Powered By Blogger

Minggu, 06 Maret 2011

MEMAHAMI FRASA

Secara  ketatabahasaan   frasa  merupakan  satuan  morfologis, maksudnya  bahwa   frasa
adalah gabungan kata  yang  membentuk  kesatuan baru.  Kesatuan  yang  dimaksud  tidak 
masuk sampai  batasan  klausa  (bagian  kalimat  yang  menduduki  unsur  kalimat). Bangun
frasa secara  konstruktif  berupa bangun menerangkan - diterangkan (MD) dan diterangkan
-menerangkan (DM). Konstruksi frasa bahasa Indonesia pada umumnya berkonstruksi DM
Contoh :
1. Pola DM ( meja tulis, papan nama, rumah mewah, motor gede, sapu lidi, sepeda gunung).
2. Pola MD ( jus tomat, coklat mente, soto babat, sangat malas, sungguh tampan).

Bangun frasa secara morfologis dibangun dengan dasar kata, karena konstruksi frasa selalu 
barkaitan dengan jenis kata unsur pembangunnya, misalnya;
a. konstruksi kata benda- kata kerja (KB-KK) " meja tulis, kursi makan, kamar tidur"
b. konstruksi kata benda- kata benda  (KB-KB) " gula pasir, asam gunung, permen asam"
c. konstruksi kata benda -kata sifat (KB-KS) " mangga muda, gadis cantik, anak nakal"
d. konstruksi kata kerja -kata sifat (KK-KS) " kerja keras, senyum manis, sangat malas"
e. konstruksi kata bilangan- kata benda (Kb-KB)" dua mobil, banyak orang, serumpun padi"
f. konstruksi kata  kata keterangan-kata benda (Kk-KB) " pagi hari, kaki gunung, samping rumah"

Selain konstruksi frasa di atas masih banyak konstruksi lain yang dapat ditemukan, hal ini berkaitan
dengan penggunaan bahasa Indonesia yang terus meluas, sehingga konstruksi frasa terus bertambah
seiring pertumbuhan bahasa Indonesia.
Berdasarkan konstruksi frasa di atas maka makna (arti yang dibangun) secara morfologis maupun 
secara sintaksis, maka ditemukan makna tersebut sebagai berikut;
a. Makna frasa verbal, yaitu frasa yang dibangun dengan kata kerja (baik kata kerja yang berada di
   awal frasa maupun di belakang). Frasa verbal dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu (1) verbal 
   dasar, unsur pembangun frasa verbal berupa morfem bebas, misalnya "mabuk laut, gegar otak,
   jumpa pers, terjun payung, tatap muka, bunuh diri" . Jika diperhatikan contoh tersebut unsur
  pembangun frasa berupa KK-KB, (2) konstruksi Kk-KK "kurang makan, berani mati",(3)
  KK-KK " pulang pergi, hancur luluh, tolok ukur" .
b. Frasa Atributif, yaitu frasa-frasa yang fungsinya menyatakan alat, misalnya "topi koboi, baju
     renang, sepeda gunung, pakaian tidur, dll"
c. Frasa korelatif, yaitu kata-kata yang membangun frasa yang mempunyai hubungan maksud dalam
    konteks kalimat, misal " tidak hanya, bukan ...melainkan, baik...maupun, tidak... bahkan"
d. Frasa ajektif, adalah frasa yang merujuk makna menerangkan, misalnya " sakit gigi, 
    banyak masalah, gadis kota, anak ingusan, panjat tebing dll."

    " 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar