Powered By Blogger

Kamis, 10 Februari 2011

LANJUTAN CERITA RAKYAT

Cerita Rakyat baru awal abad 19 mulai dituliskan, sebelumnya cerita rakyat yang bersifat 
nonim itu perluasannya secara lisan (leluri). Menurut catatan sejarah sastra Indonesia penu
lisan cerita rakyat dilakukan oleh Taman Bacaan Rakyat (Comisie vor de Inlander School)
ysng bertujuan untuk bahan bacaan  rakyat pada masa itu. Dengan cara seperti itulah maka
cerita rakyat di sebuah daerah dapat dikenal oleh rakyat di daerah lain, dan ini merupakan
sebuah keuntungan besar bagi masyarakat untuk saling mengenenal cerita rakyat yang terse
bar di seluruh penjuru bumi nusantara khususnya dan di penjuru dunia pada umumnya.
    Sebagaimana di sebut di atas misalnya cerita rakyat Parahyangan (Sunda), maka dikenal
juga rerita rakyat dari Bali, Sumatera, Sulawesi, dan yang paling populer adalah cerita 
akyat dari Jawa, yang dikenal dengan cerita Panji, dan beberapa cerita rakyat lain di Jawa
yang cukup terkenal baik cerita rakyat yang bernuansa ritual, pelipur lara dll.
Contoh:
Cerita Rakyat Jawa Timur yang populer di daerah Kediri "NYI DIWUT", cerita rakyat ini
biasanya dimainkan dalam tampilan saat bulanm purnama oleh seorang pawang sebagai
pertunjukan bagi anak-anak dan bernuansa pelipur lara. Dalam cerita rakyatnya diceritakan 
bahwa roh yang dimasukkan dalam tubuh manusia menjadi kawan bermain dengan tarian
dan nyanyian khusus yang bernuansa bermain bersama-sama anak desa di saat bulan
purnama. Cerita rakyat yang bernilai pelipur lara (hiburan) dan melibatkan masalah magis
ini menggambarkan bahwa masyarakat lama menyukai hal-hal yang berkaitan dengan hal
gaib, walaupun sampai pada hal-hal kecil sekalipun.

TUGAS :
1. Bagaimanakah menurutmu tentang keberadaan cerita rakyat hingga sampai saat ini?
2. Cuplik sebuah cerita rakyat dan analisislah cerita rakyat tersebut dari :
    a. kesan yang ditimbulkan dari cerita rakyat tersebut
    b. pengaruh positif apakah yang dimunculkan dari cerita tersebut
    c. bagaimanakah keberadaan cerita rakyat tersebut sampai saat ini 

33 komentar:

  1. Nama: farid
    Kelas: PCP'10/5
    1. setahu saya cerita rakyat sudah banyak berubah karena adanya pengaruh budaya luar ang mempengaruhi dan bisa membuat cerita rakyat semakin vakum karena adanya cerita-cerita modern juga.

    BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH
    Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya. Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidak kesepian lagi.
    2. a. kesannya kita bisa dapat mengerti bahwa serakah itu adalah hal yan tidak baik dan akan merugikan diri sendiri
    b. kita bisa menjadi orang yang sabar,dan menjalani hidup dengan ikhlas dan gembira. bahwa hidup sudah ada yang mengatur
    c. keberadaannya sampai saat ini masih cukup di kenal karena ceritanya yang menarik dan mengandung amanat yang sangat baik

    BalasHapus
  2. Nama : Moh. Mirza Ferizki
    Kelas / absen : PCPT '10 / 10

    1. Keberadaannya sudah tergantikan dengan cerita-cerita modern. Anak muda banyak yang tidak mengenali cerita rakyat.

    2. Legenda Karang Nini dan Bale Kambang

    Di desa Karangtunjang atau yang kini bernama desa Emplak, Jawa Barat, hiduplah seorang suami istri bernama Aki Ambu Kolot dan Nini Arga Piara. Sudah puluhan tahun mereka menikah, namun belum juga dkaruniai momongan. Meskipun demikian, pasangan suami istri tersebut senantiasa hidup rukun dan damai. Mereka saling menyayangi satu sama lain. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Aki Ambu Kolot setiap hari menjelang malam pergi ke laut memancing ikan dan baru pulang pada esok harinya. Hasil tangkapannya dijual ke pasar atau ditukar dengan kehidupan hidup lainnya. Jika memperoleh hasil tangkapannya melimpah, sebagian dibuat ikan asin oleh Nini Arga Piara


    a. Cerita ini menimbulkan kesan sedih terhadap ceritanya yang berakhir dengan akhir yang sedih.

    b. Pengaruh positifnya cerita ini menceritakan tentang kesetiaan seseorang dan bagaimana kesetiaan seseorang bisa membuatnya sampai seperti itu.

    c. Saya rasa keberadaan cerita rakyat ini sudah banyak tidak dikenal orang masyarakat terutama anak muda jaman sekarang.

    BalasHapus
  3. Nama : Moh. Mirza Ferizki
    Kelas / Absen : PCPT '10 / 10

    sumber dari cerita saya diatas ada dari http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore.php?ac=236&l=asni-dan-mirah

    BalasHapus
  4. Farid PCP'10/5
    Sumber dari cerita rakyat Bawang merah dan Bawang putih : http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore.php?ac=237&l=bawang-merah-dan-bawang-putih

    BalasHapus
  5. Nama : Moh. Mirza Ferizki
    Kelas / Absen : PCPT '10 / 10

    maaf pak, sumber ceritanya seharusnya di sini http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore.php?ac=242&l=legenda-karang-nini-dan-bale-kambang

    BalasHapus
  6. Nama : Rigen Adi Kowara
    No : 15
    Kelas: PCP '10

    Cerita:
    Pada jaman dahulu, di Tasikmalaya ada sepasang suami istri di daerah Tasikmalaya. Pada suatu hari mereka menemukan seekor harimau kecil yang ditinggal mati oleh induknya. Ternyata hewan itu tahu diri, ia menjadi penurut kepada sepasang suami istri itu. Harimau itu tumbuh menjadi besar, ia cerdas dan tangkas. Harimau itu dipanggil si Loreng. . Pada suatu siang yang terik, istri petani pergi kesawah untuk mengirim makanan kepada suaminya Melihat kedatangan istrinya si suami segera menghentikan pekerjaannya. Ia segera menghampiri istrinya di danau. Disana si suami melahap makanan yang dihidangkan istrinya.
    Baru saja selesai makan dan minum, tiba-tiba mereka mendengar suara gerengan si Loreng. Si Loreng nampak lari pontang-panting, melewati pematang sawah terus menuju ke dangau. Si Loreng mengibaskan ekornya berkali-kali dengan lembut sebari mengosok-gosokkan badannya kepada suami istri itu. Melihat loreng berlumuran darah, sang suami langsung menebas kepala si Loreng karena mengira Loreng menerkam anaknya, matilah seketika si Loreng. Kedua suami itu datang ke rumah dan masih melihat anaknya masih hidup. Mereka baru tahu bahwa Loreng telah menyelamatkan anaknya dari terkaman ular. Menurut kepercayaan mereka yang berasal dari desa Panyalahan, sampai sekarang senjata apapun tidak mempan untuk membunuh harimau, hal ini terjadi karena di desa Penyalahan pernah terjadi peristiwa mengenaskan yaitu seekor harimau yang tidak bersalahan dibunuh karena salah sangka.

    Sumber : http://ririnikarnium.blogspot.com/2010/10/cerita-rakyat-harimau-yang-malang.html

    1. Keadaan cerita rakyat saat ini menurut saya sungguh mengkhawatirkan, adanya cerita-cerita modern yang lebih menarik mebuat orang-orang sekarang lebih memilih hal yang lebih fresh daripada hal yang mereka anggap sudah ketinggalan jaman, membuat cerita rakyat terpinggirkan. Walau masih ada beberapa cerita yang tersisa, namun posisinya sudah sangat mengkhawatirkan.

    2. Cerita Rakyat 'Si Loreng'

    a. Kisah ini memberi pelajaran kepada kita agar tidak betindak gegabah dalam melakukan segala sesuatu hal, berpikirlah dengan cermat sebelum mengambil tindakan yang nantinya bisa merugikan diri kita sendiri atau bahkan orang & makhluk hidup lain.
    b. Pengaruh positifnya terhadap kita adalah berpikir lebih cermat dalam mengambil sebuah keputusan dan tidak gegabah sangatlah menguntungkan.
    c. Berdasarkan cerita diatas, cerita ini keberadaannya masih ada dan bahkan desa tersebut masih ada dan disebut dengan desa penyalahan.

    BalasHapus
  7. Anisa Dyan Pratiwi PCP'10/2


    1. Bagaimana pendapat mu tentang keberadaan cerita rakyat hingga sampai saat ini?
    Menurut pendapat saya, cerita rakyat terutama di Indonesia saat ini sudah hampir jarang di dengar oleh anak-anak muda, bahkan saya sendiri hanya mengetahui beberapa cerita rakyat saja, kurangnya pengenalan kepada anak-anak oleh orang tua adalah penyebab utamanya. Apalagi pemerintah juga kurang berperan dalam pengenalan cerita rakyat ini. Dampak dari globalisasi juga sebagai penyebabnya, banyak anak-anak muda yang kurang mencintai negerinya sendiri sehingga tidak mau mengenalnya.

    2. Amat Mude adalah seorang putra mahkota dari Kerajaan Alas, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Sebagai pewaris tahta kerajaan, ia berhak menjadi Raja Negeri Alas. Namun karena ia masih kecil dan belum sanggup mengemban tugas sebagai raja, maka untuk sementara waktu tampuk kekuasaan dipegang oleh pakcik (paman)-nya. Pada suatu hari, sang Pakcik membuang Amat Mude dan ibunya ke sebuah hutan, karena tidak ingin kedudukannya sebagai Raja Negeri Alas digantikan oleh Amat Mude.
    Sumber:•Isi cerita diadaptasi dari L.K. Ara. 1995. Cerita Rakyat dari Aceh. Jakarta: Grasindo.
    •Anonim. “Aceh”, http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh, diakses tanggal 26 November 2008.
    •Tenas Effendy. 2006. Tunjuk Ajar Melayu. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Penerbit AdiCita Karya Nusa.
    -. http://ceritaasliindonesia.blogspot.com/2009/12/putra-mahkota-amat-mude.html

    Saya mengambil sebuah cerita rakyat berjudul Putra Mahkota Amat Mude berasal dari Nanggore Aceh Darussalam
    a. Kesan yang ditimbulkan dari cerita rakyat tersebut adalah dapat membuat kita menjadi selalu berusaha, dan termotivasi atas kebaikan Amat Mude. Berawal dari kesedihan dan berakhir dengan bahagia.
    b. Pengaruh positif salah satunya adalah keutamaan sifat tabah dan giat berusaha. Sifat ini tercermin pada sikap permaisuri dan Amat Mude yang senantiasa bersikap tabah menghadapi penderitaan dan selalu giat berusaha. Akhirnya mereka menjadi kaya dan hidup bahagia. Selain itu pelajaran lain yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah bahwa jika perbuatan jahat seseorang dibalas dengan kebaikan, maka suatu saat orang yang berbuat jahat tersebut akan menyadari perbuatan jahatnya dan akan berbuat baik. Hal ini tergambar pada sikap dan perilaku Raja Muda yang selalu berniat jahat kepada Amat Mude, namun Amat Mude senantiasa membalas niat jahatnya tersebut dengan kebaikan. Akhirnya, Raja Muda pun menyadari perbuatannya dan menobatkan Amat Mude menjadi Raja Negeri Alas.
    c. Keberadaan cerita rakyat ini sudah jarang didengar, bahkan saya tidak pernah mendengar cerita ini di dalam masyarakat seluruh Indonesia.

    BalasHapus
  8. nama: Laras S.Y
    kelas: PCP/09

    1.Legenda atau cerita rakyat adalah cerita pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Roro Jonggrang, Timun Mas, Si Pitung dan Legenda Danau Toba merupakan sederetan cerita rakyat yang ada di Indonesia.
    Setelah sempat menghilang dari keramaian, cerita rakyat saat ini mulai dibuat lebih menarik dengan kecanggihan tekonologi yang ada. Meskipun begitu cerita rakyat masih kalah menarik dengan kartun-kartun modern yang ada.

    2.Cerita rakyat : La Dana dan Kerbaunya
    (sumber: http://ceritarakyatindonesia.wordpress.com/2010/02/23/la-dana-dan-kerbaunya/)
    La Dana adalah seorang anak petani dari Toraja. Ia sangat terkenal akan kecerdikannya. Kadangkala kecerdikan itu ia gunakan untuk memperdaya orang. Sehingga kecerdikan itu menjadi kelicikan.
    Pada suatu hari ia bersama temannya diundang untuk menghadiri pesta kematian. Sudah menjadi kebiasaan di tanah toraja bahwa setiap tamu akan mendapat daging kerbau. La Dana diberi bagian kaki belakang dari kerbau. Sedangkan kawannya menerima hampir seluruh bagian kerbau itu kecuali bagian kaki belakang.
    Lalu La Dana mengusulkan pada temannya untuk menggabungkan daging-daging bagian itu dan menukarkannya dengan seekor kerbau hidup. Alasannya adalah mereka dapat memelihara hewan itu sampai gemuk sebelum disembelih. Mereka beruntung karena usulan tersebut diterima oleh tuan rumah.
    Seminggu setelah itu La Dana mulai tidak sabar menunggu agar kerbaunya gemuk. Pada suatu hari ia mendatangi rumah temannya, dimana kerbau itu berada, dan berkata “Mari kita potong hewan ini, saya sudah ingin makan dagingnya.” Temannya menjawab, “Tunggulah sampai hewan itu agak gemuk.” Lalu La Dana mengusulkan, “Sebaiknya kita potong saja bagian saya, dan kamu bisa memelihara hewan itu selanjutnya.” Kawannya berpikir, kalau kaki belakang kerbau itu dipotong maka ia akan mati. Lalu kawannya membujuk La Dana agar ia mengurungkan niatnya. Ia menjanjikan La Dana untuk memberinya kaki depan dari kerbau itu.
    Seminggu setelah itu La Dana datang lagi dan kembali meminta agar bagiannya dipotong. Sekali lagi kawannya membujuk. Ia dijanjikan bagian badan kerbau itu asal La Dana mau menunda maksudnya. Baru beberapa hari berselang La Dana sudah kembali kerumah temannya. Ia kembali meminta agar hewan itu dipotong.
    Kali ini kawannya sudah tidak sabar, dengan marah ia pun berkata, “Kenapa kamu tidak ambil saja kerbau ini sekalian! Dan jangan datang lagi untuk mengganggu saya.” La dana pun pulang dengan gembiranya sambil membawa seekor kerbau gemuk.
    a. Kesan yang ditimbulkan dalam cerita rakyat di atas adalah:
    La Dana terkesan cerdik sekali dan selalu beruntung. Tetapi La Dana juga terkesan tidak sabaran, licik, ingin menang sendiri dan egois. Hal ini terlihat saat La Dana mulai tak sabar dan meminta bagiannya pada temannya.

    b. Pengaruh positif:
    Dari cerita di atas bisakita petik pelajaran-pelajaran yang baik. Cerita di atas mengajarkan kita untuk tidak memanfaatkan kepandaian kita untuk hal-hal yang buruk dan berbuat licik.

    c. Keberadaan cerita tersebut sampai saat ini:
    Cerita ini kurang dikenal oleh kebanyakan masyarakat saat ini.

    BalasHapus
  9. Nama : Satrio Herlambang Adi Pangestu
    Kelas : PCPT ’10 / 16
    Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing di Nusa Tenggara Barat hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain. Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi.Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja.Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Mereka menangis sejadi-jadinya. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq.Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Syahdan doa itu terjawab. Ia diberi kekuatan gaib. dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. Ajaib, dengan menebaskan sabuknya batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong olrh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker.Sedangkan kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya.
    (kutipan cerita rakyat : Batu Golog)

    1. Menurut saya cerita rakyat telah mengalami banyak pergesaran. Cerita rakyak pada umumnya beramanat positif, namun pergeseran itu membuat sedikit perbedaan pada penafsiran, karena pada jaman sekarang orang-orang lebih bermai pada pemikiran yang ilmiah.

    2. a. Kesan yang kita petik adalah : Kita harus selalu teliti dalam berbuat, dan tidak boleh meremehkan hal sekecil apapun.

    b. pengaruh positifnya adalah kita pasti menemukan hikmah di balik kesusahan.
    c. cerita ini cukup populer sampai saat ini.

    dikutip dari : www.google.com

    BalasHapus
  10. Renanda Kusumastuti PCP'10/14


    1. Cerita rakyat sampai saat ini kurang dikembangkan karena sudah banyaknya cerita-cerita yang lebih modern(sinetron/film) sehingga masyarakat lebih menyukai cerita-cerita tersebut, dan kurang memperhatikan keadaan cerita rakyat. Kebanyakan dari rakyat sekarang lebih mengembangkan cerita dari kebudayaan Negara lain.

    2. Pulau Bintan merupakan pulau yang terbesar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Di Pulau ini terdapat Kota Tanjung Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini dihuni oleh berbagai macam suku-bangsa seperti Melayu, Tionghoa, Minang, Batak, Jawa dan lain-lain. Dahulu, di Pulau Bintan juga pernah berdiam sekelompok suku-bangsa yang terkenal dengan nama Suku Sampan atau Suku Laut. Terkait dengan hal ini, ada sebuah cerita rakyat yang masih hidup dan berkembang di kalangan masyarakat Kepulauan Riau, khususnya masyarakat Bintan. Cerita ini berkisah tentang Batin Lagoi, pemimpin Suku Laut atau Suku Sampan di Pulau Bintan, yang menemukan seorang bayi perempuan di semak-semak pandan di tepi laut. Batin Lagoi kemudian mengangkat bayi itu sebagai anak dan diberinya nama Putri Pandan Berduri.

    Batin Lagoi mengasuh Putri Pandan Berduri seperti layaknya seorang putri raja. Setiap hari Batin Lagoi mengajarinya budi pekerti luhur, sehingga ia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan berbudi bahasa lembut. Kecantikan dan keelokan budi Putri Pandan Berduri mengundang decak kagum para pemuda kampung di Bintan. Namun, tak seorang pun yang berani meminangnya, karena Batin Lagoi menginginkan putrinya menjadi istri seorang anak raja atau megat.
    Sumber:
    1. http://folktalesnusantara.blogspot.com/2009/02/putri-pandan-berduri-asal-mula.html
    2. Isi cerita diringkas dari Azmi. Putri Pandang Berduri: Asal Mula Persukuan di Pulau Bintang. 2005. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.
    Anonim. “Pulau Bintan,” (http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Bintan, diakses tanggal 8 November 2006.
    Effendy, Tennas, 1994/1995. `Ejekan` terhadap Orang Melayu Riau dan Pantangan Orang Melayu Riau. Riau: Bappeda Tingkat I Riau.

    a. Kesan tentang cerita rakyat tersebut dapat memberikan pelajaran tentang sifat seseorang kepada orang lain dapat menjadikan motivasi untuk menjadi orang yang baik.
    b. Nilai-nilai moral yang dapat diambil pelajaran dalam cerita di atas adalah keutamaan perangai yang baik dan pantangan bersikap sombong. Sifat berperangai baik tercermin pada sikap dan perilaku Putri Pandan Berduri dan Jenang Perkasa. Mereka selalu bertutur kata yang lembut, sopan dan santun, sehingga mereka banyak disenangi orang. Sikap dan perilaku mereka tersebut patut untuk dijadikan sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara sifat sombong tercermin pada sifat Julela yang selalu merendahkan adiknya, Jenang Perkasa. Kesombongannya pun semakin menjadi setelah diangkat menjadi Batin Galang. Oleh karena sifatnya tersebut, ia dijauhi oleh masyarakat. Bahkan adiknya sendiri pergi meninggalkannya. Besarnya akibat buruk yang ditimbulkan oleh sifat sombong, sehingga sifat ini sangat dipantangkan dalam kehidupan orang Melayu. Bagi mereka, orang yang sombong dan angkuh akan terkucilkan dalam masyarakat. Banyak petuah amanah yang menyebutkan tentang akibat buruk dari sifat sombong dan angkuh.
    c. Keberadaan cerita rakyat ini kurang terkenal karena tidak terpublikasikan ke masyarakat luas.

    BalasHapus
  11. Nama: Rachmad Firdhaus Pujiantara
    Kelas/no: PCP’10 / 13
    BATU MENANGIS
    Alkisah, di sebuah desa terpencil di daerah Kalimantan Barat, Indonesia, hiduplah seorang janda tua dengan seorang putrinya yang cantik jelita bernama Darmi. Merekatinggal di sebuahgubuk yang terletak di ujung desa .Sejak ayah Darmi meninggal, kehidupan mereka menjad isusah. Ayah Darmi tidak meninggalkan harta warisan sedikit pun. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, ibu Darmi bekerja di sawah atau ladang orang lain sebagai buruh upahan.

    Sementara putrinya, Darmi, seorang gadis yang manja. Apapun yang dimintanya harus dikabulkan. Selain manja, ia juga seorang gadis yang malas. Kerjanya hanya bersolek dan mengagumi kecantikannya di depan cermin. Setiap sore ia selalu hilir-mudik di kampungnya tanpa tujuan yang jelas, kecualihanya untuk mempertontonkan kecantikannya. Iama sekali tidak mau membantu ibunya mencari nafkah. Setiap kali ibunya mengajaknya pergi kesawah, ia selalu menolak.
    http://folktalesnusantara.blogspot.com/2009/02/batu-menangis.html


    1. Menurut saya keberadaan cerita rakyat pada saat ini sudah cukup terabaikan. Karena pada realitanya pada saat ini masyarakat lebih mementingkan trend dan pada saat ini sudah sangat banyak cerita baru yang akhirnya menggeser cerita rakyat yang sudah lama terabaikan.

    2. A. Kesan yang ditimbulkan dari cerita rakyat “Batu Menangis” adalah:
    a. Kesan dimana kedurhakaan seorang anak ke pada ibunya yang akhirnya membawa petaka pada anak itu tersebut.
    b. Kesan dimana seorang ibu sangat dilecehkan atau diperbudak oleh anaknya sendiri.
    c. Kesan masyararakat sekitar yang mengira bahwa ibu tadi tersebut adalah seorang budak dari anak tersebut.
    d. Kesan harmonis pada akhir cerita yang ditimbulkan karena seorang anak perempuan yang dikutuk oleh ibunya karena kesalahan anak itu tsb yang akhirnya menjadi batu yang menangis.
    B. Pengaruh positif dari cerita rakyat tersebut adalah semakin membuat anak-anak di dunia ini agar lebih berhati- hati dan menghargai orang tua.
    C. Keberadaan cerita rakyat tersebut saat ini sangat diacuhkan masyarakat karena pada dasarnya masyarakat saat ini tidak belajar dari sejarah yang cenderung lbh dilupakan.

    BalasHapus
  12. Nama : Hafieludin Y R
    Kelas : PCP’10
    Absen: 07

    Buaya Putih Dari Maluku

    Dahulu kala dilokasi tersebut merupakan sebuah desa/perkampungan. Warga desa tersebut hidup sejahtera dan mempunyai tali persaudaraan yang kuat, sehingga tidaklah aneh jika semua warga didesa tersebut saling mengenal pribadi satu sama lain. Sampai suatu ketika terjadi kejadian yang diluar dugaan.

    Seorang bapak menghamili anaknya sendiri. Kejadian tersebut akhirnya diketahui masyarakat sekitar dan membuat seluruh warga marah. Mereka mengutuk sang ayah dan anak tersebut dan mengusir mereka dari desa. Karena terpaksa dan merasa malu maka ayah dan anak tersebut pergi meninggalkan desa. Ketika mereka melangkahkan kaki pergi dari desa suatu kejadian aneh terjadi.

    Konon katanya seketika tempat mereka (ayah dan anak itu) berpijak terbelah akibat gempa dahsyat secara tiba-tiba. Sang penguasa murka dan menghukum ayah, anak, beserta desa tersebut menjadi dua buah danau. Satu danau besar yang kemudian disebut tolire besar (lamo) yang menggambarkan sang ayah. Satu lagi danau yang lebih kecil yang disebut tolire kecil (ici) yang mencerminkan sang anak.

    Sampai sekarang kedua danau tersebut masih ada sampai sekarang. Menurut masyarakat kedalaman danau Tolire tidak terukur

    Konon katanya para warga desa tersebut sekarang berubah menjadi buaya putih yang melindungi danau sampai sekarang. Penduduk setempat meyakini danau tersebut dihuni oleh ratusan buaya putih berukuran sekitar 10 meter yang kerap kali menampakkan dirinya. Itu sebabnya mengapa pengunjung dilarang berendam, berenang, bahkan memancing di danau Tolire, karena mereka percaya barang siapa yang mengganggu danau akan menjadi mangsa buaya putih.
    http://rensenpelawi.blogspot.com/2010/03/legenda-indonesia-buaya-putih-dari.html

    1. Menurut saya cerita rakyat jarang dikenal oleh pemuda pada zaman sekarang karena pemuda sekarang lebih menyukai cerita cerita moderen yang lebih bagus . Namun karena efek dari cerita rakyat pada zaman dahulu berdampak pada zaman sekarang . Contohnya pada kisah kisah certa rakyat zaman dahulu seorang ibu tiri dikisahkan selalu jahat , namun karena itu ibu tiri tidak mau berbuat jahat pada zaman sekarang karena itu semua dampak dari kisah cerita rakyat

    2. a. Kesan yang kita petik adalah : Seorang ayah tidak boleh menghamili anaknya karena merupakan darah dagingnya sendiri

    b. pengaruh positifnya adalah Semua pebuatan yang kita lakukan pasti ada akibatnya . Maka itu kita harus berhati hati dalam melakukan suatu perbuatan

    c.keberadaan cerita ini sekarang sudah mulai hilang,banyak masyarakat yang tidak mengenalnya
    jika tidak di lestarikan dan dikenalkan pada masyarakat maka cerita ini akan hilang

    BalasHapus
  13. Nama: Feisal Alfi Nusha
    Kelas/no.absen: PCPT’10/06

    Asal Usul Kota Banyuwangi
    September 3, 2008 pada 11:32 am
    Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya.
    “Kemana seekor kijang tadi?”, kata Raden Banterang, ketika kehilangan jejak buruannya. “Akan ku cari terus sampai dapat,” tekadnya. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun, binatang buruan itu tidak ditemukan. Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini,” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita.

    1) Keberadaan cerita rakyat pada saat ini mulai pudar atau menghilang seiring dengan hadirnya cerita modern seperti komik, novel, artikel dll. Mungkin ada beberapa cerita rakyat yang masih tetap ada kehadirannya atau masih sering dibicarakan atau diceritakan oleh seseorang.
    2) A) kesan yang ditimbulkan oleh cerita rakyat diatas adalah:
    Pangeran terlalu cepat menyimpulkan pembicaraan dari kakak kandung istrinya itu, karena mr.x takut kehilngan harta kekayaannya.

    B) pengaruh positif dari cerita rakyat diatas adalah:
    Kita harus mempercayai seseorang yang belum tentu ia salah. Agar penyesalan dikemudian hari tidak terjadi seperti sang pangeran yang kehilangan istrinya.

    C) keberadaan cerita tersebut pada saat ini:
    Keberadaan cerita tersebut pada saat ini sedikit orang yang mengetahui meskipun cerita tersebut merupakan cerita asal usul suatu daerah.

    BalasHapus
  14. Nama :Feisal Alfi Nusha
    Kelas:PCPT'10
    Absen:06

    maaf pak katinggalan sumbernya..
    http://legendakita.wordpress.com/2008/09/03/asal-usul-kota-banyuwangi/

    BalasHapus
  15. Cerita Rakyat: "Timun Emas"
    Di suatu desa hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok Sarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa membantunya bekerja.
    Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. “Hei, mau kemana kamu?”, tanya si Raksasa. “Aku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah aku lewat”, jawab mbok Sarni. “Hahahaha.... kamu boleh lewat setelah kamu memberiku seorang anak manusia untuk aku santap”, kata si Raksasa. Lalu mbok Sarni menjawab, “Tetapi aku tidak mempunyai anak”.
    Setelah mbok Sarni mengatakan bahwa dia tidak punya anak dan ingin sekali punya anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. Raksasa itu berkata, “Wahai wanita tua, ini aku berikan kamu biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman rumahmu, dan setelah dua minggu kamu akan mendapatkan seorang anak. Tetapi ingat, serahkan anak itu padaku setelah usianya enam tahun”.
    Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya , dan setelah dibelah ternyata isinya adalah seorang bayi yang sangat cantik jelita. Bayi itu kemudian diberi nama timun emas.
    Semakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat gembira sekali karena rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya bisa selesai dengan cepat karena bantuan timun emas.
    Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian mbok Sarni berkata, “Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak ini, maka semakin enak untuk di santap”. Si Raksasa pun setuju dan meninggalkan rumah mbok Sarni.
    Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, karena itu tiap hari mbok Sarni mencari akal bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. Hati mbok Sarni sangat cemas sekali, dan akhirnya pada suatu malam mbok Sarni bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu agar timun emas menemui petapa di Gunung.Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika itu hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan mudah dilalui si raksasa. Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya raksasapun mati.
    Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, karena sudah diselamatkan dari raksasa yang kejam. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sarni hidup bahagia dan damai.

    http://www.ceritaanak.org/index.php?option=com_content&view=article&id=45:cerita-dongeng-anak-2&catid=36:cerita-rakyat&Itemid=56

    TUGAS :
    1. Bagaimanakah menurutmu tentang keberadaan cerita rakyat hingga sampai saat ini?
    2. Cuplik sebuah cerita rakyat dan analisislah cerita rakyat tersebut dari :
    a. kesan yang ditimbulkan dari cerita rakyat tersebut
    b. pengaruh positif apakah yang dimunculkan dari cerita tersebut
    c. bagaimanakah keberadaan cerita rakyat tersebut sampai saat ini bertema sinetron

    1. Menurut saya cerita rakyat sudah mulai hilang dari kehidupan anak jaman skarang , karena anak jaman sekarang sudah terpengaruh televisi, tetapi bukan televisi yang menceritakan cerita rakyat melainkan televisi yang
    2. Cerita TIMUN MAS
    A. Cerita tersebut membicarakan tentang kerja keras yang menghasilkan sesuatu yang berguna

    B. Janganlah kalian berbuat jahat kepada orang lain, karena hal tersebut dapat menjadi celaka
    Jika kita berusaha dalam menjalani cobaan, insyaAllahakan dapat diselesaikan dengan baik
    Dan juga kerja keras akan membinasakan orang jahat
    C. Keberadaan cerita ini kurang diketahui oleh masyarakat karena cerita ini di anggap tak berarti dikalangan anak muda jaman sekarang .

    BalasHapus
  16. Nama : Hanindito saktya Pradipta
    Kelas: PCP'10
    No : 8

    BalasHapus
  17. Nama : Canindera Costa
    Kelas : PCP 2010
    nomor : 04

    1. Menurut saya, keberadaan cerita rakyat saat ini semakin memudar dan punah karena banyaknya cerita-cerita baru yang lebih modern dan disukai oleh remaja-remaja di Indonesia tanpa adanya hal-hal mistis dalam cerita modern tersebut, sehingga dapat mudah dipahami oleh para pembacanya.

    SI SIGARLAKI DAN SI LIMBAT

    Sigarlaki mempunyai seorang pelayan yang sangat setia yang bernama Limbat. Hampir semua pekerjaan yang diperintahkan oleh Sigarlaki dikerjakan dengan baik oleh Limbat. Meskipun terkenal sebagai pemburu yang handal, pada suatu hari mereka tidak berhasil memperoleh satu ekor binatang buruan. Kekesalannya akhirnya memuncak ketika Si Limbat melaporkan pada majikannya bahwa daging persediaan mereka di rumah sudah hilang dicuri orang.
    Tanpa pikir panjang, si Sigarlaki langsung menuduh pelayannya itu yang mencuri daging persediaan mereka. Si Limbat menjadi sangat terkejut. Tidak pernah diduga majikannya akan tega menuduh dirinya sebagai pencuri.
    Lalu Si Sigarlaki meminta Si Limbat untuk membuktikan bahwa bukan dia yang mencuri. Caranya adalah Sigarlaki akan menancapkan tombaknya ke dalam sebuah kolam. Bersamaan dengan itu Si Limbat disuruhnya menyelam. Bila tombak itu lebih dahulu keluar dari kolam berarti Si Limbat tidak mencuri. Apabila Si Limbat yang keluar dari kolam terlebih dahulu maka terbukti ia yang mencuri.

    Dengan berat hati Si Limbat pun akhirnya mengikuti perintah majikannya. Baru saja menancapkan tombaknya di kolam, tiba-tiba kaki Sigarlaki digigit oleh seekor kepiting besar. Iapun menjerit kesakitan dan tidak sengaja mengangkat tombaknya. Dengan demikian akhirnya Si Limbat yang menang. Ia berhasil membuktikan dirinya tidak mencuri. Sedangkan Sigarlaki karena sembarangan menuduh, terkena hukuman digigit kepiting besar.
    (Diadaptasi secara bebas dari Drs. J Inkiriwang dkk, "Sigarlaki dan si Limbat," Dept. P dan K, Cerita Rakyat Daerah Sulawesi Utara, Jakarta: Dept. P dan K, 1978/1979)
    Sumber : http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/budaya_bangsa/Cerita_Rakyat/default.htm

    2a. kesan yang ditimbulkan dari cerita tersebut:
    Si Sigarlaki sebagai majikan terlalu cepat menuduh Si Limbat sebagai pelayan yang mencuri daging persediaan di rumahnya tanpa ada bukti.

    2b. pengaruh positif dari cerita rakyat tersebut adalah:
    Menjadi orang tidak boleh terlalu cepat menuduh orang hanya karena keadaan fisik atau ekonominya.

    2c. keberadaan cerita rakyat tersebut pada saat ini :
    Cerita rakyat ini tidak banyak diketahui masyarakat Indonesia karena tidak terlalu populer di daerah Sulawesi Utara meskipun cerita rakyat ini berlasal dari daerah tersebut

    BalasHapus
  18. Nama : Naufal Dyaksa Henanta
    Kelas : PCPT’10/12
    ASAL USUL SURABAYA

    Dahulu, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara ikan hiu Sura dengan Buaya. Meraka berkelahi hanya karena berebut mangsa. Keduanya sama-sama kuat,sama-sama tangkas,sama-sama cerdik,sama-sama ganas,dan sama-sama rakus.Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah Akhirnya mereka mengadakan kesepakatan.
    pada suatu hari, ikan Hiu Sura mencari mangsa di sungai. Hal ini di lakukan dengan sembunyi-sembunyi agar Buaya tidak mengetahui. Mula-mula hal ini tidak ketahuan. Tetapi pada suatu hari Buaya memergoki perbuatan ikan Hiu Sura ini. Tentu saja Buaya sangat marah melihat ikan Hiu Sura melanggar janjinya.
    Pertarungan sengit antara Ikan Hiu Sura dan Buaya terjadi lagi.Pertarungan kali ini semakin seru dan dahsyat.Saling menerjang dan menggigit,saling menggigit dan memukul. Dalam waktu sekejap,air di sekitarnya menjadi merah oleh darah yang di keluar dari luka-luka kedua binatang itu.Mereka terus bertarung mati-matian tanpa istirahat sama sekali.
    Dalam pertarungan dahsyat ini,Buaya mendapat gigitan Ikan Hiu Sura di pangkal ekornya sebelah kanan.Selanjutnya,ekornya itu terpaksa selalu membelok ke kiri.Sementara ikan Sura juga tergigit ekornya hingga hamper putus lalu Ikan Sura kembali ke lautan.Buaya puas telah dapat pertahanan kan daerahnya.
    Pertarungan antara Ikan hiu yang bernama sura dengan buaya ini sangat berkesan dihati masyarakat Surabaya. Oleh karena itu nama Surabaya selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa ini. Dari peristiwa inilah kemudian dibuat lambing Kota Madya Surabaya yaitu gambar Ikan Sura dan Buaya.

    1. Bagaimanakah menurutmu keberadaan cerita rakyat hingga sampai saat ini?

    Menurut saya keberadaan cerita rakyat sampai saat ini masih cukup populer, karena masyarakat masih menceritakannya kepada anak-anak mereka. Jadi cerita rakyat bersifat turun temurun, dari lisan ke lisan.

    2. A. Kesan yang ditimbulkan dari cerita rakyat tersebut :
    Cerita sura dan baya ini berkesan kekerasan, karena memperebutkan wilayah kekuasaan dengan berkelahi.
    B. Pengaruh positifnya, kita harus bisa menjaga kepercayaan orang.
    C. saya rasa cerita ini banyak dikenal orang karena kota surabaya termasuk kota besar.


