Powered By Blogger

Selasa, 08 Februari 2011

CERITA RAKYAT

Membicarakan   Cerita  Rakyat  tidak  dapat   melepaskan   pemahaman  tentang  hasil   sastra
lama.  Sudah sejak  abad ke 19 terdapat hasil  satra berbahasa Melayu, yang penulisnya bukan
orang-orang  dari  Riau (Sumatera). Bahasa yang digunakan juga bahasa  Melayu murni.
Pengertian  bahasa Melayu murni (Melayu Tinggi), namun sebaliknya bahasa yang digunakan
adalah  bahasa  Melayu  Rendah ( Melayu  Pergaulan) atau   Melayu  Pasar.  (Ayip, 2005: 5).
Selain kesusasteraan Melayu dijumpai pula kesusateraan Jawa, Sunda, Bali, Aceh, Bugis,dll.
merupakan kesusasteraan yang kaya dan usianya lebih tua berabad-abad.

Menurut catatan kesasteraan maka sastra Jawa dianggap yang paling tua dan kaya akan hasil
sastranya. Pengaruh sastra Jawa cukup besar bahkan disebut-sebut sampai pada kesusasteraan
di kawasan Asia Tenggara pada umumnya dan secara  khusus di kepulauan Nusantara. Cerita
Panji pengaruhnya sampai di   daratan  Campa (Cina), Melayu, Pilipina, India. Di India karya
Mahabharata, Ramayana sangat  terkenal. Di Jawa karya tersebut diversikan menjadi
Bharatayuddha yang diakui  keindahannya. Demikian cerita-cerita lain yang berpangkal dari cerita Bharathayuddha.Dalam bahasa Kawi (Jawa Kuna) terkenal buah tangan Mpu Kanwa yang
berjudul Arjuna Wiwaha, demikian pula Mpu Panuluh  terkenal dengan karyanya Gatutkacasraya,
Hariwangsa, dll.

Selain   kesusasteraan  Jawa   maka   kesusasteraan   lain  yang tidak kalah tua dan terkenalnya
adalah kasusasteraan Sunda, namun secara nyata perhatian para cerdik kurang diminati.
Kesusasteraan Sunda tercatat sejak abad 15-an dengan ditemukan buah sastranya yang berjudul
Siksa Kanda  Karesian, Cerita Parahyangan, Cerita Waruga Guru, Kunjarakarna, dll.
(Ayip, 2005: 6).


Bertdasarkan bukti sastra tersebut maka sesungguhnya karya sastra tersebut tidak dapat
dilepaskan dengan hasil sastra daerah atau yang lebih dikenal dengan cerita rakyat. Secara
divinisi sederhana yang dimaksud dengan cerita rakyat adalah cerita yang berkembang di
tengah masyarakat luas( rakyat). Awalnya cerita rakyat keberadaannya sangat sederhana,
maksudnya popularitasnya cukup dikenal oleh masyarakat setmpat dan tidak pernah dibukukan
(ditulis), namun penyebarannya cukup sederhana pula karena ditetapkan bahwa sastra rakyat
berkembang secara leluri (lisan). Materi cerita cukup beragam, ada yang bercorak pelipur lara
(hiburan), ritual (keagamaan atau adat) dll. Tingkat kepentingan cerita rakyat selalu  dekat dengan
kepentingan hidup bermasyarakat, misalnya kepentingan adat, tradisi, atau sesuatu hal yang
berhubungan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Contoh cerita rakyat yang populer adalah "Kisah Surabaya, Kisah Banyuwangi,
Kamandaka, Calon Arang, Tangkuban Perahu, Gunung Batok, Rorojonggrang,
merupakan cerita rakyat yang melegenda bagi masyarakat di tempatnya bahkan
karena  kepopulerannya  cerita  tersebut  meluas  hingga  di luar wilayah asalnya.
Jika beberapa contoh cerita rakyat yang terkenal itu tercatat dalam hasil sastra
kita, maka tentgunya masih banyak cerita rakyat-cerita rakyat lainnya walaupun
keberadaan dan popularitasnya lebih kecil kita tentu menerima keberadaan kar
ya nonim yang sangat banyak di bumi Nusantara ini.

Perlu disadari bahwa pemahaman cerita rakyat kita tyidak dapat secara terbatas
untuk memahaminya, maksudnya bahwa cerita rakyat adalah cerita yang tumbuh
secara pasti di tengah masyarakat.  Hal  ini berarti  masyarakat di belahan dunia,
termasuk  belahan  barat , selain  belahan  dunia  timur  yang  khususnya  adalah
Nusantara yang diuraikan di atas.Secara penggolongan maka cerita rakyat-cerita
rakyat itu tercatat di dalamnya  adalah dongeng, mithe, legenda, kisah dll.
Untuk mengupas cerita rakyat bahan dan materi kup[asnya cukup banyak, maka
kita tidak perlu resah jika kita membicarakannya, karena cerita rakyat terus ber
kembang sesuai dengan pertumbuhan jaman, walaupun pola dan coraknya menga
lami geseran keadaan dan bentunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar