Selasa, 25 Januari 2011

KRITIK

Kritik adalah sebuah karya tulis yang diposisikan dalam karangan tersendiri, maksudnya
karya kritik tidak termasuk karya sastra, ilmiah atau karya esai. Kritik adalah karya yang
di dalamnya   berisikan   tentang  sebuah  penilaian  terhadap  suatu  hal.  Karya   kritik
memberikan penilaian  terhadap  suatu hal berdasarkan kefaktualan hal tersebut. Fakta
yang ada dalam materi kritik semata-mata disampaikan tentang kelebihan dan kekurangan
yang  ada tanpa  menambah atau mengurangi keberadaan yang sesungguhnya. Karena  itu
menurut  keberadaannya  kritik  dibedakan menjadi dua kenyataan, yaitu (a) Kritik Obyektif,
adalah jenis kritik yang benar-benar mengungkapkan materi kritik sesuai dengan keadaan
yang ada  (baik  dikatakan  baik  dan  buruk dikatakan buruk). Jenis kritik ini semata-mata
bertujuan positif (membangun) karena sebuah materi kritik dengan diketahui kelebihan dan
kekurangannya. Jika materi kritik sebuah karya tulis maka penulis akan mengetahui
keberhasilan dan kekurangan yang ada dari karyanya. Sehingga ke depan penulis tersebut
dapat meningkatkan  apa yang sudahdinyatakan berhasil dan membetulkan atau melengkapi
kekurangan yang masih ada dari  karya  tersebut. Karena itu kritik obyektif adalah jenis kritik
yang benar-benar menilai suatu hal  tanpa  berharap sedikitpun dari kelebihan dan
kekurangan yang sudah disampaikan. Kritik obyektif adalah jenis kritik yang bersifat
membangun. Misalnya buku kritik Sastra dan Esai karya HB.Yassin.

Sementara dijumpai sebuah kritik  yang  isinya  berupa  penilaian  sepihak, maksudnya
karya  kritikitik tersebut ditulis tidak berdasar pada fakta yang ada, tetapi  disebuah sisi
dilebihkan  dan di sisi lain dikurangkan  atau  sebaliknya. Berdasarkan  sajian  penilaian
tersebut  pasti  memberikan  pengaruh yang tertentu pada hal yang dikritik. Pengaruh
tersebut adalah penilaian yang tidak berlandaskan fak-ta yang ada. Misalnya jika kritik
memihak pada materi kritik  maka  akan dilebih-lebihkan, sehingga keberadaan yang
sebenarnya tidak sesuai dengan tampilan di kritik, atau sebaliknya. Dari jenis kritik ini
maka sifak kritik adalah subyektifitas (memihak).Jika materi kritik berupa sebuah karya
maka posisi kritikus  (penulis  karya kritik) sangat  menentukan  kritik jenis ini. Akan
dilebih-lebihkan  semua yang ada dalam karya tersebut dan sebaliknya jika  kritikus
pada  posisi  berlawanan  maka  semua dilemahkan (dijatuhkan). Misalnya, pada
angkatan sastra '66 banyak ditemukan karya sastra (prosa,puisi) yang disampaikan
pada buku kritik tidak sesuai dengan kenyataan, karena pada masa '66 perbedaan
antar golongan (relegius dan nonrelegigius) sangat terlihat jelas. Dua  golongan  itu
menampilkan dua tokoh sastra yang populer yaitu Taufik Ismail dari kalangan relegius
dan dari kalangan non-relegius (atheis) adalah Pramudya Ananthja Tur.

Contoh karya kritik :


Judul : Mengatasi Pelumas Mesin Agar Tidak Mudah Cair
 Analisis :

  1. Bahasa, dalam esai   tersebut  banyak  ditemukan   istilah-istilah  bidang otomotif,              misalnya,scobekers,  selloil, sellplate,  bacsell, autosell. Banyaknya  penggunaan                              kata serapan  dalam asai ini  menyebabkan pembaca sulit menguasai arti. Dampak                          yang terjadi pemahaman esai kurang obtimal, misalnya dalam kalimat :
    1. Penggunaan scobekers yang kurang perawatan khususnya tentang perhatian                         autosell, maka kendaraan agar awet.
    2. Bacsell sebuah mobil condong lebih lambat aus jika dibandingkan dengan                         bacsell motor.
    3. Sellplate sebuah mobil sering tidak mendapat perhatian pemilik otomotif.                         Bentuk serapan yang tak dapat dihindari dalam esai ini  merupakan  buktyi                         bahwa dunia  otomitiv  memang  mempunyai  kekhususan  utamanya dalam                penggunaan  bahasanya. 
  1. Isi, mengungkapkan tentang manfaat perawatan otomotif  yang  baik. Diuraikan                                  dalam esai ini bahwa perawatan yang baik  dari  sebuah       kendaraan   bermotor.

185 komentar:

  1. Nama : Rigen Adi K.
    No : 15
    Kelas : 10 PCP



    SEBUTIR KORMA PENJEGAL DO’A

    Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk
    bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.
    Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan
    memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.
    4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat
    beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.
    Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
    "Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT," kata malaikat yang satu.
    "Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi.
    Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya,
    shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. "Astaghfirullahal adzhim" ibrahim
    beristighfar.
    Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
    "Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu."
    Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh
    ibrahim.
    4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia
    mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. "Itulah ibrahim bin adham
    yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain."
    "O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."




    Kritik :
    a. Isi, mengungkapkan tentang berhati-hati dalam memakan sesuatu ataupun mengambil suatu keputusan. Apakah sesuatu tersebut dikategorikan halal ataukah tidak.

    b. Ada beberapa kata yang orang awam tidak tahu seperti makbul, zuhud dan wara.

    c. Dari cerita ini jika dilihat dari tanda bacanya masih ada beberapa kesalahan terutama pada huruf kapital setelah tanda baca titik. Masih ada beberapa kata yang tidak diawali huruf kapital di beberapa kalimat.

    d. Ada beberapa hal yang ada diluar nalar manusia seperti seorang Ibrahim bin Adham yang bisa mendengar percakapan malaikat berulang-ulang. Padahal hal tersebut sangatlah langka di kalangan umat manusia.

    BalasHapus
  2. Nama : Moh. Mirza F
    Kelas : PCPT ‘10
    Absen : 10



    Nuansa Ramadhan di Korea

    Jarum jam di angka 18.40-an, sedang saya masih di atas bus. Sepotong roti dan sekotak susu kedelai yang tadi dibeli di mejom (warung) menjadi pembuka puasa, alhamdulillah. Turun dari bus, segera berlari kecil menuju masjid. Masjid sudah tampak ramai saat saya tiba. Masih tampak beberapa orang yang menyantap hidangan ifthar di antara piring-piring kosong bekas makan.
    Selepas shalat Maghrib, “Makan dulu mas! itu masih banyak makanannya di dalam”. Alhamdulillah, ada yang menawarkan makanan “besar” (kalau roti di bus tadi makanan kecil^^).
    “Puasa saya sudah batal beberapa hari mas!”, kata seorang kawan mengawali obrolan.
    “Tapi mas, saya tetap berusaha puasa sekuat saya, saya juga masih bangun sahur, tapi kerjaan saya di siang hari berat banget mas”, tambahnya.
    Puasa bagi sebagian kawan-kawan pekerja di Korea tidaklah mudah. Diantara mereka ada yang harus berjuang berhadapan dengan tungku pembakar bersuhu tinggi, mengangkat barang-barang berat, atau serupanya. Alhamdulillah, dengan berbagai tantangannya di antara mereka masih ada yang berusaha keras untuk bisa menjalankan ibadah shaum Ramadhan.
    Sebut saja Ahmad (bukan nama sebenarnya), dia bekerja di pabrik yang mengolah bahan baku berupa potongan-potongan besar karet menjadi ke bentuk-bentuk karet yang dibutuhkan pesanan. Dia harus mengangkat karet-karet besar yang dimasukkan ke mesin rolling untuk membuat karet-karet tersebut ke berbagai ukuran. Pekerjaannya sangat berat dan melelahkan, namun Alhamdulillah dia jalani dengan ikhlas. Belum lagi resiko kerja yang tidak kecil. Beberapa bulan lalu dia bertutur, ada kawannya yang tangannya masuk ke mesin rolling berukuran kecil hingga remuk tulang telapak tangannya. Berita buruk masih menyusul dari tempatnya bekerja beberapa hari lalu di bulan Ramadhan ini, seorang kawannya lagi mengalami kejadian serupa, walau kali ini tangan kawannya tersebut masuk ke mesin yang ukurannya lebih besar sehingga “hanya” kulit telapak tangannya saja yang hangus karena masuk ke mesin yang sangat panas tersebut.
    Menyimak penuturan kawan-kawan tercinta tersebut, semakin menumbuhkan rasa simpati pada mereka yang sudah bekerja keras dan juga tetap berusaha keras menjaga diri dan agamanya. Terlebih di tengah godaan tarikan kuat materialisme gaya hidup Korea, Alhamdulillah masih ada kawan-kawan pekerja yang memilih untuk aktif di masjid. Seorang kawan pekerja yang status imigrasinya illegal ditanya, “mas tidak takut ketangkap petugas imigrasi dengan tetap aktif di masjid? Kan visa mas sudah mati!”. Dengan santainya si kawan ini menjawab, “tenang mas, saya masih punya visa yang lain, “visabilillah” (fisabilillah maksudnya)”, ujarnya.


    Krtitik :
    A. Isi.
    1. Cerita yang ada kurang jelas karena banyak sesuatu yang di tidak dijelaskan secara rinci contoh: adanya nama samaran dan asal usulnya.
    2. Latar tempat dan kejadiaan tidak dijelaskan secara rinci.
    3. Terlalu banyak kalimat-kalimat yang seharusnya tidak perlu ditulis dan tidak berhubungan dengan topik bahasan.
    B. Bahasa.
    1. Adanya penggunaaan simbol tidak penting
    2. Penggunaan tanda baca yang tidak baik.

    BalasHapus
  3. Nama: Rachmad Firdhaus Pujiantara
    Kelas: PCP’10
    NO: 13

    Cintai Rasulullah
    Sesaat sebelum Rasulullah SAW wafat beliau bertanya pada Jibril,“Jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”Jibril pun menjawab “ Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu.”.
    Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh… kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi.“Khabarkan kepada ku bagaimana nasib umatku kelak?” Pinta Rasulullah.
    “Jangan khawatir wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
    Sesaat kemudian, terdengar Rasulullah memekik, “YaAllah, timpakan saja semua sakitnya maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
    Bibirnya bergetar seraya berkata “Ummatii, ummatii, ummatii”- (Umatku, umatku, umatku). Dan berakhirlah hidup seorang manusia yang mulia yang memberi sinaran itu.
    Kini, mampukah kita mencintai Rasulullah seperti Beliau mencitai kita? Mudah-mudahan kita termasuk umat yang selalu bershalawat kepada beliau Rasulullah S.A.W , sehingga kita bisa mendapatkan safaatnya kelak dihari pembalasan, amin.
    Kritik:
    - Cerita ini sangat menarik dan menarik orang yg membaca juga ingin melakukan hal yg dilakukan Alur cerita runtut berdasarkan waktu yg terjadi.
    - Sangat banyak hal yg seharusnya tidak dimengerti oleh masyarakat biasa.
    - Kalimat atau kata katanya banyak yang salah dan tidak benar.
    - Penggunaan katanya harus efektif dan benar.

    BalasHapus
  4. Nama : Hafieludin yusuf rizana
    Kelas : Percepatan 2010
    Absen : 07
    KEMAKMURAN

    Ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
    “Akan datang suatu masa (waktu) sampai Allah tumpah ruahnya harta seluas-luasnya di dunia”
    kapan itu akan terjadi?
    Maka Rasul berkata “Orang-orang semuanya makmur pemikil harta bingung mau berinfak kepada siapa tidak adalagi yang mau terima, akhirnya bukan orang yang datang minta-minta, tapi orang yang mampu meminta-minta orang lain untuk menerima hartanya, dia menawarkan hartanya kesana kemari, (ambil emasku, ini berlianku) sampai ia menemui seorang berkata, aku sudah berkecukupan aku tidak butuh dengan bantuanmu” itu akan datang waktunya” Janji Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
    Kapan waktu itu muncul ?
    Apabila Islam sudah di jadikan Idola, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sudah di panut sebagai panutan tunggal.
    apa ciri-ciri munculnya kemakmuran itu? adalah kebangkitan Islam.
    apa ciri-ciri kebangkitan Islam?
    Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata di akhir zaman, islam akan bangkit dengan bangkitnya para pemuda, kalau pemuda sudah bangkit untuk mendekat kepada sunnah ku, maka tunggulah saatnya terbitnya kemakmuran yang semakin dekat dan semoga ini menjadi tanda bagi kita semua.
    Kritik :
    -Dalam cerita banyak mengandung kalimat yang kurang efektif
    -Alur ceritanya baik karena alurnya teratur menurut rentan waktu
    -Perumpamaan tokoh cerita yang kurang baik seperti orang tua yang diibaratkan pohon apel
    -Ending cerita yang kurang baik karena bersifat melarang bukan mengajak / memotivasi kita untuk menjadi lebih baik
    -Banyak kalimat dalam cerita yang tidak bisa di mengerti

    BalasHapus
  5. Nama: Feisal Alfi Nusha
    Kelas/no.absen: PCP’10/06


    TEGAKKAN SHOLAT PHK DIDAPAT

    Berawal dari sebuah perkenalannya dengan seorang pemuda muslim Evi Cristiani yang kini
    sudah menjadi seorang muslimah yang patut dicontoh. Perilaku keislamannya benar-benar
    diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari walau begitu berat cobaan yang dihadapinya.
    Sekali syahadat sebagai kesaksian sakral sudah ia ucapkan maka pantang baginya untuk surut menegakkan kalimat Allah dalam kalbunya. Sudah pasti orang tuanya menentang
    keinginannya, Evi pun harus hijrah ke tempat kost agar ibadahnya lancar ia kerjakan.
    Belum lagi beres masalah dengan orang tuanya lantaran ia masuk Islam, Evi harus menghadapimasalah di tempat kerjanya. Gadis berusia 27 tahun bekerja di sebuah biro perjalanan yang mayoritas karyawannya beragama non muslim. Profesionalisme juga tidak dijalankan di sana
    karena sikap sebagian besar karyawannya masih memakai sentimen agama.
    Hasilnya Evi jadi bulan-bulanan para atasan karena dianggap tidak sejalan dengan pola pikir
    mereka. Ada acara rutin tiap dua pekan sekali yang wajib diikuti oleh karyawan bagian Evi
    bertugas. Acara yang sarat dengan unsur maksiat itu adalah mengunjungi bar-bar dan
    bersenang-senang hingga mabuk.
    Dulu ia tidak pernah lewatkan acara itu tapi sejak ia masuk Islam jelas acara model itu ia
    tolak mentah-mentah. Segala alasan ia cari agar ia bisa terbebas dari dosa itu. Sampai
    akhirnya atasannya jenuh dan tidak akan mengajak Evi hura-hura lagi. Beres dengan yang
    satu itu muncullah masalah lain yang tak kalah menyakitkan
    Ketika seorang kawannya pulang dari tugas ke eropa, ia membawa oleh-oleh yang dibagikan ke rekan-rekannya kantornya tak terkecuali Evi. Oleh-oleh berupa kue itu tak disangka
    mengandung daging babi. Lantaran Evi tidak tahu ia makan segigit kue itu lalu kawannya
    pun berkata,"Evi itu kan ada babinya kok dimakan juga"
    Mendengar hal itu Evi pun lari ke kamar mandi dan memuntahkan sebisa-bisa makanan dalam mulutnya sambil beristighfar tak henti-henti. Kawannya pun ia tegur, tidak keras tapi tegas.
    Si kawan merasa tidak salah dan berkelit. Evi menghentikan debat itu dan coba menyabarkan
    dirinya.Yang diingatnya hanya kekuatan Allah agar bisa memberinya kekuatan untuk dapat bertahan
    dari cobaan ini. Sejak itulah kebencian mulai tumbuh subur di antara rekan sejawatnya.
    Menanggapi hal tersebut atasannya segera memindahkannya ke bagian lain.
    Lagi-lagi di bagian yang baru Evi dihujam oleh fitnah yang bertubi tubi. Manajernya yang
    baru justru yang menjadi momok lahirnya fitnahan tersebut. Cobaan demi cobaan itu
    dipuncaki dengan dipanggilnya ia oleh pihak SDM.
    Ia jelaskan bahwa ia harus menjalankan kewajibannya sebagai muslim yaitu shalat dan
    berusaha menghindari kemaksiatan sekeras mungkin.Jalan keluar tidak ketemu dan PHK jadi
    solusi yang terbaik.Evi terima dengan ikhlas,"rejekiku sudah diatur olehNya," gumam Evi
    mantap sambil keluar kantor dengan perasaan lega.
    Semoga Allah Swt memberikan kekuatan lahir bathin buat sdri. Evi yang telah mendapatkan
    Hidayah di jalan Allah. Amin

    Kritik :
    a) Isi, tentang Evy Cristiani, seorang mualaf yang baru masuk islam yang mendapat banyak masalah dari orang tuanya dan atasan di tempat ia bekerja saat ia pindah agama.
    b) Ada kata-kata yang mungkin orang awam tidak mengerti, seperti sejawat, sentimen, hijrah dll
    c) Dari bacaan di atas, masih terdapat kesalahan dari tanda baca, pemakaian huruf kapital setelah tanda titik.
    d) Cerita diatas kurang masuk akal, karena saat ia mendapat tekanan dari atasan di tempat ia bekerja, seharusnya ia berpindah tempat kerja ke tempat kerja lain yang masih menoleransi perbedaan agama pada setiap karyawannya.
    e) Dari bacaan diatas, terdapat kesalahan pada penambahan imbuhan seperti kata fitnahan, kemaksiatan dll

    BalasHapus
  6. Nama : Farid R. L.
    Kelas : PCPT ‘10
    Absen : 5
    Mengagumkan!!!! Kisah Anak Amerika Masuk Agama Islam
    Kisah spiritual anak kecil yang memeluk islam hanya karena dia baca mengenai buku Islam memberinya semua buku semua agama yang ada di dunia, Orang tua mutusin agar anaknya sendiri yang memilih agamanya.

    Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)

    Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas. Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun. Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”

    Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.
    Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji? Begitu banyak pertnyaan

    Wartawan bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?”

    Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”.

    Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.

    ”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan.

    Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”. ”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibada
    h haji adalah sangat besar

    ”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”

    Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”

    ”Apakah engkau sholat di sekolahan ?”

    ”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?”

    Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.
    Kritik :
    Menurut saya cerita di atas terlalu banyak percakapan yang seharusnya lebih banyak di beri cerita yang lebih mengarah kepada kepribadian sang anak dan nuansa di dalam keluarganya yang bisa membuat anak itu menjatuhkan pilihan pada agama islam.
    Sungguh sesutu yang sangat meakjubkan dan di juga bisa mengumandangkan adzan dengan fasih yang membuat orang yang mendengar kagum dan terharu .
    Terlalu banyak cerita yang tidak penting dan terlalu arah pembicaraan yang tidak jelas, latar belakang cerita di atas kurang di perlihatkan sehingga mem pembaca kurang bisa ber imajinasi
    Ada pokok bahasan yang tidak nyambung pada pokok bahasan yang ada. Banyak kata-kata yang ti penting.

    BalasHapus
  7. Nama : Naufal Dyaksa Henanta
    Kelas : PCPT’10
    No : 12



    Awas Liburan Datang

    Liburan datang, hampir semua orang menyambutnya dengan riang membayangkan bebas dari segala rutinitas selama ini. bagi seorang muslim, nikmat waktu luang ini merupakan hal yang patut disyukuri dan tidak selayaknya digunakan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan syari’ah. berikut ini sebagian contoh liburan yang banyak dilakukan orang namun tidak baik untuk kita sebagai seorang muslim, khususnya wanita mukminah.
    1. Banyak tidur di siang hari
    Pada hari-hari sekolah selesai shalat fajar kita sebagai ummahat sibuk menyiapkan keperluan anak-anak ke sekolah, keinginan untuk tidur ditahan agar mereka tidak telat berangkat. saat liburan seperti ini, selesai shalat fajar banyak dari kita meneruskan tidurnya kembali dan baru bangun menjelang dzuhur. padahal banyak berkah yang akan kita dapat saat bangun pagi hari
    Dari Shokhar Al Ghomidi, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi hari”
    2. Jalan-jalan di mal
    Bagi sebagian ummahat, mal merupakan tempat favorit untuk dikunjungi. Walaupun tidak ada anggaran untuk belanja namun dengan melihat-lihat saja sambil membandingan harga barang mal satu dengan yang lainnya sudah memberikan kepuasan tersendiri sehingga terkadang tak terasa berjam-jam kita berada di dalamnya tanpa merasa lelah.
    Dari Abi Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Tempat yang paling dicintai Allah di suatu negeri adalah masjidnya, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar”.

    Bahkan tak jarang kita tergiur untuk membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan dan berakibat mubazir (pemboros).
    Allah subhanahu wa ta'ala berfirman : “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan” (Al Israa’: 27)
    3. Menghabiskan waktu dengan ghibah, namimah
    Libur sekolah merupakan saat yang tepat untuk berkunjung ke tempat teman karena pada hari-hari sekolah malam harinya kita biasa sibuk membimbing anak-anak mengerjakan PR. namun yang harus diwaspadai saat kita berkunjung adalah jangan sampai obrolan kita dengan nyonya rumah jatuh kepada ghibah (bergunjing) dan namimah (mengadu domba).
    Allah subhanahu wa ta'ala berfirman : “…dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ?” (Al Hujuraat : 12)
    4. Bergadang di malam hari
    Saat liburan, kita memberikan kebebasan untuk anak-anak untuk tidur agak malam karena kita tidak perlu khawatir anak-anak akan bangun kesiangan, mau tidak mau kitapun ikut bergadang bersama mereka, dan ini sering menyebabkan shalat fajar jadi telat apalagi musim panas ini waktu fajar terasa sangat cepat..
    Dari Abi Barzah Al Aslami radhiyallahu anhu, ia berkata “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyukai untuk mengakhirkan shalat isya (berjama’ah), membenci tidur sebelumnya dan bercengkrama sesudahhnya”
    5. Menonton TV terus menerus
    Mengabiskan liburan dengan menonton TV tanpa henti menjadi pilihan bagi sebagian orang padahal seharusnya kita takut untuk melakukannya jika mengingat firman Allah subhanahu wa ta'ala : “Sesungguhnya pendengaraan, penglihatan, dan hati semuanya akan ditanya (diminta pertanggungjawabannya)” (Al Israa : 36)

    KRITIK :

    a. Isi karya sastra diatas, berisi tentang kegiatan pada waktu liburan yang kurang sesuai dengan ajaran islam tetapi malah menjadi kebiasaan di kalangan masyarakat indonesia.
    b. Menurut saya, penulisan huruf awal pada bacaan diatas salah, karena huruf awal setelah tanda titik ditulis dengan huruf kapital bukan dengan huruf kecil.
    c. Penulisan Allah subhanahu wa ta’ala menurut saya kurang tepat. Seharusnya ditulis Allah SWT.
    d. Di paragraf terakhir pada kalimat langsung seharusnya setelah tanda petik dua dibelakang diberi tanda titik.

    BalasHapus
  8. Rukun-rukun (Pilar-Pilar) Islam

    Islam dibangun di atas lima rukun. Seseorang tidak akan menjadi muslim yang sebenarnya hingga dia mengimani dan melaksanakannya, yaitu:
    Rukun pertama: Syahadat (bersaksi) bahwa, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwasanya Muhammad itu adalah Rasulullah. Syahadat ini merupakan kunci Islam dan pondasi bangunannya.
    Makna syahadat la ilaha illallah ialah: tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah saja, Dialah ilah yang hak, sedangkan ilah selainnya adalah batil. Dan ilah itu artinya: sesuatu yang disembah.
    Dan makna syahadat: bahwasanya Muhammad itu adalah rasulullah ialah: membenarkan semua apa yang diberitakannya, dan menta’ati semua perintahnya serta menjauhi semua yang dilarang dan dicegahnya.
    Rukun kedua: Shalat:
    Yaitu lima shalat setiap hari, Allah syari’atkan sebagai hubungan antara seorang muslim dengan Tuhannya. Di dalamnya dia bermunajat dan berdo’a kepada-Nya, di samping agar menjadi pencegah bagi muslim dari perbuatan keji dan munkar.
    Dan Allah telah menyiapkan bagi yang menunaikannya kebaikan dalam agama dan kemantapan iman serta ganjaran, baik cepat maupun lambat. Maka dengan demikian seorang hamba akan mendapatkan ketenangan jiwa dan kenyamanan raga yang akan membuatnya bahagia di dunia dan akhirat.
    Rukun ketiga: Zakat
    Yaitu: sedekah yang dibayar oleh orang yang memiliki harta sampai nisab (kadar tertentu) setiap tahun, kepada yang berhak menerimanya seperti orang-orang fakir dan lainnya, di antara yang berhak menerima zakat.
    Dan zakat itu tidak diwajibkan atas orang fakir yang tidak memiliki nisab, tapi hanya diwajibkan atas orang-orang kaya untuk menyempurnakan agama dan islam mereka, meningkatkan kondisi dan akhlak mereka, menolak segala bala dari mereka dan harta mereka, mensucikan mereka dari dosa, di samping sebagai bantuan bagi orang-orang yang membutuhkan dan fakir di antara mereka, serta untuk memenuhi kebutuhan keseharian mereka, sementara zakat hanyalah merupakan bagian kecil sekali dari jumlah harta dan rizki yang diberikan Allah kepada mereka.

    Rukun keempat: Puasa
    Yaitu selama satu bulan saja setiap tahun, pada bulan Ramadhan yang mulia, yakni bulan kesembilan dari bulan-bulan Hijriah. Kaum muslimin secara keseluruhan serempak meninggalkan kebutuhan-kebutuhan pokok mereka; makan, minum dan jima’, di siang hari; mulai dari terbit fajar sampai matahari terbenam.
    Dan semua itu akan diganti oleh Allah bagi mereka -berkat karunia dan kemurahannya- dengan penyempurnaan agama dan iman mereka, serta peningkatan kesempurnaan diri, dan banyak lagi ganjaran dan kebaikan lainnya; baik, di dunia maupun di akhirat yang telah dijanjikan Allah bagi orang-orang yang berpuasa.
    Rukun kelima: Haji
    Yaitu menuju Masjidil haram untuk melakukan ibadah tertentu. Allah mewajibkannya atas orang yang mampu sekali seumur hidup. Pada waktu itu kaum muslimin dari segala penjuru berkumpul di tempat yang paling mulia di muka bumi ini, menyembah Tuhan Yang Satu, memakai pakaian yang sama, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, antara si kaya dan si fakir dan antara yang berkulit putih dan berkulit hitam. Mereka semua melaksanakan bentuk-bentuk ibadah tertentu, yang terpenting di antaranya adalah: Wukuf di padang Arafah, thawaf di Ka’bah yang mulia, kiblatnya kaum muslimin, dan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah.
    Dan di dalam pelaksanan haji itu terdapat manfaat-manfaat yang tidak terhingga banyaknya, baik dari segi agama maupun dunia.


    Kritik :
    1. Pada setiap paragrafnya terlalu bertele-tele, hendaknya lebih di tonjolkan inti dari pokok permasalahan.
    2. Tidak ada ayat dari Al-Quran yang ditulis untuk menguatkan isi kandungan artikel tersebut.


    Nama : Satrio Herlambang Adi Pangestu
    Kelas : PCPT 2010 / 16

    BalasHapus
  9. M. Dandy Brilliantono
    PCP ’10 / 11
    Lailatul Qadar

    Kapan Lailatul Qadar?
    Lailatul Qadar adalah malam yang agung di antara sekian malam di bulan suci Ramadhan. Tidak disebutkan kapankah malam itu terjadi. Paling tidak ada tiga keutamaan yang digambarkan dalam ayat tersebut.
    -Pertama, orang yang beribadah pada malam itu bagaikan beribadah selama 1000 bulan, 83 tahun empat bulan. Diriwayatkan, ini menjadi penggembira umat Nabi Muhammad SAW yang berumur lebih pendek dibanding umat nabi-nabi terdahulu.
    -Kedua, para malaikat pun turun ke bumi, mengucapakan salam kesejahteraan kepada orang-orang yang beriman. Dan ketiga, malam itu penuh keberkahan hingga terbit fajar.
    Betapa mulia dan begitu istimewanya Lailatul qadar itu, sebagai rahmat dan nikmat Allah SWT bagi seluruh ummat Muhammad. Sehingga tak satupun dari kita yang tak suka jika mampu meraihnya. Dan wajar pula, jika malam jatuhnya Lailatul Qadar itupun selau dipertanyakan, bahkan nyaris selalu menimbulkan perselisihan pendapat.


    Kritik :
    -Menurut saya dalam cerita tersebut banyak menggunakan kalimat yang susah untuk di mengerti pembaca
    -Banyak sekali kata yang tidak efektif
    -banyak kesalahan dalam penulisan seperti “…..empat bulan .” seharusnya di tulis dengan angka 4

    BalasHapus
  10. Nama: Arief Rahmawan
    No.Absen: 03
    Kelas: PCP'10

    ORANG YANG PAILIT PADA HARI KIAMAT


    بسم الله الرحمن الرحيم

    الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :


    Orang yang pailit atau rugi, adalah yang telah habis hartanya. atau orang yang membuka usaha akan tetapi kemudian bangkrut. itu adalah orang yang pailit dalam kamus ekonomi. akan tetapi dalam kamus Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- sedikit berbeda, karena orang yang pailit adalah orang yang banyak sholat, berpuasa, akan tetapi suka menyakiti orang lain, baik dengan tangannya atau lisannya. penyamaan antara orang yang telah habis hartanya dengan orang yang habis pahalanya.

    Demikianlah Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

    أتَدْرُونَ ما المُفْلِسُ ؟ قالوا : المفْلسُ فينا من لا درهم له ولا متاع. قال : إن المفْلسَ مَنْ يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة ، ويأتي قد شَتَمَ هذا ، وقذفَ هذا ، وأكل مال هذا ، وسفك دم هذا ، وضرب هذا ، فيُعطَى هذا من حسناته ، وهذا من حسناته ، فإن فَنيَتْ حَسَناتُهُ قبل أن يُقْضى ما عليه ، أُخِذَ من خطايهم فطُرِحَتْ عليه ، ثم يُطْرَحُ في النار

    Artinya : "Apakah kalian mengetahui apa itu orang yang pailit? Para sahabat berkata : Orang yang pailit dalam (pandangan) kami adalah yang tidak memiliki dirham (harta) dan juga tidak barang (makanan). Beliau bersabda : sesungguhnya orang yang pailit adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) sholat, puasa dan zakat. akan tetapi datang dan telah menghina si ini, dan menuduh si ini, dan telah memakan harta si ini, dan menumpahkan darah si ini, dan telah memukul si ini. maka si ini akan di beri dari pahala orang itu, dan si ini juga di beri dari (pahala) kebaikannya. dan apa bila telah habis pahalanya sebelum semuanya mendapat (pahala) darinya, maka dosa yang lain akan di berikan kepadanya dan kemudian dia di lemparkan ke neraka." (HR Muslim dan At-Tirmidzi)

    Pahala ibadah seumur hidup seakan-akan tidak memberikan manfaat bagi kita di hari kiamat kelak ketika semua amalan di timbang. bahkan akan mendapatkan tambahan dosa dari orang-orang yang pernah kita sakiti, baik dengan lisan kita atau tangan kita. na'udzubillah min dzalik.

    Segera kembalikan hak setiap orang yang pernah kita makan, dan sampaikanlah hak orang lain tanpa sedikitpun menguranginya, atau lebih baik hak kita terkurangi dari pada menyampaikan hak orang lain dalam keadaan kurang dari yang seharusnya.

    Meminta maaf kepada setiap orang yang pernah kita sakiti, meminta maaf dahulu tidak menandakan orang itu lemah, akan tetapi itulah tanda kekuatan dalam dirinya karena berani meminta maaf dan mengakui kesalahan ketika berbuat salah.

    Kritik:
    1. Dalam cerita ini banyak ditemukan kata "orang yang pailit "
    2. Dalam cerita ini ada beberapa kata yang tidak dapat dimengerti oleh orang awam.
    Contoh: Dirham
    3. Dalam cerita ini banyak penggunaan tanda baca yang tidak tepat.
    4. Dari cerita ini jika dilihat dari tanda bacanya masih ada beberapa kesalahan terutama pada huruf kapital setelah tanda baca titik. Masih ada beberapa kata yang tidak diawali huruf kapital di beberapa kalimat.
    5. Dalam cerita ini diterangkan bahwa orang yang pailit adalah orang yang telah habis hartanya. atau orang yang membuka usaha akan tetapi kemudian bangkrut dan dapat menyakiti orang lain dengan tangannya maupun lisannya.
    6. Isi cerita ini menrangkan bahwa orang yang pailit itu sangatlah kejam karena dapat menyakiti orang lain dengan tangannya dan lisannya meskipun rajin solat, puasa akibatnya orang pailit banyak mengambil hak orang lain dan mengalami kebangrutan. Di cerita ini juga diberikan cara menyelesaikan keadaan yang dialami orang pailit yaitu : meminta maaf kepada orang yang telah disakitinya,mengembalikan hak yang telah dirampasnya.Dari cara diatas maka orang yang pailit akan mengalami keadaan yang lebih baik darikeadaan yang dialami pada saat dia mengalami pailit.

    BalasHapus
  11. AMELIA RAMADHANI (01)

    Hidup dalam cengkaraman penjajah yang selalu bertindak sewenang-wenang; merampas hak-hak, mencaplok tanah, mempekerjakan secara paksa tanpa imbalan, selain cemeti yang tak henti-henti mendera tubuh yang hanya dibalut kain seadanya, bila ada seseorang yang berbicara menuntut hak-haknya, tak jarang disumbat dengan berbagai senjata, hingga ia diam seribu bahasa.

    Cuplikan salah satu sudut kehidupan bangsa Indonesia yang terjajah, sebelum 61 tahun yang silam, mungkin tidak terbayangkan oleh generasi belakangan yang hanya mengeyam nikmatnya hidup di alam kemerdekaan, akibat dari terlupakannya kepedihan hidup di bawah kangkangan penjajah, hilangnya rasa syukur. Oleh karena itu Allah mengingatkan para shahabat akan nikmat kemenangan di perang Badr, yang sebelumnya mereka dalam kehinaan dan lemah, Allah SWT berfirman:
    "Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badr, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya" (Ali Imran: 123)
    Allah ingatkan para shahabat akan kepedihan hidup mereka sebelum kemenangan agar bisa mensyukurinya.
    Untuk mengingatkan generasi ini, saya kira, kita tidak perlu harus memaksa mereka untuk menonton film-film tentang penjajahan Belanda di bioskop dengan dipungut bayaran. Cukup diingatkan mereka akan kepedihan teman-teman sebaya mereka anak-anak terjajah di Irak dan Palestina, setiap hari mereka saksikan hidup bergelimang kesengsaraan, menghadapi kebengisan dan kekejaman penjajah yang hanya mau menyapa mereka dengan senjata penghancur dan alat-alat berat yang setiap saat siap meruntuhkan rumah tempat mereka bernaung, dan tak jarang mereka bersimbah air mata dipaksa berpisah dengan orang tuanya, tak tahu entah kapan mereka akan saling bersua -semoga Allah mempertemukan mereka di dalam surga-Nya-.


    Cara mensyukuri nikmat kemerdekaan:

    A. Mensyukuri dengan kalbu
    B. Mensyukuri dengan lisan: Dalam bentuk bertahmid dan bertahlil kepada-Nya, serta berterima kasih dan menyebut jasa baik para pahlawan, juga tak lupa mendoakan mereka, semoga amalnya diterima Allah. Menyebut jasa baik tersebut juga bagian dari syukur kepada Allah, berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam: "Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti tidak bersyukur kepada Allah"
    (HR.Abu Daud, dishahihkan oleh Ahmad Syakir).

    C. Mensyukuri dengan perbuatan dalam bentuk:

    1. Sujud syukur saat nikmat kemerdekaan itu tiba
    Perbuatan ini bertentangan dengan makna syukur; karena sujud adalah puncak ibadah yang hanya boleh dilakukan kepada Allah semata. Tidak kepada bendera dan selainnya, perbuatan ini dapat membatalkan keislaman seseorang –na'udzubillah-. Jika niatnya adalah sujud syukur, itu hanya dilakukan pada jam.10 pagi wib. Tanggal 17 Agustus 1945 saja, saat berita proklamasi dikumandangkan. Setelah itu tidak disyariatkan lagi, karena kalau masih disyariatkan tentulah kita setiap waktu harus bersujud, karena nikmat kemerdekaan sampai saat ini tidak terputus dari kita, dan ini tidak mungkin kita lakukan.

    Buah mensyukuri nikmat kemerdekaan :
    A. Allah akan menambah nikmat tersebut.
    Allah berfirman dalam surat QS Ibrahim : 7,
    "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

    KRITIK :
    1. Kalimatnya kurang baku
    2. Banyak kata yang kurang bisa dimengerti oleh pembaca
    3. Ceritaya bagus karena memotivasi kita untuk menjadi lebih baik
    4. Alur ceritanya sudah berurut dengan baik

    BalasHapus
  12. Anisa Dyan Pratiwi PCP’10/2

    Muslim Amerika Menyebarkan Pesan Damai di Times Square
    Banyak Muslim khawatir bahwa serangan teroris yang dilakukan mengatasnamakan Islam menciptakan kesan palsu bahwa iman adalah yang sifatnya kekerasan. Sekelompok Muslim Amerika telah meluncurkan kampanye di Times Square untuk melawan kesan tersebut.

    Di tengah nyala lampu di Times Square di New York City berada iklan berbagai barang dan jasa - dari restoran ke teater, dari obat-obatan sampai tim bisbol New York Yankees.
    Musim liburan ini, ada juga video 15 detik yang disponsori oleh umat Islam untuk Perdamaian, sebuah kelompok yang mengikuti tradisi damai dalam Islam. Ini mempromosikan pesan Islam, kesetiaan cinta dan kedamaian.

    Sayangnya umat Islam kadang-kadang di cap sebagai terorisme, atau tidak loyal pada negara (Amerika), tetapi Ajaran kami adalah sangat fundamental, yaitu harus cinta pada negara dimana dia tinggal.

    Dia mengatakan kampanye "Muslim for Peace" digalakkan sebagai tanggapan terhadap usaha pemboman teroris di Times Square di bulan Mei tahun lalu". Kami memutuskan bahwa kami tidak ingin hanya duduk dan mengutuk terorisme dari tempat duduk kami, tapi kami benar-benar ingin keluar dan menunjukkan kepada orang bahwa kita adalah Muslim yang damai". ujarnya lagi.

    Seiring dengan video tersebut kegiatan di Times Square dan seluruh Amerika adalah membagi-bagikan selebaran kepada para pejalan kaki.

    Hal ini untuk menjelaskan bahwa kampanye "Muslims for Peace" adalah bagian dari Komunitas Muslim Ahmadiyah, sebuah kelompok Islam yang terorganisir lebih dari satu abad yang lalu. Pendirinya, Mirza Ghulam Ahmad dari India, mendesak pengikutnya untuk membela Islam tidak dengan pedang, melainkan dengan pena (tulisan). Muslim Ahmadiyah mengklaim lebih dari 15.000 masjid dan puluhan juta pengikut.

    Di antara mereka yang mendapat brosur itu Joe Coyle, seorang agen real estate komersial dari New Jersey. "Saya sudah berkeliling seluruh Amerika Serikat. Kami di sini hanya berkumpul dan membangun negara kita untuk membuat hal-hal besar di sini. Saya mendukung setiap hal baik yang sedang dilakukan. Saya punya banyak teman dari banyak agama dan begitulah seharusnya. Saya berharap mereka beruntung hari ini dan bagi mereka dapat menjangkau dan belajar pesan mereka, semoga Allah memberkati, "katanya.

    Ahmad Chaudry mengatakan bahwa Muslim militan, khususnya pelaku teroris 11 sepetember 2001, telah memberikan kesan mendalam pada media dan benak orang di seluruh dunia. Chaudry mengatakan anggota "Muslims for Peace" berusaha menghilangkan pandangan palsu bahwa mereka mewakili Islam. Keimanan sejati, jelas dia, adalah salah satunya adalah cinta pada orang lain, cinta pada negeri dan perdamaian untuk semua.

    KRITIK:
    1. Judul bacaan sebaiknya tidak menggunakan lebih dari satu tanda, seperti: hanya menggunakan bold atau underline saja.
    2. Isi bacaan juga tidak memberikan daya tarik kepada pembaca.
    3. Pada paragraf ke 2 kalimat “….. City berada iklan berbagai barang dan jasa - dari restoran ke teater….” Seharusnya setelah kata jasa tidak menggunakan tanda hubung (-).
    4. Pada paragraf ke 3 kalimat “…tetapi Ajaran kami adalah sangat fundamental, yaitu harus cinta pada negara dimana dia tinggal” kata Ajaran huruf A diganti menjadi “ajaran”.

    BalasHapus
  13. Renanda Kusumastuti PCP’10/14

    JIHAD ISLAM dilakukan bukan Untuk Menyebarkan Agama
    Sekarang ini jihad dengan menggunakan pedang berarti memenggal Islam dengan pedang. Sekarang ini adalah masa untuk memenangkan kalbu-kalbu manusia.. Dan hal ini tidak dapat dilakukan dengan pemaksaan.

    Ada kritikan terhadap Islam yang menyatakan bahwa Rasulullah saw lah yang pertama-tama mengangkat pedang. Itu sama sekali salah. Sampai 13 tahun lamanya Rasulullah saw dan para sahabat tetap bersabar diri. Kemudian, walau para musuh terus saja mengejar-ngejar, beliau saw sangat ingin agar terjadi perdamaian dan tidak terjadi peperangan. Dan kaum-kaum musyrik yang ingin berdamai, maka kepada mereka diberi jaminan keamanan serta kedamaian.

    Islam telah berupaya menghendaki agar menghindarkan diri dari peperangan, melalui kerumitan yang sangat tinggi. Landasan peperangan justru dipaparkan sendiri oleh Allah ta'ala. Yakni, dikarenakan orang-orang Islam sudah sangat teraniaya, dan kepada mereka ditimpakan berbagai macam penderitaan, oleh sebab itu Allah ta'ala mengizinkan supaya mereka melawan orang-orang itu. Sebab jika tidak demikianseandainya yang ada yang ada ialah rasa dengki permusuhan, maka yang harus diperintahkan adalah supaya orang-orang Islam melakukan peperangan untuk menyebarluaskan agama. Namun justru yang diperintahkan adalah: "lama ikrooha fiddiiin" (QS 2:257) yakni tiada paksaan dalam agama.

    Dan ketika kekejaman serta penganiayaan yang melampaui batas dilakukan terhadap orang Islam, maka barulah diperintahkan untuk melawan.

    KRITIK
    a. Penulisan ‘saw’ seharusnya menggunakan huruf kapital.
    b. Bacaan sulit dimengerti.
    c. pada paragraf ketiga kata’demikianseandainya’ seharusnya diberi spasi menjadi ‘demikian seandainya’.
    d. Peulisan judul tidak benar sebaiknya penulisan menjadi ‘Jihad Islam Dilakukan Bukan untuk Menyebarkan Agama’.

    BalasHapus
  14. Nama : Hanindito Saktya (PCP 10/8)


    ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN ARAH

    Sesungguhnya keyakinan bahwa Allah ada tanpa tempat adalah aqidah Nabi Muhammad, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka. Mereka dikenal dengan Ahlussunnah Wal Jama’ah; kelompok mayoritas ummat yang merupakan al-Firqah an-Najiyah (golongan yang selamat). Dalil atas keyakinan tersebut selain ayat di atas adalah firman Allah:
    “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya, dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”. (QS. as-Syura: 11)
    Ayat ini adalah ayat yang paling jelas dalam al-Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah sama sekali tidak menyerupai makhluk-Nya. Ulama Ahlussunnah menyatakan bahwa alam (makhluk Allah) terbagai atas dua bagian; yaitu benda dan sifat benda. Kemudian benda terbagi menjadi dua, yaitu benda yang tidak dapat terbagi lagi karena telah mencapai batas terkecil (para ulama menyebutnya dengan al-Jawhar al-Fard), dan benda yang dapat terbagi menjadi bagian-bagian (jism). Benda yang terakhir ini (jism) terbagi menjadi dua macam;
    1. Benda Lathif; benda yang tidak dapat dipegang oleh tangan, seperti cahaya, kegelapan, ruh, angin dan sebagainya.
    2. Benda Katsif; benda yang dapat dipegang oleh tangan seperti manusia, tanah, benda-benda padat dan lain sebagainya.
    Sedangkan sifat-sifat benda adalah seperti bergerak, diam, berubah, bersemayam, berada di tempat dan arah, duduk, turun, naik dan sebagainya. Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa Allah ta’ala tidak menyerupai makhluk-Nya, bukan merupakan al-Jawhar al-Fard, juga bukan benda Lathif atau benda Katsif. Dan Dia tidak boleh disifati dengan apapun dari sifat-sifat benda. Ayat tersebut cukup untuk dijadikan sebagai dalil bahwa Allah ada tanpa tempat dan arah. Karena seandainya Allah mempunyai tempat dan arah, maka akan banyak yang serupa dengan-Nya. Karena dengan demikian berarti ia memiliki dimensi (panjang, lebar dan kedalaman). Sedangkan sesuatu yang demikian, maka ia adalah makhluk yang membutuhkan kepada yang menjadikannya dalam dimensi tersebut.
    Rasulullah bersabda: “Allah ada pada azal (Ada tanpa permulaan) dan belum ada sesuatupun selain-Nya”. (H.R. al-Bukhari, al-Bayhaqi dan Ibn al-Jarud)
    Makna hadits ini bahwa Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan), tidak ada sesuatu (selain-Nya) bersama-Nya. Pada azal belum ada angin, cahaya, kegelapan, ‘arsy, langit, manusia, jin, malaikat, waktu, tempat dan arah. Maka berarti Allah ada sebelum terciptanya tempat dan arah, maka Ia tidak membutuhkan kepada keduanya dan Ia tidak berubah dari semula, yakni tetap ada tanpa tempat dan arah, karena berubah adalah ciri dari sesuatu yang baru (makhluk). Maka sebagaimana dapat diterima oleh akal, adanya Allah tanpa tempat dan arah sebelum terciptanya tempat dan arah, begitu pula akal akan menerima wujud-Nya tanpa tempat dan arah setelah terciptanya tempat dan arah. Hal ini bukanlah penafian atas adanya Allah. Sebagaimana ditegaskan juga oleh sayyidina ‘Ali ibn Abi Thalib -semoga Allah meridlainya-:
    “Allah ada (pada azal) dan belum ada tempat dan Dia (Allah) sekarang (setelah menciptakan tempat) tetap seperti semula, ada tanpa tempat” (Dituturkan oleh al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi dalam kitabnya al-Farq Bayn al-Firaq, h. 333).

    Kritik :
    a. Seharusnya, menulis asma Allah harus dengan nama panjangnya, yaitu menulis Allah SWT
    b. Sebaiknya jika memberi sebuah pernyataan harus diberi penjelasan secara rinci, agar pemabaca mengerti maksud dari pernyataan tersebut
    c. Sebaiknya jika ada maksud penting seharusnya diberikan perbedaan agar pembaca mengerti bahwa kata tersebut penting
    d. Seharusnya kata yg digunakan jangan terlalu khusus,seharusnya kata umum agar dapaat dimengerti orang-orang

    BalasHapus
  15. Nama: Laras S.Y
    pcp'10/09

    TENTANG BERAMAL SHALIH

    Beramal shalih memang penting karena merupakan konsekuensi dari keimanan seseorang. Namun yang tak kalah penting adalah mengetahui persyaratan agar amal tersebut diterima di sisi Allah. Jangan sampai ibadah yang kita lakukan justru membuat Allah murka karena tidak memenuhi syarat yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan.
    Dalam mengarungi lautan hidup ini, banyak duri dan kerikil yang harus kita singkirkan satu demi satu. Demikianlah sunnatullah yang berlaku pada hidup setiap orang. Di antara manusia ada yang berhasil menyingkirkan duri dan kerikil itu sehingga selamat di dunia dan di akhirat. Namun banyak yang tidak mampu menyingkirkannya sehingga harus terkapar dalam kubang kegagalan di dunia dan akhirat.
    Sebelum semua itu terjadi, kini kesempatan bagi kita untuk menjawabnya. Tidak ada cara yang terbaik kecuali harus kembali kepada agama kita dan menempuh bimbingan Allah Subhanahuwata’ala dan Rasul-Nya. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan di dalam Al Qur’an bahwa satu-satunya jalan itu adalah dengan beriman dan beramal kebajikan. Allah berfirman:
    “Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan orang-orang yang saling menasehati dalam kebaikan dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ’Ashr: 1-3)
    Sumpah Allah Subhanahuwata’ala dengan masa menunjukkan bahwa waktu bagi manusia sangat berharga. Dengan waktu seseorang bisa memupuk iman dan memperkaya diri dengan amal shaleh. Dan dengan waktu pula seseorang bisa terjerumus dalam perkara-perkara yang di murkai Allah Subhanahuwata’ala. Empat perkara yang disebutkan oleh Allah Subhanahuwata’ala di dalam ayat ini merupakan tanda kebahagiaan, kemenangan, dan keberhasilan seseorang di dunia dan di akhirat.
    Keempat perkara inilah yang harus dimiliki dan diketahui oleh setiap orang ketika harus bertarung dengan kuatnya badai kehidupan. Sebagaimana disebutkan Syaikh Muhammad Abdul Wahab dalam kitabnya Al Ushulu Ats Tsalasah dan Ibnu Qoyyim dalam Zadul Ma’ad (3/10), keempat perkara tersebut merupakan kiat untuk menyelamatkan diri dari hawa nafsu dan melawannya ketika kita dipaksa terjerumus ke dalam kesesatan
    Kritik :
    Tulisan di atas membahas tentang syarat-syarat amal saleh untuk diterima oleh Allah SWT menurut surat Al’Ashr. Menurut penulis juga diterangkan bahwa dalam tulisan itu terdapat empat tanda sebagai bekal untuk mengarungi kuhidupan di dunia. Tulisan ini kurang menyajikan fakta atau dasar yang menjelaskan tema utama tulisan. Begitu juga dengan nama – nama tokoh dan karya mereka yang ditampilkan dalam tulisan ini. Tidak dijelaskan secara terperinci bagian – bagian karya yang ditampilkan sebagai referensi.
    Pada segi tata bahasa Indonesia, tulisan di atas juga memiliki banyak kekurangan dan kesalahan. Banyaknya kata – kata asing yang dipergunakan sebagai kata – kata dalam penulisan banyak menimbulkan kesalahan. Seperti pada paragraf di atas terdapat kata “sunnatullah” yang merupakan kata asing yang berasal dari bahasa Arab. Seharusnya kata bahasa asing diberi cetak miring. Contoh: sunnatullah. Dan pada paragraf di atas terdapat kata “shalih” yang tidak sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia, penggunaan kata yang benar menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah saleh. Begitu juga pada kata “Subhanahuwata’ala” yang seharusnya ditulis dengan tanda cetak miring seperti subhanahuwata’ala.

    BalasHapus
  16. Nama : Canindera Costa
    Kelas : PCP 2010
    No.absen : 04

    Dua Macam REZEKI

    Sebenarnya rezeki itu ada dua macam. Yang pertama sebagai ibtilaa (cobaan) dan yang kedua sebagai ishthifa (pilihan).

    Rezeki yang sebagai cobaan adalah rezeki yang tidak ada hubungan apapun dengan Allah. Bahkan rezeki yang satu ini membuat manusia semakin jauh dari Allah, sampai akhirnya dia binasa. Ke arah inilah Allah ta'ala telah mengisyaratkan:
    "laa tulhikum amwaalukum"
    harta kalian jangan sampai membinasakan kalian. (Al-Munaafiqun: 10)

    Rezeki yang sebagai ishthifa adalah rezeki yang diperuntukkan bagi Allah. Allah akan jadi pelindung bagi orang-orang seperti itu. Dan segala sesuatu yang ada pada mereka, mereka anggap sebagai milik Allah semata. Dan hal itu mereka buktikan dari amal perbuatan mereka.

    Lihatlah kondisi para sahabat Rasulullah saw ketika masa cobaan tiba, maka segala sesuatu yang ada pada seseorang diantara mereka, semuanya diserahkan di jalan Allah ta'ala. Abu bakar ra adalah yang paling pertama datang , dengan mengenakan kain menyerahkan semua milik beliau. Dan Allah ta'ala telah membalas ganjaran bagi kain tersebut, yakni beliaulah yang pertama telah menjadi khalifah.

    KRITIK :
    a. Kritik untuk pokok masalah : kalimat pada pokok masalah sebaiknya dapat dipertebal, dimiringkan, diberi garis bawah, atau di beri tanda petik. (“”).

    b. Kritik untuk paragraf pertama : sebaiknya ketika ada potongan ayat Al-Qur’an dapat menggunakan huruf arabnya, agar pembaca dapat lebih mengerti bacaannya dan lebih baik lagi jika Allah ta’ala ditulis menjadi Allah SWT.

    c. Kritik untuk paragraf kedua : pada paragraf kedua bacaan di atas, terlalu banyak menggunakan kata mereka, sebaiknya dapat menggunakan kata ganti dari mereka, dan tulisan Allah diperlengkap menjadi Allah SWT.

    d. Kritik untuk paragraf keempat : Rasulullah saw dapat diperbaiki dengan Rasulullah SAW. Karena beliau merupakan seorang Rasul, Allah ta’ala diperbaiki menjadi Allah SWT. dan Abu Bakar ra diperbaiki menjadi Abu Bakar ra serta ada beberapa kata serapan dari bahasa Arab yang mungkin tidak dapat dimengerti oleh pembaca.

    BalasHapus
  17. Nama : Lusi Sri Julianti
    kelas / no : XII IPA 3 / 19

    Judul Cerpen : Tulang Belulang
    Karya : Rama Dira
    Cuplikan:
    Ia belum bangun pagi itu. Pintu rumahnya digedor-gedor seseorang. Lebih karena ingin mengakhiri teror gedoran daripada mengetahui siapa yang melakukannya, ia beranjak dari tidur dan membuka segera pintu rumah dengan harapan urusan segera kelar dan ia bisa segera melanjutkan tidur. Ia tak begitu memperhatikan siapa yang berada di ambang pintu. Ia hanya mendengarkan beberapa baris omongannya. Permintaan lelaki itu, yang ingin mendapatkan lagi air siraman dari tulang belulang anaknya, membuatnya tahu itu pasti lelaki terakhir yang memberinya uang lima puluh ribu tiga hari yang lalu.

    ”Oh.. kamu..”

    ”Ya, Pak. Berilah lagi saya air tulang belulang itu. Soto saya laris manis tiga hari ini berkat kuah yang saya campurkan dengan air tulang belulang dari Bapak. Para pembeli bilang, kuah soto saya dahsyat nikmatnya.”

    ”Dari mana kamu tahu saya tinggal di sini?”

    ”Sama seperti waktu saya menemukan Bapak beberapa hari yang lalu di pasar, saya menemukan tempat tinggal Bapak ini berdasarkan bisikan spiritual.”

    ”Bisikan spiritual?”

    Meski belum begitu paham dengan penjelasan si penjual soto, ia tak bisa mengelak untuk memenuhi permintaannya. Lebih-lebih lagi lelaki itu telah menyodorkan uang yang berlipat jumlahnya dibanding yang lalu. Kali ini, tiga lembar seratus ribuan.

    Tanpa berpanjang lebar, ia segera menyiram tulang belulang anaknya dan mengisi jeriken lima liter bawaan si penjual soto. Sepeninggalan penjual soto, dia meledak dalam girang bukan main. Dari perhitungan, uang itu akan cukup untuk hidup selama seminggu. Ia segera menghampiri tulang belulang anaknya, memeluknya sebagai ungkapan rasa terima kasih tak terhingga.

    ***

    Kabar mengenai kehebatan air bilasan tulang belulang milik si penjual obat segera merebak ke mana-mana, terbang bersama angin ke segenap penjuru. Setelah si penjual soto, berdatangan beragam orang, dari beraneka profesi, beragam desa dan kota dengan tujuan yang sama: ingin sukses dalam bidangnya masing-masing dengan air bilasan tulang belulang.

    Kritik :
    -Bahasa
    Bahasa yang digunakan banyak dari kata-kata keseharian yang tidak baku dan sangat mencerminkan masyarakat pada saat ini yang sering salah menggunakan bahasa yang baku dan benar .
    contoh kata : digedor-gedor (paragraf I )
    Gedoran (paragraf I )
    kelar (paragraf I)
    dll.
    -Isi :
    Isi yang tedapat pada cerpen ini merupakan cerminan masyarakat saat ini meskipun di jaman modern seperti ini masih saja ada kepercayaan akan benda atau hal-hal yang berbau spiritual . Cerpen ini banyak sekali mengilhami cerita rakyat Indonesia saat ini yang sangat mudah terpengaruh hal-hal seperti itu.Menyentuh realitas masyarakat kita saat ini untuk dapat bercermin pada cerpen ini.

    BalasHapus
  18. Nazala Ayunda
    XII IPA 3 / 21

    Judul Cerpen : Pohon Berbunga Bangau
    Karya : Maya Lestari Gf.

    Cuplikan Cerpen

    Dan kini aku rindu ayah.

    Sudah bertahun ayah tak pulang, bahkan hari raya pun hanya mengirim kabar. Aku ingin bertemu dengannya. Bercerita kembali soal danau yang dikitari sawah-sawah. Harum tanah yang sudah bertahun tak diciumnya, bangau-bangau yang hinggap di pohon cangkiang, membuat pohon itu seperti berbunga. Berbunga bangau.
    Betapa banyak yang ingin kuceritakan padanya. Bukan hanya soal tahun-tahun yang hilang di antara kami. Tapi juga soal hatiku, diriku, hidupku.

    “Tapi ayahmu tak mungkin pulang,” kata amak, ibu dari ibuku, “Dia sudah pergi jauh. Dia sudah meninggalkan kita semua tepat ketika ia naik ke bus itu.”

    “Dia akan kembali. Dia pernah berjanji.”

    “Dia tak peduli pada janji, Bujang. Dia tak peduli.”

    “Tentu saja dia peduli. Sebab dia ayahku.”

    “Lalu kemana ia? Sudah lebih empat tahun ia tak pulang. Mengirim kabar hanya setahun sekali. Tahu apa kita mengenai dirinya di perantauan? Tahu apa kita mengenai kehidupannya? Tahu apa kita mengenai nasibnya? Dan tahu apa kau tentang pikirannya? Dia sudah melupakanmu, melupakan kita.”

    “Ayahku tak mungkin melupakanku, dia sudah berjanji.”

    “Kau selalu bicara janji. Ayahmu hutang janji beribu kali pada ibumu, tak satupun yang lunas. Berhentilah berharap terlalu banyak padanya, Bujang. Anggap saja dia tak ada. Anggap saja kau tak lagi punya ayah. Seperti kata si Nio, anggap saja kau ini anak yatim berayah.”

    “Tidaaak!” aku berlari ke kamar, air mataku berlinangan di pipi. Terasa pedih semua kata amak dalam hati. Aku menangkupkan kepala ke kasur dipan. Terisak-isak.

    “Jangan sedih begitu, Bujang,” kudengar suara amak di ambang pintu, suaranya melembut.

    “Amak hanya ingin kau melihat kenyataan dan tidak selalu dibuai mimpi dan khayal. Bersikaplah seperti anak laki-laki umur sembilan tahun. Bermain dengan riang. Tak ada beban di pikiran.”

    Aku tak menjawab.

    “Amak bukannya tak kasihan dengan kau,” kurasakan tangan Amak membelai kepalaku.

    “Justru karena Amak kasihan dengan kaulah makanya amak marah pada ayahmu. Apakah dia tak sayang kau lagi atau bagaimana sehingga lupa untuk pulang. Jangankan untuk pulang, mengirim uang untuk biaya sekolahmu saja dia tak pernah. Dia hanya mengirim uang saat hari raya. Itu pun cuma cukup untuk beli baju rayamu dua helai. Sudahlah, Bujang. Jangan menangis lagi. Kau belajar saja dengan rajin. Supaya beban di hati ibumu tak bertambah-tambah.”

    Aku tetap tak menjawab kata-kata amak.

    “Sabarlah, Nak,” kudengar suara amak berubah serak, “orang sabar disayang Tuhan.”
    Aku menggeleng-gelengkan kepala. Bukankah aku sudah bersabar selama empat tahun? Harus berapa lama aku mesti diuji? Tak bolehkah aku bertemu lagi dengan ayahku?
    **

    Kritik:
    1. Segi Bahasa
    Ditinjau dari segi bahasa, cuplikan cerpen tersebut sudah cukup baik. Bahasanya menggunakan bahasa sehari - hari yang mudah dimengerti oleh pembaca. Hanya saja ada beberapa kata yang masih menggunakan kata yang masih baku seperti misalnya "makanya" dan "dikitari" pada paragraf 1. Selebihnya, bahasa yang digunakan sudah hampir sempurna.

    2. Segi Isi
    Isi yang terdapat pada cuplikan cerpen ini berkisah tentang kerinduan seorang anak kepada ayahnya yang telah bertahun - tahun pergi meninggalkannya. Kasih sayang seorang anak terhadap ayahnya yang begitu besar, membuatnya terus dilanda kesedihan yang tiada hentinya sehingga yang dilakukannya hanya melamun melamun dan melamun saja. Ironis memang tapi sebaiknya, meskipun kita dilanda rasa rindu yang begitu hebat kepada seseorang yang sangat kita cintai, hendaknya bersikap sewajarnya saja. Kita harus bangkit dari kegalauan kita dan berusaha untuk mencarinya, bukan hanya melamun saja. Dan kita harus yakin bahwa suatu saat nanti kita pasti bertemu dengannya.

    Sekian Pak,
    Maaf kalau ada salah kata
    Terima kasih pak.

    BalasHapus
  19. berlian nur maghfirah
    XII ipa 3/10

    Sang Primadona – Nina Pane
    Suasana mapras di SMA mengakrabkan persahabatan Soraya dengan Kintan, Nyadia dan Dicky. Di tengah-tengah galaunya Mapras itu pula Soraya dinobatkan sebagai primadona. Karena kecantikannya menaklukkan kakak-kakak kelas pria. Tetapi ada satu orang yang tidak menunjukkan sikap memuja Soraya. Allan, sang ketua OSIS tetap dingin bagai batu es. Dan yang datang memburu Soraya justru lelaki yang terkenal sebagai play boy.
    “Ruben ganti-ganti cewek seperti ganti baju. Kintan! Sudah bosan yang lama, beli lagi yang baru,”
    Soraya ingin membalas dendam kaumnya dengan mempermainkan Ruben, sekaligus membakar kecemburuan Allan. Tetapi di saat itulah Soraya di hadapkan pada kenyataan lain.
    “Aduh, Aya! kamu ditunangkan?”
    “Handy, terlalu tua untukku, Kintan. Aku tidak mungkin bertunangan dengan seorang lelaki yang sepantasnya menjadi pamanku!”
    Soraya gadis cantik, lincah, dam modern, tetapi di saat orang tuanya menuntut pengabdiannya, dia rela meninggalkan segalanya.
    “Tujuh belas tahun yang lalu mamamu melakukan hal yang sama beratnya, melahirkan kamu.”
    Cincin pertunangan pun diukir. Kartu undangan pun dicetak. Soraya telah siap menggadaikan kebebasannya, tetapi ternyata Handy mengecewakannya….
    Novel ini menggambarkan dengan manis hiruk-pikuk remaja yang mencari identitas diri dan mencoba memahami cinta.

    Kritik:
    Isi
    A.isi cerita ini sudah mengandung unsure tersirat dan tersurat.dari ceerpen tersebut kita tau bahwa soraya mendekati cowok playboy di sekolah,dia melakukan itu untuk membalas dendam terhadap cowok playboy tersebut dan ingin membuat alan(ketua osis) cemburu kepadanya.
    B.ceritanya kurang jelas,memiliki jalan cerita yang menggatung pada bagian akirnya.
    C. Latar tempat dan kejadiaan tidak dijelaskan secara rinci.
    B. Bahasa.
    1. Adanya penggunaaan simbol tidak penting
    2. Penggunaan tanda baca yang tidak baik.
    3.Dalam cerita banyak mengandung kalimat yang kurang efektif
    4.Bahasa yang digunakan banyak dari kata-kata keseharian yang tidak baku dan sangat mencerminkan masyarakat pada saat ini yang sering salah menggunakan bahasa yang baku dan benar .

    BalasHapus
  20. Andreas W. I.
    XII IPA 3 / 06

    Judul Cerpen : Jakarta 3030
    Penulis : Martin Aleida
    Tempat dan Tanggal Pembuatan : Bengkalis, 14 Mei 2002
    Sumber : http://ceritaindonesia.angelfire.com/story_2/kumpulan-cerita-pendek-jakarta.html

    Kritik:

    1. Dari segi isi, cerita pendek ini merupakan hasil imajinasi dari penulis tentang keadaan kota Jakarta. Cerpen ini mengkisahkan tentang keadaan kota Jakarta yang mengalami perubahan signifikan dalam hal kemanusiaan. Diceritakan bahwa pembunuhan masal waktu itu merupakan hal yang biasa. Para penguasa kota bahkan sudah tidak menghormati adanya pemakaman, Mereka malah meratakan tanah tempat penguburan mayat, dan membangun gedung-gedung 'pencakar langit' di atasnya. Sebagai bentuk simbolis kemenangannya atas kaum tersisih, para bangsawan dan politisi mengalihfungsikan Monas (Monumen Nasional) sebagai tempat pemusnahan mayat. Burung Gazgazammut dari Asia Tengah pun diimpor untuk memakan daging mayat tersebut hingga tersisa tulangnya, yang kemudian digunakan sebagai bahan baku pembuatan tablet kalsium.

    2. Dari segi bahasa, penggunaan kata dalam cerita pendek ini sudah baik, seperti:
    - Penggunaan kata asing dalam kata: gizogasarm, chip, PIN, keyboard, home page, gazgazammut, TBC, dll.
    - Penggunaan kata serapan dalam kata: ekstraksi, presisi, dll.
    - Penggunaan kata keseharian dalam kata: comberan, encok, ngelencer, dll.
    - Penggunaan kata penjelas bunyi dalam kata: rrrruuuuummmm, dll.
    Namun masih ada kata-kata yang sulit dipahami seperti: kelu, kesumat, majal, parau, dll.
    Ada juga beberapa kalimat yang tidak efektif untuk menjelaskan suatu maksud, seperti 0-besar-kemanusiaan (nol besar kemanusiaan), yang seharusnya dapat dijelaskan dengan kalimat 'tidak berperikemanusiaan'.

    Mohon maaf kalau saya tidak menyertakan kutipan cerpen dalam tulisan ini.
    Terima kasih, Pak.

    BalasHapus
  21. Dian Apriliana H
    XII IPA 3/ 11

    judul cerpen : Ibu Pulang
    karya :Fransisca Dewi Ria Utari

    Cuplikan cerpen

    Aku mengangguk dan memutuskan tetap duduk sambil menunggu fajar. Dalam kegelapan, aku membayangkan kehidupanku jika Ibu tak pernah pergi. Mungkin Ayah tetap hidup dan setiap tahun aku akan pulang untuk merayakan Natal. Kemudian kami semua akan berkumpul di dekat pohon natal sambil saling bertukar kado. Atau seperti di film-film Hollywood, aku, Ibu, dan Nenek akan memasak hidangan natal bersama. Mungkin juga akan muncul pertengkaran layaknya sebuah keluarga, ketika aku memperkenalkan calon suami saat Natal tiba dan orangtuaku tidak menyetujuinya. Bahkan bukan tidak mungkin aku sudah memberikan cucu untuk Ayah dan Ibu.

    Dua hari setelah Natal, Ibu pulang. Aku tetap tinggal di rumah Nenek sampai Tahun Baru. Setelah kepergiannya, aku akhirnya menyadari bahwa Ibu pergi karena tidak pernah memaafkan dirinya sendiri. Kesimpulan ini kudapatkan dari cerita Nenek dan hadiah Natal dari Ibu. Sewaktu kubuka, hadiah itu berisi album foto yang memasang foto-fotoku sewaktu kecil. Aku belum pernah melihat foto-foto itu.

    Sembari melihat isi album foto itu, Nenek akhirnya bercerita bahwa Ayah begitu menginginkan anak dalam pernikahannya dengan Ibu. Aku lahir lima tahun kemudian. Namun kehadiranku tak bisa menghalangi kepergian Ibu. Bagi Ayah, aku adalah hadiah dalam hidupnya. Sementara bagi Ibu, kehadiranku adalah memorabilia ketidaksetiaannya. Kini aku menyadari mengapa wajahku tidak sama dengan Ayah maupun Ibu. Di halaman terakhir album foto itu, kulihat diriku sewaktu kecil berada di sebuah taman. Aku dipangku Ibu yang sedang duduk bersama seorang lelaki dengan sorot mata dan senyum yang sama denganku.

    kritik
    a. Segi Bahasa
    - penggunaan ejaan dalam cerpen ini baik dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca.
    - bahasa yang digunakan mengadaptasi bahasa sehari-hari. seperti " Dalam kegelapan, aku membayangkan kehidupanku jika Ibu tak pernah pergi".
    - dalam cerpen ini paduan kata yang digunakan kurang baik karena sering terjadi pengulangan kata sehingga menjadi tidak efektif.
    contohnya : " Atau seperti di film-film Hollywood, aku, Ibu, dan Nenek akan memasak hidangan natal bersama".
    -pemaknaan bahasa yang digunakan mudah untuk dipahami, pembaca mudah untuk mengartikannya.
    - gaya bahasa yang digunakan kadang menggunakan kata yang tidak baku seperti kata "sembari"

    b. segi isi
    cerpen ini bercerita tentang seorang anak yang ditinggal oleh ibunya kerena ibunya merasa bersalah dengan suaminya. si Ibu tidak pernah mencintai suaminya dan tidak pernah menginginkan kehadiran seorang anak.
    Dalam cerpen ini terlihat bahwa sesungguhnya Si Ayah sangat mencintai istrinya dan memiliki rasa kesetiaan yang mendalam.

    sekian dan terima kasih Pak.

    BalasHapus
  22. Alvika Reza Lutfiah
    XII IPA 3/ 04

    Judul : Pengorbanan Elice
    Oleh: Gen, 6 Nov 2010

    Prrangggg ……

    Gian melempar piring berisi makanan yang di berikan Alice padanya. Pecahan piring dan makanan berserakan di lantai. Alice mundur karena kaget.

    “ Apa pedulimu dengan ku?. Pergi!!!” bentak Gian pada Alice yang membuatnya semakin kaget.

    “ Gi, aku tau ini berat, aku ngerti ba …..”

    “ Tau apa kamu dengan perasaanku.” Gian memotong kata-kata Alice.” Gak ada satu pun yang ngerti gimana perasaanku sekarang. gak ada yang peduli denganku bahkan orangtuaku sendiri, dan kamu gak perlu repot-repot memperhatikan.” Gian kalap.

    Alice benar-benar mundur kali ini, belum pernah dia melihat Gian seperti ini. Dia tau Gian sedang banyak masalah, tapi dia gak nyangka Gian bisa sekalap ini. gak ada gunanya memaksakan diri pikirnya, Gian mungkin butuh waktu sendiri.

    Setelah Alice pergi, Gian semakin kalap. Dia melempar semua barang-barang yang ada di kamarnya. Gian terduduk di antara barang-barang yang berserakan. Dia muak dengan semuanya. Kedua orangtuanya hanya sibuk dengan urusan mereka sendiri, jarang ada di rumah, dan kalau pun mereka pulang, maka mereka cuma bertengkar dan saling menyalahkan. Mereka sama sekali gak peduli dengan Gian, segala cara udah dilakukan Gian agar orangtuanya mau memperhatikannya, tapi tetap gak ada hasilnya.

    Bahkan ketika Gian hampir dikeluarkan dari sekolah karena memukuli temannya sampai harus masuk rumahsakit, orangtua Gian malah bertengkar dan saling melempar kesalahan. Gian merasa benar-benar putus asa.

    Dan terakhir yang membuat Gian makin tertekan adalah kenyataan bahwa ternyata Gian bukan anak kandung orangtuanya, dia cuma anak angkat, dan selama ini orangtuanya merahasiakan kenyataan itu. Gian gak sengaja mendengarnya waktu mereka bertengkar. Gian gak bisa terima keadan ini, untuk apa harta yang melimpah, buat apa kehidupan yang mewah, kalau kenyataannya dia gak bahagia.

    Selama ini, cuma Alice yang selalu menemaninya, Alice adalah temannya dari kecil, sama Alice dia menumpahkan semua kekesalannya, tempat dia berbagi suka dan duka. Tapi sekarang Gian separti kehilangan kepercayaan, dia gak bisa percaya siapa pun lagi, baginya semua hanya pura-pura.dia benci semuanya.

    Alice datang besoknya, dia berharap Gian sudah tenang lagi. Tapi ternyata dia salah, Gian masih bersikap sama.

    ”Mau apa lagi kamu kesini? Apa kamu gak ngerti juga. Udahlah di dunia ini emang gak ada yang peduli sama aku, semua cuma pura-pura. Pergi sana! Dasar cewe’ gak tau diri. Aku gak mau liat muka kamu lagi!!!”

    ”GIAN !!!” alice benar-benar gak bisa percaya dengan apa yang didengarnya.

    ” Ya, cewe’ gak tau diri. Puas !?!?!!. sekarang pergi dari sini!”

    Alice bagai disambar petir. Dia gak pernah nyangka Gian akan mengatakan kata-kata seperti itu. Alice berlari meninggalkan gian, dia gak bisa lagi nahan airmatanya.

    Dalam keadaan kalut gian memacu motornya dengan kecepatan tinggi, dia gak punya tujuan, dia Cuma ingin pergi.walaupun gak tau kemana.

    Sebuah benturan keras menghantam gian. Tubuh gian. Tubuh gian terlempar dari motornya,darah mengalir dari kepalanya.gian tidak tau lagi apa yang terjadi.

    Prrang ....

    Gelas yang dipegang alice jatuh dari tanganya.

    ”Gian.” katanya tanpa sadar.

    ***

    Analisis :

    1. Ditinjau dari bahasa, dalam cerpen sangat mudah dipahami, karena pengarang menggunakan bahasa sehari-hari. Hal tersebut membuat pembaca mudah menguasai arti-arti kata dan optimal dalam memahami isi cerpen tersebut. Tetapi kata-kata yang digunakan kurang formal, contohnya kata “gak”, kata yang berulang kali diucapakan dalam cerpen.

    2. Ditinjau dari segi isi, isi cerpen ini seperti kehudupan sehari-hari yang sering dialami anak remaja labil. Menceritakan sebuah tali persahabatan antara dua orang anak remaja yang mana telah bersahabat dan bersama sejak mereka masih kecil. Suatu saat salah satu dari mereka mengalami cobaan hidup yang berat, masalah batin. Sehingga membuat hubungan mereka menjadi tidak baik.

    terima kasih, pak .
    maaf, kalau jawabannya kurang memuaskan.

    BalasHapus
  23. Nur Fadilah Arifina28 Januari 2011 00.11

    Nur Fadilah Arifina
    XII IPA 3/24

    “Kenapa nggak boleh, Bu? Kan cuma lima hari?” marah Dinda pada ibunya yang tidak menyetujuinya untuk ikut berlibur bersama teman-temannya ke Bandung.

    “Feeling Ibu nggak enak, Din. Ibu masih belum bisa melepas Dinda.” Sambil menyalin nasi ke mangkuk, Maryam, ibu Dinda menjelaskan alasannya dengan nada datar, nada keibuannya yang biasa meluluhkan anak semata wayangnya untuk menurutinya.

    “Bu, Dinda kan sudah besar. Apalagi yang Ibu beratkan untuk melepas Dinda? Pun Dinda juga sering Ibu tinggal berhari-hari, malah lebih dari lima hari, karena kerjaan Ibu.” Dengan kesal Dinda mengutarakan semua alasannya.

    Maryam adalah seorang single parent setelah kematian suaminya dua tahun yang lalu. Sejak itu, Maryam harus banting tulang demi kelangsungan hidup dan pendidikan anaknya. Sebagai seorang engineer, tak jarang ia bepergian berhari-hari, bahkan hingga sepuluh hari. Tapi, tak pernah sekali pun ia meninggalkan anaknya tanpa menelfonnya tiga kali sehari. Selain itu, tentu saja Dinda tak dibiarkan tinggal sendirian di rumah, selalu ada Sari, kakak Maryam yang dimintai tolong untuk menemani Dinda.

    “Walaupun Din… perasaan Ibu berat.” Sambil membawa nasi hangat untuk makan malam, Maryam duduk di kursi makannya.

    “Ibu tak adil, Dinda tak melarang Ibu berlibur bersama Om Sofyan, tapi Ibu melarang dinda berlibur bareng teman-teman. Tak adil!” beranjak dari kursi makan, Dinda bersegegas menuju kamarnya.

    “Dinda… Ibu dan Om Sofyan bukan berlibur! Kami team, Dinda! Ingat itu!”
    “Tetap saja ibu tak adil!”
    BRAKK! Banting dinda.

    17 Desember 2010, salah satu rutinitas Maryam, menyilang hari yang telah berlalu dengan beberapa agenda yang telah tercapai dan membuat agenda baru untuk hari-hari selanjutnya. Tangannya terhenti pada agenda 20 Desember 2010. Ulang tahun Dinda yang ke lima belas. Hari yang akan merubah sikapnya, dari menganggap Dinda sebagai tawanan menjadi sahabat. Ia berencana akan membuat hari itu begitu special baginya dan tentu saja badi Dinda, pemilik hari itu.

    Berawal dari 18 Desember 2010. Tanpa jadwal proyek yang selalu mengganggunya, Maryam membuat sebuah hadiah istimewa buat Dinda. Ia berencana mambuat kamar baru buat Dinda. Menjadikan kamar tamu yang jarang terawat sebagai lokasinya. Mulai dari membersihkan, mengecat, mengganti tirai, tempat tidur dan meja belajar yang baru buat Dinda semua ia lakukan sendiri. Sesekali ia meminta bantuan Sofyan untuk memesan peralatan yang ia inginkan, seperti lemari, boneka dan beberapa bingkai yang menghiasi lukisan Dinda yang selama ini hanya tersinpan dalam boxnya. Semua peralatan berwarna dan bercorak kesukaan Dinda. Kamar tersebut penuh dengan warna hijau dengan berbagai gradasi yang menarik. Dinda pasti senang, fikirnya.

    BalasHapus
  24. Nur Fadilah Arifina28 Januari 2011 00.14

    Nur Fadilah Arifina
    XII-IPA 3/24

    LANJUTAN POSTING

    Sebelum ia menjemput Dinda, tak ada celah yang dapat membuat Dinda bahwa ada sesuatu yang luar biasa yang terjadi di rumahnya. Ketika Dinda tiba di rumah, dugaan pun tak terlontar dari gerak-geriknya. Semua Maryam lakukan hanya ketika Dinda sekolah, tentu, karena Dinda berangkat pukul 07.00 dan pulang pukul 16.00. Tak sempat baginya memandangi keadaan rumahnya. Selanjutnya 19 Desember 2010, Mar-yam kembali dengan berbagai rencananya.

    Namun, setelah selesai sudah hadiah tersebut, tiba-tiba saja seseorang datang menjemputnya. Ia lupa bahwa 20 Desember ia harus berada di Bekasi untuk sebuah proyek yang telah ditandatanganinya.

    Tak bisa mengelak, Maryam pun berangkat ke Bekasi. Sebelum itu ia menitipkan kunci yang juga sudah di kotakkan indah kepada Sofyan yang tidak ikut proyek kali ini, agar memberikannya kepada Dinda sepulang sekolah esok.
    Esoknya, mendapat kotak kecil dari Sofyan, Dinda menampakkan wajah dinginnya, walau tetap melontarkan ucapan terimakasih, karena kebiasaan.

    Dibukanya kamar hadiah Maryam. Cantik, sesuai seleranya, sangat bahagia. Tapi tetap saja ada celah lagi, Maryam tak bersamanya dihari ulang tahunnya dan Sofyan yang mengantarkan hadiah Maryam. Kalau Sofyan hanya team, kenapa Sofyan yan mengantarnya. Surat dari Maryam, tentang cerita sikap Maryam padanya, tak dibacanya. Telfon Maryam tak diangkatnya. Tak ada kata-kata yang didengarnya dari Mar-yam. Sampai pesan yang dikirim Maryam pun tak di bacanya, bahkan langsung dihapusnya.

    Hingga 22 Desember 2010. Hari tibanya Maryam kembali kekediamannya, Pekanbaru. Hari ibu yang biasanya dirayakan oleh dua beranak ini. Kini, tak ada tanda-tanda bahwa hari itu ada. Dinda tak langsung pulang, hanya sms yang dikirimnya, bahwa ia ke rumah Sari. Tinggallah Maryam seorang diri di rumah. Hadir tanpa sambutan. Duduk di ruang makan dengan kue hari ibu yang di belinya sendiri. Tiba-tiba lampu padam, penuh air mata Maryam menyalakan lilin.Meratapi kesalahannya. Seandainya saja pekerjaannya tidak menuntutnya sekeras ini, seandainya saja masih ada ayah dinda yang selalu mengisi kekurangannya, seandainya seja ia lebih tanggap lagi, seandainya saja dinda mengerti. Mar-yam menangis sambil berbicara sendiri menghadap lilin.
    “Jangankan seperti sang surya menyinari dunia, seperti lilin pun kasihku tak sampai.” Terhenti oleh tangis “Anakku seorang saja tak bisa kubahagiakan.” Air matanya mengalir sambil bernyanyi “Kasih ibu, kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali …”
    “Bagai sang surya menyinari dunia.” Sambung Dinda sambil membawa rangkaian lilin yang banyak, indah. Dengan isak tangis lagu itu ia nyanyikan.

    “Maafkan Dinda Bu. Cik Sari dan Om Sofyan telah menjelaskan semuanya pada dinda. Dinda juga sudah membaca surat Ibu. Juga Dinda telah mengerti alasan kenapa Ibu terlalu sibuk bekerja.

    Begitu egoisnya Dinda. Maafkan Dinda Bu.” Tangis mengalir bahagia dalam pelukan Maryam dan Dinda dengan lilin untuk Maryam.

    Analisis :
    1.Segi Bahasa : Bahasa yang digunakan dalam cerpen ini merupakan bahasa sehari-hari. Contohnya : "Kenapa nggak boleh, Bu? Kan cuma lima hari?”
    Tetapi ada juga bahasa yang tidak baku seperti contohnya saja kalimat ini :“Feeling Ibu nggak enak, Din. Ibu masih belum bisa melepas Dinda.” Feeling disini adalah bahasa Inggris jadi juga tidak termasuk bahasa baku. Selebihnya, ejaan dari kalimat yang ada di cerpen tersebut sudah bagus.

    2.Segi isi :
    Cerita dari cerpen di atas adalah seorang remaja gadis yang ingin sekali pergi berlibur bersama teman-temannya tetapi ibunya tidak mengijinkan karena ada alasan tersendiri. Ibunya adalah single parent yang tidak ingin melihat anaknya kenapa-kenapa. Dan si anak pun marah karena tidak diijinkan pergi berlibur. Dan pada suatu hari temannya dari sang ibu pun telah menceritakan semuanya kepada anak gadis itu dan akhirnya anak gadis itu pun meminta maaf kepada ibunya.

    Terima kasih pak, maaf apabila ada yang kurang.

    BalasHapus
  25. Nila Dwi Andhini
    XII IPA3/22

    Judul: Perempuan Tua dalam Kepala
    Karya: Avianti Armand


    Di dalam kepalaku hidup seorang perempuan tua pemarah yang gemar menghentak-hentakkan kaki dan berteriak-teriak. Begitu tuanya, dia menyerupai seonggok pohon kering-keriput, bungkuk, dan bengkok di sana-sini dengan sudut-sudut yang janggal. Suaranya seperti derit roda kekurangan minyak. Jika dia berteriak, aku terpaksa menutup telinga.
    Dia menghuni sebuah rumah reyot dari batu tanpa jendela. Hanya ada satu pintu besi berkarat yang selalu berbunyi saat membuka dan menutup. Seluruh dinding rumah itu ditumbuhi lumut gelap yang lebat. Ulat-ulat gemuk berwarna hitam hidup dan beranak-pinak di dalamnya.
    Aku percaya dia adalah seorang penyihir. Sejak tinggal di kepalaku, belasan tahun yang lalu, perempuan itu seolah berhenti menua.
    Di saat-saat terburuknya, perempuan tua itu benar-benar menyulitkan. Dia akan memukuli bagian dalam kepalaku dengan tongkatnya, atau menusuk-nusuk otakku dengan jarum jahitnya yang besar. Sakitnya luar biasa. Aku hanya bisa diam-diam menangis sambil membentur-benturkan kepalaku ke benda-benda keras yang terdekat: tembok, pintu, kepala tempat tidur, meja, kursi, wastafel, pinggiran bath tub,… apa saja – dan baru berhenti setelah dia berhenti.
    Aku pernah mengusirnya. Tentu saja dia tak mau. Aku mengancam akan meledakkan kepalaku. Dia malah menantang, ”Coba saja kalau berani!” Dia menang. Aku memang pengecut. Sejak itu, dia makin kejam dan sewenang-wenang. Aku tak bisa berbuat lain kecuali belajar menahan rasa sakit agar dia tak selalu menang.
    Tapi sore ini dia cukup tenang. Mungkin karena aku sekedar duduk minum kopi di sebuah café di sebuah mal dengan pikiran kosong. Sesuatu yang tak membuatnya geram ataupun senang.
    ***

    BalasHapus
  26. lanjutan

    Nila Dwi Andhini
    XII IPA3/22

    Di hari perempuan tua itu datang, ibu meninggalkanku dengan laki-laki itu.
    Dari udara yang tipis perempuan tua itu menjelmakan burung-burung hitam. Tujuh ekor banyaknya. Mereka berjajar dengan gelisah di bubungan rumahnya. Menanti. Mengancam. Lalu, dengan satu isyarat tangan, gagak-gagak itu menyerbu bola mataku, mematuk-matukinya tanpa ampun.
    ”Tutup matamu. Kamu tak akan merasa sakit.” Lelaki itu berbohong. Aku merasakan nyeri yang luar biasa di bawah sana. Dan tetap nyeri walau mataku telah terpejam. Aku menjerit. Lelaki itu membenturkan kepalaku ke tembok. Aku menjerit lagi. Ia membenturkan kepalaku lagi. Lagi. Lagi. Aku nyaris pingsan karena sakit yang tak tertahan. Dan rasa mual yang bergulung-gulung. Sesuatu tiba-tiba meledak dalam duburku. Cengkeraman lelaki itu seketika melemah. Ia mencampakkanku di lantai. Isi perutku tumpah saat itu juga.
    Entah berapa lama aku tak sadar. Ketika mataku terbuka, burung-burung hitam telah pergi. Perempuan tua itu berdiri diam, mengamatiku berkubang dalam muntahku sendiri.
    ***
    Sambil berbaring di tempat tidur, kuceritakan pada Ben tentang masa kecilku yang bahagia. Ayah tiriku mati muda. Tapi ibuku segera menikah lagi. Kami pindah keluar negeri. Aku punya dua adik tiri perempuan yang manis-manis. Ibuku meninggal tahun lalu setelah tiga tahun menderita kanker rahim. Aku kembali ke sini sesudah lulus kuliah dan langsung bekerja sebagai editor mode di majalah wanita dengan oplah terbanyak di Indonesia. Hingga kini.
    Analisis
    1. Dari segi bahasa, menggunakan bahasa sehari-hari. Pemaknaan bahasa, sulit dipahami oleh orang-orang tertentu karena bahasa yang digunakan bertele-tele dan mengandung arti yang sulit dicerna.
    2. Dari segi isi, cerpen ini bercerita tentang Seorang Perempuan Tua dalam Kepala tokoh “aku” yang sangat bertolak belakang dengan tokoh “aku”. Namun ketika tokoh “aku” mengalami kejadian yang tidak terduga, Seorang Perempuan Tua datang menolongnya.

    Terima kasih, maaf jika ada yang kurang.

    BalasHapus
  27. Yosa Ferdyan Chrisanto28 Januari 2011 03.39

    Nama : Yosa Ferdyan C
    Kelas / No : XII IPA 3 / 35


    Peradilan Rakyat

    Karya: Putu Wijaya


    Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.

    "Tapi aku datang tidak sebagai putramu," kata pengacara muda itu, "aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan keadilan di negeri yang sedang kacau ini."

    Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih itu, tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya, lalu menjawab dengan suara yang tenang dan agung.

    "Apa yang ingin kamu tentang, anak muda?"
    Pengacara muda tertegun. "Ayahanda bertanya kepadaku?"
    "Ya, kepada kamu, bukan sebagai putraku, tetapi kamu sebagai ujung
    tombak pencarian keadilan di negeri yang sedang dicabik-cabik korupsi ini."
    Pengacara muda itu tersenyum.
    "Baik, kalau begitu, Anda mengerti maksudku."

    "Tentu saja. Aku juga pernah muda seperti kamu. Dan aku juga berani, kalau perlu kurang ajar. Aku pisahkan antara urusan keluarga dan kepentingan pribadi dengan perjuangan penegakan keadilan. Tidak seperti para pengacara sekarang yang kebanyakan berdagang. Bahkan tidak seperti para elit dan cendekiawan yang cemerlang ketika masih di luar kekuasaan, namun menjadi lebih buas dan keji ketika memperoleh kesempatan untuk menginjak-injak keadilan dan kebenaran yang dulu diberhalakannya. Kamu pasti tidak terlalu jauh dari keadaanku waktu masih muda. Kamu sudah membaca riwayat hidupku yang belum lama ini ditulis di sebuah kampus di luar negeri bukan? Mereka menyebutku Singa Lapar. Aku memang tidak pernah berhenti memburu pencuri-pencuri keadilan yang bersarang di lembaga-lembaga tinggi dan gedung-gedung bertingkat. Merekalah yang sudah membuat kejahatan menjadi budaya di negeri ini. Kamu bisa banyak belajar dari buku itu."


    Analisis

    1. Bahasa
    Meskipun yang di bahas adalah bidang hukum,bahasanya tidak bertele - tele dan jelas. Tidak sulit bagi pembaca untuk memahami tujuan dari cerpen tersebut.

    2. Isi
    Novel itu bercerita tentang seorang ayah dan anaknya yang sama berprofesi sebagai pengacara yang profesional terhadap pekerjaannya.
    Pelajaran bagi kita adalah kita harus profesional dan tanggung jawab atas tugas yang diberikan kepada kita. Tidak soal nanti kita akan bersaing dengan anggota keluarga kita sekalipun.

    Maaf bila ada kekurangan.

    BalasHapus
  28. Fardiansyah D.28 Januari 2011 05.06

    Fardiansyah Dwiristyan
    XII IPA 3/13

    Judul : Karena Cinta
    Karya : Ayu Sandra

    penggalan cerpen

    Berawal dari sebuah petegkaran. “Dee, aku ingin kita putus”. “Apa…?? apa yang kau katakan Dre?? Pertunangan yang sudah 6 tahun kita jalani ingin kau sudahi begitu saja. Aku tida bisa”.
    “Apa aku melakukan kesalahan sayang?” Dee berusaha untuk menenangkan diri.
    “Please Dee, aku tidak bisa meneruskan hubungan kita”., Andre tetap ingin menyudahi hubungan mereka.
    “Aku tidak mau menyakitimu dengan terus membohongimu. Aku sudah mengkhianatimu. Aku berhubungan dengan wanita yang bernama Shakira, rekan kerjaku di Kantor. Maafkan aku, tapi aku sudah terlanjur mencitainya. Aku ingin kita berpisah”.
    “Baiklah bila itu adalah pilihanmu, aku akan pergi”, dengan hati yang hancur Dee beranjak pergi dari Andre dengan airmata yang berlinang deras.
    ***
    Beberapa hari kemudian, Dee mengutarakan keinginannya untuk pergi ke Canada. “Ma aku ingin melanjutkan S2 ku di Canada”.
    “Apa kau serius Dee?? Ujar mama Dee. Apa karena Andre??”. Jangan kau lakukan bila itu terpaksa.
    “Aku harus pergi ma, aku mohon. Aku ingin melupakan semuanya tenang aku dan Andre”.
    Akhirnya Mama mengizinkan Dee untuk pergi ke Canada.
    “Terimakasih ma, ucap Dee kepada mama”.
    ***
    Tiga tahun kemudian. Dee kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan pendidikannya di Canada.
    Dengan haru Dee merasakan perubahan-perubahan yang terjadi pada ibu dan rumahnya. Kini ibunya sudah memiliki mobil dan sudah bisa menyetir sendiri. Kucing-kucing yang dia pelihara hilang semua karena Dee pergi.

    Analisis
    1. Dari segi bahasa, cerpen ini sudah menggunakan bahasa setiap sehari-hari seperti,"“Apa…?? apa yang kau katakan Dre?? Pertunangan yang sudah 6 tahun kita jalani ingin kau sudahi begitu saja. Aku tida bisa”.
    bahasanya pun cukup bagus tetapi ada beberapa bahasa yang tidak baku seperti kata"aku". Dalam cerpen tersebut sudah menggunakan bahasa asing seperti "please ma,..." dan terdapat kesalahan mengetik kata seperti kata tidak tetapi cerpennya menulis tida dan masih banyak lagi.

    2. Dari segi isi, cerpen ini menceritakan tentang dua orang kekasih yang situasinya mengharuskan berpisah dikarenakan laki-lakinya telah mengkhianatinya, tetapi karena cinta sejati mereka dapat kembali.

    terima kasih pak

    BalasHapus
  29. Liana Suciati
    XII-IPA 3
    18

    Tomorrow Never Come
    Karya : Karlina Maryadi

    Ternyata aku memang mencintainya. Setiap malam aku memikirkan ini, dan sekarang baru aku merasa yakin kalau rasa ini memang hanya untuknya. Semakin aku mengenalnya, seakan aku tak bisa lepas lagi darinya. Michelle, aku sangat mengagumimu. Sosok yang begitu sederhana. Yah, alasan itulah yang selama ini membuatku tak berani meneruskan rasa ini. Aku, seorang pemilik bisnis komputer yang cukup terkenal, tak mungkin bisa jatuh cinta pada seorang gadis biasa seperti dia. Aku yang lulusan S2 sebuah PTN terkenal di Jakarta tak mungkin bersama gadis yang hanya lulusan SMA. Aku yang terus berprestasi sepanjang masa studiku hingga sekarang berkarir, tak mungkin berniat serius dengan anak seorang pemilik warung pinggir jalan seperti dia. 6 bulan lebih aku tetap pada pemikiranku itu. Sungguh, aku tak mungkin bersama dia. Apa kata dunia bila aku pacaran, dan akhirnya mengikat janji dengan gadis yang tak setara denganku?Dan aku yakin bisa menghilangkan rasa yang sebenarnya telah tumbuh sejak pertama bertemu dengannya, di warung milik ayahnya. Sampai hari ini tiba. Keyakinanku goyah. Yah, ternyata semua prediksiku salah. Aku tak bisa melupakannya, sedetik pun. Terlebih akhir-akhir ini. Entah apa yang membuatku begitu mengaguminya diantara gadis-gadis lainnya. Ada banyak pilihan buatku, gadis selevel, pintar, berkarir, dari keluarga yang disegani, tapi aku tak pernah bisa memilih. Tak ada satu gadispun yang sanggup menyita waktu dan pikiranku seperti Michelle. Aku akui setahun yang lalu aku pernah berniat serius dengan salah satu branch office managerku di kantor cabang daerah Surabaya. Dia pintar, disiplin, loyal, dan yang paling penting, dia juga berniat serius denganku. Tapi aku juga tak mengerti kenapa tiba-tiba saja perasaan itu hilang justru setelah kami semakin saling mengenal, dan akhirnya aku membiarkan dia dinikahi seorang staff perbankan rekanan bisnisku. Yap, istilahnya, aku jadi mak comblang untuk orang yang katanya aku sayangi. Aneh kan? Akhirnya setelah aku mengenal Michelle, aku tahu jawabannya. Aku hanya mengagumi saja, bukan mencintai. Dan aku merasa berbeda dengan Michelle. Walaupun sebelumnya ada banyak penyangkalan dan pemikiran rasional atas perasaanku padanya, kenyataannya, aku mengakui sekarang. Aku sedang jatuh cinta!

    ***
    Saat itu aku melihatnya sedang membantu seorang nenek menyebrang di jalanan yang memang sangat ramai. Entah kenapa tiba-tiba saja aku menghentikan laju mobilku dan memutuskan mengikutinya. Ternyata dia lalu masuk di sebuah warung pinggir jalan tak jauh dari tempatku berdiri memandangnya. Pandanganku terus mengikutinya.

    Analisis:

    1. Bahasa
    Bahasa yang digunakan dalam cerpen tersebut mudah dipahami karena menggunakan bahasa sehari-hari yang selalu digunakan oleh banyak orang. Walaupun ada kata yang disampaikan dengan bahasa yang lebih baik lagi, misalnya "keyakinanku goyah" yang berarti tidak berkeyakinan tetap. Artinya menang sama tapi ditulis seperti itu supaya lebih menyampaikan apa yang dialami pelaku dalam cerpen.

    2. Isi
    Cerpen tersebut berisikan tentang seorang lelaki yang kaya dan pintar menyukai seorang wanita dari lelaki pemilik warung yang cuma lulusan SMA. Dari cerpen tersebut dapat ditunjukan bahwa cinta tidak memandang status sosial dan tidak membedakan siapa pun orangnya.

    BalasHapus
  30. Dimas Prakoso D
    XII-IPA 3
    12

    Persahabatan
    Karya : Sanice Alfieta

    Pagi hari saat aku terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil namaku. Aku melihat keluar. Ivan temanku sudah menunggu diluar rumah kakekku dia mengajakku untuk bermain bola basket.“Ayo kita bermain basket ke lapangan.” ajaknya padaku. “Sekarang?” tanyaku dengan sedikit mengantuk. “Besok! Ya sekarang!” jawabnya dengan kesal.“Sebentar aku cuci muka dulu. Tunggu ya!”, “Iya tapi cepat ya” pintanya.Setelah aku cuci muka, kami pun berangkat ke lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah kakekku.“Wah dingin ya.” kataku pada temanku. “Cuma begini aja dingin payah kamu.” jawabnya.Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai. “Ramai sekali pulang aja males nih kalau ramai.” ajakku padanya. “Ah! Dasarnya kamu aja males ngajak pulang!”, “Kita ikut main saja dengan orang-orang disini.” paksanya. “Males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini nanti aku nyusul.” jawabku malas. “Terserah kamu aja deh.” jawabnya sambil berlari kearah orang-orang yang sedang bermain basket.“Ano!” seseorang teriak memanggil namaku. Aku langsung mencari siapa yang memanggilku. Tiba-tiba seorang gadis menghampiriku dengan tersenyum manis. Sepertinya aku mengenalnya. Setelah dia mendekat aku baru ingat. “Bella?” tanya dalam hati penuh keheranan. Bella adalah teman satu SD denganku dulu, kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak kami lulus 3 tahun lalu. Bukan hanya itu Bella juga pindah ke Bandung ikut orang tuanya yang bekerja disana. “Hai masih ingat aku nggak?” tanyanya padaku. “Bella kan?” tanyaku padanya. “Yupz!” jawabnya sambil tersenyum padaku. Setelah kami ngobrol tentang kabarnya aku pun memanggil Ivan. “Van! Sini” panggilku pada Ivan yang sedang asyik bermain basket. “Apa lagi?” tanyanya padaku dengan malas. “Ada yang dateng” jawabku. “Siapa?”tanyanya lagi, “Bella!” jawabku dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik. “Siapa? Nggak kedengeran!”. “Sini dulu aja pasti kamu seneng!”. Akhirnya Ivan pun datang menghampiri aku dan Bella.Dengan heran ia melihat kearah kami. Ketika ia sampai dia heran melihat Bella yang tiba-tiba menyapanya.

    Analisis :
    1. Bahasa
    Bahasa yang digunakan menggunakan bahasa sehari-hari seperti yang digunakan anak-anak biasanya sehingga mudah dipahami oleh pembacanya. Bahasa yang digunakan juga tidak berbelit-belit karena lebih mencerminkan tentang bahasa anak-anak kebanyakan yang tidak berbelit-belit dan cenderung sederhana.

    2. Isi
    Isinya menceritakan tentang kehidupan anak-anak pada umumnya dengan teman-temannya sehari-hari. Cerpen tersebut menunjukkan persahabatan yang dijalin setiap anak dengan baik.

    BalasHapus
  31. Shinta Dwitifani R. P.28 Januari 2011 05.50

    Shinta Dwitifani R. P.
    XII IPA 3 / 32

    JUDUL : Sang Primadona
    PENGARANG : A. Mustofa Bisri

    "Apa yang harus aku lakukan? Berilah aku saran! Aku benar-benar pusing.
    Apabila masalahku ini berlarut-larut dan aku tidak segera menemukan pemecahannya, aku khawatir akan berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan dan kegiatanku dalam masyarakat. Lebih-lebih terhadap dua permataku yang manis-manis: Gita dan Ragil.

    Tapi agar jelas, biarlah aku ceritakan lebih dahulu dari awal.
    Aku lahir dan tumbuh dalam keluarga yang -katakanlah-- kecukupan. Aku dianugerahi Tuhan wajah yang cukup cantik dan perawakan yang menawan. Sejak kecil aku sudah menjadi "primadona" keluarga. Kedua orang tuaku pun, meski tidak memanjakanku, sangat menyayangiku.

    Di sekolah, mulai SD sampai dengan SMA, aku pun --alhamdulillah-juga disayangi guru-guru dan kawan-kawanku. Apalagi aku sering mewakili sekolah dalam perlombaan-perlombaan dan tidak jarang aku menjadi juara.
    Tapi sungguh, aku tidak pernah bermimpi akhirnya aku menjadi artis di ibu kota seperti sekarang ini. Cita-citaku dari kecil aku ingin menjadi pengacara yang di setiap persidangan menjadi bintang, seperti sering aku lihat dalam film. Ini gara-gara ketika aku baru beberapa semester kuliah, aku memenangkan lomba foto model. Lalu ditawari main sinetron dan akhirnya keasyikan main film. Kuliahku pun tidak berlanjut.
    Sebagai artis tenar, tentu saja banyak orang yang mengidolakanku. Tapi ada seorang yang mengagumiku justru sebelum aku menjadi setenar sekarang ini. Tidak. Ia tidak sekadar mengidolakanku. Dia menyintaiku habis-habisan. Ini ia tunjukkan tidak hanya dengan hampir selalu hadir dalam even-even di mana aku tampil; ia juga setia menungguiku shoting film dan mengantarku pulang. Tidak itu saja. Hampir setiap hari, bila berjauhan, dia selalu telepon atau mengirim SMS yang seringkali hanya untuk menyatakan kangen.
    Di antara mereka yang mengagumiku, lelaki yang satu ini memang memiliki kelebihan. Dia seorang pengusaha yang sukses. Masih muda, tampan, sopan, dan penuh perhatian. Pendek kata, akhirnya aku takluk di hadapan kegigihannya dan kesabarannya. Aku berhasil dipersuntingnya. Tidak perlu aku ceritakan betapa meriah pesta perkawinan kami ketika itu. Pers memberitakannya setiap hari hampir dua minggu penuh. Tentu saja yang paling bahagia adalah kedua orang tuaku yang memang sejak lama menghendaki aku segera mengakhiri masa lajangku yang menurut mereka mengkhawatirkan.

    Begitulah, di awal-awal perkawinan, semua berjalan baik-baik saja. Setelah berbulan madu yang singkat, aku kembali menekuni kegiatanku seperti biasa. Suamiku pun tidak keberatan. Sampai akhirnya terjadi sesuatu yang benar-benar mengubah jalan hidupku..."

    BalasHapus
  32. Shinta Dwitifani R. P.28 Januari 2011 05.52

    lanjutan

    Kritik terhadap :
    1. Bahasa
    a. ejaan
    ejaan yang digunakan sudah cukup jelas.tanda baca yang digunakan pun sudah cukup benar. namun masih terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan ejaan. seperti : "...Dia menyintaiku habis-habisan". seharusnya kata "menyintaiku" diganti dengan "mencintaiku". dan beberapa kalimat yang lain.

    b. adaptasi
    penggunaan adaptasi dalam cerpen ini sudah cukup benar. namun masih ada pula kesalahan dalam penulisannya. seperti : "...ia juga setia menungguiku shoting film". kata "shoting" itu merupakan penulisan adaptasi yang salah. dan beberapa kalimat yang lain.

    c. paduan kata
    paduan kata atau struktur yang digunakan dalam cerpen ini juga sudah cukup baik. polanya sudah cukup terstruktur

    d. memaknai
    pemaknaan dalam cerpen ini cukup banyak yang perlu diperhatikan agar kita tidak salah mengartikan. seperti : "...Kedua orang tuaku pun, meski tidak...". pemaknaan kata "orang tua" disini adalah sebagai orang yang melahirkan dan membesarkan anak. dan beberapa kalimat yang lain.

    e.gaya bahasa
    gaya bahasa yang dipakai dalam cerpen ini mudah dimengerti. pengarang juga menggunakan perumpamaan dalam cerpennya. seperti: "...Lebih-lebih terhadap dua permataku yang manis-manis: Gita dan Ragil."

    2. isi
    disini pengarang menceritakan konflik pengarang melalui cerita diri sendiri tokoh utama. menceritakan kekalutan tokoh utama dengan bagaimana mengambil keputusan yang benar untuk menyelamatkan keadaan rumah tangganya. namun pengarang membuat akhir dari cerpen ini menggantung. tanpa ada jawaban yang pasti.

    mohon maaf bila ada yang salah pak..
    terima kasih

    BalasHapus
  33. Andiantina Maharani
    XII IPA 3/05

    Judul : Curhat buat sahabat
    Pengarang : dee

    cuplikan cerpen

    Gaun hitammu menyambar kaki meja,lalu menyapu ujung kakiku.Kamu sengaja berdandan.Membuatku agak malu kerna muncul berbalut jaket jins,celana khaki,dan badan sedikit demam.

    "Kamu tidak tahu betapa petangnya malam ini," ketawa tersipu,seakan minta dimaklumi.Pastinya kamu merasa tampil berlebihan karena katamu tadi di telpon,kita hanya akan makan sambil mendengarkanmu curhat.

    Restoran ini terakhir kamu pilih saat ulang tahun hari jadi jatuh cintamu ke-1,empat tahun lalu."Ada yang perlu dirayakan?Selain kamu baru sembuh sakit dan aku yang gantian tidak enak badan?" tanyaku,berusaha santai

    "Malam ini aku lahir baru."

    "kamu....bertobat?"

    "bisa jadi itu istilahnya!" tawamu menggelak lepas,lalu kamu mengatur napas,"Aku...selesai"

    mataku menyipit menunggu penjelasan

    "selesai!Semua sudah selesai.lima tahun sudah cukup!" bentaknya

    "kenapa?"tanyaku

    "Aku menyadari sesuatu waktu aku sakit kemarin"

    ANALISIS:

    1.BAHASA
    Menggunakan bahasa yang baku dan bertele-tele tidak langsung menuju inti atau maksud tokoh,beberapa bahasa juga kurang dimengerti

    2.ISI
    Cerpen ini menceritakan tentang sepasanhg sahabat yang sedang pergi ke restoran tetapi si tokoh ini tidak sabar ingin mendengarkan cerita salah seorang sahabatnya.


    maaf bila ada kesalahan kata dan kekurangan

    BalasHapus
  34. Indirasari Cynthia Sp
    XII IPA 3/17

    Judul cerpen: Lupakan Cinta Pertama
    Oleh: Zaenal Radar T.

    Penggalan Cerpen

    “Iya, iya... gua kan sebenarnya dulu naksir dia. Tapi gua memang belum sempet terus terang ke dia. Dan ketika lo gua kenalin, ternyata lo yang bilang ke gua lebih dulu kalo lo tuh suka sama dia.”

    “Sudah, sudah! Kenapa sih lo repot-repot ngebahas soal dia lagi...?”
    “Sorry, Jack! Gua kan cuma menjembatani hubungan antara lo sama dia...”
    “Menjembatani... menjembatani!! Apaan sih maksud lo!? Pake bahasa sok intelek gitu lagi!”
    “Maksud gua... gua cuma kepingin elo balik lagi sama Anastasya...”
    “Aduh Bram! Kan gua udah bilang kalo lo nggak usah lagi nyebut-nyebut nama dia di depan gua!!”
    “Jangan gitu dong, Jack! Dia bilang lo itu kan cinta pertama bagi dia. Gua rasa bukan cuma lo aja yang nggak kepingin pisah. Dia juga sama seperti lo. Kan keadaan yang buat lo nggak bisa ngewujudin keinginan lo berdua...”
    “Tau apa lo Bram soal cinta gua sama dia...?!”
    “Dia yang cerita, Jack!”
    “Jadi... dia udah cerita ke lo tentang keadaan hubungan gua sama dia...?”
    “Ya...”
    “Semua...?”
    “Semua udah dia ceritakan, nggak ada yang ditutup-tutupin...”
    “Buat apa dia cerita-cerita ke lo?”

    Analisis

    1. Bahasa

    Bahasa yang digunakan dalam cerpen tersebut menggunakan bahasa sehari-hari. Bahasa yang digunakan anak-anak remaja. Bahasanya mudah di pahami.

    2. Isi

    Cerpen tersebut menceritakan tentang dua sahabat. Mereka bersahabat mulai dari kecil. Dua anak itu bernama Jack dan Bhram. Mereka menyukai seorang cewek yang sama. Cewek itu bernama Anastasya. Tetapi pada akhirnya Bhram merelakan Anastasya buat sahabatnya sendiri yang bernama Jack.

    BalasHapus
  35. Ayu Seputri Rosmarini
    XII - IPA 3 / 09

    Judul : Mengakhiri Masa SMA
    Pengarang : Hizkia Tuwo

    Pagi ini langit tampak cerah dengan hembusan angin segar masuk jendela kamar Selly. Hari ini adalah hari yang indah baginya, dia tidak sabar untuk menghadiri acara perpisahan kelas tiga di sekolahnya.

    “bu…saya pergi dulu ya…”
    “tidak sarapan dulu?”
    “sekalian aja di sekolah, bu…”

    Seperti biasa, Selly berjalan kaki ke sekolah karena memang sekolahnya hanya berjarak seratus meter dari rumahnya. Dalam perjalanan dia mengingat masa-masa SMA yang tak lama lagi akan ditinggalkannya, terlebih kenangan bersama Irfan yang adalah temannya.
    Sebenarnya Selly telah lama suka sama Irfan, tapi dia terus saja memendam rasa itu.
    Selly berpikir, mungkin ini hari terakhir melihat pujaan hatinya itu.

    “Sel…Selly…, tungguin dong…!”

    Ria datang dari belakang menghampiri Selly dengan sedikit berlari.
    Ria adalah teman sekelas Selly yang hampir tiap hari pergi ke sekolah bareng Selly.

    “Sel, kok kamu kelihatan sangat bersemangat hari ini?”
    Tanya Ria…
    “iya dong, kan ini hari perpisahan kelas tiga, kenangan SMA kita akan diakhiri di sini.”
    Selly menjawab dengan riang.
    “Sel, setelah ini kamu mau kuliah dimana?”
    “ayah saya bilang saya masuk UI aja, tapi saya nolak, saya maunya kuliah di luar negeri”
    Jawab Selly sambil merunduk.
    “Sel…kamu tahu si Irfan kan?”
    “iya, emang kenapa!?”
    “dia katanya mau masuk UI, ternyata ayahnya dosen di sana”
    Selly pun kaget…
    Tak terasa mereka sudah sampai sekolah.
    “Sel…gue cari wali kelas kita dulu ya…, gue mau kasih sesuatu, jangan lupa sebentar kita foto bareng teman-teman!”
    “Siip…!”.

    Mumpung acaranya belum dimulai, Selly pergi ke kelasnya dan memikirkan tentang Irfan yang ternyata mau kuliah di UI. Tidak lama kemudian Ria datang…

    “Sel…kamu lagi ngapain?”
    “gak kok, cuman lagi mikirin kuliah.”
    Jawab Selly.
    “eh…Sel, ada yang mau ketemu nih..”
    “siapa?”
    “nanti aja lu tau sendiri, dia lagi nunggu kamu di samping kelas tuh…”

    Dengan rasa penasarannya Selly pun pergi ke samping kelas mereka. Dia sangat terkejut, ternyata itu Irfan.

    “eh…Irfan, kenapa?”
    “ada yang gue mesti ngomongin sama kamu”

    Sementara itu, Ria dan teman-teman lainnya sedang membicarakan Selly dan Irfan. Ternyata mereka sudah tahu kalau Selly suka sama Irfan.
    Di samping kelas hanya mereka berdua, siswa lain menikmati hari perpisahan mereka. Angin segar di pagi yang cerah masih terus berhembus mengibarkan bendera Merah Putih di lapangan sekolah.
    Perbincangan masih berlanjut…

    “kamu mau ngomong apa, Fan?”
    Tanya Selly sambil berdebar-debar.
    “Sel, kita kan udah lama berteman… apa kamu ngak rasain sesuatu? Sebenarnya saya udah lama suka sama kamu cuman dulu belum ada waktu yang tepat karena kita lagi sibuk-sibuknya belajar buat UN, saya pikir ini adalah waktu yang tepat”
    Selly merasa terkejut bercampur senang.
    “Jadi gimana, Sel?”

    Tanya Irfan sambil meraih kedua tangan Selly.
    Hati Selly pun makin bercampur aduk.

    “Irfan…gue sebenernya…sudah lama suka juga sama kamu”
    Irfan pun kaget mendengarnya karena memang selama ini mereka hanya sebatas teman saja.
    “Jadi kamu menerimanya…!?”
    “Saya rasa sudah jelas.”
    Jawab Selly.

    Di pengeras suara sudah terdengar pengumuman bahwa acara perpisahannya segera dimulai.
    “Sel, sepertinya udah mau dimulai acaranya…ayo”

    Kata Irfan sambil memegang tangan kiri Selly. Mereka pun pergi ke aula sekolah sambil berpegangan tangan dan teman-teman mereka diam-diam mengikuti mereka dari belakang.
    Dalam acara perpisahannya Selly dan Irfan sempat berbincang tentang kuliah. Selly pun berubah pikiran, dia dengan senang hati mau masuk UI bareng Irfan.

    Setelah acara selesai, foto bareng teman-teman dan semprot-semprotan baju tak bisa dilewatkan mereka berdua.
    Hari ini menjadi hari perpisahan yang mempersatukan mereka.

    BalasHapus
  36. Ayu Seputri Rosmarini
    XII – IPA 3 / 09

    Lanjutan
    Kritik :
    1. Bahasa.

    - Penggunaan ejaan dalam cerpen ini baik dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca.
    - Bahasa yang digunakan mengadaptasi bahasa sehari-hari dalam pergaulan. Sering menggunakan bahasa dari daerahnya. Pada cerpen ini terdapat dialek Jakarta seperti kata ‘elu, gue ‘
    - Pemaknaan bahasa yang digunakan mudah untuk dipahami, pembaca mudah untuk mengartikannya.
    - Gaya bahasa yang digunakan kadang menggunakan kata yang tidak baku seperti kata “Jadi gimana, Sel?”

    2. Isi.

    Cerpen ini menceritakan tentang perpisahan masa SMA. Selly sangat riang menyambut acara perpisahan sekolah karena kenangan mereka pada saat sekolah akan di akhiri hari ini. Ayah Selly menyuruhnya untuk meneruskan kuliah di UI tetapi Selly lebih menginginkan kuliah di luar negeri. Selly mendapat berita dari temannya bahwa Irfan yang selama ini ia sukai berencana untuk kuliah di UI. Tak diduga, ternyata Irfan juga punya perasaan suka terhadap Selly dan di hari itu Irfan mengungkapkannya pada Selly. Selly pun merasa senang dan akhirnya memutuskan untuk kuliah di UI bersama Irfan. Hari ini menjadi hari perpisahan yang mempersatukan mereka.

    Sekian dan Terima kasih, Pak.

    BalasHapus
  37. Hardian Bimanto
    XII IPA 3/15

    Peradilan Rakyat
    Cerpen Putu Wijaya

    Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.

    "Tapi aku datang tidak sebagai putramu," kata pengacara muda itu, "aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakaku tangani.

    Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih itu, tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya, lalu menjawab dengan suara yang tenang dan agung.

    "Apa yang ingin kamu tentang, anak muda?"
    Pengacara muda tertegun. "Ayahanda bertanya kepadaku?"
    "Ya, kepada kamu, bukan sebagai putraku, tetapi kamu sebagai ujung
    tombak pencarian keadilan di negeri yang sedang dicabik-cabik korupsi ini."
    Pengacara muda itu tersenyum.
    "Baik, kalau begitu, Anda mengerti maksudku."

    BalasHapus
  38. Lanjutan postingan

    Hardian Bimanto
    XII IPA 3/15

    "Tentu saja. Aku juga pernah muda seperti kamu. Dan aku juga berani, kalau perlu kurang ajar. Aku pisahkan antara urusan keluarga dan kepentingan pribadi dengan perjuangan penegakan keadilan. Tidak seperti para pengacara sekarang yang kebanyakan berdagang. Bahkan tidak seperti para elit dan cendekiawan yang cemerlang ketika masih di luar kekuasaan, namun menjadi lebih buas dan keji ketika memperoleh kesempatan untuk menginjak-injak keadilan dan kebenaran yang dulu diberhalakannya. Kamu pasti tidak terlalu jauh dari keadaanku waktu masih muda. Kamu sudah membaca riwayat hidupku yang belum lama ini ditulis di sebuah kampus di luar negeri bukan? Mereka menyebutku Singa Lapar. Aku memang tidak pernah berhenti memburu pencuri-pencuri keadilan yang bersarang di lembaga-lembaga tinggi dan gedung-gedung bertingkat. Merekalah yang sudah membuat kejahatan menjadi budaya di negeri ini. Kamu bisa banyak belajar dari buku itu."

    Pengacara muda itu tersenyum. Ia mengangkat dagunya, mencoba memandang pejuang keadilan yang kini seperti macan ompong itu, meskipun sisa-sisa keperkasaannya masih terasa.

    "Aku tidak datang untuk menentang atau memuji Anda. Anda dengan seluruh sejarah Anda memang terlalu besar untuk dibicarakan. Meskipun bukan bebas dari kritik. Aku punya sederetan koreksi terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah Anda lakukan. Dan aku terlalu kecil untuk menentang bahkan juga terlalu tak pantas untuk memujimu. Anda sudah tidak memerlukan cercaan atau pujian lagi. Karena kau bukan hanya penegak keadilan yang bersih, kau yang selalu berhasil dan sempurna, tetapi kau juga adalah keadilan itu sendiri."

    Pengacara tua itu meringis.
    "Aku suka kau menyebut dirimu aku dan memanggilku kau. Berarti kita bisa bicara sungguh-sungguh sebagai profesional, Pemburu Keadilan."
    "Itu semua juga tidak lepas dari hasil gemblenganmu yang tidak kenal ampun!"
    Pengacara tua itu tertawa.
    "Kau sudah mulai lagi dengan puji-pujianmu!" potong pengacara tua.
    Pengacara muda terkejut. Ia tersadar pada kekeliruannya lalu minta maaf.

    "Tidak apa. Jangan surut. Katakan saja apa yang hendak kamu katakan," sambung pengacara tua menenangkan, sembari mengangkat tangan, menikmati juga pujian itu, "jangan membatasi dirimu sendiri. Jangan membunuh diri dengan diskripsi-diskripsi yang akan menjebak kamu ke dalam doktrin-doktrin beku, mengalir sajalah sewajarnya bagaikan mata air, bagai suara alam, karena kamu sangat diperlukan oleh bangsamu ini."

    Pengacara muda diam beberapa lama untuk merumuskan diri. Lalu ia meneruskan ucapannya dengan lebih tenang.

    "Aku datang kemari ingin mendengar suaramu. Aku mau berdialog."
    "Baik. Mulailah. Berbicaralah sebebas-bebasnya."

    BalasHapus
  39. lanjutan posting

    Hradian Bimanto
    XII IPA 3/15

    "Setelah kau datang sebagai seorang pengacara muda yang gemilang dan meminta aku berbicara sebagai profesional, anakku," rintihnya dengan amat sedih, "Aku terus membuka pintu dan mengharapkan kau datang lagi kepadaku sebagai seorang putra. Bukankah sudah aku ingatkan, aku rindu kepada putraku. Lupakah kamu bahwa kamu bukan saja seorang profesional, tetapi juga seorang putra dari ayahmu. Tak inginkah kau mendengar apa kata seorang ayah kepada putranya, kalau berhadapan dengan sebuah perkara, di mana seorang penjahat besar yang terbebaskan akan menyulut peradilan rakyat seperti bencana yang melanda negeri kita sekarang ini?

    gaya bahasa:bahasa yang di gunakan mudah di mengerti karena menggunakn bahasa sehari-hari
    isi:seoarang anak dan ayah yang memiliki profesi sama sibuknya.mereka terlalu obsesi dalam menghadapi pekerjaan.obsesi untuk menjadi profesional..

    BalasHapus
  40. Merissadatul F
    XII IPA3/20

    Judul : Arti Persahabatan
    Karya : Wendy Suhendry
    Misha sinkap kembali tabir ingatannya. Sharon. Manis nama itu, semanis orangnya. Dialah kawan karib Misha yang selalu diingatannya. Sudah enam tahun mereka mengenali antara satu sama lain. Kegembiraan dan keperitan hidup di alam remaja mereka melalui bersama. Tetapi semua itu hanya tinggal kenangan sahaja. Misha kehilangan seorang sahabat yang tidak ada kalang-gantinya.

    Peristiwa itu berlaku dua tahun yang lalu. Sewaktu itu mereka sedang berada di kantin sekolah. Misha sedang marahkan Sharon kerana mengambil pena kesukaannya tanpa izinya dan menghilangkannya.

    Apabila Misha bertanya, dia hanya berkata yang dia akan menggantikannya. Misha tidak mahu dia menggantikannya. Kerana pena yang hilangtu berlainan dengan pena yang akan diganti oleh Sharon. Pena yang hilang itu adalah hadiah daripada Sharon sewaktu mereka pertama kali menjadi sepasang kawan karib.

    "Aku tak mahu kau menggantikannya! Pena yang hilangtu berharga bagiku! Misha memarahi Sharon." " Selagi kau tak jumpa penatu, selagi itulah aku tak akan bercakap dengan kau!" Marahnya Misha pada Sharon. Meja kantintu di hentaknya dengan kuat hingga terkejut Sharon. Misha yang mukanya memang kemerah-merahan, bila marah bertambahlah merahlah mukanya. Sharon dengan keadaan sedih dan terkejut hanya berdiamkan diri lalu beredar dari situ. Misha tahu Sharon berasa sedih mendengar kata-katanya itu. Misha tidak berniat hendak melukainya tetapi waktu itu dia terlalu marah dan tanpa dia sedari, mutiara jernih membasahi pipinya.

    "Sudah beberapa hari Sharon tidak datang ke sekolah. Aku merasa risau. Adakah dia sakit? Apa yang terjadi" Berkata-kata Misha seorang diri. Benak fikirannya diganggu oleh seribu satu pertanyaan "EH! Aku nak pergi kerumahnyalah" Berbisik Misha di hatinya. Tetapi niatnya berhenti di situ. Dia merasa segan. Tiba-tiba talipon dirumah Misha berbunyi "Ring,riiiiiiiing,riiiiiiiiing,riiiiiiiing"Ibu Misha yang menjawab panggilan itu."Misha, oh, Misha "Teriak ibunya. "Cepat, salin baju. Kita pergi rumah Sharon ada sesuatu berlaku. Kakaknya Sharon talipon suruh kita pergi rumahnya sekarang jugak" Suara ibu Misha tergesa-gesa menyuruh anak daranya cepat bersiap. Tiba-tiba jantung Misha bergerak laju. Tak pernah dia merasa begitu. Dia rasa tak sedap. Ini mesti ada sesuatu buruk yg berlaku. "Ya Allah, kau tenteramkanlah hatiku. Apapun yang berlaku aku tahu ini semua ujianmu. Ku mohon jauhilah segala perkara yang tak baik berlaku. kau selamatkanlah sahabatku." Berdoa Misha pada Allah sepanjang perjalanannya ke rumah Sharon.

    Apabila tiba di sana, rumahnya dipenuhi dengan sanak -saudaranya. Misha terus menuju ke ibu Sharon dan bersalaman dengan ibunya dan bertanya apa sebenarnya yang telah berlaku. Ibunya dengan nada sedih memberitahu Misha yang Sharon dilanggar lori sewaktu menyeberang jalan berdekatan dengan sekolahnya." Dia memang tidak sihat tapi dia berdegil nak ke sekolah. Katanya nak jumpa engkau. Tapi hajatnya tak sampai. Sampai di saat dia menghembuskan nafasnya, kakaknya yang ada disisinya ternampak sampul surat masa ada dia gengam ditangannya" terisak-isak suara ibu Sharon menceritakan pada Misha sambil menghulurkan surat yang Sharon beriya-iya sangat ingin memberikannya pada sahabatnya.

    BalasHapus
  41. Merissadatul F
    XII IPA3/20

    *Lanjutan

    Didalam sampul surat itu terdapat pena kesukaanku. Disitu juga terdapat notadaripadnya.

    MISHA SHARMIN,
    AKU MINTA MAAAF KERANA MEMBUAT KAU MARAH KERANA TELAH MENGHILANGKAN PENA KESUKAANMU. SELEPAS ENGKAU MEMARAHI AKU, AKU PULANG DARI SEKOLAH SEWAKTU HUJAN LEBAT KERANA INGIN MENCARI PENAMU.DI RUMAH AKU TAK JUMPA.TAPI AKU TAK PUTUS ASA DAN CUBA MENGINGATINYA DAN AKU TERINGAT, PENATU ADA DI MEJA SCIENCE LAB . ITUPUN AGAK LAMBAT AKU INGIN KESEKOLAH KERANA BADANKU TAK SIHAT TAPI DENGAN BANTUAN SITI DIA TOLONG CARIKAN. PENATU SITI JUMPA DIBAWAH MEJAMU. TERIMA KASIH KERANA TELAH MENGHARGAI PEMBERIANKU DAN PERSAHABATAN YANG TERJALIN SELAMA SETAHUN. TERIMA KASIH SEKALI LAGI KERANA SELAMA INI MENGAJARKU TENTENG ERTI PERSAHABATAN.

    SHARON OSMAN.

    Kolam mata Misha dipenuhi mutiara jernih yang akhirnya jatuh berlinangan dengan derasnya.Kalau boleh ingin dia meraung sekuat hatinya. Ingin dia memeluk tubuh Sharon dan memohon maaf padanya tapi apakan daya semuanya dah terlambat. Mayat Sharon masih di hospital. Tiba-tiba dentuman guruh mengejutkan Misha daripada lamunan. Barulah dia sedar bahawa dia hanya mengenangkan kisah silam. Persahabatan mereka lebih berharga daripada pena itu. Misha benar-benar menyesal dengan perbuatannya. Dia berjanji tak akan membenarkan peristiwa ini berulang kembali. Semenjak itu Misha rajin bersolat dan selesai solat dia akan membaca al quran dan berdoa dan bersedekahkan ayat-ayat al quran kepada sahabatnya. Dengan cara ini sahajalah yang dapat Misha balas balik jasanya Sharon dan mengeratkan persahabatanya. Semoga dengan kalam Allah Sharon akan bahagia di alam baza.


    Analisis
    1. Bahasa
    -Bahasa yang digunakan bahasa baku
    -Banyak menggunakan logat bahasa daerah si pengarang sehingga ada bagian yang kurang dimengerti.
    2. Isi
    Persahabatan 2 sejoli. Misha dan Sharon.Misha kehilangan pena kesayangan pemberian dari Sharon. Membuat Sharon merasa bersalah telah menghilangkan pena tersebut dan berusaha mencarinya walau dalam kondisi yang kurang sehat. Setelah berhasil menemukan pena Misha, Sharon ingin mengembalikannya tapi perjalanan menuju rumah Misha, Sharon mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Akhirnya Misha sadar bahwa persahabatan mereka lebih penting dari pena yang hilang itu.

    Kurang lebihnya saya minta maaf bila ada kesalahan.. Terimakasih pak

    BalasHapus
  42. Retania Yola Ichwanda
    XII-IPA 3 / 27
    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Randu Alas
    Oleh Sanie B. Kuncoro
    Kau terbangun pagi itu oleh nada dering telepon yang seolah memanggilmu dengan tergesa. Matamu belum sepenuhnya terbuka, masih terperangkap kantuk yang belum ingin melepaskanmu.
    “ Wuk, apakah bisa pulang pekan ini?” itu suara bulikmu. Bernada tanya sekaligus menyimpan perintah disebaliknya, yang biasanya tidak membuat peluang bagimu untuk membantah sekaligus menolak.
    “Ada apa bulik?”
    “Ada yang penting. Kita harus memindahkan makam eyang putri dan ibumu. Ini perintah dari kepala desa.
    “Apa?” Kau terkejut. “Mengapa?”
    “ Kampung itu memerlukan balai pertemuan umum. Lokasinya di tempat tumbuh pohon besar dekat pemakaman desa. Nah, makam yangti dan ibumu adalah yang terdekat dengan akar pohon itu, maka harus dipindahkan. Mungkin satu atau dua bulan lagi. Maka pulanglah untuk mencari hari baik untuk pemindahan makam .”
    Kau hanya diam merenung pada tilammu entah untuk berapa lama.Selepas subuh yang berembus itu, kau dapati hatimu patah. Dan cahaya matahari yang redup pagi itu menampakkan padamu patahan hati yang berserak di berbagai penjuru mata angin.

    Kritik :
    1. Bahasa : dalam cerpen sangat mudah dipahami, karena pengarang menggunakan bahasa sehari-hari. Hal tersebut membuat pembaca mudah menguasai arti-arti kata dan optimal dalam memahami isi cerpen tersebut. Tetapi kata-kata yang digunakan kurang formal, contohnya kata panggilan "wuk" yang artinya panggilan untuk anak perempuan dalam bahasa jawa dan "bulek " yang berarti kakak dari Ibu.
    2. Ditinjau dari segi isi : Cerita pendek ini menceritakan tentang masalah yang dialami oleh masyarakat desa tentang pemindahan makam karena akan digunakan untuk pembangunan balai pertemuan umum.
    Terimakasih pak.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    BalasHapus
  43. Ophelia Audiary K.
    XII IPA3/26

    Judul : Teman Paling Baik
    Karya : Rini Kartiningsih

    Cuplikan cerpen


    Tiba-tiba saja suasana kelas sangat gaduh, setelah Pak Anang, guru Pkn kelas lima, keluar kelas. Anak-anak yang berada di kelas itu seakan mengeluarkan suara semua. Satu-satunya anak yang tidak berbicara adalah Mardi. Dia bahkan tampak termenung.

    Masih terngiang di telinganya, saat Pak Anang memberikan tugas Pkn untuk minggu depan. Semua anak diberi tugas untuk menceritakan prestasi masing-masing di depan kelas. Tak terbayangkan oleh Mardi saat dia harus berdiri di depan kelas untuk berbicara. Tapi bukan hanya itu kegundahan hati Mardi terhadap tugas Pkn kali ini. Yang menjadi masalahnya adalah karena dia merasa tak pernah memiliki prestasi yang dapat dibanggakan. Kalaupun dia punya, adalah berat badannya yang ekstra yang mungkin selalu bertambah setiap bulan.
    Beberapa hari kemudian.. saat yang mendebarkan bagi Mardi karena Pak Anang menagih tugas Pkn pada murid-muridnya. Sejak tadi Mardi hanya bisa duduk termenung. Dia sudah pasrah. Mardi akan terima jika nanti Pak Anang marah karena dia mengatakan tidak memiliki prestasi apapun. Bahkan dia sudah siap ditertawakan teman-temannya.

    Sampai akhirnya, gilirannya pun tiba. Mardi berjalan pelan ke depan kelas. Dia tatap wajah Pak Anang sasaat, lalu memandang teman-temannya. Selanjutnya, Mardi tertunduk lesu.

    “Maafkan saya, Pak Anang. Saya tidak bisa menyelesaikan tugas Pkn hari ini. Saya tidak punya kelebihan apa-apa. Saya tidak pandai olahraga, tidak bisa menulis cerita atau membaca puisi. Saya tidak bisa apa-apa, Pak.”

    Selanjutnya, Mardi hanya menunggu olok-olok teman-temannya, sambil tetap berdiri di depan kelas. Setelah hening sesaat, tiba-tiba terdengar suara Tasya, “Mardi bohong, Pak! Dia pandai memanjat pohon kok. Tempo hari dia menolong kucing saya yang nggak bisa turun dari atas pohon!”

    Kemudian Mario, juga berteriak, “Mardi teman saya yang paling baik, Pak. Dia sering bantu saya ngerjain PR. Belum lagi dia pandai memilihkan hadiah buat mama yang baru melahirkan.”

    Belum selesai Mario bicara, giliran Uli berkata, “Mardi bukan teman yang pelit, Pak! Saya senang berteman dengannya.” Tak mau kalah Tory juga berteriak, “Saya juga senang menjadi temannya.”

    Selanjutnya yang terjadi, semua isi kelas akan turut bicara, kalau saja Pak Anang tak menghentikannya.

    Kini giliran Mardi yang terkejut dengan perkataan teman-temannya. Hampir semua teman sekelasnya memujinya. Pak Anang menepuk bahu Mardi dengan bangga.

    “Nah, Mardi, kamu dengar semua pendapat teman-temanmu kan? Prestasi itu tidak harus menang perlombaan. Tetapi, karena kamu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Mardi, kamu bukan hanya hebat, tetapi kamu berhati mulia. Selamat! Kamu lulus tugas Pkn ini dengan nilai paling baik!”. Kata-kata Pak Anang disambut tepuk tangan teman-teman Mardi.

    BalasHapus
  44. Ophelia Audiary K.
    XII IPA3/26

    --lanjutan--

    Kritik

    1. Bahasa
    -Setiap kata dalam cerpen ini sebagian besar menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan bahasa baku. Namun pada beberapa percakapan ada kata yang tidak menggunakan bahasa baku, seperti “…paling baik, Pak. Dia sering bantu saya ngerjain PR…”

    -.Untuk penggunaan kata yang mengadaptasi dari bahasa asing, penulisannya sudah benar. Seperti pada “…berat badannya yang ekstra yang mungkin selalu bertambah setiap bulan.”

    -Bahasa yang dipakai dalam cerpen ini adalah bahasa sehari-hari yang sederhana dan tidak berbelit-belit sehingga mudah untuk dipahami, termasuk anak-anak.

    -Struktur atau pola yang digunakan dalam cerpen ini juga sudah cukup baik.

    2. Isi
    Menceritakan tentang seorang anak yang merasa bahwa dirinya tidak memiliki kelebihan apa-apa seperti teman-teman sekelasnya. Tanpa ia sadari, sebenarnya anak tersebut memiliki kelebihan luar biasa yang tidak dimiliki orang lain.

    Terima kasih pak.. Maaf jika ada salah kata

    BalasHapus
  45. Aimatul cholifah XII IPA 3/ 01

    Judul : Bumi Cinta
    Penulis : Habiburrahman El Shirazy

    CUPLIKAN CERITA

    Seorang pemuda Indonesia bernama Muhammad Ayyas, berniat ingin mengerjakan tugas penelitian dari Dosen pembimbingnya yaitu mengenai Kehidupan Umat Islam di Rusia pada masa pemerintahan Stallin.
    Karena alasan keterbatasan budget akhirnya dia satu apartemen dengan Yelena dan Linor.
    Yelena seorang pelacur kelas atas dan Linor seorang pemain biola yang akhirnya diketahui sebagai agen rahasia Mossad adalah 2 wanita yang menjadi teman seapartemen Ayyas.
    Dosen pembimbing yang dirujuk oleh dosennya di Delhi tidak bisa melakukan bimbingan ke Ayyas karena sesuatu hal, dia menyerahkan tugas bimbingan ini kepada asistennya. Dan ternyata sang asisten adalah seorang gadis muda jelita bernama Anastasia, seorang penganut kristen ortodoks yang sangat taat.Dari sini dimulai konfliks tokoh Ayyas.


    Analisis

    1. Bahasa
    Bahasa yang digunakan sangat jelas namun kadang terlihat terlalu panjang.Bahasa Rusia yang terdapat dalam novel ini sulit untuk dipahami pembaca. Sehingga pembaca kurang mengerti artinya.
    Nama-nama tokoh yang terasa asing merupakan salah satu yang menarik dari novel ini.Seperti Yelena, Anastasia Pallazo dan Boris Melkinov.

