didalamnya tercakup tiga bagian penting dari komunikasi yang efektif yakni sang pengirim, sang penerima dan keberhasilan pengiriman makna (Gipson,1988:4).

    B. Unsur-unsur dan proses dalam komunikasi
    Komunikasi pada dasarnya adalah proses penyampaian pesan. Oleh karena itu, ada unsur-unsur pokok dalam komunikasi yaitu sebagai berikut :
    1. Komiunikator, adalah orang yang menyampaikan pesan kepada orang lain
    2. Komunokan, adalah orang yang menerima pesan dari orang lain
    3. Pesan, adalah sesuatu yang disampaikan dapat berupa informasi, perasaan, instruksi, dan lain-lain.
    4. Media, adalah bentuk atau cara pesan itu disampaikan, media dapat berupa lisan, tertulis, film,dan bentuk lainnya
    5. Efek,adalah perubahan yang terjadi pada komunikan sesuai dengan harapan komunikator

    C. Bentuk komunikasi
    Secara garis besar bentuk komunikasi dibagi kedalam dua bentuk besar, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.
    Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan symbol-simbol yang berlaku umum atau yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang dalam proses komunikasi. Symbol-simbol yang digunakan oleh orang dalam komunikasi itu dapat berupa surat, tulisan atau dalam bentuk gambar-gambar.
    Komunikasi non-vormal adalah komunikasi yang menggunakan sejumlah kumpulan dari isyarat, gerak tubuh, intonasi suara, sikap, dan sebagainya yang memungkan seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain . Perbedaan yang muncul dalam komunikasi non-vormal adalah tidak keluarnya symbol-simbol yang dipahami oleh banyak orang dan lebih bersifat spontanitas.
    Duncan menjelaskan lima macam bentuk komunikasi non-verbal yaitu:
    1. Kinesic, cara berkomunikasi dengan gerakan badan, tangan, ekspresi wajah dan sebagainya
    2. Proxemics, cara berkomunikasi yang tandanya bagaimana pihak-pihak yang berkomunikasi menempatkan diri secara fisik dalm suatu komunikasi.
    3. Chronemics, perilaku komunikasi berdasarkan lama atau sebentarnya terputus suatu komunikasi lisan
    4. Occulecics, gerakan mata
    5. Physical appeaence, penampilan fisik

    Komunikasi verbal dan non verbal di pentingkan dalam organisasi dan dapat melingkupi komunikasi internal dan external. Komunikasi internal adalah komunikasi pada internal organisasi yang meliputi komunikasi personal, komunikasi kelompok sedengkan komunikasi external adalah komunikasi antara pemimpin organisasi dengan khalayak diluar organisasi.

    BalasHapus
  61. 1. Komunikasi personal (personal communication)
    Komunikasi personal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang yang berlangsung secara tatap muka atau melalui media komunikasi tatap muka disebut juga komunikasi antarpribadi, komunikasi antar pribadi didefenisikan sebagai pengiriman pesan di antara dua atau lebih individu (lili weri, 1994:7-8).
    Muhammad (2002:165) menjelaskan tujuan komunikasi antar pribadi yaitu:
    a. Menemukan diri sendiri
    b. Menemukan dunia luar
    c. Membentuk dan menjaga hubungan yang penuh arti
    d. Perubahan sikap dan perilaku
    e. Untuk bermain dan kesenangan
    f. Untuk membantu

    2. Komunikasi kelompok (group communication)
    Komunikasi kelompok adalah komunikasi antar seorang dengan sekelompok orang dalam situasi tatap muka biasa bisa kelompok besar atau kelompok kecil.

    D. Pesan dan gangguan dalam komunikasi
    1. Informasi pesan dan dalam komunikasi
    Informasi adalah hasil dari proses intelektual seseorang. Proses intelektual adalah mengolah meproses stimulus, yang masuk kedalam diri individu melalui panca indra, kemudian diteruskan keotak untuk di olah dengan pengetahuan, pengalaman, selera, dan iman yang dimiliki seseorang.
    2. Gangguan atau noise dalam komunikasi
    Gangguan dalam komunikasi adalah hal-hal yang muncul dalam komunikasi yang menyebabkan komunikasi terhambat, artinya perilaku yang diharapkan muncul tidak muncul karna terhambatnya pesan yang di sampaikan atau pemilihan media yang tidak sesuai dengan karakteritik pesa yang ingin di sampaikan.
    3. Struktur jaringan dalam komunikasi
    Struktur jaringan komunikasi adalah dapat di bagi kedalam lima struktur yaitu:
    a. Struktur lingkaran
    b. Struktur roda
    c. Struktur Y
    d. Struktur rantai
    e. Struktur semua saluran

    E. Teknologi informasi dalam komunikasi
    1. Teknologi informasi
    Adapun jenis-jenis teknologi dalam komunikasi organisasi dapat di katagorikan sebagai berikut:
    a. Teknologi dalam komunikasi tertulis
    b. Teknologi dalam komunikasi lisan

    2. Permasalahan dalam komunikasi teknologi informasi

    BalasHapus
  62. MOTIVASI

    A. Pengertian motivasi dan motif
    Kata motivasi berasal dari bahasa latin “movere” yang berarti “bergerak” yang dimaksudkan sebagai “ bergerak untuk maju”. Motivasi dalam konteks organsasi dijelaskan hasibuan (1991: 183), sebagai suatu keahlian dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga tercapai keinginan para pegawai sekaligus tercapainya tujuan organisasi.
    Siagian (1980:128) mengartikan motivasi sebagai keseluruhan proses pembarian motif bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis. Pengertian motivasi menurut sardiman.(1994:12) menyatakan bahwa :”motivasi dapat dikatakan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu”.
    Pengertian motif , antara lain sebagai berikut:
    1. Motif adalah suatu pernyataan yang kompleks dalam suatu organism yang mengarah pada tingkah laku kepada suatu tujuan atau perangsang.(purwanto,1990:5)
    2. Motif adalah suatu daya yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu atau keadaan seseorang atau organism yang menyebabkan kesiapan untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan (moh.uzer usman,1992:24)
    3. Motif adalah daya upaya yang mendorong seseoramng untuk melakukan sesuatu, motif, dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam diri subyek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan (sardimanA.m,1994:73)
    4. Gualmik mengatakan bahwa motif merupakan suatu rangsangan dari dalam (innerdrive ),gerak hati(impulse)dan sebagainya yang menyebabkan sesorang melakukan suatu aktivitas atau tindakan tertentu.

    Indicator untuk mengetahui motivasi seseorang dalam suatu kegiatan menurut makmun(1990:4), yaitu :
    1. Durasi kegiatan,(berapa lama kemampuan penggunaan waktu untuk melakukan kegiatan)
    2. Frekuensi kegiatan,(berapa sering kegiatan dilakukan dalam priode waktu tertentu)
    3. Persistensinya,(ketetapan dan kelekatannya) pada tujuan kegiatan
    4. Ketabahan, keulatan dan kesulitan untuk mencapai tujuan
    5. Pengabdian dan pengorbanan untuk mencapai tujuan
    6. Tingkat aspirasi,(maksud, rencana, cita-cita, sasaran atau target)
    7. Tigkat kualivikasi prestasi atau produk yang dicapai dari kegiatannya
    8. Arah sikapnya terhadap sasaran kegiatan

    BalasHapus
  63. B. Tujuan motivasi
    Motivasi diberiakan sebagai upaya memelihara semangat kerja kariawan agar pekerjaan dapat dilakdanakan dengan optimal. Motivasi ditujukan sebagai upaya mendorong dan merngsang pegawai untuk melakukan kegiatan atau tugasnya dengan rasa kesadaran
    Hasibuan (1991:196) memerinci tujuan pelaksanaan motivasi yaitu :
    1. Mengubah prilaku pegawai sesuai dengan keinginan pemimpin
    2. Meningkatkan kegairahan pegawai
    3. Meningkatkan disiplin pegawai
    4. Meningkatkan kesejahteraan pegawai
    5. Meningkatkan prestasi kerja pegawai

    C. Prinsip-prinsip motivasi
    1. Prinsip kompetisi
    Kompetisi adalah sebuah upaya untuk memberikan kesempatan kepada setiap orang memperlihatkan seluruh kemampuannya dengan difasilitasi secara sehat dan benar. Prinsip kopetensi adalah persaingan dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, prinsip lainnya bahwa dalam kompetensi itu terkandung kejujuran dan keterbukaan.
    2. Prinsip pemacu
    Pemacu merupakan upaya dalam memberikan sebuah dorongan yang berupa tindakan positif sehingga pihak yang diberi motovasi menyegerakan tindakan tersebut.
    3. Prinsip Ganjaran dan Hukuman
    Prinsip ganjaran dan hukuman biasanya dilakukan kepada anak-anak dengan tujuan supaya anak termotivsi untuk belajar. Misalnya apabila tidak belajar maka tidak akan diberi uang jajan dan sebaliknya apabila rajin belajar dan rangkingnya naik maka akan dibelikan sepeda
    4. Kejelasan dan kedekatan tujuan
    Prinsip kejelasan dan kedekatan ini dimaksudkan bahwa apabila suatu pekerjaan sudah jelas dipahami maka akan memberikan dorongan tersendiri bagi orang yang mengerjakan tersebut
    5. Pemahaman Hasil
    Pemahaman hasil merupakan suatu pengetahuan atau pengertian dari seseorang dlam memahami hasil keja yang akan diperoleh nanti setelah pekerjaannya tersebut selesai.
    6. Penembangan Minat
    Prinsip pengembangan minat merupakan prinsip yang benar-benar menyesuaikan kondisi orang yang diberi motivasi tersebut, karena ini bertujuan bahwa minat sesorang biasa dijadikan dorongan untuk meningkatkan semangat kerja
    7. Lingkungan yang Kondusif
    Lingkungan yang kondusif dapat memberiakan motivasi bagi seseorang untuk bekerja.
    8. Keteladanan
    Prinsip keteladanan merupakan bentuk motivasi yang datang dari luar secara tidak langsung, karena prinsip ini merupakan figure dari seseorang seperti dari atasan atau pimpinan.

    BalasHapus
  64. D. Jenis dan teori motivasi
    1. Jenis motivasi
    2. Teori motivasi
    3. Teori kebutuhan erg alderfer
    4. Teori kebutuhan Herzberg
    5. Teori kebutuhan Mclelland

    E. Faktor-faktor motivasi
    Faktor-faktor yang ada dalam motivasi dijelaskan (1977:53)sebagai berikut :
    1. Kebutuhan-kebutuhan manusia
    2. Kebutuhan hubungan
    3. Kepemimpinan
    4. Perangsang
    5. Supervise
    6. Sikap dan semangat
    7. Disiplin

    F. Teknik-teknik motifasi
    Nitisemito (1992:170) merinci teknik-teknik motivasi sebagai berikut:
    1. Pmberian gaji yang cukup
    2. Memperhatikan kebutuhan sosial
    3. Sesekali menciptakan suasana santai
    4. Memperhatikan harga diri
    5. Menempatkan kariawan pada posisi yang tepat
    6. Memberikan kesempatan untuk maju
    7. Memperhatikan perasaan aman para pegawainya untuk menghadapi masa depan
    8. Megusahakan loyalitas kariawan
    9. Sesekali mengajak kariawan untuk berunding


    PENGAWASAN

    A. Konsep dasaar kepengawasan
    1. Pengertian pengawasan
    Terdapat banyak istilah yang berkaitan dengan pengawasan (controlling) yaitu monitoring, correcting, evaluating, dan supervision, istilah-istilah tersebut digunakan sebagai alat kontroling atau pengawasan.pengawasan mengandung arti mengamati terus-menerus, merekam, memberikan penjelasan dan petunjuk
    Penguasaan menurut mockihler(stoner 1996:592) adalah suatu usaha sistematis untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang system informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapka sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergnakan dengan cara paling efektif dan efesien dalam tujuan organisasi.
    Berdasarkan defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pengawasan merupakan proses untuk mengetahuai ada tidaknya penyimpangan dalam pelaksanaan rencana agar segera dilakukan upaya perbaikan sehingga dapat memastikan bahwa aktivitas yang dilaksanakan secara real merupakan aktivitas yang sesuai dengan apa yang direncanakan
    2. Istilah-istilah yang terkait dengan pengwasan
    Monitoring dan evaluasi (monev)merupakan aktivitas pengawasan yang pada keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memastikan keberhasilan program
    Dunn(2000)menjelaskan bahwa pemantauan (monitoring ) merupakan prosedur analisis kebijakan yang digunakan untuk memberikan informasi tentang sebab akibat dari kebijakan.sedangkan evaluasi menurut kronbach (1990)merupakan kegiatan pemeriksaan yang sistematis dari peristiwa yang terjadi dan akibatnya pada saat program dilaksanakan dan diarahkan untuk memperbaiki program
    3. Proses pengawasan
    Proses dasar pengawasan meliputi tiga tahap :
    a. Menetapkan standar pelaksanaan;
    b. Pengukuran pelaksanaan;
    c. Menentukan kesenjangan (deviasi) antara pelaksanaan dengan standard dan rencana
    4. Tujuan pengawasan
    Pengawasan secara umum bertujuan untuk mengendalikan kegiatan agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sehingga hasil pelaksanaan pekerjaan diperoleh secara efisien dan efektif sesuai dengan sencana yang telah ditentukan dalam program kegiatan
    5. Fungsi pengawasan
    Pengawasan yang efektif berfungsi sebagai”early warning system”,atau system peningkatan dini yang sanggup memberikan informasi awal mengenai persiapan program, keterlaksanaan program,dan keberhasilan program
    6. Prinsip kerja pelaksanaan pengawasan
    7. Manfaat pengawasan
    Pengawasan diharapkan menjadi alat atau sarana yang berguna untuk menghilangkan atau mengurangi kebocoran, penyimpangan, pemborosaan dan penyalahgunaan dan kewenangan yang terjadi pada satu organisasi.
    8. Jenis pengawasan

    BalasHapus
  65. B. Pengawasan dalam bidang pendidikan
    1. Defenisi pengawasan
    2. Tugas dan tanggung jawab pengawasan
    3. Fungsi pengawasan
    4. Kualifikasi pengawasan
    5. Jenis pengawasan

    BalasHapus
  66. Nama: Yuli Muhayati
    Kelas: XI IPS 1
    No.Abs: 29

    PEMANASAN GLOBAL ( GLOBAL WARMING )
    Label: makalah

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh dosen pengajar. Makalh ini membahas tentang Pemanasan global atau global warming. Makalah ini disusun berdasarkan tentang perbincangan yang sedang hangat dibicarakan oleh dunia. Pemanasan global belum menemukan titik terang dalam penanggulangannya. Disini penulis berusaha menerangkan materi yang dibutuhkan sebagai referensi agar dapat menyempurnakan topik yang akan diperbincangkan.

    1.2. Tujuan

    Tujuan disusunnya makalah untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan juga sebagai prasyarat agar dapat mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). Selain itu penyusunan ini juga untuk membuka jendela pengetahuan tentang permasalahan yang ada saat ini. Harapan penulis adalah agar makalah ini tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, akan tetapi bermanfaat juga bagi meraka yang membutuhkan untuk referensi ataupun bahan bacaan semata
    BAB II

    PEMBAHASAN

    2.1 Pengertian Pemanasan Global

    Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.

    2.2 Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca

    Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. Sayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.

    BalasHapus
  67. Lanjutan 1 :

    2.3 Penyebab Pemanasan Global

    Pemansan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal dengan gas rumah kaca, yg terus bertambah di udara, hal tersebut disebabkan oleh tindakan manusia, kegiatan industri, khususnya CO2 dan chlorofluorocarbon. Yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan oleh penggunaan batubara, minyak bumi, gas dan penggundulan hutan serta pembakaran hutan.

    Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri, sedangkan emisi metan disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian. Chlorofluorocarbon CFCs merusak lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global, tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. Karbon dioksida, chlorofluorocarbon, metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi di udara dan menyaring banyak panas dari matahari. Sementara lautan dan vegetasi menangkap banyak CO2, kemampuannya untuk menjadi “atap” sekarang berlebihan akibat emisi. Ini berarti bahwa setiap tahun, jumlah akumulatif dari gas rumah kaca yang berada di udara bertambah dan itu berarti mempercepat pemanasan global.

    Sepanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara spektakuler. Sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju; dan 78% dari energi tersebut berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk keuntungan. Sementara itu, jumlah dana untuk pemanfaatan energi yang tak dapat habis (matahari, angin, biogas, air, khususnya hidro mini dan makro), yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, baik di negara maju maupun miskin tetaplah rendah, dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan investasi yang dialokasikan untuk bahan bakar fosil dan energi nuklir.

    Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah.

    2.4 Dampak Pemanasan Global

    Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.

    Dampak-dampak lainnya :

    • Musnahnya berbagai jenis keanekragaman hayati


    • Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir

    • Mencairnya es dan glasier di kutub

    • Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun karena kekeringan yang berkepanjangan

    • Kenaikan permukaan laut hingga menyebabkan banjir yang luas. Pada tahun 2100 diperkirakan permukaan air laut naik hingga 15 - 95 cm.

    • Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia

    • Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan

    • Menyebarnya penyakit-penyakit tropis, seperti malaria, ke daerah-daerah baru karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk)

    • Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian

    BalasHapus
  68. lanjutan 2

    2.5 Solusi Pemanasan Global

    Jadilah Vegetarian

    Memproduksi daging sarat CO2 dan metana dan membutuhkan banyak air. Hewan ternak seperti sapi atau kambing merupakan penghasil terbesar metana saat mereka mencerna makanan mereka. Food and Agriculture Organization (FAO) PBB menyebutkan produksi daging menyumbang 18% pemanasan global, lebih besar daripada sumbangan seluruh transportasi di dunia (13,5%). Lebih lanjut, dalam laporan FAO, “Livestock’s Long Shadow”, 2006 dipaparkan bahwa peternakan menyumbang 65% gas nitro oksida dunia (310 kali lebih kuat dari CO2) dan 37% gas metana dunia (72 kali lebih kuat dari CO2). Selain itu, United Nations Environment Programme (UNEP), dalam buku panduan “Kick The Habit”, 2008, menyebutkan bahwa pola makan daging untuk setiap orang per tahunnya menyumbang 6.700 kg CO2, sementara diet vegan per orangnya hanya menyumbang 190 kg CO2! Tidak mengherankan bila ahli iklim terkemuka PBB, yang merupakan Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB, Dr. Rajendra Pachauri, menganjurkan orang untuk mengurangi makan daging.

    Tanam Pohon

    Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya. Dalam seluruh masa hidupnya, satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2. United Nations Environment Programme (UNEP) melaporkan bahwa pembabatan hutan menyumbang 20% emisi gas rumah kaca. Seperti kita ketahui, pohon menyerap karbon yang ada dalam atmosfer. Bila mereka ditebang atau dibakar, karbon yang pernah mereka serap sebagian besar justru akan dilepaskan kembali ke atmosfer. Maka, pikir seribu kali sebelum menebang pohon di sekitar Anda. Pembabatan hutan juga berkaitan dengan peternakan. Tahukah Anda area hutan hujan seukuran 1 lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak? Bila Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda dapat menyelamatkan 1 ha pohon per tahunnya.

    Bepergian yang Ramah Lingkungan

    Cobalah untuk berjalan kaki, menggunakan telekonferensi untuk rapat, atau pergi bersama-sama dalam satu mobil. Bila memungkinkan, gunakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar alternatif. Setiap 1 liter bahan bakar fosil yang dibakar dalam mesin mobil menyumbang 2,5 kg CO2. Bila jaraknya dekat dan tidak terburu waktu, anda bisa memilih kereta api daripada pesawat. Menurut IPCC, bepergian dengan pesawat menyumbang 3-5% gas rumah kaca.

    Kurangi Belanja

    Industri menyumbang 20% gas emisi rumah kaca dunia dan kebanyakan berasal dari penggunaan bahan bakar fosil. Jenis industri yang membutuhkan banyak bahan bakar fosil sebagai contohnya besi, baja, bahan-bahan kimia, pupuk, semen, gelas, keramik, dan kertas. Oleh karena itu, jangan cepat membuang barang, lalu membeli yang baru. Setiap proses produksi barang menyumbang CO2.

    Beli Makanan Organik

    Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian konvensional. The Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik dapat mengurangi 26% CO2 yang disumbang oleh pertanian.

    Gunakan Lampu Hemat Energi

    Bila Anda mengganti 1 lampu di rumah Anda dengan lampu hemat energi, Anda dapat menghemat 400 kg CO2 dan lampu hemat energi 10 kali lebih tahan lama daripada lampu pijar biasa.

    Gunakan Kipas Angin

    AC yang menggunakan daya 1.000 Watt menyumbang 650 gr CO2 per jamnya. Karena itu, mungkin Anda bisa mencoba menggunakan kipas angin.

    BalasHapus
  69. lanjutan 3 :

    Jemur Pakaian Anda di bawah Sinar Matahari

    Bila Anda menggunakan alat pengering, Anda mengeluarkan 3 kg CO2. Menjemur pakaian secara alami jauh lebih baik: pakaian Anda lebih awet dan energi yang dipakai tidak menyebabkan polusi udara.

    Daur Ulang Sampah Organik

    Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca melalui metana yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah. Dengan membuat pupuk kompos dari sampah organik (misal dari sisa makanan, kertas, daun-daunan) untuk kebun Anda, Anda bisa membantu mengurangi masalah ini!

    Pisahkan Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang

    Mendaur ulang aluminium dapat menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk memproduksi kaleng aluminium yang baru – menghemat 9 kg CO2 per kilogram aluminium! Untuk 1 kg plastik yang didaur ulang, Anda menghemat 1,5 kg CO2, untuk 1 kg kertas yang didaur ulang, Anda menghemat 900 kg CO2.
    BAB III

    KESIMPULAN DAN SARAN

    3.1 KESIMPULAN

    Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya.Penangguangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pmanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini.

    3.2 SARAN

    Kehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum makhluk hidup ada. Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi ini harus beberapa dekade kah kita memikirkannya. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan memohon agar kita menjaga serta melstarikannya. Marilah kita bergotong royang untuk menyelematkan bumi yang telah memberikan kita kehidupan yang sempurna ini. Stop global warming.

    BalasHapus
  70. andani cipta
    xi ips 1

    judul :

    PENGARUH BORAX DAN FORMALIN PADA MAKANAN





    BAB I
    PENDAHULUAN

    Pada bab I ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, hipotesa dan manfaat.

    1.1 Latar Belakang Masalah

    Sekarang ini banyak sekali bahan kimia dan berbagai campuran-campuran lain dibuat dan diciptakan untuk membuat pekerjaan manusia dalam membuat makanan lebih efektif dan efisien. Tetapi di samping untuk makanan dibuat juga bahan kimia untuk pembuatan kebutuhan lain. Di mana bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam pembuatan makanan dan dapat berakibat fatal.
    Hal ini sangat penting dan juga memprihatinkan. Fenomena ini merupakan salah satu masalah dan kebobrokan bangsa yang harus diperbaiki. Janganlah sampai membiarkan hal ini terus berlarut dan akhirnya akibat menumpuk di masa depan. Oleh karena itu, kami berusaha merangkum sedemikian rupa dan mencoba membedah apa saja yang seharusnya dilakukan dan mengapa hal ini menjadi hal yang sangat penting.

    1.2 Pembatasan Masalah

    Boraks adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet kayu, antiseptik kayu dan pengontrol kecoa. Sedangkan formalin adalah bahan kimia yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga dan dalam industri tekstil serta kayu lapis.
    Kedua bahan kimia tersebut memang berguna jika digunakan sesuai fungsinya, tetapi menjadi sangat berbahaya bila digunakan dalam pembuatan pangan. Di mana pangan itu merupakan segala sesuatu yang menjadi bahan makanan manusia. Dan akibat dari penggunaan bahan-bahan kimia tersebut bisa jadi sangatlah fatal, dari kanker hingga menyebabkan kematian.
    Dalam karya tulis ini kami akan berusaha membahas pendeskripsian sedetail mungkin dari boraks dan formalin itu sendiri serta bagaimana kedua bahan kimia tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku pembuatan pangan. Begitu pula dengan berbagai akibat dari penggunaan boraks dan formalin pada pangan tersebut serta bagaimana solusi yang harus dilakukan demi membasmi hal ini dan mencegah terjadi lagi.

    1.3 Perumusan Masalah

    1 Apa faktor yang mendorong pihak-pihak tertentu untuk menggunakan boraks atau formalin pada pangan yang diproduksinya?
    2 Jenis pangan apa saja yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya?
    3 Bagaimana mengetahui suatu pangan dibuat dengan bahan pengawet dari boraks atau formalin?
    4 Apa akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan?
    5 Bagaimana penanganan penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan ini supaya dapat dibasmi secara tuntas?

    1.4 Tujuan Penulisan

    Mengetahui pengertian boraks dan formalin.
    Mengetahui jenis-jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin pada proses pembuatannya.
    Mengetahui dampak negatif dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan.
    Mengetahui peranan pemerintah dalam memberantas penggunaan formalin dan boraks pada makanan.
    1.5 Metode Penulisan

    Pada penulisan karya tulis ini kami menggunakan satu metode, yaitu dengan angket. Di mana angket akan kami sebarkan dengan jumlah 40 lembar. Di mana angket itu berisi pertanyaan-pertanyaan

    BalasHapus
  71. Nama :Dila Arifiantini
    Kelas/absen :XI IPS 1/09


    STIKES DARMA HUSADA
    KATA PENGANTAR


    Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
    Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin...


    Penulis
    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR
    DAFTAR ISI

    BAB I PENDAHULUAN
    Latar Belakang
    Tujuan
    Metode Penulisan

    BAB II PEMBAHASAN

    BAB III PENUTUP
    Kesimpulan
    BAB I
    PENDAHULUAN

    Latar Belakang Masalah
    Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam. Sebagai hamba Tuhan yang mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan Sang Pencipta dengan tulus

    Tujuan
    Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

    Metode Penulisan
    Penulis mempergunakan metode observasi dan kepustakaan.
    Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah :
    Studi Pustaka
    Dalam metode ini penulis membaca buku-buku yang berkaitan denga penulisan makalah ini.





    BAB II
    PEMBAHASAN

    Dasar Pemikiran
    Kehidupan manusia di dunia mempunyai kedudukan sebagai hamba Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan (khalifullah) di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam.
    Manusia dalam melaksanakan tugas dan kegiatan hidupnya bergerak dalam dua bidang universal filosofis dan sosial politis. Di bidang universal filosofis trasenden dan idealistik, sedangkan bidang sosial politis bersifat imanen dan realistis yang bersifat lebih nyata dan dapat dirasakan.
    Sebagai negara kepulauan dengan masyarakatnya yang ber-bhinneka, negara Indonesia memiliki unsur-unsur kekuatan dan kelemahan. Kekuatannya terletak pada posisi dan keadaan gegrafis yang strategis dan kaya sumber daya alam. Kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa dan satu tanah air.

    Pengertian Wawasan Nusantara
    Cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiawai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita-cita nasional.

    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Wawasan Nusantara
    1. Wilayah.
    2. Geopolitik dan Geostrategi.
    3. Perkembangan wilayah Indonesia dan dasar hukumnya.

    BalasHapus
  72. Nama :Dila Arifiantini
    Kelas/absen :XI IPS 1/09

    Lanjutan 1


    Unsur-unsur Dasar Wawasan Nusantara
    1. Wadah
    Wawasan Nusantara sebagai wadah meliputi 3 komponen :
    a. Wujud Wilayah
    Batas ruang lingkup wilayah nusantara ditentukan oleh lautan yang di dalamnya terdapat gugusan ribuan pulau yang saling dihubungkan oleh dalamnya perairan. Oleh karena itu nusantara dibatasi oleh lautan dan daratan serta dihubungkan oleh perairan dalamnya. Sedangkan secara vertikal ia merupakan suatu bentuk kerucut terbuka keatas dengan titik puncak kerucut di pusat bumi.
    Letak geografis negara berada di posisi dunia anatar 2 samudra, yaitu pasifik dan samudera hindia dan antara dua benua, yaitu asia dan australia. Letak geografis ini berpengaruh besar terhadap aspek-aspek kehidupan nasional Indonesia. Perwujutan wilayah nusantara menyatu dalam kesatuan politik, ekonomi, sosial-busaya dan pertahanan keamanan.
    b. Tata Inti Organisasi
    Bagi Indonesia. Tata inti organisasi negara berdasarkan pada UUD 1945 yang menyangkut bentuk dan kedaulatan negara, kekuasaan pemerintah, sistem pemerintahan, dan sistem perwakilan.
    Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Kedaulatan berada di tangan rakyat yang sepenuhnya oleh majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
    Sistem pemerintahannya menganut sistem presidensial. Indonesia merupakan Negara Hukum (Rechk Staat) bukan hanya kekuasaan.
    c. Tata Kelengkapan Organisasi
    Isi wawasan nusantara tercermin dalam perspektif kehidupan manusia Indoensia dalam eksistensinya yang meliputi :
    a) Cita-cita bangsa Indonesia tertuang dalam pembukaan UUD 1945.
    Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
    Rakyat Indonesiayang berkehidupan kebangsaan yang bebas.
    Pemerintahan negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
    b) Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal.
    Satu kesatuan wilayah nusantara mencakup daratan, perairan dan dirgantara.
    Satu kesatuan politik.
    Satu kesatuan sosial budaya.
    Satu kesatuan ekonomi, atas asas usaha bersama.
    Satu kesatuan pertahanan dan keamanan.
    Satu kesatuan kebijakan nasional.



    2. Tata Laku Wawasan Nusantara Mencangkup Dua Segi
    a. Tata laku batinia
    Wawasan Nusantara berlandaskan pada falsafah Pancasila untuk membentuk sikap mental.
    b. Tata laku lahiriah
    Wawasan Nusantara diwujudkan dalam satu sistem organisasi meliputi : perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengadilan.

    Implementasi Wawasan Nusantara
    3. Wawasan Nusantara sebagai pancaran falsafah Pancasila.
    4. Wawasan Nusantara dalam pembangunan nasional.
    a. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik.
    b. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai kesatuan ekonomi.
    c. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya.
    d. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan.
    5. Penerapan wawasan Nusantara.
    6. Hubungan wawasan Nusantara.
    BAB III
    PENUTUP

    Demikian makalah tentang wawasan Nusantara yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

    Kesimpulan
    Jadi wawasan Nusantara adalah sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenal diri dan tanah air sebagai negara kepulauan dari berbagai aspek kehidupan.
    DAFTAR PUSTAKA

    - Buku Pendidikan Kewarganegaraan

    BalasHapus
  73. lanjutan 4 :

    Komentar: judul,pendahuluan,permasalahan,kesimpulan dan saran sudah ada, tetapi penutup dan daftar pustaka tidak ada.

    *judul sudah logis dan singkat.
    *pembahasan,permasalahan,kesimpulan dan saran sudah sesuai dengan isi makalah.
    *tetapi sayangnya dalam makalah tersebut tidak disertai penutup dan daftar pustaka, jadi makalah tersebut tidak lengakp karena tidak sesuai dengan syarat-syarat penyusunan suatu makalah.

    BalasHapus
  74. andani cipta
    xi ips 1 / 01

    bagian II

    1.6 Hipotesa
    mengenai boraks dan formalin pada makanan mengacu pada tujuan yang telah ada.

    1 Boraks dan formalin merupakan bahan pengawet yang umumnya digunakan untuk industri tekstil, kayu, dsb. Dapat juga digunakan sebagai pembasmi serangga dan hal-hal lain yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan makanan.
    2 Jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya adalah tahu, tempe, bakso dan ikan asin.
    3 Akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan adalah berbagai gangguan pada saluran pencernaan, hati, saraf, otak, serta pada organ-organ yang berselaput yang terkena secara langsung. Dan bila terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kanker bahkan kematian.
    4 Sebenarnya pemerintah telah berperan dalam pemberantasan penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan. Tetapi tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah kurang tegas dan tidak tepat mengenai sasaran. Sehingga hingga sekarang kita masih sering melihat orang-orang yang keracunan atau terkena penyakit lainnya, disebabkan memakan makanan yang mengandung boraks atau formalin.

    1.7 Manfaat

    Dapat mengetahui cirri-ciri makanan dengan bahan baku boraks atau formalin sebagai pengawet sehingga dapat menghindarinya.
    Dapat menghindari secara langsung penggunaan boraks dan formalik pada produk pangan.
    Dapat menambah wawasan dengan mengetahui dampak yang diakibatkan dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan.
    Dapat membantu pencegahan dan pemberantasan penggunaan boraks dan formalin dengan berbagai solusi yang telah dipikirkan.
    BAB II
    LANDASAN TEORI


    Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa berupa serbuk kristal putih, tidak berbau, mudah larut dalam air, tetapi boraks tidak dapat larut dalam alkohol. Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu. Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya.
    Asam borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Misalnya, larutan asam borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil. Namun, bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas, karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh. Berikut beberapa pengaruh boraks pada kesehatan.
    a. Tanda dan gejala akut :
    Muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat)
    b. Tanda dan gejala kronis
    - Nafsu makan menurun
    - Gangguan pencernaan
    - Gangguan SSP : bingung dan bodoh
    - Anemia, rambut rontok dan kanker.
    Sedangkan formalin merupakan cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga, dan pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu. Formalin memiliki bau yang sangat menyengat, dan mudah larut dalam air maupun alkohol. Beberapa pengaruh formalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut.
    a. Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
    b. Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit, gatal, dan kulit terbakar
    c. Jika terkena mata akan menyebabkan mata memerah, gatal, berair, kerusakan mata, pandangan

    BalasHapus
  75. Nama : Nadia Aristyani
    Kelas : XI IPS 1
    Absen : 14

    Pengaruh Perpustakaan Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan

    BAB I
    PENDAHULUAN
    A. LATAR BELAKANG MASALAH
    Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan, memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif.
    Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas. Untuk mencapai bangsa yang cerdas, harus terbentuk masyarakat belajar. Masyarakat belajar dapat terbentuk jika memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar dan minat baca yang besar. Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam masyarakat, maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.
    Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan.
    Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.
    B. IDENTIFIKASI MASALAH (LATAR BELAKANG)
    Sesuai dengan judul makalah ini “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah”, terkait dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah dan fungsi serta sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program tersebut.
    Berkaitan dengan judul tersebut, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut :
    1. Bagaimana peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah
    2. Bagaimana cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ?
    C. PEMBATASAN MASALAH.
    Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah :
    a. Peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah;
    b. Cara-cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
    D. Perumusan Masalah.
    Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :
    1. Bagaimana deskripsi peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah ?
    2. Bagaimana deskripsi cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ?