    Sumber : www.google.com

    BalasHapus
  19. TUGAS HALAMAN I
    Nama : Amelia Ramadhani
    Kelas : PCPT 2010
    No : 01

    1.Bagaimanakah menurutmu tentang keberadaan cerita rakyat hingga sampai saat ini?
    Menurut saya, cerita rakyat pada masa kini kurang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Jarang masyarakat Indonesia yang tau berbagai macam cerita rakyat. Faktanya, di Indonesia telah terdapat buku-buku yang lebih menarik dibanding cerita rakyat. Contohnya; novel, komik,tabloid, majalah, dll. Cerita rakyat biasanya juga pernah kita jumpai di beberapa stasiun televisi di Indonesia. Namun, ceritanya tidak sesuai dengan cerita yang sesungguhnya. Bahkan, jarang pula masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan cerita rakyat yang telah di filmkan tersebut, apalagi yang berupa tulisan.

    2.Cerita “Asal Mula Selat Bali”
    Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.

    Meskipun Manik Angkeran mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, "Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernara Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau mernberi sedikit hartanya."

    BalasHapus
  20. TUGAS HALAMAN II
    Nama : Amelia Ramadhani
    Kelas : PCPT 2010
    No. : 01

    Lanjutan.....
    Tentu saja tidak lama kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra. Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.

    Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.

    Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama.

    Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya. Sekarang tempat itu menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.

    http://ceritaasliindonesia.blogspot.com/2009/12/manik-angkeran-asal-mula-selat-bali.html

    a. Kesan yang ditimbulkan dari cerita rakyat tersebut?
    Kesan saya terhadap cerita tersebut adalah kita harus bisa menghargai apapun yang dilakukan orang tua kita terhadap kita, kita sebagai anak tidak boleh mendustai orang tua kita. Jika, kita mendustai/mendurhakai orang tua kita. Suatu saat, kita pasti akan mendapatkan hukuman atas semua dosa yang kita lakukan kepada orang tua kita.

    b. Pengaruh positif apakah yang dimunculkan dari cerita tersebut?
    Pengaruh positifnya menurut saya adalah agar kita dapat menghargai dan menghormati apa yang dilakukan oleh orang tua kita. Dan pada cerita tersebut, saya sangat kagum pada pengorbanan dan kegigihan seorang ayah demi untuk menyelamatkan anaknya. Apapun akan ia lakukan asal membuat anaknya bahagia. Namun, anaknya tidak pernah menghargai pengorbanan ayahnya yang telah menyelamatkan hidupnya. Sebagai anak, dia seharusnya tidak mengulang untuk kesekian kalinya sebuah kesalahan. Tapi, anak itu pun pantas untuk mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya tersebut.

    c. Bagaimanakah keberadaan cerita rakyat tersebut sampai saat ini?
    Keberadaan cerita tersebut menurut saya kurang diketahui masyarakat. Saya pun awalnya tidak tahu tentang keberadaan cerita tersebut. Cerita rakyat ini juga jarang dibaca atau diketahui pleh masyarakat Indonesia.

    BalasHapus
  21. Nama: Arief Rahmawan
    Kelas: PCP’2010
    Judul: Asal Usul Reog Ponorogo

    Singo Barong dan Kelana Suwandana adalah dua orang saudara seperguruan yang telah lama menjadi musuh bebuyutan. Permusuhan keduanya makin meruncing saat mereka secara bersamaan mengikuti sebuah sayembara dengan tiga persyaratan yang sangat mustahil untuk dipenuhi.
    Pada sayembara dimana pemenangnya bisa menikahi putri cantik Sanggalangit yang juga anak penguasa terkemuka di Kediri, peserta diharuskan mempersembahkan tiga syarat yaitu seratus empatpuluh empat ekor kuda kembar lengkap dengan penunggangnya yang tampan, mahluk berkepala dua, dan tontonan menarik yang belum pernah disaksikan siapapun.
    Iri Singo Barong makin menjadi saat tahu saingannya berhasil mendapatkan seratus empatpuluh empat ekor kuda yang tidak cuma kembar namun juga memiliki surai dan ekor berwarna emas. Dengan licik, ia memerintahkan orang kepercayaannya untuk merebut persyaratan pertama yang telah sukses dipenuhi Kelana Suwandana tersebut.
    Akibatnya terjadi pertempuran sengit yang memakan banyak korban dari kedua belah pihak, bahkan akhirnya Singo Barong dan Kelana Suwandana harus berhadapan dan bertarung. Singo Barong nyaris saja menang, sayang matahari terbit yang menjadi pantangannya keburu muncul.
    Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Kelana Suwandana, yang berhasil mengubah sosok Singa Barong menjadi mahluk berkepala dua di akhir pertarungan mereka. Kepala yang pertama adalah singa, sementara yang kedua berwujud merak, mahluk peliharaan Singa Barong yang selama ini bertengger dikepalanya untuk membersihkan kutu di kepala pria itu.
    Siapa sangka, Singo Barong yang telah berubah wujud singa-merak membuat Kelana Suwandana sukses memenuhi syarat kedua. Untuk syarat ketiga, Kelana mengarak Singo Barong yang telah berubah wujud menjadi singa sambil diiringi gamelan unik yang terbuat dari bambu dan kayu.
    Pada akhirnya, Kelana Suwandana tampil sebagai pemenang. Tidak cuma menikahi Sanggalangit dan menjadi penguasa Kediri, ia juga mewariskan kesenian arak-arakan singa dan gamelan yang kini dikenal dengan nama Reog Ponorogo.

    1. Bagaimanakah menurutmu tentang keberadaan cerita rakyat hingga sampai saat ini?
    Menurut saya cerita rakyat hingga saat ini masih dikenal di berbagai kalangan. Untuk golongan orang tua, Mereka sering menggunakan cerita rakyat untuk menasehati anak-anaknya, karena cerita rakyat banyak mengandung unsur pendidikan. Di kalangan anak muda cerita rakyat dikenal melalui buku-buku cerita, novel atau tayangan-tayangan di televisi yang berisi cerita rakyat dalam versi modern. Di kalangan anak-anak, cerita rakyat dibuat dalam cerita bergambar, sehingga menarik untuk dibaca. Selain mengandung unsur pendidikan, cerita rakyat biasanya ada unsur sejarah, sehingga mudah mengingat suatu tempat atau peristiwa di masa lalu.

    2.Cuplik sebuah cerita rakyat dan analisislah cerita rakyat tersebut dari :
    a.Kesan yang ditimbulkan dari cerita rakyat tersebut
    Perbuatan Singo Barong terhadap Kelana Suwandana terlalu berbahaya. Perbuatan itu sangatlah tidak baik dalam menyelesaikan sayembara itu karena seharusnya seorang peserta sayembara harus menyelesaikan persaratannya dengan jujur berusaha dan tanpa melukai orang lain.

    b. Pengaruh positif apakah yang dimunculkan dari cerita tersebut.
    Dalam persaingan seharusnya kita harus bersikap jujur, tidak boleh saling mencuri atau mengambil apa yang telah didapat untuk memenangkan persaingan tersebut. Dan kebenaran selalu menang dibandingkan kebohongan.

    c.Bagaimanakah keberadaan cerita rakyat tersebut sampai saat ini ?

    Cerita ini sangatlah terkenal di kalangan masyarakat Ponorogo maupun kalangan masyarakat Indonesia. Sampai-sampai Negara tetangga kita berupaya mengakui kalau reog Ponorogo adalah miliknya. Padahal Reog Ponorogo telah diakui oleh beberapa Negara bahwa Reog Ponorogo adalah budaya milik Negara Indonesia.

    Sumber: http://www.indosiar.com/sinopsis/66979/asal-mula-reog-ponorogo

    BalasHapus
  22. 1. Menurut pendapat saya cerita rakyat saat ini telah kalah bersaing dengan cerita-cerita modern ataupun dengan kartun-kartun yang berasal dari Jepang atau luar negeri.

    2. Cerita rakyat adalah kekayaan (budaya) berupa cerita yang dimiliki oleh setiap bangsa atau negara. Diamana setiap negara tersebut pasti memiliki cerita rakyat yang berbeda dengan negara lain.

    3. "Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas."
    Sumber: http://legendakita.wordpress.com/2007/11/02/legenda-si-malin-kundang-jadi-batu/
    .
    Amanat dari cerita tersebut adalah kita sebagai anak tidak boleh durhaka kepada orang tua yang telah melahirkan kita dan membesarkan kita.

    Nama : M. Dandy Brilliantono
    Kelas : PCPT 2010
    Absen : 11

    BalasHapus
  23. EVALUASI HASIL ANALISIS "CERITA RAKYAT"
    Pekerjaan yang sudah posting adalah peserta didik:
    Nomor Absen : 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,14,15,16
    Hasil : 1,2,7,8,9,14,15,16 (LULUS)
    Remidi: 3,4,5,6,10,11,12.
    Nomor Absen : 13 (TIDAK LULUS)

    Kesimpulan : 1. Cerita Rakyat nubgkin berupa
    DONGENG, tetapi dongeng belum
    tentu CERITA RAKYAT.
    Alasan : * Cerita rakyat dapat berupa dongeng
    yang dimiliki(dipatuhi)oleh masyara
    kat di daerah tertentu, bahkan meru
    pakan aset daerah tersebut
    Contoh: Reyog Ponorogo ( Ponorogo)
    Tiban (NTT,T.Agung)
    Karena menjadi aset atau kebanggaan maka cerita
    rakyat akan menjadi sakral atau dihormati bahkan
    menjadi kebanggaan di daerah(masyarakat) yang me
    rasa memilikinya.