    2. Isi
    Dialog-dialog yang sangat panjang yang terasa kurang realistis di dunia nyata.
    Dakwah terkesan menggurui dan berpanjang-panjang
    Plot cerita terasa datar karena klimaks kurang terbentuk.Tokoh Ayyas tidak menghadapi konflik yang berarti.
    Akhir kisah terlihat menggantung sehingga membuat penasaran pembaca yaitu ketika Linor ditembak oleh agen Mossad setelah ia berhijrah ke Islam. Hingga halaman terakhir tidak diketahui apakah Linor ini akan mati atau selamat.
    Novel ini menceritakan tentang seorang muslim dengan segala godaan untuk mempertahankan keimanannya dilengkapi dengan peristiwa pembantaian Zionis terhadap muslim Palestina .Cerita romansa yang dibumbui nilai-nilai islami

    BalasHapus
  46. Novandiet E. Angginanda
    XII IPA 3 / 23

    Langit Menggelap di Vredeburg
    oleh Sulialine Adelia

    Kutipan cerpen:
    "Kaget?" tanya Mozes, duduk di sebelah Reyna.
    Reyna tertawa kecil.
    "Gimana?" tanya Reyna tak jelas arahnya. "Lama sekali nggak ketemu."
    "Iya. Berapa tahun ya? Dua lima, tiga puluh?"
    "Tiga puluh tahun!" jawab Reyna pasti.
    "Ouw! Tiga puluh tahun. Dan kamu masih semanis dulu."
    "Terima kasih," Reyna tersenyum geli. Masih ’semanis dulu’. Bukankah itu lucu? Kalaupun masih tampak cantik atau manis itu pasti tinggal sisanya saja. Kecantikan yang telah terbalut keriput di seluruh tubuhnya. Tapi kalimat itu tak urung membuat Reyna tersipu. Merasa bangga, tersanjung karenanya.
    "Kapan datang?" tanya Reyna. Mulai berani lagi menatap mata lelaki di sebelahnya.
    "Belum seminggu," jawab Mozes.
    "Mencariku?" Reyna tersenyum. Sisa genitnya di masa muda.
    Mozes tertawa berderai-derai. Lalu katanya pelan, "Aku turut berduka atas meninggalnya suamimu," tawanya menghilang.
    Reyna tak menjawab sepatah pun. Bahkan ucapan terima kasih tidak juga meluncur dari bibirnya. Ia menerawang ke kejauhan. Detik berikutnya mata Reyna tampak berlinangan. Goresan luka di sudut hatinya kembali terkoyak. Rasa perih perlahan datang. Luka lama itu ternyata tak pernah mampu disembuhkannya. Semula ia menduga luka itu telah pulih, tetapi sore ini, ketika Mozes tiba-tiba muncul di hadapannya ia sadar luka itu masih ada. Tertoreh dalam di sudut perasaannya.
    Reyna dan Mozes. Mozes pekerja film yang bukan saja terampil, tetapi juga cerdas dan kritis. Reyna pengelola media sebuah perusahaan terkemuka. Mereka bertemu karena Reyna harus membuat sebuah film sebagai media pencitraan perusahaannya. Reyna yang istri dan ibu seorang anak, dan Mozes yang duda. Dua orang muda yang masih segar, bersemangat, dan menawan. Dua orang yang kemudian saling jatuh cinta.

    BalasHapus
  47. Novandiet E. Angginanda
    XII IPA 3 / 23
    Lanjutan:

    Kritik:
    1. Bahasa
    a. Ejaan
    Ejaan yang digunakan sudah cukup baik dan sesuai dengan EYD. Begitu pula dengan penempatan tanda baca seperti tanda titik atau koma sudah ditempatkan dengan baik.
    b. Adaptasi
    Dalam cerpen ini tidak ditemukan penggunaan kata serapan.
    c. Gaya Bahasa
    Bahasanya mudah dipahami. Penulis juga menggunakan bahasa sehari-hari dalam dialog antar tokohnya. Contoh: "Gimana?" tanya Reyna tak jelas arahnya. "Lama sekali nggak ketemu."
    d.Pemaknaan
    Karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa sehari-hari, diharapkan khalayak dapat memaknai arti setiap kata dalam cerpen dengan baik.
    e. Paduan Kata
    Paduan kata sudah tersusun dengan cukup baik.

    2. Isi
    Cerpen ini menggambarkan konflik melalui pergulatan batin dan ingatan masa lalu yang menyakitkan dari Reyna. Dimana ia dulu pernah di sakiti oleh Braham dan juga Mozes. Di akhir kisah, klimaks cerita digambarkan ketika Reyna harus menerima kenyataan bahwa ia ditinggal mati seseorang yang dulu pernah berarti baginya yaitu Mozes.

    BalasHapus
  48. Rizki putri s
    XII Ipa 3/29
    Aku menyandarkan tubuhku di bawah pohon rindang. Aku mulai berpikir lebih pelan. Aku berusaha menelaah maksud dari pesan tiga kakek tadi. Aku mencoba untuk mengerti dan memahami apa yan kualami sekarang. Aku menutup mataku dan mencoba memikirkan semua sejak awal. Tiga kakek tadi begitu renta, seolah kematian siap menghadang mereka.
    Mereka berpesan padaku agar aku mengerti bahwa masa muda itu sangatlah penting. Sebagai generasi muda, aku harus banyak - banyak bersyukur dengan nikmat yang kudapat. Aku harus mensyukurinya denga melakukan hal - hal positif dan berhati - hati pada setiap tindakan. Anak muda sepertiku sangat mudah terbawa arus jika tidak ada yang membentengi. Aku memikirkan semua itu dalam-dalam. Aku merasa semua yanng mereka sampaikan kepadaku bukan sembarang. Sayup - sayup kudengar suara azan menggema.
    Aku membuka mataku perlahan. Tiba - tiba cahaya putih menyilaukan mataku. Cahaya itu begitu terang. Secara refleks, aku langsung memejamkan mata dan menutupinya dengan dua telapak tangan. Aku berusaha mengintip apa yang ada di depanku tersebut. Kemudian aku mendapati diriku tersandar di pohon rindang. Aku baru menyadari bahwa aku tertidur. Mimpi yang luar biasa.

    Kritik:

    1. Bahasa
    a. Ejaan
    ejaan dan tanda baca yang digunakan sudah cukup baik. namun masih terdapat kesalahan dalam penulisan ejaan. seperti : "...kudengar suara azan menggema."
    kata azan seharusnya menjadi azdan, sehingga ejaan yang digunakan menjadi benar.

    b. Adaptasi
    cerpen ini tidak banyak mengadaptasi kata-kata asing. Contohnya kata refleks yang diambil dari kata reflex ( bahasa inggris ) yang berarti gerakan yang tiba-tiba. dalam penulisannya pun sudah sesuai dengan ejaan yang benar.

    c. Paduan kata
    paduan kata yang dipilih cukup baik. polanya sudah cukup terstruktur.

    d. Memaknai
    Dalam memaknai cerpen ini tidaklah sulit karena pengarang menggunakan kata-kata sederhana yang mudah dimengerti. sehingga pembaca mudah untuk mengerti makna yang tergandung dalam cerpen.

    e. Gaya bahasa
    gaya bahasa yang dipakai dalam cerpen ini mudah dimengerti. pengarang juga menggunakan kata-kata yang sederhana serta mudah dipahami dan tidak berbelit-belit.

    2. Isi
    cerpen ini berisikan tentang mimpi seorang anak muda yang memberinya kesadaran tentang pentingnya masa muda. Masa muda seharusnya tidak untuk disia-siakan namun untuk diisi dengan hal-hal yang positif. Selain itu generasi muda harus berhati-hati dalam bertindak agar tidak menyesal kemudian hari.

    BalasHapus
  49. Rizki putri s
    XII Ipa 3/29

    cerpen: Makna dalam Sebuah Mimpi
    oleh: Dedy Primajaya
    Aku menyandarkan tubuhku di bawah pohon rindang. Aku mulai berpikir lebih pelan. Aku berusaha menelaah maksud dari pesan tiga kakek tadi. Aku mencoba untuk mengerti dan memahami apa yan kualami sekarang. Aku menutup mataku dan mencoba memikirkan semua sejak awal. Tiga kakek tadi begitu renta, seolah kematian siap menghadang mereka.
    Mereka berpesan padaku agar aku mengerti bahwa masa muda itu sangatlah penting. Sebagai generasi muda, aku harus banyak - banyak bersyukur dengan nikmat yang kudapat. Aku harus mensyukurinya denga melakukan hal - hal positif dan berhati - hati pada setiap tindakan. Anak muda sepertiku sangat mudah terbawa arus jika tidak ada yang membentengi. Aku memikirkan semua itu dalam-dalam. Aku merasa semua yanng mereka sampaikan kepadaku bukan sembarang. Sayup - sayup kudengar suara azan menggema.
    Aku membuka mataku perlahan. Tiba - tiba cahaya putih menyilaukan mataku. Cahaya itu begitu terang. Secara refleks, aku langsung memejamkan mata dan menutupinya dengan dua telapak tangan. Aku berusaha mengintip apa yang ada di depanku tersebut. Kemudian aku mendapati diriku tersandar di pohon rindang. Aku baru menyadari bahwa aku tertidur. Mimpi yang luar biasa.

    Kritik:

    1. Bahasa
    a. Ejaan
    ejaan dan tanda baca yang digunakan sudah cukup baik. namun masih terdapat kesalahan dalam penulisan ejaan. seperti : "...kudengar suara azan menggema."
    kata azan seharusnya menjadi azdan, sehingga ejaan yang digunakan menjadi benar.

    b. Adaptasi
    cerpen ini tidak banyak mengadaptasi kata-kata asing. Contohnya kata refleks yang diambil dari kata reflex ( bahasa inggris ) yang berarti gerakan yang tiba-tiba. dalam penulisannya pun sudah sesuai dengan ejaan yang benar.

    c. Paduan kata
    paduan kata yang dipilih cukup baik. polanya sudah cukup terstruktur.

    d. Memaknai
    Dalam memaknai cerpen ini tidaklah sulit karena pengarang menggunakan kata-kata sederhana yang mudah dimengerti. sehingga pembaca mudah untuk mengerti makna yang tergandung dalam cerpen.

    e. Gaya bahasa
    gaya bahasa yang dipakai dalam cerpen ini mudah dimengerti. pengarang juga menggunakan kata-kata yang sederhana serta mudah dipahami dan tidak berbelit-belit.

    2. Isi
    cerpen ini berisikan tentang mimpi seorang anak muda yang memberinya kesadaran tentang pentingnya masa muda. Masa muda seharusnya tidak untuk disia-siakan namun untuk diisi dengan hal-hal yang positif. Selain itu generasi muda harus berhati-hati dalam bertindak agar tidak menyesal kemudian hari.

    BalasHapus
  50. Fitri Kurniawati
    XII IPA 3 – 14
    Judul : Terang Cahaya Kehidupan Berikutnya
    Pengarang : Kalina Maryadi

    Cuplikan cerpen
    SEKARANG lagi zamannya "ngebunglon", ikut sana ikut sini. Mulai gaya rambut, model baju, gaya bicara, sampai gaya hidup. Begitu juga di kampungku. Semua orang nggak mau dianggap "katro, ndeso, dan ngampung" kalau nggak ngikutin tren atau sesuatu yang baru.

    Contohnya aja suasana di kampungku. Bulan kemarin lagi hot potongan rambut gaya Dian Sastro. Jadilah ibu-ibu beserta anak gadisnya ramai memotong rambut mereka masing-masing, meniru gaya Dian. Nggak apalah muka tak secantik artis ibu kota itu.

    Menyamai gaya rambutnya saja sudah cukup puas hati mereka. Begitulah kampungku. Kampung yang terletak di pedalaman Cimbuleuit. Sebuah desa yang terletak di Jawa Barat. Banyak disebut orang luar sebagai "Kampoeng Bunglon."

    Kampungku terdiri atas 50 kepala keluarga. Karena jumlahnya yang sedikit, hubungan satu keluarga dengan keluarga yang lain sangat akrab. Makanya "ngebunglon" merupakan salah satu tradisi kami.

    Memperkecil perbedaan bisa mempererat kekeluargaan. Prinsip mereka hampir sama, kecuali abahku. Dia tuan tanah di kampung ini. Punya berhektare-hektare sawah dan sangat mapan. Abah adalah sosok yang keras dan kaku. Aku heran kenapa emak menikahi abah? Lebih heran lagi, kenapa aku yang menjadi anak semata wayangnya? Itulah abahku

    Abah tak pernah ikut-ikutan. Tak pernah menyumbang untuk acara 17 Agustusan. Nggak pernah membeli pestisida. Dia juga nggak pernah menyumbangkan hasil panen untuk acara panen raya yang diadakan di kampung.

    "Pejabat dusun yang pelit" begitu orang kampung menyebutnya. Tapi, abah tak pelit. Abah sembunyi-sembunyi dalam hal kebaikan. Waktu itu lagi zamannya melebarkan halaman depan rumah masing-masing. Keluarga yang satu dengan yang lain tak mau kalah. Jadilah jalan kampung menjadi sempit. Mereka melakukannya demi gengsi, kecuali abahku.

    Di suatu malam aku pernah menanyakan kepada abah mengapa dia tak ikut melebarkan halaman. "Buat apa melebarkan halaman, toh kita tak punya mobil ataupun motor, cukuplah halaman dipakai untuk tanaman emakmu saja," ia berkata tegas sambil membaca koran yang diterangi cahaya dari lampu teplok.

    BalasHapus
  51. Lanjutan..
    Fitri Kurniawati
    XII IPA 3 – 14

    Bulan berikutnya, datanglah surat dari pamong desa. Surat itu berisi perombakan jalan seperti semula. Proteslah orang di kampungku. Tapi mau apa lagi, yang tinggi selalu menang. Terbuanglah uang mereka. Abahku memang benar...

    ***

    Bulan September saat itu. Masuklah isu yang lama-kelaman menjadi berita heboh. Listrik masuk kampungku! Dimulailah tradisi "ngebunglon." Dipasanglah listrik mulai rumah ketua RT, ketua RW, pamong desa, hingga rumah orang biasa. Kecuali rumahku, rumah terakhir yang gelap di malam hari. Tanpa penerangan cahaya yang modern.

    Bulan berikutnya, banyak orang mulai sibuk membeli perangkat-perangkat. Agar listrik di rumah mereka dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tak hanya TV, radio, setrika, tapi juga kulkas, dispenser, VCD player, bahkan home theater. Kampungku sekarang berubah menjadi "Kampoeng Bunglon Modern."

    Aku iri kepada temanku yang dapat menonton TV dengan bebas di rumahnya. Nggak seperti aku yang hanya bisa menumpang nonton di rumah Pak RT. Iri kepada temanku yang selalu ditemani cahaya lampu saat belajar di malam hari. Sedangkan aku? Yah... aku masih setia pada lampu teplok-ku. Aku harus membuka mataku lebar-lebar agar bisa membaca. Tak tahan lagi aku kali ini. Aku marah kepada abah.

    "Abahmu itu, tetap saja uangnya bertambah banyak, bertambah pelitlah dia." Pak Burhan, seorang pamong desa, berkata saat acara nonton bersama di saung (tempat kumpul-kumpul).

    "Memangnya listrik akan menghanguskan semua uang yang disimpannya di bawah bantal?" Bu Narhub berkata.

    "Abah tak menyimpan uang di bantal," aku menyahut pelan.

    "Yah, tahulah kau bocah. Aku kira saking pelitnya, dia tidur dengan uang yang disimpannya di bawah bantal," Bu Narhub sang pencibir ulung tetap saja mengoceh. "Ha...ha...ha...", semua orang kampung tergelak.

    Rasa kesalku kepada abah bertambah. Bulan Desember saat itu bulan kelahiranku, seharusnya menjadi bulan yang indah. Tapi, abah yang mulai sakit-sakitan mulai mengakhiri perjuangan dan menutup lembaran terakhir cerita hidupnya.

    Tak banyak orang yang datang pada saat pemakaman abah. Hanya saudara, teman terdekat, dan beberapa orang kampung. Saat prosesi pemakaman. Orang kampung mulai berceloteh, "Abahmu itu terlalu pelitnya sampai akhir hayatnya tak mau memasang listrik di rumahnya."

    BalasHapus
  52. Lanjutan..
    Fitri Kurniawati
    XII IPA 3 – 14

    "Iya betul, tak perlu lagi emakmu susah payah menyalakan sumbu di malam hari. Tidak seperti kami tinggal menyalakan lampu bila malam tiba, rumah kami terang kan?" Mereka terus saling menyahut, seperti bunglon lupa akan suasana khidmat pemakaman.

    "Abahmu itu suram, lebih suram dibanding rumah keluargamu di siang bahkan sampai malam hari. Cukuplah membayar listrik untuk memasang satu lampu di ruang tengah, biar rumahmu terlihat terang sedikit,"

    "Betul itu...," Aku tetap diam.

    "Betul sebutan kami untuk abahmu 'pejabat dusun yang pelit'," beberapa orang menyunggingkan senyuman. Aku tak sabar lagi, aku berkata dengan berbisik sambil menatap satu per satu orang yang berceloteh tadi

    "Abah bukannya pelit. Begitulah perawakannya, ia tak mau memasang listrik, tak mau memasang lampu di ruang tengah, ruang baca, musala, dan di bagian mana pun rumah kami." Aku terus menatap mereka.

    Tapi abah takut, sangat takut bila ia mendapat begitu banyak terangnya cahaya di kehidupan ini. Abah khawatir tak akan mendapatkannya lagi di kehidupan sesudahnya. Mereka semua tertunduk malu...

    Kritik cerpen
    1. Bahasa
    a. ejaan
    Ejaan yang digunakan sudah jelas dan tanda baca yang digunakan pun sudah benar.

    b. adaptasi
    Penggunaan adaptasi dalam cerpen ini sudah cukup benar, contohnya kata-kata tren, hot, dan home theater yang semuanya diambil dari bahasa Inggris.

    c. paduan kata
    paduan kata atau struktur yang digunakan dalam cerpen ini juga sudah cukup baik. polanya sudah cukup terstruktur

    d. memaknai
    pemaknaan dalam cerpen ada hal yang perlu diperhatikan agar kita tidak salah mengartikan. Seperti istilah “ngebunglon” yang memiliki arti suka meniru kebiasaan orang lain yang dianggap sedang menjadi tren saat itu, bukan merubah diri menjadi binatang bunglon.

    e.gaya bahasa
    gaya bahasa yang digunakan mudah dimengerti karena memakai bahsa sehari-hari. Seperti contoh “ Jadilah ibu-ibu beserta anak gadisnya ramai...” (dalam paragraf kedua dan kalimat ketiga).
    pengarang juga menggunakan perumpamaan dalam cerpennya. seperti: "Abahmu itu suram, lebih suram dibanding rumah keluargamu di siang bahkan sampai malam hari.” (pada paragraf keduapuluh)

    2. Isi
    Di dalam cerpen ini pengarang menggambarkan konflik melalui pikiran dan reaksi masyarakat di pedalaman Cimbuleuit mengenai sikap tokoh Abah. Dimana tokoh Abah ini adalah satu-satunya sosok yang tidak ikut “ngebunglon” seperti warga yang lain, karena menurut abah itu tidaklah penting. Kebijaksanaanlah yang menbuat Abah bersikap demikian. Dan justru sikap bijaksana Abah baru disadari oleh tetangganya ketika Abah telah tiada.

    BalasHapus
  53. Raka Andhito B.
    XII IPA 3 / 38

    Mengakhiri Masa SMA

    Pagi ini langit tampak cerah dengan hembusan angin segar masuk jendela kamar Selly. Hari ini adalah hari yang indah baginya, dia tidak sabar untuk menghadiri acara perpisahan kelas tiga di sekolahnya.

    “Bu…Saya pergi dulu ya…”
    “Tidak sarapan dulu?”
    “Sekalian aja di sekolah, Bu…”

    Seperti biasa, Selly berjalan kaki ke sekolah karena memang sekolahnya hanya berjarak seratus meter dari rumahnya. Dalam perjalanan dia mengingat masa-masa SMA yang tak lama lagi akan ditinggalkannya, terlebih kenangan bersama Irfan yang adalah temannya.
    Sebenarnya Selly telah lama suka sama Irfan, tapi dia terus saja memendam rasa itu.
    Selly berpikir, mungkin ini hari terakhir melihat pujaan hatinya itu.

    “Sel…Selly…, tungguin dong…!”

    Ria datang dari belakang menghampiri Selly dengan sedikit berlari.
    Ria adalah teman sekelas Selly yang hampir tiap hari pergi ke sekolah bareng Selly.

    “Sel, kok kamu kelihatan sangat bersemangat hari ini?” tanya Ria.
    “Iya dong, kan ini hari perpisahan kelas tiga, kenangan SMA kita akan diakhiri di sini.”
    Selly menjawab dengan riang.
    “Sel, setelah ini kamu mau kuliah dimana?”
    “Ayah saya bilang saya masuk UI aja, tapi saya nolak, saya maunya kuliah di luar negeri,” jawab Selly sambil merunduk.
    “Sel, kamu tahu si Irfan kan?”
    “Iya, emang kenapa!?”
    “Dia katanya mau masuk UI, ternyata ayahnya dosen di sana.”
    Selly pun kaget.
    Tak terasa mereka sudah sampai sekolah.
    “Sel, gue cari wali kelas kita dulu ya. Gue mau kasih sesuatu, jangan lupa sebentar kita foto bareng teman-teman!”
    “Siip…!”

    Mumpung acaranya belum dimulai, Selly pergi ke kelasnya dan memikirkan tentang Irfan yang ternyata mau kuliah di UI. Tidak lama kemudian Ria datang…

    “Sel, kamu lagi ngapain?”
    “Gak kok, cuman lagi mikirin kuliah,” jawab Selly.
    “Eh Sel, ada yang mau ketemu nih..”
    “Siapa?”
    “Nanti aja lu tau sendiri, dia lagi nunggu kamu di samping kelas tuh…”

    Dengan rasa penasarannya Selly pun pergi ke samping kelas mereka. Dia sangat terkejut, ternyata itu Irfan.

    “Eh Irfan, kenapa?”
    “Ada yang gue mesti ngomongin sama kamu.”

    Sementara itu, Ria dan teman-teman lainnya sedang membicarakan Selly dan Irfan. Ternyata mereka sudah tahu kalau Selly suka sama Irfan.
    Di samping kelas hanya mereka berdua, siswa lain menikmati hari perpisahan mereka. Angin segar di pagi yang cerah masih terus berhembus mengibarkan bendera Merah Putih di lapangan sekolah.
    Perbincangan masih berlanjut…

    “Kamu mau ngomong apa, Fan?”
    Tanya Selly sambil berdebar-debar.
    “Sel, kita kan udah lama berteman… Apa kamu nggak ngerasain sesuatu? Sebenarnya saya udah lama suka sama kamu cuman dulu belum ada waktu yang tepat karena kita lagi sibuk-sibuknya belajar buat UN, saya pikir ini adalah waktu yang tepat.”
    Selly merasa terkejut bercampur senang.
    “Jadi gimana, Sel?” tanya Irfan sambil meraih kedua tangan Selly.
    Hati Selly pun makin bercampur aduk.

    “Irfan…gue sebenernya…sudah lama suka juga sama kamu”
    Irfan pun kaget mendengarnya karena memang selama ini mereka hanya sebatas teman saja.
    “Jadi kamu menerimanya…!?”
    “Saya rasa sudah jelas,” jawab Selly.

    Di pengeras suara sudah terdengar pengumuman bahwa acara perpisahannya segera dimulai.
    “Sel, sepertinya udah mau dimulai acaranya. Ayo!” kata Irfan sambil memegang tangan kiri Selly. Mereka pun pergi ke aula sekolah sambil berpegangan tangan dan teman-teman mereka diam-diam mengikuti mereka dari belakang.
    Dalam acara perpisahannya Selly dan Irfan sempat berbincang tentang kuliah. Selly pun berubah pikiran, dia dengan senang hati mau masuk UI bareng Irfan.
    Setelah acara selesai, foto bareng teman-teman dan semprot-semprotan baju tak bisa dilewatkan mereka berdua. Hari ini menjadi hari perpisahan yang mempersatukan mereka.