    BalasHapus
  76. andani cipta xi ips 1 / 01

    bagian III

    kabur, bahkan kebutaan
    d. Jika tertelan akan menyebabkan mual, muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, hilangnya pandangan, kejang, bahkan koma dan kematian.
    Boraks dan formalin akan berguna dengan positif bila memang digunakan sesuai dengan seharusnya, tetapi kedua bahan itu tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena bahan-bahan tersebut sangat berbahaya, seperti telah diuraikan diatas pengaruhnya terhadap kesehatan. Walaupun begitu, karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, banyak produsen makanan yang tetap menggunakan kedua bahan ini dan tidak memperhitungkan bahayanya. Pada umumnya, alasan para produsen menggunakan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan adalah karena kedua bahan ini mudah digunakan dan mudah didapat, karena harga nya relatif murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada kesehatan. Selain itu, boraks dan formalin merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk. Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering menggunakan boraks dan formalin adalah bakso, kerupuk, ikan, tahu, mie, dan juga daging ayam.
    Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. Secara awam kita tidak dapat mengetahui seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang digunakan dalam suatu makanan. Oleh karena itu lebih baik hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks. Berikut adalah beberapa cara mengidentifikasi makanan yang menggunakan formalin dan boraks.
    - Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging.
    - Kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.
    - Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, insang berwarna merah tua
    dan tidak cemerlang, dan memiliki bau menyengat khas formalin.
    - Tahu yang berbentuk bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet hingga lebih dari
    3 hari, bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es, dan berbau menyengat khas formalin.
    - Mie basah biasanya lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius), berbau
    menyengat, kenyal, tidak lengket dan agak mengkilap.

    BAB III
    METODE PENELITIAN

    Pada bab 3 ini akan dijelaskan mengenai jenis penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data dan teknik analisa data.

    3.1 Jenis Penelitian
    Jenis penelitian yang kami gunakan adalah penelitian korelatif. Yang di maksud dengan penelitian korelatif adalah penelitian yang menghubungkan data-data yang ada. Sesuai dengan pengertian tersebut kami menghubungkan data-data yang kami dapat antara yang satu dengan yang lain. Selain itu kami juga menghubungkan data-data yang ada dengan landasan teori yang kami gunakan. Sehingga diharapkan penelitian kami bisa menjadi penelitian yang benar dan tepat.

    3.2 Sumber data
    Sumber data kami adalah beberapa siswa SMA Kanisius, yang kira-kira kami ambil sampel adalah 40 siswa.

    3.3 Teknik Pengumpulan Data
    Adapun teknik pengumpulan data yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah dengan angket. Dengan angket kami dapat menyimpulkan, melalui jumlah koresponden yang menjawab pertanyaan tertentu dan membandingkan jumlah koresponden yang menjawab dengan jawaban yang berbeda pada pertanyaan yang sama. Dan setiap dari pertanyaan itu akan saling berkaitan.

    BalasHapus
  77. lanjutan 1

    BAB II
    PEMBAHASAN
    Perpustakaan merupakan bagian intergral dari lembaga pendidikan sebagai tempat kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku maupun bukan buku.
    Sesuai dengan judul makalah ini, pembahasan meliputi tujuan perpustakaan, fungsi perpustakaan dan sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan.
    A. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH.
    Tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Sedangkan tujuan lainnya adalah menunjang, mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, di samping dimaksudkan pula dapat membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat murid serta memantapkan strategi belajar mengajar.
    Namun secara operasional tujuan perpustakaan sekolah bila dikaitkan dengan pelaksanaan program di sekolah, diantaranya adalah :
    1. Memupuk rasa cinta, kesadaran, dan kebiasaan membaca.
    2. Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan.
    3. Memperluas pengetahuan para siswa.
    4. Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu.
    5. Membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.
    6. Memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri.
    7. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik, efektif dan efisien, terutama dalam menggunakan bahan-bahan referensi.
    8. Menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulum di sekolah baik yang bersifat kurikuler, kokurikuler, maupun ekstra kurikuler.
    B. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH.
    Berdasarkan tujuan perpustakaan sekolah, maka dapat dirumuskan beberapa fungsi perpustakaan, sebagai berikut :
    1. Fungsi Edukatif.
    Yang dimaksud dengan fungsi edukatif adalah perpustkaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan daya ekspresi, mengembangkan kecakapan berbahasa, mengembangkan gaya pikir yang rasional dan kritis serta mampu membimbing dan membina para siswa dalam hal cara menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.
    2. Fungsi Informatif.
    Yang dimaksud dengan fungsi informatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya.
    3. Fungsi Administratif
    Yang dimaksudkan dengan fungsi administratif ialah perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien.
    4. Fungsi Rekreatif.
    Yang dimaksudkan dengan fungsi rekreatif ialah perpustakaan disamping menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu senggang, baik oleh siswa maupun oleh guru.
    5. Fungsi Penelitian
    Yang dimaksudkan dengan fungsi penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber / obyek penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi.

    BalasHapus
  78. Nama : Anggin Permata P.C.
    Kelas : XI IPS 1
    No.Abs : 03

    SIKAP SOSIAL
    Label: makalah
    BAB I
    PENDAHULUAN


    A. Latar Belakang
    Istilah sikap yang dalam bahasa Inggris disebut attitude pertama kali digunakan oleh Herbert Spencer (1862), yang menggunakan kata ini untuk menunjuk suatu status mental seseorang. Kemudian pada tahun 1888 Lange menggunakan konsep ini dalam suatu eksperimen laboratorium. Kemudian konsep sikap secara populer digunakan oleh para ahli sosiologi dan psikologi. Bagi para ahli psikologi, perhatian terhadap sikap berakar pada alasan perbedaan individual. Mengapa individu yang berbeda memperlihatkan tingkah laku yang berbeda di dalam situasi yang sebagian besar gejala mi diterangkan oleh adanya perbedaan sikap. Sedang bagi para ahli sosiologi sikap memiliki arti yang lebih besar untuk menerangkan perubahan sosial dan kebudayaan.

    Kita telah mengetahui bahwa orang dalam berhubungan dengan orang lain tidak hanya berbuat begitu saja, tetapi juga menyadari perbuatan yang dilakukan dan menyadari pula situasi yang ada sangkut pautnya dengan perbuatan itu. Kesadaran mi tidak hanya mengenai tingkah laku yang sudah terjadi, tetapi juga tingkah laku yang mungkin akan terjadi. Kesadaran individu yang menentukan perbuatan nyata dan perbuatan-perbuatan yang mungkin akan terjadi inilah yang dinamika SIKAP. Jadi sikap ialah suatu hal yang menentukansifat, hakikat, baik perbuatan sekarang maupun perbuatan yang akan datang.

    Oleh karena itu ahli psikologi W.J. Thomas memberi batasan sikap sebagai suatu kesadaran individu yang menentukan perbuatan-perbuatan yang nyata ataupun yang mungkin akan terjadi di dalam kegiatan-kegiatan sosial.

    Dalam hal ini Thomas menyatakan bahwa sikap seseorang selalu diarahkan terhadap sesuatu hal atau suatu objek tertentu. Tidak ada satu sikap pun yang tanpa objek.


    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan apa yang dikemukakan dalam latar belakang maka penulis menarik suatu rumusan masalah sebagai berikut :
    1. Apa yang dimaksud dengan sikap sosial ?
    2. Apa yang dimaksud dengansikap sosial dan individual ?
    3. Bagaimana pembentukan dan perubahan sikap ?
    4. Apasajakah ciri-ciri dan fungsi sikap ?
    5. Bagaimana pengukuran sikap secara langsung dan tidak langsung ?

    1.3 Metode Penelitian
    Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dilakukan ditujukan untuk mengidentifikasi masalah sikap sosial dengan mengacu pada literatur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.

    BalasHapus
  79. lanjutan 2

    C. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH.
    Bila diperhatikan secara jenih, maka perpustakan sekolah sesungguhnya memberikan sumbangan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Sumbangan / peranan perpustakaan antara lain :
    1. Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar.
    2. Perpustakaan merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis serta memberikan petunjuk untuk mencipta.
    3. Perpustakaan akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa, sebagai tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu, benar-benar telah terbangun.
    4. Kumpulan bahan pustaka (koleksi) di perpustakaan memberika kesempatan membaca bagi para siswa yang mempunyai waktu dan kemampuan yang beraneka ragam.
    5. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari cara mempergunakan perpustakaan yang efisien dan efektif.
    6. Perpustakaan akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan memperluas perbendaharaan bahasa.
    7. Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca, sehingga dapat mengarahkan selera dan apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan.
    8. Perpustakaan memberikab kepuasan akan pengetahuan di luar kelas.
    9. Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat.
    10. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa dan guru untuk mengadakan penelitian.
    11. Perpustakaan merupakan batu loncatan bagi para siswa untuk melanjutkan kebiasaan hidup membaca di sekolah yang lebih tinggi.
    12. Kegairahan / minat baca siswa yang telah dikembangkan melalui perpustakaan sangat berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.
    13. Bila minat membaca sudah tumbuh dan berkembang pada diri siswa, maka perpustakaan juga dapat mengurangi jajan anak, yang ini biasanya dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan anak.
    14. Bahkan perpustakaan juga bagi anak-anak dapat menjauhkan diri dari tindakan kenakalan, yang bisa menimbulkan suasana kurang sehat dalam hubungan berteman diantara mereka.
    BAB III
    PENUTUP
    A. SIMPULAN
    Berdasarkan uraian bahasan “Peranan Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah” dapat disimpulkan bahwa :
    1. Peranan perpustakaan sangat menunjang prestasi pendidikan di sekolah.
    2. Perpustakaan sangat penting dan harus ada pada setiap sekolah di semua jenjang pendidikan.
    3. Pengelolaan perpustakaan harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan fungsinya
    B. SARAN
    Bertolak dari peranan perpustakaan yang begitu banyak sumbangsihnya dalam pelaksanaan program pendidikan di sekolah, penyusun memberikan saran sebagai berikut:
    1. Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
    2. Peran pengelola perpustakaan / pustakawan yang profesional hendaknya mendapatkan bekal yang cukup sehingga menjadi pustakawan yang handal dan profesional.

    DAFTAR PUSTAKA
    - Buku Pendidikan Kewarganegaraan
    - Internet

    BalasHapus
  80. andani xi ips 1 / 01

    BAGIAN III

    3.4 Teknik Analisis Data
    Cara kami dalam menganalisis data yang kami dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu kami mulai menghitung jumlah data, setelah itu kami mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan jumlah responden yang memilih. . Langkah berikutnya, sesuai dengan jenis penelitian kami, kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir, kami menuangkannya dalam karya tulis ini.

    BAB IV
    PEMBAHASAN

    Pada bab ini akan dijelaskan mengenai apa itu boraks dan formalin, dampak penggunaan boraks dan formalin pada makanan dan jenis-jenis makanan yang mengandung boraks dan formalin yang kesemuanya itu dilengkapi dengan hasil angket sebelumnya.

    4.1 Pengetahuan akan Boraks dan Formalin
    Menurut hasil angket kami, didapatkan bahwa yang mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin adalah 29 orang dan yang tidak mengetahui begitu pasti apa itu boraks dan formalin adalah 11 orang, dari total 40 angket yang dibagikan.
    Hal itu menunjukkan bahwa responden yang mengetahui secara persis apa itu boraks dan formalin lebih banyak daripada yang tidak mengetahui secara pasti. Jika dimasukkan dalam persen maka 72,5 % responden menyatakan mengetahui boraks dan formalin, sedangkan 27,5 % lainnya tidak begitu mengetahui tentang boraks dan formalin.
    Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pengetahuan akan boraks dan formalin harus lebih sering disosialisasikan, agar diharapkan kita semua mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin, sehingga dapat menggunakannya secara benar, sesuai dengan fungsinya. Maka diharapkan juga dengan pengetahuan akan boraks dan formalin tersebut, kasus penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan dapat dikurangi bahkan menghilang dari masyarakat.