    * Dongeng adalah cerita yang berkembang
    di tengah masyarakat tetapi tidak pas
    ti daerah mana yang memili, sehingga
    keberadaan dongeng tak ada satu dae
    rah pun yang merasa membanggakan atau
    memilikinya.
    Contoh: Bawang Merah Bawang Putih
    Malin Kundang
    Surabaya
    Banyuwangi
    CATATAN : (1)Pemabahaman Dongeng lebih luas dari
    pada cerita Rakyat.(2)Dongeng sebatas
    popularitas saja tetapi tidak ada
    nilai sakral/tabu bagi masyarakat
    Sedang cerita rakyat sebaliknya.
    (3) Dongeng lebih terkenal di kalangan
    masyarakat daripada Cerita rakyat.

    BalasHapus
  24. Nama: Rachmad Firdhaus Pujiantara
    Kelas/no: PCP’10 / 13
    BATU MENANGIS
    Alkisah, di sebuah desa terpencil di daerah Kalimantan Barat, Indonesia, hiduplah seorang janda tua dengan seorang putrinya yang cantik jelita bernama Darmi. Merekatinggal di sebuahgubuk yang terletak di ujung desa .Sejak ayah Darmi meninggal, kehidupan mereka menjad isusah. Ayah Darmi tidak meninggalkan harta warisan sedikit pun. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, ibu Darmi bekerja di sawah atau ladang orang lain sebagai buruh upahan.

    Sementara putrinya, Darmi, seorang gadis yang manja. Apapun yang dimintanya harus dikabulkan. Selain manja, ia juga seorang gadis yang malas. Kerjanya hanya bersolek dan mengagumi kecantikannya di depan cermin. Setiap sore ia selalu hilir-mudik di kampungnya tanpa tujuan yang jelas, kecualihanya untuk mempertontonkan kecantikannya. Iama sekali tidak mau membantu ibunya mencari nafkah. Setiap kali ibunya mengajaknya pergi kesawah, ia selalu menolak.
    http://folktalesnusantara.blogspot.com/2009/02/batu-menangis.html


    1. Menurut saya keberadaan cerita rakyat pada saat ini sudah cukup terabaikan. Karena pada realitanya pada saat ini masyarakat lebih mementingkan trend dan pada saat ini sudah sangat banyak cerita baru yang akhirnya menggeser cerita rakyat yang sudah lama terabaikan.

    2. A. Kesan yang ditimbulkan dari cerita rakyat “Batu Menangis” adalah:
    a. Kesan dimana kedurhakaan seorang anak ke pada ibunya yang akhirnya membawa petaka pada anak itu tersebut.
    b. Kesan dimana seorang ibu sangat dilecehkan atau diperbudak oleh anaknya sendiri.
    c. Kesan masyararakat sekitar yang mengira bahwa ibu tadi tersebut adalah seorang budak dari anak tersebut.
    d. Kesan harmonis pada akhir cerita yang ditimbulkan karena seorang anak perempuan yang dikutuk oleh ibunya karena kesalahan anak itu tsb yang akhirnya menjadi batu yang menangis.
    B. Pengaruh positif dari cerita rakyat tersebut adalah semakin membuat anak-anak di dunia ini agar lebih berhati- hati dan menghargai orang tua.
    C. Keberadaan cerita rakyat tersebut saat ini sangat diacuhkan masyarakat karena pada dasarnya masyarakat saat ini tidak belajar dari sejarah yang cenderung lbh dilupakan.
    10 Februari 2011 20.54
    pak saya sudah memposting diatasnya no 07,apa ada yg salah ya pak iwan dengan pekerjaan saya? terima kasih.

    BalasHapus
  25. Nama : farid rozaq l
    PCP'10/5
    1. menurut saya keberadaan cerita rakyat saat ini sangat memprihatinkan kaena cerita rakyat sudah hampir tidak ada namanya di kalangan anak muda jaman sekarang.karena adanya pengaruh budaya luar dan cerita-cerita sekarang yang telah modern. Walaupun masih ada orang yang paham betul tentang cerita rakyat tetapi itu hanya segelintir orang saja sehingga keadaan cerita rakyat untuk saat ini sangat memprihatinkan.

    2. Buaya Perompak
    Buaya Perompak adalah seekor buaya jadi-jadian yang dulu pernah menghuni Sungai Tulang Bawang, Provinsi Lampung, Indonesia. Buaya jadi-jadian ini terkenal sangat ganas. Konon, sudah banyak manusia yang menjadi korban keganasan buaya itu. Pada suatu hari, seorang gadis rupawan yang bernama Aminah tiba-tiba hilang saat sedang mencuci di tepi Sungai Tulang Bawang. Benarkah Buaya itu yang menculik Aminah? Lalu bagaimana dengan nasib Aminah selanjutnya? Ikuti kisahnya dalam cerita Buaya Perompak berikut ini!
    Alkisah, Sungai Tulang Bawang sangat terkenal dengan keganasan buayanya. Setiap nelayan yang melewati sungai itu harus selalu berhati-hati. Begitupula penduduk yang sering mandi dan mencuci di tepi sungai itu. Menurut cerita, sudah banyak manusia yang hilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak sama sekali.
    Pada suatu hari, kejadian yang mengerikan itu terulang kembali. Seorang gadis cantik yang bernama Aminah tiba-tiba hilang saat sedang mencuci di tepi sungai itu. Anehnya, walaupun warga sudah berhari-hari mencarinya dengan menyusuri tepi sungai, tapi tidak juga menemukannya. Gadis itu hilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Sepertinya ia sirna bagaikan ditelan bumi. Warga pun berhenti melakukan pencarian, karena menganggap bahwa Aminah telah mati dimakan buaya.
    Sementara itu, di sebuah tempat di dasar sungai tampak seorang gadis tergolek lemas. Ia adalah si Aminah. Ia baru saja tersadar dari pingsannya.
    “Ayah, Ibu, aku ada di mana? gumam Aminah setengah sadar memanggil kedua orangtuanya.
    Dengan sekuat tenaga, Aminah bangkit dari tidurnya. Betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa dirinya berada dalam sebuah gua. Yang lebih mengejutkannya lagi, ketika ia melihat dinding-dinding gua itu dipenuhi oleh harta benda yang tak ternilai harganya. Ada permata, emas, intan, maupun pakaian indah-indah yang memancarkan sinar berkilauan diterpa cahaya obor yang menempel di dinding-dinding gua.
    “Wah, sungguh banyak perhiasan di tempat ini. Tapi, milik siapa ya?” tanya Aminah dalam hati.
    Baru saja Aminah mengungkapkan rasa kagumnya, tiba-tiba terdengar sebuah suara lelaki menggema.
    “Hai, Gadis rupawan! Tidak usah takut. Benda-benda ini adalah milikku.”
    Alangkah terkejutnya Aminah, tak jauh dari tempatnya duduk terlihat samar-samar seekor buaya besar merangkak di sudut gua.
    “Anda siapa? Wujud anda buaya, tapi kenapa bisa berbicara seperti manusia?” tanya Aminah dengan perasaan takut.
    “Tenang, Gadis cantik! Wujudku memang buaya, tapi sebenarnya aku adalah manusia seperti kamu. Wujudku dapat berubah menjadi manusia ketika purnama tiba.,” kata Buaya itu.
    “Kenapa wujudmu berubah menjadi buaya?” tanya Aminah ingin tahu.
    “Dulu, aku terkena kutukan karena perbuatanku yang sangat jahat. Namaku dulu adalah Somad, perampok ulung di Sungai Tulang Bawang.
    a.keutamaan sifat tidak mudah putus asa dan keburukan sifat suka merampas hak milik orang lain (murka)
    b. Pertama, keutamaan sifat tidak mudah putus asa. Sifat ini ditunjukkan oleh sikap dan perilaku Aminah yang tidak mudah putus asa menghadapi ancaman Buaya Perompak. Dengan kecerdikannya, ia pun berhasil mengelabui Buaya Perompak itu dan berhasil menyelamatkan diri. Dari hal ini dapat dipetik sebuah pelajaran bahwa sifat tidak mudah putus asa dapat melahirkan pikiran-pikiran yang jernih.
    c. keberadaannya sangat menghawatirkan,karena tidak banyak anak muda mengerti cerita ini bahkan bisa dikatakan telah hilang. Kita harus melstarikan cerita rakyat seperti ini. Karena di dalamnya selalu berisi kesan dan pean yang baik.
    sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=944647&page=6

    BalasHapus
  26. Remidi Cerita Rakyat

    Nama : Canindera Costa
    Kelas : PCP 2010
    Nomor : 04

    "Asal mula Sungai Kawat"

    Keluarga nelayan itu tergolong keluarga miskin. Setiap hari sang ayah hanya menggantungkan hidupnyadari menangkap ikan. Kadang-kadang mujur, tetapi ada kalanya sehari penuh ia tidak mendapatkan seekor ikan pun.
    Pada suatu hari, nelayan itu pergi memancing. la rnembawa dua buah pancing. Hal ini dilakukan untuk menjaga kemungkinan jika pancingnya putus, ia masih dapat menggunakan pancingnya yang sebuah lagi.
    Ketika matahari mulai condong ke ufuk barat, ia mendayung perahunya lebih ke hulu sungai dengan harapan di sana ada ikan yang akan menarik pancingnya. Di sebuah teluk kecil yang banyak batunya, nelayan itu berhenti.tanah di sekitar tempat itu berlumut dan ditumbuhi pohon-pohon.kayu yang besar.
    la mulai mengganti umpan pancingnya dengan umpan yang baru. Kemudian pancing itu diulurnya ke dalam air. Setelah begitu lama ia menunggu, tidak ada tanda-tanda pancingnya akan ditarik oleh ikan. Ketika matahari hampirterbenam dan nelayan itu akan pulang, tiba-tiba pancingnya ditarik dengan keras dari dalam air. Nelayan itu mengangkat pancingnyadan sekaligus menyentaknya ke atas. "Ah, besar sekali ikan ini," pikirsi nelayan.
    Ikan itu menyangkut di pancing dan menarik tali pancing itu ke sela-sela batu yang ada di tepi sungai. Tali pancing terus diulur lebih panjang oleh si nelayan agar pancing itu tidak putus. Ketika tarikan dari dalam air mulai melemah, nelayan itu menarik kembali tali pancingnya ke atas. Pada saat si nelayan sedang menarik pancingnya, tali pancing itu ditarik kembali dari dalam air mengarah ke tengah sungai. Dengan cepat, nelayan itu mengulurkan pancingnya kembali agar tidak putus. Ketika itu hari sudah mulai gelap.
    Pada saat tarikan dari dalam air ke tengah sungai, perahu nelayan itu ikut tertarik ke tengah sungai. Teluk sungai itu cukup dalam. Warna airnya tampak kehitam-hitaman karena hari telah gelap.
    Akhirnya, tarikan dari alam air mulai melemah. Si nelayan mulai menarik kembali tali pancingnya ke atas. Akan tetapi, ikan itu belum tampak. Nelayan itu lebih berhati-hati agar ikannya tidak lepas.
    Ketika seluruh tali pancingnya telah terangkat, tidak seekor ikan pun tampak. Yang menyangkut pada pancingnya adalah ujung tali kawat.
    Satu depa, dua depa, ia merasa belum cukup juga. Padahal kalau ia mau bersyukur dengan satu dua depa saja hidupnya akan berkecukupan, tidak akan menderita kemiskinan. Namun sifat serakah telah merasuki dirinya. la ingin menjadi orang paling kaya di kampungnya. Maka ia ingin mendapatkan kawat emas itu sebanyak-banyaknya. la terus menarik dan menarik kawat itu dari dalam sungai. Meskipun sudah lama ia menariknya,.kawat itu belum juga habis.
    "Ah, panjang sekali. Aku akan menjadi orang paling kaya di seluruh dunia," pikir si nelayan. ia terus menarik kawat itu tanpa menghiraukan hari semakin gelap. Sampannya telah penuh-dengan gulungan kawat emas. la terus menarik dan menarik kawat emas yang tidak habis-habisnya itu.
    Dari dalam air terdengar suara, "Sudaaaaaaaah, sudahlah, potong saja kawatnya."
    "Potooooooooong, potong sajaaaaaaaa ...!"
    "Berhentiiiiiii...! Jangan diteruskaaaan!"
    Akan tetapi, nelayan itu tetap saja tidak peduli. Karena perahu nelayan itu sudah terlalu penuh dengan kawat emas maka air pun mulai masuk.
    Si nelayan yang telah menjadi rakus tetap belum berhenti menarik kawat. Sementara perlahari-lahan air terus merambat ke dalam perahu. Nelayan itu baru sadar setelah air benar-benar telah memenuhi perahu. Namun terlambat, seketika itu juga perahu itu tenggelam bersama si nelayan ke dasar sungai.
    Nelayan itu tidak pernah timbul, ia mati di dasar sungai akibat keserakahannya yang berlebihan. Itulah sebabnya sungai itu dinamakan Sungai Kawat.

    BalasHapus
  27. Lanjutan.

    1. Bagaimanakah menurutmu tentang keberadaan cerita rakyat hingga sampai saat ini?
    menurut saya, keberadaan cerita rakyat saat ini sebenarnya sudah tidak banyak dikenal oleh masyarakat kota, karena sudah kalah dengan cerita-cerita modern dari media cetak maupun televisi salah satu sebabnya cerita rakyat diwariskan secara turun temurun melalui media lisan tanpa adanya tulisan sehingga tidak banyak yang mengetahui cerita rakyat.

    2A. Kesan yang ditimbulkan dari cerita ini :
    kesannya cerita ini ingin menunjukkan kepada para pembaca agar jadi orang tidak bole menjadi serakah karena sifat serak itu sendiri akan membunuh dirinya sendiri

    2B. Pengaruh positif apakah yang dimunculkan dari cerita tersebut ?
    pengaruh positif dari cerita rakyat tersebut adalah kita menjad orang tidak boleh serakah pada harta benda walaupun kita hanya punya sedikit namun kita harus tetap bersyukur kepada-Nya

    2C. Keberadaan cerita rakyat ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat seluruh negeri namun kebanyakan dikenal oleh masyarakat di daerahnya yakni di daerah Kalimantan Barat.

    Mohon maaf apabila ada kesalahan kata.

    BalasHapus
  28. Feisal Alfi Nusha PCP'10 / 06

    1) Menurut saya pada saat ini, cerita rakyat telah mengalami banyak pergesaran makna dan arti. Cerita rakyat pada umumnya beramanat positif, namun pergeseran dari makna dan arti itu membuat sedikit perbedaan pada penafsiran, karena pada jaman sekarang orang-orang lebih bermain pada pemikiran yang ilmiah dan mengacu pada penggunaan logika didalam kehidupan sehari-hari.

    2) Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. “Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.
    Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. “Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku.” Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. “Bermimpikah aku?,” gumam petani.

    2a) kesan yang ditimbulkan dari cerita di atas adalah bahwa kesadaran itu ada batasnya
    2b) pengaruh positif dari cerita tersebut adalah kita harus selalu bersabar dan harus pandai mengontrol emosi, agar kita tidak menyesal dikemudian hari.
    2c) keberadaan cerita di atas sampai saat ini tetap dikenal, bahkan sampai ke belahan dunia
    sumber: www.e-smartschool.com

    BalasHapus
  29. Nama: Arief Rahmawan
    Kelas:PCP’10 (03)
    Remidi Cerita Rakyat
    Si Penyumpit
    1.Menurut saya cerita rakyat sekarang kurang dikenal masyarakat apalagi generasi muda.
    Promosinya kurang mengena, meskipun beberapa cerita sudah mengalami modernisasi dan diputar sebagai sinetron, atau dibukukan sebagai komik berwarna. Mungkin dengan didahului pengenalan oleh orang tua dan guru disekolah diikuti oleh promosi media elektronik keberadaan cerita rakyat ini bisa terangkat kembali. Sebetulnya cerita rakyat banyak mengandung sisi positip yang bersifat mendidik, tetapi sering dianggap tidak masuk akal, karena ada kalanya mengandung kejadian-kejadian yang berbau mistik.
    Untuk promosi komik masih kalah dengan cerita-cerita fiktif dari Jepang dan komik-komik kartun yang lebih bisa diterima alam modern, misalnya tentang robot.
    Sinetron cerita rakyat masih kalah dengan sinetron remaja.


    Contoh Cerita Rakyat
    Zaman dahulu, di sebuah daerah di Pulau Bangka, hidup seorang pemuda yang sangat mahir menyumpit binatang buruan. Sumpitannya selalu mengenai sasaran, Oleh karenanya dipanggil si Penyumpit. Selain mahir menyumpit, ia juga pandai mengobati berbagai macam penyakit. Bakat menyumpit dan mengobati tersebut ia peroleh dari ayahnya.
    Suatu hari, Pak Raje, Kepala Desa di kampung itu, meminta si Penyumpit untuk mengusir kawanan babi hutan yang merusak tanaman padinya, dengan dalih bahwa orang tua si Penyumpit sewaktu hidup pernah berhutang kepadanya. Si Penyumpit memantau seluruh sudut ladang hingga larut malam. Sudah tiga malam meronda namun situasi aman. Ketika memasuki malam ketujuh, dari kejauhan tampak tujuh kawanan babi hutan sedang beriring-iringan hendak memasuki ladang. Mengetahui hal itu, si Penyumpit segera bersembunyi di balik sebuah pohon besar dengan sumpit di tangan yang siap untuk digunakan. Ketika kawanan babi tersebut mulai mengobrak-abrik tanaman padi dengan hati-hati pemuda itu mengangkat sumpitnya, lalu disumpitkannya ke arah babi yang paling dekat dengannya. Sumpitannya tepat mengenahi sisi sebelah kiri perut babi itu. Sesaat kemudian, kawanan babi itu tiba-tiba menghilang bersama dengan anak sumpitnya. Melihat peristiwa aneh itu, si Penyumpit menjadi penasaran.
    Si Penyumpit menyusuri ceceran darah hingga menemukan sebuah gua, sesampainya di dalam, ia sangat terkejut, karena melihat seorang putri yang tergeletak di atas pembaringan yang dikelilingi oleh wanita-wanita cantik. Salah seorang dari wanita tersebut adalah ibu sang Putri. Keberadaan si Penyumpit diketahui oleh ibu sang putri dan ditanya keperluannya. Anak sumpit yang dicari ternyata ada di putrinya. Ternyata babi yang disumpit adalah penjelmaan putrinya. Ibunya meminta si Penyumpit melepaskan sumpit dari perut putrinya. Dengan keahliannya akhirnya sang putri sembuh.
    Sebagai ucapan terima kasih si Penyumpit mendapat bungkusan berisi kunyit, buah nyatoh, daun simpur,dan buah jering. Dengan pesan bungkusan jangan dibuka sebelum sampai dirumah.
    Setibanya di rumah, si Penyumpit segera membuka bungkusan tersebut. Alangkah terkejutnya ia, karena isi bungkusan itu tidak seperti yang disebutkan ibu sang putri. Bungkusan itu ternyata berisi perhiasan berupa emas, berlian, dan intan permata yang kemudian dijual untuk dibelikan ladang, rumah dan melunasi seluruh hutang ayahnya kepada Pak Raje.
    Pak Raje yang mendengar kisah si Penyumpit berniat mengikuti jejaknya. Dalam perburuannya, ia berhasil menyumpit seekor babi yang juga pejelmaan sang putri.