    4.2 Dampak Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan
    Melalui hasil angket yang telah kami sebarkan sebelumnya, didapat hasil bahwa jumlah responden yang mengerti akan dampak angket hamper sama dengan responden yang tidak begitu tahu tentang dampak boraks dan formalin pada makanan. Adapun jumlah responden yang tahu dampak boraks dan formalin pada makanan adalah 18 orang dan yang tidak begitu tahu sebanyak 20 orang sedangkan yang sama sekali tidak tahu ada 2 orang. Jika dituangkan dalam presentasi adalah sebagai berikut :

    1. Jawaban A : 45%
    2. Jawaban B : 5%
    3. Jawaban C :50%
    Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden masih rancu atau bingung tentang apa dampak boraks dan formalin bagi tubuh tersebut.
    Lalu apa sebenarnya dampak boraks dan formalin dalam makanan bila dikonsumsi tubuh kita?
    a. Formalin
    Formalin tidak boleh digunakan sebagai bahan pengawet untuk pangan. Akibatnya jika digunakan pada pangan dan dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan beberapa gejala diantaranya adalah tenggorokan terasa panas dan kanker yang pada akhirnya akan mempengaruhi organ tubuh lainnya,serta gejala lainnya.
    Pengaruh Formalin Terhadap Kesehatan :
    • Jika terhirup
    Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, kanker paru-paru.
    • Jika terkena kulit
    Kemerahan, gatal, kulit terbakar
    • Jika terkena mata
    Kemerahan, gatal, mata berair, kerusakan mata, pandangan kabur, kebutaan
    • Jika tertelan
    Mual, muntah, perut perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit
    membiru, hilangnya pandangan, kejang, koma dan kematian.

    BalasHapus
  81. Lanjutan 1 :

    BAB II
    PEMBAHASAN

    A. Pengertian Sikap Sosial
    Sikap adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial. Maka sikap sosial adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata, yang berulang-ulang terhadap objek sosial. Hal ini terjadi bukan saja pada orang-orang lain dalam satu masyarakat.

    Tiap-tiap sikap mempunyai 3 aspek
    1. Aspek Kognitif yaitu yang berhubungan dengan gejala mengenal pikiran. Ini berarti berwujud pengolahan, pengalaman, dan keyakinan serta harapan-harapan individu tentang objek atau kelompok objek tertentu.
    2. Aspek Afekit berwujud proses yang menyangkut perasaan-perasaan tertentu seperti ketakutan, kedengkian, simpati, antipati, dan sebagainya yang ditujukan kepada objek-ojek tertentu.
    3. Aspek Konatif: berwujud proses tendensi/kecenderungan untuk berbuatu sesuatu objek, misalnya kecenderungan memberi pertolongan, menjauhkan diri dan sebagainya
    Di samping sikap sosial yang terdapat sikap individual, yaitu sikap yang hanya dimiliki oleh perseorangan, misalnya: Sikap atau kesukaan seseorang terhadap burung-burung tertentu, seperti perkutut, parkit, merpati, dan sebagainya.

    Sikap sebagai tingkatan kecenderungan yang bersifat positif atau negatif yang berhubungan dengan objek psikologi. Objek psikologi di sini meliputi: simbol, káta kata, slogan, orang, lembaga, ide, dan sebagainya.

    Orang dikatakan memiliki sikap positif terhadap suatu objeic psikologi apabila ia suka (like) atau memiliki sikap yang favorable, sebaliknya orang yang dikatakan memiliki sikap yang negatif terhadap objek psikologi bila ia tidak suka (dislike) atau sikapnya unfavorable terhadap objek psikologi (Back, Kurt W., 1977, hal.3)

    John H. Harvey dan William P. Smith mendefinisikan sikap sebagai kesiapan merespons secara konsisten dalam bentuk positif atau negatif terhadap objek atau situasi.

    Sedangkan Genmgan mendefinisikan bahwa pengertian attitude dapat diterjemahkan dengan kata sikap terhadap objek tertentu, yang dapat merupakan sikap, pandangan atau sikap perasaan, tetapi sikap mana disertai oleh kecenderungan unmk bertindak sesuai dengan sikap terhadap objek tadi itu. Jadi attitude itu lebih diterjemahkan sebagai sikap dan kesediaan beraksi terhadap suatu hal.

    Meskipun ada beberapa perbedaan pcngertian tentang sikap, namun ada beberapa ciri yang dapat disetujui. Sebagian besar ahli dan peneliti sikap setuju bahwa sikap adalah predisposisi yang dipelajari yang mempengaruhi tingkah laku, berubah dalam hal intensitasnya, biasanya konsisten sepanjang wakru dalam situasi yang sama, dan komposisinya hampir selalu kompleks. Sehubungan dengan itu pula kami cenderung untuk mengemukakan pengertian sikap sebagai berikut: Sikap adalah kesiapan merespons yang sifatnya positif atau negatif terhadap objek atau situasi secara konsisten.

    Demikianlah, sikap adalah konsep yang membantu kita untuk memahami tingkah laku. Sejumlah perbedaan tingkah laku dapat merupakan pencerminan atau manifestasi dari sikap yang sama.

    B. Sikap Sosial Dan Individual
    1. Sikap Sosial
    Sikap sosial dinyatakan tidak oleh seorang saja tetapi diperhatikan oleh orang-orang sekelompoknya. Objeknya adalah objek sosial (objeknya banyak orang dalam kelompok) dan dinyatakan berulang-ulang. Misalnya: sikap berkabung seluruh anggota kelompok karena meninggalnya seorang pahlawannya.
    Jadi yang menandai adanya sikap sosial adalah:
    a. Subjek orang-orang dalam kelompoknya.
    b. Objek-objeknya sekelompok, objeknya sosial.
    c. Dinyatakan berulang-ulang.

    2. Sikap Individual
    Ini hanya dimiliki secara individual seorang demi seorang. Objeknya pun bukan merupakan objek sosial. Misalnya: Sikap yang berupa kesenangan atas salah satu jenis makanan atau salah satu jenis tumbuh-tumbuhan.

    BalasHapus
  82. lanjutan 3

    Komentar : Isi makalah diatas sdah mencangkup 6 bahasan pokok yang merupakan susunan kronologis dalam menentukan langkah-langkah penyusunannya.

    BalasHapus
  83. bagian IV

    b. Boraks
    Efek toksiknya akan terasa bila boraks dikonsumsi secara kumulatif dan penggunaannya berulang-ulang. Pengaruh terhadap kesehatan :
    • Tanda dan gejala akut :
    Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat)
    • Tanda dan gejala kronis
    - Nafsu makan menurun
    - Gangguan pencernaan
    - Gangguan SSP : bingung dan bodoh
    - Anemia, rambut rontok dan kanker.
    Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. Secara awam kita tidak tahu seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang dianggap membahayakan. Oleh karena ada baiknya kita hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks. Jauhkan anak-anak dari makanan yang mengandung boraks dan formalin. Formalin dan boraks tidak boleh digunakan dalam makanan.

    4.3 Makanan yang Biasanya Mengandung Formalin atau Boraks
    Berdasarkan hasil penelitian melalui angket yang telah kami sebarkan, jumlah responden yang menganggap bahwa tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering diberi formalin sebanyak 33 orang, sedangkan yang memilih ikan sebanyak 6 orang, dan 1 orang memilih kerupuk. Sedangkan menurut makanan-makanan yang biasa mengandung boraks dan formalin yang biasanya mereka konsumsi, jumlah responden yang memilih tahu dan bakso sebanyak 28 orang, 10 orang memilih ikan dan 2 orang memilih kerupuk.
    Data ini menunjukkan bahwa kebanyakan siswa SMA Kanisius beranggapan bahwa tahu dan bakso merupakan makanan yang biasanya diberi formalin atau boraks. Tahu dan bakso memang cukup dikenal sering diberi formalin maupun boraks, namun bukan mereka makanan yang paling sering diberi formalin maupun boraks. Berdasarkan penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia tahun 2005, penggunaan boraks formalin pada ikan dan hasil laut menempati peringkat teratas. Yakni, 66 persen dari total 786 sampel. Sementara mi basah menempati posisi kedua dengan 57 persen. Tahu dan bakso berada di urutan berikutnya yakni 16 persen dan 15 persen.
    Dan dari pertanyaan nomor tiga pada angket ternyata responden banyak menjawab bahwa mereka paling sering mengkonsumsi tahu dan bakso. Padahal, menurut kebanyakan dari mereka tahu dan bakso adalah makanan yang biasanya mengandung boraks atau formalin. Mengapa mereka masih tetap sering mengonsumsinya meskipun menganggap bahwa tahu dan boraks yang paling sering mengandung formalin dan boraks? Mungkin hal ini disebabkan karena siswa SMA Kanisius percaya bahwa para pedagang di Kanisius pasti tidak memberikan formalin maupun boraks pada dagangannya, maka mereka tidak takut untuk mengonsumsinya.
    Namun tetap saja, boraks dan formalin sangatlah berbahaya bila termakan. Walaupun berdasarkan hasil penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia tahun 2005 penggunaan boraks dan formalin paling banyak adalah pada ikan dan hasil laut, namun jumlah 16 persen dan 15 persen tetap merupakan jumlah yang besar. Kita harus berhati-hati dalam memilih makanan yang akan kita makan, terutama makanan-makanan yang sedang marak diberi boraks maupun formalin.
    Oleh karena itu, di bawah ini kami paparkan mengenai ciri-ciri dari beberapa makanan yang diberi boraks maupun formalin:
    a. Mi basah
    Penggunaan formalin pada mi basah akan menyebabkan mi tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius).

    BalasHapus
  84. bagian V


    Baunya agak menyengat, bau formalin. Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal. Penggunaan boraks pada pembuatan mi akan menghasilkan tekstur yang lebih kenyal.
    B. Tahu
    Tahu merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat, karena rasa dan kandungan gizinya yang tinggi. Namun dibalik kelezatannya kita perlu waspada karena bisa saja tahu tersebut mengandung bahan berbahaya. Perhatikan secara cermat apabila menemukan tahu yang tidak mudah hancur atau lebih keras dan kenyal dari tahu biasa, kemungkinan besar tahu tersebut mengandung bahan berbahaya, bisa formalin maupun boraks. Selain itu, tahu yang diberi formalin tidak akan rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius). Tahu juga akan terlampau keras, namun tidak padat. Bau agak mengengat, bau formalin.
    C. Bakso
    Bakso tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Teksturnya juga sangat kenyal.
    D. Ikan segar
    Ikan segar yang diberi formalin tekstur tubuhnya akan menjadi kaku dan sulit dipotong. Ia tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih.
    E. Ikan asin
    Ikan asin yang mengandung formalin akan terasa kaku dan keras, bagian luar kering tetapi bagian dalam agak basah karena daging bagian dalam masih mengandung air. Karena masih mengandung air, ikan akan menjadi lebih berat daripada ikan asin yang tidak mengandung formalin. Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Tubuh ikan bersih, cerah.



    4.4 Peran pemerintah dalam memberantas boraks dan formalin di Indonesia
    Walaupun penyebaran boraks dan formalin di Indonesia sudah luas sekali dan sudah menjadi umum, pemerintah masih tidak mengambil langkah yang tegas dalam menangani hal ini. Buktinya bisa didapat, bahwa ternyata penggunaan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan masih merajalela.
    Sebenarnya, pemerintah sudah berusaha mengambil tindakan, yaitu dengan melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Beberapa langkah sudah diambil oleh BPOM, seperti : melarang panganan permen merek white rabbit creamy, kiamboy, classic cream, black currant, dan manisan plum; mengeluarkan permenkes no. 722/1998 tentang bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam pangan; dan melakukan sosialisasi penggunaan bahan tambahan makanan yang diizinkan dalam proses produksi makanan & minuman sesuai UU No. 23/1992 untuk aspek keamanan pangan, & UU No. 71/1996. Tetapi upaya yang dilakukan Badan POM tersebut, hanya dianggap gertakan oleh para pedagang, karena Badan POM hanya mengeluarkan undang-undang dan aturan. Tetapi Badan POM tidak melakukan tindakan tegas seperti memberi sanksi tegas bagi pedagang yang masih menggunakan boraks dan formalin, bahkan badan ini masih kurang gencar dalam melakukan razia.
    Dari data angket yang kami sebarkan ke beberapa responden, terdapat pertanyaan : “Menurut anda apakah peran pemerintah sudah ada dalam pemberantasan formalin? “ Dan dari pertanyaan itu, sebanyak 4 orang menjawab upaya pemerintah sudah banyak, sebanyak 17 orang menjawab upaya pemerintah sudah lumayan, dan terakhir 19 orang menjawab upaya pemerintah tidak ada sama sekali.
    Dari hasil angket diatas, dapat disimpulkan bahwa upaya pemerintah masih kurang, karena lebih banyak orang yang beranggapan bahwa upaya pemerintah masih sangat kurang. Ini mungkin disebabkan karena memang pemerintah kurang serius / tegas dalam menangani masalah ini, padahal ini adalah masalah yang serius, karena dapat membahayakan kesehatan manusia. Pemerintah seharusnya lebih gencar dalam menangani masalah ini.

    BalasHapus
  85. Lanjutan 2 :

    Di samping pembagian sikap atas sosial dan individual sikap dapat pula dibedakan atas:
    1. Sikap positif: sikap yang menunjukkan atau memperlihatkan, merima, mengakui, menyetujui, serta melaksanakan norma-norma yang berlaku di mana individu itu berada.
    2. Sikapnegatif: sikap yang menunjukkan atau memperlihatkan penolakan atau tidak menyetujui terhadap norma-norma yang berlaku di mana individu itu berada.

    Sikap positif/negatif ini tentu saja berhubungan dengan norma. Orang tidak akan tahu apakah sikap seseorang itu positif atau negatif tanpa mengetahui norma yang berlaku.

    Oleh karena itu untuk menentukan apakah sikap ini positif/ negatifperlu dikonsultasikan dengan norma yang berlaku di situ. Di samping itu masing-masing kelompok atau kesatuan sosial memiliki norma sendiri-sendiri yang mungkin saling berbeda atau bahkan bertentangan. Sikap yang dliperlihatkan oleh individu dalam kelompok A dianggap atau dinilai sebagai sikap yang negatif, belum tentu sikap yang sama yang diperlihatkan oleh anggota kelompok B juga dinilai sebagai sikap negatif.

    C. Pembentukan Dan Perubahan Sikap
    Sikap timbul karena ada stimulus. Terbentuknya suatu sikap itu banyak dipengaruhi perangsang oleh lingkungan sosial dan kebudayaan misalnya: keluarga, norma, golongan agama, dan adat istiadat. Dalam hal ini keluarga mempunyai peranan yang besar dalam membentuk sikap putra-putranya. Sebab keluargalah sebagai kelompok primer bagi anak merupakan pengaruh yang paling dominan. Sikap seseorang tidak selamanya tetap. Ini bukan berarti orang tidak bersikap. Ia bersikap juga hanya bentuknya: diam.

    Sikap tumbuh dan berkembang dalam basis sosial yang tertentu, misalnya: ekonomi, politik, agama dan sebagainya. Di dalam perkembangannya sikap banyak dipengaruhi oleh lingkungan, norma-norma atau group. Hal ini akan mengakibatkan perbedaan sikap antara individu yang sama dengan yang lain karena perbedaan pengaruh atau lingkungan yang diterima. Sikap tidak akan terbentuk tanpa interaksi manusia, terhadap objek tertentu atau suatu objek.

    1. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sikap
    Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sikap
    1) Faktor intern: yaitu manusia itu sendiri.
    2) Faktor ekstern: yaitu faktor manusia.
    Dalam hal ini Sherif mengemukakan bahwa sikap itu dapat diubah atau dibentuk apabila:
    a. Terdapat hubungan timbal balik yang langsung antara manusia.
    b. Adanya komunikasi (yaitu hubungan langsung) dan satu pihak.

    BalasHapus
  86. Lanjutan 3 :

    Faktor inipun masih tergantung pula adanya:
    - Sumber penerangan itu memperoleh kepercayaan orang banyak/tidak.
    - Ragu-ragu atau tidaknya menghadapi fakta dan isi sikap baru itu.

    Pembentukan dan perubahan sikap tidak terjadi dengan sendirinya. Sikap terbentuk dalam hubungannya dengan suatu objek, orang, kelompok, lembaga, nilai, melalui hubungan antar individu, hubungan di dalam kelompok, komunikasi surat kabar, buku, poster, radio, televisi dan sebagainya, terdapat banyak kemungkinan yang mempengaruhi timbulnya sikap. Lingkungan yang terdekat dengan kehidupan sehari-hari baiyak memiliki peranan. Keluarga yang terdiri dan: orang tua, saudara-saudara di rumah memiliki peranan yang penting.

    Sementara orang berpendapat bahwa mengajarkan sikap adalah merupakan tanggung jawab orang tua atau lembaga-lembaga keagamaan. Tetapi tidaklah demikian halnya. Lembaga lembaga sekolah pun memiliki tugas pula dalam membina sikap ini. Bukankah tujuan pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah adalah mempengaruhi, membawa, membimbing anak didik agar memiliki sikap seperti yang diharapkan oleh masing-masing tujuan pendidikan?

    Dengan demikian lembaga pendidikan formal dalam hal ini sekolah memiliki tugas untuk membina dan mengembangkan sikap anak didik menuju kepada sikap yang kita harapkan.
    Pada hakikatnya tujuan pendidikan adalah mengubah sikap anak didik ke arah tujuan pendidikan.

    2. Hubungan antara Sikap dan Tingkah laku
    Adanya hubungan yang erat antara sikap (attitude) dan tingkah laku (behavior) didukung oleh pengertian sikap yang mengatakan bahwa sikap merupakan kecenderungan untuk bertindak.
    Tetapi beberapa penelitian yang mencoba menghubungkan antara sikap dan tingkah laku menunjukkan hasil yang agak berbeda, yaitu menunjukkan hubungan yang kecil saja atau bahkan hubungan yang negatif.

    BalasHapus
  87. bagian VI

    BAB V
    PENUTUP

    Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai kesimpulan dan saran.

    5.1 Kesimpulan
    Berdasarkan uraian pada bab IV dapat disimpulkan bahwa:
    a. Sebagian besar dari kita telah mengetahui tentang boraks dan formalin secara pasti, tetapi ada juga sebagian kecil lainnya yang belum begitu mengetahui apa itu boraks dan formalin.
    b. Masih ada sebagian dari kita yang belum mengetahui secara pasti dampak penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan, walaupun sebagian ada yang mengetahui secara pasti.
    c. Menurut responden tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin. Tetapi menurut penelitian BPOM pada tahun 2005, ikan adalah bahan makanan yang paling sering menjadi sasaran boraks dan formalin.
    d. Pemerintah masih sangat kurang dan tidak tegas dalam mengatasi masalah penggunaan boraks dan formalin, sehingga masih banyak kasus mengenai hal ini terjadi.

    5.2 Saran
    Berdasarkan kesimpulan dan keseluruhan makalah ini kami ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut:
    Ø Berikan penyuluhan lebih lanjut kepada masyarakat mengenai boraks dan formalin, pengertian, fungsinya, serta dampaknya apabila tidak digunakan sesuai fungsinya.
    Ø Pengawasan yang lebih ketat oleh pemerintah dan pengambilan tindakan tegas, seperti mengirimkan pengawas-pengawas pemerintah ke daerah-daerah tertentu dan membuat undang-undang mengenai boraks dan formalin.
    Ø Masyarakat harus lebih jeli dalam memilih makanan dan tidak membelinya bila sepertinya mengandung bahan formalin maupun boraks.
    Ø Kesadaran dari masyarakat untuk membantu pemberantasan dan pencegahan penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan. Seperti melaporkan kepada yang berwajib jika melihat ada orang lain yang sengaja menggunakan boraks dan formalin pada makanan yang dijualnya, dan juga tidak secara sembarangan menjual boraks dan formalin, tanpa mengetahui latar belakang pembeliannya.
    BAB VI
    DAFTAR PUSTAKA


    http://www.beritaindonesia.co.id
    http://www.depkes.go.id
    http://www.disnakkeswan-lampung.go.id
    http://id.wikipedia.org
    http://www.gizi.net

    BalasHapus
  88. lanjutan 4 :

    D. Ciri-Ciri Dan Fungsi Sikap
    Sikap menentukan jenis atau tabiat tingkah laku dalam hubungannya dengan perangsang yang relevan, orang-orang atau kejadian-kejadian. Dapatlah dikatakan bahwa sikap merupakan faktor internal, tetapi tidak semua faktor internal adalah sikap. Adapun ciri-ciri sikap adalah sebagai berikut:
    1. Sikap itu dipelajari (learnablity)
    Sikap merupakan hasil belajar ini perlu dibedakan dari motif- motif psikologi lainnya. Beberapa sikap dipelajari tidak sengaja dan tanpa kesadaran kepada sebagian individu. Barangkali yang terjadi adalah mempelajari sikap dengan sengaja bila individu mengerti bahwa hal itu akan membawa lebih baik (untuk dirinya sendiri), membantu tujuan kelompok, atau memperoleh sesuatu nilai yang sifatnya perseorangan.

    2. Memihki kestabilan (Stability)
    Sikap bermula dan dipelajari, kemudian menjadi lebih kuat, tetap, dan stabil, melalui pengalaman.

    3. Personal (societal significance)
    Sikap melibatkan hubungan antara seseorang dan orang lain dan juga antara orang dan barang atau situasi. Jika seseorang merasa bahwa orang lain menyenangkan, terbuka serta hangat, maka ini akan sangat berarti bagi dirinya, ia merasa bebas, dan favorable.

    BalasHapus
  89. lanjutan 5 :

    4. Berisi cognisi dan affeksi
    Komponen cognisi daripada sikap adalah berisi informasi yang faktual, misalnya: objek itu dirasakan menyenangkan atau tidak menyenangkan.
    Sedangkan fungsi dari sikap (tugas) sikap dapat dibagi menjadi empat golongan, yaitu:
    1) Sikap berfungsi sebagai alat untuk menyesuaikandiri.
    2) Sikap berfungsi sebagai alat pengatur tingkah laku
    3) Sikap berfungsi sebagai alat pengatur pengalaman-pengalaman
    4) Sikap berfungsi sebagai pernyataan kepribadian

    E. Pengukuran Sikap Secara Langsung Dan Tidak Langsung
    Para ahli Psikologi Sosial telah berusaha untuk mengukur sikap dengan berbagai cara. Beberapa bentuk pengukuran sudah mulai dikembangkan sejak diadakannya penelitian sikap yang pertama yaitu pada tahun 1920. Kepada subjek diminta untuk merespons objek sikap dalam berbagai cara.

    Pengukuran sikap ini dapat dilakukan secara:
    1. Langsung (Direct measures of attitudes)
    2. Tidak langsung (Indirect measures ofattitudes). (Whittaker, 1970, hal. 594-596).
    1. Pengukuran sikap secara langsung
    Pada umumnya digunakan tes psikolgi yang berupa sejumlah item yang telah disusun secara hati-hati, saksama, selektif sesuai dengan kriteria tertentu. Tes psikologi ini kemudian dikembangkan menjadi skala sikap. Dan skala sikap ini diharapkan mendapat jawaban atas pertanyaan dengan berbagai cara oleh responden terhadap suatu objek psikologi.

    2. Pengukuran sikap secara tidak langsung
    Teknik pengukuran sikap secara langsung yang telah dibicarakan di muka bertumpu pada kesadaran subjek akan sikap dan kesiapannya untuk dikomunikasikan secara lisan (verbal). Dengan teknik demikian, subjek juga tahu bahwa sikapnya sedang diukur, dan pengetahuan atas ini mungkin akan mempengaruhi jawabannya. Ini salah satu problem yang sering dihadapi dalam penggunaan teknik pengukuran secara langsung. Adakah responden menjawab sejujurnya?

    BalasHapus
  90. lanjutan 6 :

    Sebab kemungkinan untuk menjawab tidak jujur dalam arti tidak seperti apa adanya adalah besar sekali. Apabila kita ditanya tentang perasaan atau sikap kita terhadap tetangga, kemungkinan besar akan menjawab yang positif meskipun tidak demikian halnya. Sebenamya problem ini sudah dikurangi dengan konstruksi item yang secermat-cermatnya. Namun demikian tidak berarti bahwa problem tersebut sudah teratasi sepenuhnya.

    Berdasar atas problem tersebut beberapa ahli berusaha mengembangkan suatu teknik mengukur sikap secara langsung. Di dalam teknik tidak langsung ini, subjek tidak tahu bahwa tingkah laku atau sikapnya sedang diteliti. Teknik tidak langsung khususnya berguna bila responden kelihatan enggan mengutarakan sikapnya secara jujur.

    Dalam suatu teknik tidak langsung, seorang peneliti memberikan gambar-gambar kepada subjek, subjek diminta untuk menceritakan apa-apa yang ia lihat dari gambar itu.

    subjek kemudian di-score yang memperlihatkan sikapnya terhadap orang atau situasi di dalam gambar ini. Seperti yang pernah dilakukán oleh Proshansky (:1943), yang menyelidiki tentang sikap terhadap buruh. Di sini pengukuran sikap dilakukan secara tidak langsung, yaitu kepada subjek dliperlihatkan gambar-gambar dan para pekerja dalam berbagai konflik situasi.

    Subjek diminta untuk menceritakan tentang gambar-gambar itu dalam suatu karangan atau cerita.

    Namun teknik pengukuran sikap tidak langsung mi menimbulkan beberapa masalah penting bagi para ahli psikologi. Sejauh mana sikap individu dapat diungkap, bila ia tidak menyadari akan hal itu, di samping itu apakah bukan suatu pelanggaran mengungkap sesuatu yang bersifat pribadi di luar pengetahuan dan kesadarannya? Apakah ini bukan suatu pelanggaran etik? Apakah kita selalu memerlukan izin atau persetujuan dari responden? Hal- hal inilah yang menimbulkan masalah bagi para peneliti tidak hanya pada teknik tidak langsung tetapi juga pada hampir sernua penelitian psikologi.

    BalasHapus
  91. Lanjutan 7 :

    BAB III
    PENUTUP

    Sikap adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial. Maka sikap sosial adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata, yang berulang-ulang terhadap objek sosial. Hal ini terjadi bukan saja pada orang-orang lain dalam satu masyarakat.

    Sikap sebagai tingkatan kecenderungan yang bersifat positif atau negatif yang berhubungan dengan objek psikologi. Objek psikologi di sini meliputi: simbol, káta kata, slogan, orang, lembaga, ide, dan sebagainya..

    Meskipun ada beberapa perbedaan pcngertian tentang sikap, namun ada beberapa ciri yang dapat disetujui. Sebagian besar ahli dan peneliti sikap setuju bahwa sikap adalah predisposisi yang dipelajari yang mempengaruhi tingkah laku, berubah dalam hal intensitasnya, biasanya konsisten sepanjang wakru dalam situasi yang sama, dan komposisinya hampir selalu kompleks. Sehubungan dengan itu pula kami cenderung untuk mengemukakan pengertian sikap sebagai berikut: Sikap adalah kesiapan merespons yang sifatnya positif atau negatif terhadap objek atau situasi secara konsisten.

    Sikap timbul karena ada stimulus. Terbentuknya suatu sikap itu banyak dipengaruhi perangsang oleh lingkungan sosial dan kebudayaan misalnya: keluarga, norma, golongan agama, dan adat istiadat. Dalam hal ini keluarga mempunyai peranan yang besar dalam membentuk sikap putra-putranya. Sebab keluargalah sebagai kelompok primer bagi anak merupakan pengaruh yang paling dominan. Sikap seseorang tidak selamanya tetap. Ini bukan berarti orang tidak bersikap. Ia bersikap juga hanya bentuknya: diam.

    BalasHapus
  92. lanjutan 8 :

    Komentar :

    - pada makalah tersebut judul sudah logis dan singkat
    - rumusan masalah sudah sesuai dengan judul makalah
    - pembahasan sudah sangat lengkap dan sesuai dengan rumusan masalah yang ada dalam makalah tersebut
    - penutupan juga telah sesuai dengan pembahasan isi makalah

    tetapi dalam makalah tersebut tidak disertai dengan daftar pustaka, simpulan dan saran sehingga makalah tersebut belum sempurna karena belum mencakup semua aspek-aspek pokok dalam penyusunan suatu makalah.

    BalasHapus
  93. Nama :Dio Putra Sagita
    Kelas/absen : XI IPS 1/09


    MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    Bab I
    Pendahuluan


    A. Latar Belakang

    Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam membelajarkan matematika kepada siswa, apabila guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran matematika cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan tersiksa. Oleh karena itu dalam membelajarkan matematika kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.


    B. Tujuan
    Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca, khususnya para mahasiswa jurusan matematika, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Lampung agar nantinya dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif yang sesuai
    dengan tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.


    Bab II
    Model Pembelajaran Kooperatif


    A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif
    Usaha-usaha guru dalam membelajarkan siswa merupakan bagian yang sangat
    penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama. Menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani(2005), model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran. Pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guru adalah model pembelajaran kooperatif.


    Apakah model pembelajaran kooperatif itu? Model pembelajaran kooperatif
    merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Nur (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran yang lain.

    Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.

    BalasHapus
  94. Nama :Dio Putra Sagita
    Kelas/absen :XI IPS 1/10

    Lanjutan 1


    B. Prinsip Dasar Dan Ciri-Ciri Model Pembelajaran Kooperatif

    Menurut Nur (2000), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif sebagai berikut:

    1.Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya.

    2.Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota

    3.kelompok mempunyai tujuan yang sama.

    4.Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.

    5.Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi.

    6.Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.

    7.Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

    Sedangkan ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut :
    1. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.

    2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender.

    3. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masing-masing individu.

    Dalam pembelajaran kooperatif dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain.


    C. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif

    Terdapat 6(enam) langkah dalam model pembelajaran kooperatif.

    1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa.

    2. Menyajikan informasi.
    Guru menyajikan informasi kepada siswa.

    3.Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
    Guru menginformasikan pengelompokan siswa.

    4.Membimbing kelompok belajar.
    Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja siswa dalam kelompok kelompok belajar.

    5. Evaluasi.
    Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.

    6.Memberikan penghargaan.
    Guru memberi penghargaan hasil belajar individual dan kelompok.

    BalasHapus
  95. SUMBER DAYA ALAM



    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. LATAR BELAKANG
    Sumber daya alam adalah unsur lingkungan yang terdiri atas sumberdaya alam hayati, sumberdaya alam non hayati dan sumberdaya buatan, merupakan salah satu aset yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sebagai modal dasar pembangunan sumberdaya alam harus dimanfaatkan sepenuh-penuhnya tetapi dengan cara-cara yang tidak merusak, bahkan sebaliknya, cara-cara yang dipergunakan harus dipilih yang dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut makin besar manfaatnya untuk pembangunan lebih lanjut di masa mendatang.
    Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu berdasar pada prinsip ekoefisiensi. Artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisien dalam memikirkan kelanjutan SDM. Pembangunan yang berkelanjutan bertujuan pada terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan manusia. Maka prioritas utama pengelolaan adalah upaya pelestarian lingkungan, supaya dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Bila sumber daya alam rusak atau musnah kehidupan bisa terganggu.
    B. RUMUSAN MASALAH
    Dari latar belakang di atas maka pemakalah dapat mengambil rumusan masalah yang akan dibatasi dan dibahas menurut pembagian di bawah ini :
    1. Apa sajakah klasifikasi sumber daya alam menurut bentuk, sifat dan potensinya?
    2. Apa sajakah manfaat sumber daya alam bagi kehidupan manusia ?
    3. Bagaimana cara yang dapat dilakukan dalam mengelola sumber daya alam ?
    C. TUJUAN
    Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu dapat mengetahui klasifikasi sumber daya alam dan manfaatnya serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengelola sumber daya alam tersebut.



    BAB II
    PEMBAHASAN


    A. PENGERTIAN SUMBER DAYA ALAM
    Sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia (Abdullah, 2007: 3)
    B. KLASIFIKASI SUMBER DAYA ALAM
    Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya.
    1. Berdasarkan Sifat
    Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
    • Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut terbarukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
    • Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya: minyak tanah, gas bumi, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.
    • Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.
    2. Berdasarkan Potensi

    BalasHapus
  96. Nama:nur fadli andriawan
    Kelas:XI IPS 1/18

    SUMBER DAYA ALAM



    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. LATAR BELAKANG
    Sumber daya alam adalah unsur lingkungan yang terdiri atas sumberdaya alam hayati, sumberdaya alam non hayati dan sumberdaya buatan, merupakan salah satu aset yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sebagai modal dasar pembangunan sumberdaya alam harus dimanfaatkan sepenuh-penuhnya tetapi dengan cara-cara yang tidak merusak, bahkan sebaliknya, cara-cara yang dipergunakan harus dipilih yang dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut makin besar manfaatnya untuk pembangunan lebih lanjut di masa mendatang.
    Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu berdasar pada prinsip ekoefisiensi. Artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisien dalam memikirkan kelanjutan SDM. Pembangunan yang berkelanjutan bertujuan pada terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan manusia. Maka prioritas utama pengelolaan adalah upaya pelestarian lingkungan, supaya dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Bila sumber daya alam rusak atau musnah kehidupan bisa terganggu.
    B. RUMUSAN MASALAH
    Dari latar belakang di atas maka pemakalah dapat mengambil rumusan masalah yang akan dibatasi dan dibahas menurut pembagian di bawah ini :
    1. Apa sajakah klasifikasi sumber daya alam menurut bentuk, sifat dan potensinya?
    2. Apa sajakah manfaat sumber daya alam bagi kehidupan manusia ?
    3. Bagaimana cara yang dapat dilakukan dalam mengelola sumber daya alam ?
    C. TUJUAN
    Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu dapat mengetahui klasifikasi sumber daya alam dan manfaatnya serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengelola sumber daya alam tersebut.



    BAB II
    PEMBAHASAN


    A. PENGERTIAN SUMBER DAYA ALAM
    Sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia (Abdullah, 2007: 3)
    B. KLASIFIKASI SUMBER DAYA ALAM
    Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya.
    1. Berdasarkan Sifat
    Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
    • Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut terbarukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
    • Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya: minyak tanah, gas bumi, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.

    BalasHapus
  97. nur fadli andriawan
    XI IPS 1/18

    lanjutan 1


    • Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.
    2. Berdasarkan Potensi
    Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut:
    • Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
    • Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain.
    • Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.
    3. Berdasarkan Jenis
    Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
    • Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati.
    Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
    • Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.
    C. PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM
    Persebaran sumber daya alam tidak selamanya melimpah. Ada beberapa sumber daya alam yang terbatas jumlahnya, kadang-kadang dalam proses pembentukannya membutuhkan jangka waktu yang relatif lama dan tidak dapat di tunggu oleh tiga atau empat generasi keturunan manusia.
    Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu berdasar pada prinsip ekoefisiensi. Artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisien dalam memikirkan kelanjutan SDM. Pembangunan yang berkelanjutan bertujuan pada terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan manusia. Maka prioritas utama pengelolaan adalah upaya pelestarian lingkungan.
    1. Pemanfaatan SDA Nabati
    • Dimanfaatkan sebagai sumber daya pangan seperti padi, jagung, ubi dan sebagainya
    • Dimanfaatkan sebagai sumber sandang seperti serat haramay
    • Beberapa jenis tanaman dapat dimanfaatkan sebagai minyak atsiri seperti kayu putih, sereh, kenanga, cengkeh
    • Dimanfaatkan sebagai tanaman hias seperti anggrek
    • Dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel seperti meranti, rotan, bambu
    • Dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan kencur, jahe, kunyit
    • Dimanfaatkan sebagai keperluan industri
    2. Pemanfaatan SDA Hewani
    • Dimanfaatkan sebagai sumber daya pangan seperti daging sapi, daging kambing
    • Dimanfaatkan sebagai sumber kerajinan tangan seperti lokan, dirangkai menjadi perhiasan
    • Dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai budaya manusia dan nilai kehidupan, seperti bentuk kapal selam diadopsi dari cara ikan menyelam, bentuk pesawat dari bentuk burung
    3. Pemanfaatan SDA Barang Tambang
    Usaha pemanfaatan pertambangan dan bahan galian dalam pembangunan Indonesia adalah sebagai berikut:
    • Sebagai pemenuh kebutuhan SDA barang tambang dan galian dalam negeri.
    • Menambah pendapatan negara karena barang tambang dapat diekspor keluar negeri
    • Memperluas lapangan kerja
    • Memajukan bidang transportasi dan komunikasi
    • Memajukan industri dalam negeri

    BalasHapus
  98. Nama :Dio Putra Sagita
    Kelas/absen :XI IPS 1/10

    Lanjutan 2

    Bab III
    Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

    A. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
    Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin, 1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif.

    Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan, saat kuis mereka tidak boleh saling membantu. Tipe pembelajaran inilah yang akan diterapkan dalam pembelajaran matematika.

    Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks.

    B. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Model STAD.
    1.Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok
    Sebelum menyajikan guru harus mempersiapkan lembar kegiatan dan lembar jawaban yang akan dipelajarai siswa dalam kelompok-kelomok kooperatif. Kemudian menetapkan siswa dalam kelompok heterogen dengan jumlah maksimal 4 - 6 orang, aturan heterogenitas dapat berdasarkan pada :
    a).Kemampuan akademik (pandai, sedang dan rendah)
    Yang didapat dari hasil akademik (skor awal) sebelumnya. Perlu diingat pembagian itu harus diseimbangkan sehingga setiap kelompok terdiri dari siswa dengan siswa dengan tingkat prestasi seimbang.
    b). Jenis kelamin, latar belakang sosial, kesenangan bawaan/sifat (pendiam dan aktif), dll.
    2. Penyajian Materi Pelajaran
    a. Pendahuluan
    Di sini perlu ditekankan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok dan menginformasikan hal yang penting untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari. Materi pelajaran dipresentasikan oleh guru dengan menggunakan metode pembelajaran. Siswa mengikuti presentasi guru dengan seksama sebagai persiapan untuk mengikuti tes berikutnya
    b. Pengembangan
    Dilakukan pengembangan materi yang sesuai yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. Di sini siswa belajar untuk memahami makna bukan hafalan. Pertanyaan-peranyaan diberikan penjelasan tentang benar atau salah. Jika siswa telah memahami konsep maka dapat beralih kekonsep lain.
    c. Praktek terkendali
    Praktek terkendali dilakukan dalam menyajikan materi dengan cara menyuruh siswa mengerjakan soal, memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan masalah agar siswa selalu siap dan dalam memberikan tugas jangan menyita waktu lama.
    3.Kegiatan kelompok
    Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan yang akan dipelajari siswa. Isi dari LKS selain materi pelajaran juga digunakan untuk melatih kooperatif. Guru memberi bantuan dengan memperjelas perintah, mengulang konsep dan menjawab pertanyaan. Dalam kegiatan kelompok ini, para siswa bersama-sama mendiskusikan masalah yang dihadapi, membandingkan jawaban, atau memperbaiki miskonsepsi. Kelompok diharapkan bekerja sama dengan sebaik-baiknya dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran.

    BalasHapus
  99. nur fadli andriawan
    XI IPS 1/18

    lanjutan 2

    D. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
    Sumber daya alam perlu dilestarikan supaya dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Bila sumber daya alam rusak atau musnah kehidupan bisa terganggu. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat diusahakan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam :
    1. Berdasarkan prinsip berwawasan lingkungan dan berkesinambungan
    • Penghijauan dan Reboisasi
    Usaha penghijauan dan reboisasi hutan dapat mencegah rusaknya lingkungan yang berhubungan dengan air, tanah dan udara.
    • Sengkedan atau terasering
    • pengembangan daerah aliran sungai
    • pengelolaan air limbah
    • penertiban pembuangan sampah
    2. Berdasarkan Prinsip Mengurangi
    Dalam mengambil sumber daya alam sebaiknya jangan diambil semuanya, tetapi berprinsip mengurangi saja. Pengambilan yang dihabiskan akan merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem lingkungan.
    3. Berdasarkan Prinsip Daur Ulang
    Proses daur ulang adalah pengolahan kembali suatu massa atau bahan-bahan bekas dalam bentuk sampah kering yang tidak mempunyai nilai ekonomi menjadi barang yang berguna bagi kehidupan manusia.
    Ada 2 sistem pengelolaan sampah yaitu system pengelolaan formal dan informal
    • System pengelolaan formal
    Yakni pengumpulan pengangkutan dan pembuangan yang dilakukan oleh aparat setempat misalnya Dinas Kebersihan dan Pertanaman
    • System pengelolaan informal
    Yakni aktifitas yang dilakukan oleh dorongan kebutuhan untuk hidup dari sebagian masyarakat. Secara tidak sadar mereka berperan serta dalam kebersihan kota dan mereka sebenarnya juga merupakan pendekar lingkungan.






    DAFTAR PUSTAKA


    http://massofa.wordpress.com/2008/04/08/mengukur-kelangkaan-sumber-daya-alam/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam
    http://www.crayonpedia.org/mw/Sumber_Daya_Alam_10.2
    http://taruna-nusantara-mgl.sch.id/id2/index.php?option=com_content&task= view&id=183&Itemid=399&limit=1&limitstart=0


    KOMENTAR:
    -makalah ini disusun dengan baik dan hampir benar
    - pada makalah tersebut judul sudah logis dan singkat
    - pembahasan sudah sangat lengkap dan sesuai dengan rumusan masalah yang ada dalam makalah tersebut
    - penutupan juga telah sesuai dengan pembahasan isi makalah
    -sayangnya masih ada kekurangan nya tetapi secara keseluruhan suda baik

    BalasHapus
  100. NAMA : Retno Purwaningtias
    KELAS : XI IPS 1/22


    PENGARUH SITUS JEJARING SEBAGAI MEDIA MAYA YANG NYATA BAGI PELAJAR SMA

    PENDAHULUAN
    Latar Belakang Masalah
    Dunia maya adalah dunia yang tak mengenal batas, dunia yang bisa menjebak seseorang menjadi orang tak sadar. Mungkin ini adalah salah satu akibat dari majunya zaman yang semakin tak bisa dihindari. Salah satu yang bisa kita nikmati dalam dunia online adalah situs jejaring sosial, yaitu tempat berkumpul dan berinteraksinya antara satu individu dengan individu yang lain dalam sebuah komunitas.
    Komunitas itu memberikan banyak tawaran pada anggotanya untuk menjalin berbagai hubungan antara yang satu dengan yang lain, antara A dengan B. Semakin banyak situs jejaring sosial yang yang ada di bumi ini, semua menawarkan sesuatu yang menarik. Mungkin ada kesamaan tapi juga ada perbedaan antara situs jejaring sosial yang satu denagn yang lain, misalnya Plurk dengan twitter,atauFacebookdenganFriendster.
    Selain itu situs jejaring sosial telah merambah ke dunia pelajar di Indonesia yaitu melalui siswa SMA, seperti yang peneliti lihat di SMA Negeri Jumapolo, hal ini diakibatkan oleh perkembangan teknologi sehingga menimbulkan rasa ingin tahu siswa menjadi besar. Dalam dunia maya ada berbagai situs jejaring yang dapat dijumpai sehingga pelajar SMA juga harus bisa membedakan antara situs jejaring yang positif dan negative. Bahkan banyak pelajar yang memanfaatkan situs jejaring sebagai media semua informasi dan untuk mencari teman didunia maya.
    Sehubungan dengan masalah tersebut diatas penulis terdorong untuk meneliti dengan judul : “PENGARUH SITUS JEJARING SEBAGAI MEDIA MAYA YANG NYATA BAGI PELAJAR SMA”.

    Perumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat ditarik suatu rumusan masalah sebagai berikut :
    Apa setiap pelajar SMA bisa membuat sebuah situs jejaring?
    Mengapa pelajar SMA umumnya tertarik pada situs jejaring?
    Berapa banyak pelajar SMA yang memiliki situs jejaring?
    Situs jejaring apa yang sangat menarik bagi pelajar SMA?
    Tujuan Penelitian
    Tujuan penelitian ini antara lain :
    Untuk mengetahui apakah semua siswa SMA bisa membuat situs jejaring.
    U
    1
    ntuk mengetahui berapa banyak pelajar SMA yang memiliki situs jejaring.

    U
    2
    ntuk mengetahui mengapa pelajar SMA umumnya tertarik pada situs jejaring.

    Manfaat Penelitian
    Dapat mejelaskan berbagai situs jejaring yang mengesankan bagi pelajar SMA.
    Memperkenalkan berbagai situs jejaring kepada pelajar SMA agar dapat mengelola situs jejaring dengan menarik.

    BalasHapus
  101. LAnjutan 1

    Hasil Penelitian
    Pada bab IV ini dilaporkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dari tanggal 19 Mei sampai 23 Mei 2009 di SMA Negeri Jumapolo, Karanganyar dengan sasaran siswa SMA kelas X.6 dan XI.IPA 2 semester II tahun pelajaran 2008-2009.
    Adapun hasil penelitian di SMA sebagai berikut :
    Di SMA Negeri Jumapolo kelas X.6 terdapat 9 siswa yang memiliki situs jejaring, yang terdiri dari 3 siswa laki-laki atau 33,3% dan 6 siswa perempuan atau 66,7%, dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini
    Tabel 4.1 Data penelitian siswa kelas X.6 yang memiliki situs jejaring.

    No

    Jenis Kelamin

    Banyak Siswa

    Presentase (%)

    1

    Laki-Laki

    3

    33,3%

    2

    Perempuan

    6

    66,7%

    Jumlah

    9

    100%

    Di SMA Negeri Jumapolo kelas XI.IPA2 terdapat 17 siswa yang memiliki situs jejaring, yang terdiri dari 6 siswa laki-laki atau 35,3% dan 11 siswa perempuan atau 64,7%, dapat dilihat pada tabel 4.2 dibawah ini
    Tabel 4.2 Data penelitian siswa kelas XI.IPA2 yang memiliki situs jejaring.

    No

    Jenis Kelamin

    Banyak Siswa

    Presentase (%)

    1

    Laki-Laki

    6

    35,3%

    2

    Perempuan

    11

    64,7%

    Jumlah

    17

    100%

    Pembahasan Hasil Penelitian
    Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa :
    Siswa SMA Negeri Jumapolo kelas X.6 dan XI.IPA2 yang berjumlah 26 siswa terdiri dari 9 siswa kelas X.6, dan 17 siswa kelas XI.IPA2 memiliki situs jejaring karena :
    Diajak teman-temannya mendaftar situs jejaring.
    Melihat iklan dari Koran, majalah maupun internet.
    Ingin memiliki banyak teman.
    Biar dikatakan anak global dan gaul.
    Agar dapat menarik siswa untuk membuat situs jejaring antara lain :
    Memamerkan keunggulan dari situs jejaring kepada teman yang belum punya.
    M
    6
    emperkenalkan manfaat dari situs jejaring kepada pelajar SMA.

    P
    7
    eran serta guru teknologi informasi dan komunikasi terhadap situs jejaring bagi pelajar SMA.

    Balas