    BalasHapus
  30. Lanjutan....

    Ia mengikuti jejak dan menemukan babi hutan itu. Pak Raje berusaha menyembuhkan luka yang diderita oleh sang Putri, namun tidak berhasil karena ia tidak memiliki keahlian mengobati penyakit. Akhirnya, ia diserang berpuluh-puluh babi hutan. Dengan tubuh yang penuh luka-luka, ia berjalan sempoyongan pulang ke rumahnya dan langsung tergeletak tidak sadarkan diri, karena tidak tahan lagi menahan rasa sakit.
    Putri sulung Pak Raje segera menyampaikan nasib malang yang menimpa ayahnya itu kepada si Penyumpit. Mendengar kabar itu, si Penyumpit segera ke rumah Pak Raje untuk menolongnya. Si Penyumpit kemudian mengobati Pak Raje Akhirnya, Pak Raje sadarkan diri dan sembuh dari penyakitnya.
    Setelah itu Pak Raje insaf (sadar) dan mengakui semua kesalahannya kepada si Penyumpit.
    Pak Raje meminta ma’af karena telah memaksa si Penyumpit menjaga ladangnya Untuk menebus kesalahannya, beliau akan menikahkan si Penyumpit dengan putri bungsunya dan mengangkatnya menjadi Kepala Desa untuk menggantikan posisinya.
    Satu minggu kemudian, pernikahan si Penyumpit dengan putri bungsu Pak Raje dilangsungkan dengan meriah. Di akhir acara, Pak Raje menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Desa kepada menantunya yang baik hati itu. Sepasang insan yang baru menjadi suami-istri itu hidup berbahagia. Warganya pun hidup tentram dan damai di bawah perintah Kepala Desa yang baru, si Penyumpit.

    a.kesan yang ditimbulkan dari cerita rakyat tersebut
    Si Penyumpit mempunyai jiwa penolong, dan tidak mempunyai jiwa pendendam.
    Setiap orang yang melakukan perbuatan yang baik suatu saat akan mendapat balasannya.
    b.pengaruh positif apakah yang dimunculkan dari cerita tersebut
    Cerita diatas mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan sebagai contoh dalam
    kehidupan sehari-hari.
    Sifat suka
    menolong, tercermin pada perilaku si Penyumpit yang telah menyembuhkan penyakit
    sang Putri dan Pak Raje. Sifat ini termasuk sifat yang terpuji.
    Dan sifat pandai berbalas budi, tercermin
    pada sikap ibu sang Putri yang telah memberikan hadiah kepada si Penyumpit
    berupa perhiasan emas, intan dan berlian, karena telah menyembuhkan penyakit
    putrinya. Demikian pula, Pak Raje yang telah menikahkan putri bungsunya dengan
    si Penyumpit, karena telah menyembuhkan penyakitnya.
    c.bagaimanakah keberadaan cerita rakyat tersebut sampai saat ini
    Cerita ini sekarang keberadaannya kurang dikenal di masyarakat

    Sumber: http://folktalesnusantara.blogspot.com/2008/12/si-penyumpit.html
    maaf bila ada kesalahan kata

    BalasHapus
  31. Nama : Naufal dyaksa henanta
    Kelas : PCP’10/12


    Suri Ikun dan Dua Burung

    Pada jaman dahulu, di pulau Timor hiduplah seorang petani dengan isteri dan empat belas anaknya. Tujuh orang anaknya laki-laki dan tujuh orang perempuan.
    Walaupun mereka memiliki kebun yang besar, hasil kebun tersebut tidak mencukupi kebutuhan keluarga tersebut. Sebabnya adalah tanaman yang ada sering dirusak oleh seekor babi hutan.
    Petani tersebut menugaskan pada anak laki-lakinya untuk bergiliran menjaga kebun mereka dari babi hutan. Kecuali Suri Ikun, keenam saudara laki-lakinya adalah penakut dan dengki. Begita mendengar dengusan babi hutan, maka mereka akan lari meninggalkan kebunnya.
    Lain halnya dengan Suri Ikun, begitu mendengar babi itu datang, ia lalu mengambil busur dan memanahnya. Setelah hewan itu mati, ia membawanya kerumah. Disana sudah menunggu saudara-saudaranya.
    Saudaranya yang tertua bertugas membagi- bagikan daging babi hutan tersebut. Karena dengkinya, ia hanya memberi Suri Ikun kepala dari hewan itu. Sudah tentu tidak banyak daging yang bisa diperoleh dari bagian kepala.
    Selanjutnya, ia meminta Suri Ikun bersamannya mencari gerinda milik ayahnya yang tertinggal di tengah hutan. Waktu itu hari sudah mulai malam.
    Hutan tersebut menurut cerita di malam hari dihuni oleh para hantu jahat. Dengan perasaan takut iapun berjalan mengikuti kakaknya. Ia tidak tahu bahwa kakaknya mengambil jalan lain yang menuju kerumah.
    Tinggallah Suri Ikun yang makin lama makin masuk ke tengah hutan. Berulang kali ia memanggil nama kakaknya. Panggilan itu dijawab oleh hantu-hantu hutan. Mereka sengaja menyesatkan Suri Ikun.
    Setelah berada ditengah- tengah hutan lalu, hantu-hantu tersebut menangkapnya. Ia tidak langsung dimakan, karena menurut hantu-hantu itu ia masih terlalu kurus.
    Ia kemudian dikurung ditengah gua. Ia diberi makan dengan teratur. Gua itu gelap sekali. Namun untunglah ada celah disampingnya, sehingga Suri Ikun masih ada sinar yang masuk ke dalam gua.
    Dari celah tersebut Suri Ikun melihat ada dua ekor anak burung yang kelaparan. Iapun membagi makanannya dengan mereka. Setelah sekian tahun, burung- burung itupun tumbuh menjadi burung yang sangat besar dan kuat. Mereka ingin mem- bebaskan Suri Ikun.
    Pada suatu ketika, hantu-hantu itu membuka pintu gua, dua burung tersebut menyerang dan mencederai hantu hantu tersebut. Lalu mereka menerbangkan Suri Ikun ke daerah yang berbukit-bukit tinggi.
    Dengan kekuatan gaibnya, Burung-burung tersebut menciptakan istana lengkap dengan pengawal dan pelayan istana. Disanalah untuk selanjutnya Suri Ikun berbahagia.
    (Diadaptasi bebas dari Ny. S.D.B. Aman,"Suri Ikun and The Two Birds," Folk Tales From Indonesia, Jakarta: Djambatan, 1976

    Pertanyaan :

    1. Menurut saya cerita rakyat pada saat ini kurang dikenal masyarakat, karena pada saat ini lebih banyak cerita modern yang berkembang sehingga cerita rakyat kurang dipandang oleh kalangan masyarakat. Tetapi ada juga sebagian kecil orang yang masih mengenal cerita rakyat melalui lisan yg disampaikan turun temurun pada keluarganya.
    2. A. Kesan yang ditimbulkan dalam cerita rakyat diatas:
    Bahwa suri ikun adalah orang yang pemberani dan baik hati karena telah menolong burung yang sedang kelaparan.
    B. pengaruh positif:
    Cerita diatas mengajarkan kepada kita untuk saling menolong kepada semua makhluk hidup.
    C. cerita diatas kurang dikenal oleh sebagian besar masyarakat.

    BalasHapus
  32. M. Dandy Brilliantono
    PCPT 2010/11


    Ada yang menyebut, Bungkul sebagai Ki Ageng Supo. Ada juga yang mengatakan Mpu Supo, sebutan orang tersohor yang memiliki kelebihan di zamannya. Setelah memeluk Islam, berganti sebutan menjadi Ki Ageng Mahmuddin.Karena lama berada di kawasan Bungkul, ia kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Bungkul. Sebutan itu melekat saat pertemuannya dengan Raden Rahmat. Dari cerita beberapa sumber, Rahmat kemudian lama ikut ngawulo atau menetap di kawasan Bungkul yang saat itu masih berupa hutan belantara.

    Ada juga yang meyakini, Bungkul adalah orang terkenal di akhir kebesaran Kerajaan Majapahit di abad XV. Tidak ada yang tahu atau literatur yang menyebut kenapa orang ini meninggalkan kerajaan dan mengembara hingga ke daerah yang kemudian bernama Surabaya ini.Dipastikan, perjuangannya ikut membantu Raden Rahmat dalam syiar Islam di tanah Jawa membuat nama Bungkul semakin santer.

    (sumber dari penjaga makam mbah bungkul yang telah diperbaiki bahasa kalimatnya)

    pertanyaan
    1. mungkin cerita ini hanya dikenal dikalangan masyarakat yg bertempat tinggal daerah bungkul khususnya surabaya, karena tidak ada buku kumpulan cerita rakyat yang mengeluarkat cerita mbah bungkul tersebut.
    2.
    A. tidak banyak kepastian dalam cerita tersebut, mungkin hanya membantu sunan ampel yang sudah pasti adanya.
    b. pengaruh positif
    cerita diatas menunjukan manusia adalah makhluk sosial sehingga saling membutuhkannya pertolongan antar sesama.
    c. hanya dikenal pada daerah sekitar makam tersebut.

    BalasHapus