    TAMAT

    BalasHapus
  54. Raka Andhito B.
    XII IPA 3 / 38

    Lanjutan cerpen Mengakhiri Masa SMA

    Kritik:

    1. Bahasa

    a. Ejaan
    Ejaan yang digunakan sudah cukup baik dan sesuai dengan EYD. Begitu pula dengan penempatan tanda baca seperti tanda titik atau koma sudah ditempatkan dengan baik.
    b. Adaptasi
    Di dalam cerpen ini tidak mempergunakan kata kata serapan sama sekali. c. Paduan kata
    Paduan katanya sudah cukup terstruktur dengan baik.
    d. Pemaknaan
    Karena bahasa yang digunakan oleh penulis merupakan bahasa sehari-hari, jadi tidaklah sulit untuk memaknai isi ceritanya.
    e. Gaya bahasa
    Gaya bahasa yang dipergunakan dalam cerpen ini menggunakan bahasa sehari-hari yang biasa kita temukan pada anak muda masa kini. Sehingga kita mudah memahami isi ceritanya.

    2. Isi
    Cerpen ini berceritakan tentang masa masa akhir di SMA. Dimana Selly yang akan lulus SMA, merasa sedih dan masih bingung untuk menentukan akan melanjutkan kuliah dimana. Dan juga tentang perasaan suka Selly kepada Irfan yang belum sempat ia utarakan. Namun ternyata Irfan memiliki perasaan yang sama kepada Selly.

    BalasHapus
  55. Yonar Dyah Savitri
    XII IPA 3/34

    Perempuan yang selalu menggenggam telur
    oleh T. Sandi Situmorang

    cuplikan cerpen:

    "Lihat perempuan sinting itu. Sudah lebih tiga tahun dia selalu menggenggam telur itu."
    "Aku pikir termasuk hebat juga dia. Selama tiga tahun selalu menggenggam telur. Tidak pecah pula."
    "Aku tidak percaya telur yang digenggamnya itu adalah telur yang dia genggam tiga tahun yang lalu."
    "Aku percaya. Lihat saja warnanya sudah aneh begitu."
    "Dia begitu karena kekasihnya yang pergi merantau sudah menikah di kota."
    "Dia selalu menggenggam telur itu jauh sebelum kekasihnya menikah di kota."
    "Tepatnya, dia selalu menggenggam telur itu sejak kekasihnya merantau."
    "Kita tidak tahu apa alasan perempuan itu selalu menggenggam telur itu. Tapi berita yang aku dengar, dalam waktu dekat ini, kekasihnya dulu akan datang bersama anak dan istrinya."
    Perempuan itu mendengar perbincangan di warung sembako itu. Ah, kekasihnya akan datang juga akhirnya. Meski laki-laki itu datang bukan untuk menjemputnya, ia bahagia.
    ***
    Stasiun kecamatan. Perempuan itu berdiri menatap bis yang masuk terminal. Telur itu ada pada genggaman tangan kanan. Matanya menatap lekat setiap penumpang yang turun.
    Hari ini laki-laki itu akan datang. Bersama anak dan istrinya. Begitu berita yang ia dengar. Sayang berita itu kurang lengkap. Karena tidak jelas akan datang sekitar jam berapa.
    Tidak apa. Ia bersedia menunggu dari pagi. Hingga malam sekalipun.
    Kepalanya pusing melihat lalu lalang orang dan kendaraan yang semrawut. Ia putuskan menunggu di gerbang desa. Sama saja. Nanti laki-laki itu akan melewati gerbang itu juga. Karena itu satu-satunya jalan untuk memasuki desa.
    Tengah hari. Ia berdiri di gapura desa. Bayangan dirinya hanya sejengkal panjangnya. Perempuan itu mematung, persis tugu selamat datang. Peluh bercucuran di wajah, bahkan di seluruh tubuh. Matanya menatap lurus ke ujung jalan.
    Matanya berkedip. Genggaman telur di tangan semakin erat. Laki-laki itu sudah datang. Bersama seorang wanita dan bocah di gendongan. Berjalan mendekatinya. Semakin dekat.
    Mereka berhadapan. Wajah perempuan itu dingin menatap. Meski ada bilur rindu, ia sadari tidak tepat untuk memburainya. Maka ia tekan saja dalam hati.
    Tanpa dialog. Tanpa suara. Perempuan itu mengangkat tangan. Mencampakkan telur itu tepat di wajah laki-laki itu. Baunya busuk. Berhembus ditiup angin ke segala sudut desa.
    Perempuan itu berbalik. Melangkah riang. Ia bahagia. Meski terasa ada yang hilang dari tangannya.
    Ia bahagia, bisa memenuhi janji. Meski bukan seperti inginnya.

    kritik :

    1. Bahasa : bahasa dalam cerpen sangat mudah dipahami, karena pengarang menggunakan bahasa sehari-hari. Hal tersebut membuat pembaca mudah menguasai arti-arti kata dan optimal dalam memahami isi cerpen tersebut. bahasa yang digunakan juga bahasa yang baku. bukan bahasa ABG zaman sekarang. tidak ada kata gak ato bahasa gaul yang lain, namun pengarang menggunakan bahasa baku yang mudah dipahami pembaca.

    2. isi : cerpen ini mengajarkan kita tentang kesetian terhadap kekasih, keteguhan hati kita untuk menepati janji pada orang lain apapun yang terjadi serta mengajarkan kita untuk tetap menjadi diri sendiri, meyakini apa yang kita yakin adalah suatu kebenaran.

    BalasHapus
  56. Sahiroh
    XII IPA 3/31

    Cerpen : Sahabat Dunia Maya
    Oleh : Astrid Aulia

    Cuplikan cerpen :

    Thalia ,, gadis berusia 14 tahun ini sangat senang mempunyai sahabat dari dunia maya. Hanya dengan cara tersebut kepercayaan dirinya dapat tumbuh kembali. Thalia tidak seperti gadis remaja lainya. Dia adalah seorang tunawicara.
    Setiap hari dia selalu asyik ber-chatting ria dengan sahabat mayanya tersebut. Dia mendapat teman bernama Vallendra Pennsylvania, Amerika Serikat. Vallendra sebenarnya berasal dari Bandung, lalu dia mengikuti orang tuanya untuk studi ke Pennsylvania tersebut.
    Suatu hari, Vallendra pulang ke Indonesia dan dia mengajak Thalia untuk bertemu. Mereka bertemu di pantai Ancol.
    Di hari itu juga Thali memberitahu kekurangannya kepada Vallendra. Vallendra kaget atas pengakuan Thalia. Lau mereka berbincang-bincang dengan cara menulis di kertas.
    Pada saat hari kepulangan Vallendra, Thalia mengantarnya ke bandara.
    Setelah mengantar Vallendra , Thalia kembali ke tempat penginapan sekitar pukul 20.00, dikagetkan berita jatuhnya pesawat GIA dengan nomor penerbangannya 112546. Dan dia segera sadar bahwa pesawat yang jatuh itu dalah pesawat yang dinaiki Vallendra.
    Seketika itu tangis Thalia mulai pecah, dia menangis hampir tidak percaya bahwa sahabat maya telah meninggal dan kini dia tidak mempunyai sahabat maya lagi yang menerima apa adanya.

    Kritik
    1. Segi Bahasa
    a. Ejaan
    penggunaan ejaan dalam cerpen tersebut sudah cukup baik dengan penggunaan kata yang simple dan tidak terlalu rumit sehingga mudah dimengerti oleh pembaca.
    b. Adaptasi
    Hampir semua bahasa yang digunakan dalah bahasa sehari-sehari, misal "Hai, apakah kamu Thalia?".
    c. Paduan Kata
    Paduan kata sudah baik dan pola kalimat sudah tersusun rapi.
    d. Pemaknaan
    cerpen ini menggunakan bahasa keseharian sehingga pemaknaannya lebih mudah dimengerti oleh pembaca.
    e. Gaya Bahasa
    Gaya bahasa yang digunakan simple/ sederhana sehingga mudah dimengerti jalan ceritanya tapi masih terdapat kalimat yang berbelit-belit sehingga tidak efektif

    2. Segi Isi
    Cerpen ini bercerita tentang seorang gadis tunawicara dan sahabat mayanya yang sedia menerima segala kekurangan yang ada apa dirinya. Dan dalam cerpen tersebut hendak memberitahukan kepada kita bahwa bersahabat itu didasarkan atas ketulusan untuk bersahabat bukan dilihat dari keadaan pada sahabat.

    BalasHapus
  57. Ayu Ryan Prameswari
    XII IPA 3 /08
    Cuplikan Esai karya Sihar Ramses Simatupang
    KONTROVERSI INTERNET VERSUS KORAN: Pertanda Kemunduran di dunia Intelektual Sastra Indonesia?
    Kenyataannya, hingga sekarang perdebatan itu masih terjadi. Para intelektual (baca: eseis atau seniman sastra) terus mempertahankan argumentasinya masing-masing tentang kekuatan sastra via media massa dan kelemahannya, juga sastra internet, berupa kelemahan dan kekurangannya. Namun, yang justru menjadi pertanyaan kita, sedemikian lemahkah kualitas sebuah karya sastra di Indonesia, sehingga masih harus ditentukan pada media mana, sebuah karya harus dimuat?
    Sejak dulu, sebuah istilah seringkali cukup membuat heboh ketimbang bicara kualitas karya secara internal. Isu tentang sastra koran (yang dipandang telah mengamputasi karya sastra dari versi redaksional) pernah dilakukan sebelum heboh isu sastra internet, seorang kawan bahkan memunculkan istilah “sastra layanan” untuk sastra koran. Demikian pun ketika Arif Budiman memunculkan istilah berupa “sastra kontekstual”, lantas timbul pertanyaan bagaimana karya sastra yang tak kontekstual? Apa saja cirri yang membedakan yang tak kontekstual dan yang kontekstual?
    Yang justru saya khawatirkan, semua perdebatan itu malah menjauhkan karya dari esensinya. Saya bahkan melihat bahwa wilayah antara sastra internet dan sastra koran sungguh-sungguh tidak jelas. Ketidak jelasan itu terlihat ketika sastra koran membuat situs yang menghadirkan karya berupa cerpen atau puisi di layar komputer melalui situs, atau saat situs sastra di dunia maya malah menghadirkan antologi buku puisi dan cerpen. Pada hemat saya, sebaiknya tabrak saja semua tatanan itu, semua perdebatan itu tak menarik untuk dilayani. Malah menimbulkan kontroversi yang menghasilkan kubu-kubu, perdebatan antar kelompok, menghasilkan iklim sastra yang tidak sehat!
    Lihat saja kelemahan akibat terlalu asyik berdebat pada kedua istilah sastra koran dan sastra internet! Tak ada kritikus yang lahir khusus untuk membicarakan para sastrawan seperti Nanang Suryadi, TS. Pinang, Sutan Iwan Soekri Munaf dan yang lainnya di situs ini, baik kritik itu akan di muat di internet atau di media massa. Kritikus memang diperlukan di situs ini, karena kebebasan di situs maupun milis, perlu ada pemantau, perlu ada yang mengawasi. Bukan apa-apa, di situs internet, bukan mustahil ada ajang saling meniru, plagiat, atau menggubah karya orang lain, baik dalam isi maupun judul puisinya.
    Di media massa pun, orang-orang masih asyik berpolemik tentang istilah-istilah yang kerap bermuara pada masalah kubu dan kelompok. Banyaknya kantong kesenian sungguh memperparah keadaan, memperkuat tesis bahwa di luar kelompok, sesungguhnya paradigma kekuasaan telah ada di dalam pemikiran para sastrawan Indonesia. Ada kubu yang berlatar belakang kelompok media massa itu, ada kelompok yang bermuara pada patron atau figure sastrawan di belakangnya dan ada juga kelompok yang berasal dari geografi atau wilayah dimana komunitas itu pernah lahir. Lantas, bagaimana dengan perdebatan dan kritik sastra secara esensial dan obyektif?
    Dengan kata lain, ada apa dengan dunia kesusasteraan Indonesia? Ada apa dengan sastra kita?

    BalasHapus
  58. Ayu Ryan
    XII IPA 3 / 08lanjutan analisis untuk esai yang berjudul KONTROVERSI INTERNET VERSUS KORAN: Pertanda Kemunduran di dunia Intelektual Sastra Indonesia?

    Analisis :
    a. bahasa . dalam esai tersebut banyak ditemukan istilah-istilah bidang sastra, seperti : antologi, kontekstual, penggunaan kata serapan dalam asai ini menyebabkan pembaca sulit menguasai arti. Akibatnya yang terjadi pemahaman esai kurang optimal, misalnya dalam kalimat :
    1) Ketidak jelasan itu terlihat ketika sastra koran membuat situs yang menghadirkan karya berupa cerpen atau puisi di layar komputer melalui situs, atau saat situs sastra di dunia maya malah menghadirkan antologi buku puisi dan cerpen.

    2)Demikian pun ketika Arif Budiman memunculkan istilah berupa “sastra kontekstual”, lantas timbul pertanyaan bagaimana karya sastra yang tak kontekstual? Apa saja cirri yang membedakan yang tak kontekstual dan yang kontekstual?

    b. isi. Esai tersebut menguraikan tentang perdebatan para intelektual (seniman sastra) yang terus mempertahankan argumentasinya masing-masing tentang kekuatan sastra via media massa dan kelemahannya, juga sastra internet, berupa kelemahan dan kekurangannya.

    BalasHapus
  59. Nurin F. Ivada
    XII IPA 3 / 25

    Cuplikan cerpen :

    Di Dusun Lembah Krakatau
    karya : St. Fatimah

    Banjo berjalan gontai pelan-pelan di belakang emaknya. Burung-burung gagak hitam terbang rendah, berkoak-koak memekak. Di atas, langit yang damai tak menjanjikan sama sekali rasa aman.
    Lewat baris-baris pohon jati di sepanjang jalan, si emak dan anak laki-lakinya itu dapat melihat lembah Krakatau yang melandai berombak-ombak. Tak mereka jumpai lagi sosok-sosok manusia yang berarak tak henti-henti mendaki seperti semut, tak peduli disambut oleh lingkaran awan tebal dan gumpalan langit tak berawan. Sebuah kabar burung tentang anak siluman telah memutus urat keberanian mereka.
    "Banjo!"
    Emaknya tiba-tiba berhenti.
    Mendengar namanya dipanggil, anak itu terkejut. Bukan karena takut, melainkan karena firasat yang semakin dekat. Kenyataan yang akan datang tentang firasat itu bisa terasa sangat sakit, bahkan bisa juga mematikan.
    "Kau lelah, Jo? Sepertinya Emak terlalu memaksamu berjalan hingga sejauh ini. Maafkan Emak, Jo."
    Sesudah mengusap liur yang meleleh di sudut bibirnya, si emak menggandeng tangan Banjo, dan ucapnya lagi, "Ayo kita pergi ke pohon besar di sana itu. Kita buka bekal makanan kita. Kau lapar kan?"
    Banjo tidak menjawab dengan kata-kata. Ia mengangguk saja, lalu mengekor patuh di belakang emaknya.
    Tidak jauh dari situ tampak pohon besar yang rimbun daunnya. Di situ emak membuka buntalan kain sarung, sementara anak laki-lakinya selonjor, melenturkan otot-otot kakinya, dengan bersandar pada batang pohon besar itu.
    "Banjo, duduklah dekat Emak sini."
    Banjo merangkak menuju emaknya.
    Emak mengeluarkan dua lembar daun jati tua. Ia melipat satu lembar daun jati itu sedemikian rupa di atas telapak tangannya, hingga membentuk semacam mangkok makan. Diisinya mangkok daun jati itu dengan nasi, gorengan ikan asin, dan sayuran rebus. "Kau ingin Emak menyuapimu?"
    Banjo mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda setuju.
    Emak menyeringai senang, memperlihatkan sederetan gigi yang warna putihnya tak sempurna. Ia senang melihat anak laki-lakinya makan dengan lahap. Ia seketika lupa bagaimana anak-anak penduduk dusun sini melempari Banjo dengan tomat busuk dan batu kerikil. Sementara orang-orang dewasa melihat kejadian itu tanpa bereaksi apa pun selain tertawa. Apa yang lucu dari melihat seorang bocah laki-laki yang pasrah begitu saja ditawur bocah-bocah sebayanya, dilempari batu hingga mengakibatkan luka memar dan berdarah di sekujur tubuhnya? Apa semua lelucon tak pernah berperasaan?

    BalasHapus
  60. Nurin F. Ivada
    XII IPA 3 / 25

    Lanjutan posting sebelumnya :

    Kritik :

    1. Segi Bahasa
    a. Ejaan
    penggunaan ejaan dalam cerpen tersebut sudah cukup baik, namun terkadang masih terdapat kata-kata yang rumit maupun asing sehingga sedikit membingungkan pembacanya.
    b. Adaptasi
    walaupun ada kata yang rumit maupun terdengar asing, namun bahasa yang digunakan banyak bahasa sehari-hari, misal "Kau lelah, Jo? Sepertinya Emak terlalu memaksamu berjalan hingga sejauh ini. Maafkan Emak, Jo."
    c. Paduan Kata
    Paduan kata sudah baik dan pola kalimat sudah tersusun rapi sesuai aturan dalam bahasa indonesia.
    d. Pemaknaan
    cerpen ini menggunakan bahasa keseharian sehingga pemaknaannya lebih mudah dimengerti oleh pembaca, walaupun ada sedikit kata yang rumit dan terdengar asing.
    e. Gaya Bahasa
    Gaya bahasa yang digunakan sudah cukup sederhana tetapi masih terdapat kalimat yang berbelit-belit sehingga tidak efektif.

    2. Segi isi
    Cerpen ini bercerita tentang kehidupan seorang ibu dan anak laki-laki semata wayangnya . Mereka hidup hanya berdua saja. Kehidupan yang mereka jalani sungguh memprihatinkan. Si ibu harus mencari nafkah untuk sang anak, sendiri tanpa seorang suami. Di tempat mereka tinggal, mereka selalu dikucilkan oleh penduduk. Si anak selalu di kerjai dan diganggu oleh anak-anak sebayanya. Sehubungan dengan hal ini, tak ada seorang pun yang mau menolong mereka. Hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi dan merantau dari dusun tempat mereka tinggal sebelumnya. Si ibu senantiasa selalu menjaga dan melindungi anaknya dari bahaya apapun. Ya, beginilah pengorbanan orang tua kapada anaknya, sebagai wujud kasih sayang.

    BalasHapus
  61. Vonny Prasetya Irgantara
    XII IPA 3/ 33
    Assalamu’alaikum
    Judul cerpen : Jeda Antara Kita
    Karya : Ria Fariana
    Cuplikan cerpen :
    “Bye…see you tomorrow.”
    “Bye…” kulambaikan tanganku hingga mobil itu hilang di ujung jalan. Baru saja pintu kututup secara perlahan-lahan, tapi…
    “Keluar bersama Robert lagi, Nin?” suara lembut Mbak Eka tetap mampu mengejutkanku. Aku mengangguk pelan dan segera lari ke kamar.

    Jujur saja, sebetulnya aku nggak sebel-sebel banget sama Mbak Eka, soalnya jadi ingat sama mama. Di negara serba boleh kayak Amerika ini, jarang banget ada orang yang mau memperhatikan apalagi menasehati kayak Mbak Eka. Tapi nggak enaknya aku jadi canggung kalau mau bersikap. Mbak Eka tahu sendiri kalau jadi anak tunggal tuh nggak enak. Pingin banget punya kakak laki-laki yang bisa melindungi dan tempat berbagi rasa. Dan itu semua ada pada diri Bob, meskipun dia terpaut dua tahun.Lagipula, ini nih yang nggak ada seorang pun tahu cita-citaku untuk mengajak Bob masuk Islam suatu ketika nanti
    Suatu malam Bob mengajakku makan malam di luar.
    “Aku akan memenuhi panggilan wajib militer,” akhirnya keluar juga suaranya setelah sekian lama kami berdiam diri.
    “Tapi bukankah wamil itu sudah kamu ambil beberapa tahun lalu? Kamu sendiri yang mengatakannya.” Kulihat Bob terdiam beberapa saat.
    “Iya, yang telah kujalani memang wajib bagi pemuda Amerika yang berusia di atas 18 tahun. Tapi kali ini berbeda. Negaraku butuh banyak sukarelawan militer untuk menjalankan tugasnya sebagai polisi dunia.”
    “Aku ditugaskan di…perbatasan Irak.” Deg. Tak urung aku sempat terhenyak juga. Padahal aku sudah mempersiapkan hatiku untuk menghadapi apa pun yang dikatakannya. Aku harus tetap tenang, tekadku. Kusebut asma Allah banyak-banyak dalam hati. Aku tahu apa itu maknanya, tugas untuk bergabung dengan skuadron lain dalam menjajah Irak yang sedang bergolak. Tidak bisa kubayangkan seseorang yang kusayangi harus berhadapan dengan saudaraku pula di belahan bumi sana.
    “Sorry Nina, I can do nothing.”
    Dua bulan sudah berlalu, aku semakin dekat dengan Mbak Eka. Aku pun semakin rajin mengisi hari-hariku untuk belajar dan mengkaji Islam yang sebenarnya. Ya Allah, ternyata banyak hal yang aku begitu bebal sebelumnya untuk menerima hukum-hukum Islam, sekarang menjadi terbuka mata hati ini.
    Tanpa terasa ujian sudah menjelang, dan itu berarti aku harus mulai menentukan jalan hidupku. Kembali ke Indonesia dan melengkapi gelar sarjanaku di sana atau beberapa tahun lagi tinggal di negeri yang mulai terang-terangan memusuhi Islam. Apalagi sejak aku memutuskan untuk menutup aurat dengan berkerudung dan berjilbab, aku merasa sangat tidak aman untuk berlama-lama di negeri ini.
    Seminggu sebelum kepulanganku ke Indonesia, seseorang mengetuk pintu. Ketika pintu kubuka, hatiku sempat berdesir.
    “Ada yang perlu kubicarakan, Nin.” Lagi-lagi tanpa memandangku. Ada nada gelisah tapi tetap mantap dalam suara itu. Aku keluar dan kami duduk di beranda, cukup berjauhan karena aku bukan lagi Nina yang dulu.
    “Marry me. Aku akan keluar dari militer Amerika dan meneruskan kuliahku sambil mencari pekerjaan lain.”
    “Agamamu?”
    “Bukankah selama ini kita bisa berteman dengan sangat baik tanpa meributkan itu? Kukira sekarang pun sama. Kita saling mencintai, dan kita bisa berjalan dengan keyakinan masing-masing.”
    Ya Allah, seumur hidup tidak pernah kurasakan kemarahan yang teramat sangat seperti saat ini. Tanpa mampu berkata-kata dan mata penuh airmata kutinggalkan dia di beranda dan kukunci pintu rumah rapat-rapat.Kutulis surat untuk Bob menjawab ajakannya dan kujelaskan semua konsep tentang Islam.
    Kuayun langkah dengan mantap menuju pesawat ketika untuk terakhir kalinya aku menoleh ke belakang. Selamat tinggal Amerika, selamat tinggal masa lalu kelabu, semoga satu hari nanti kita bertemu dalam suasana yang lebih baik dan diridhoi Allah.

    BalasHapus
  62. LANJUTAN Vonny P.I. XII IPA 3/33
    Kritik :
    a. Bahasa
    - penggunaan ejaan dalam cerpen ini baik karena menggunakan bahasa yang ringan, sederhana atau bahasa yang biasa digunakan oleh pembaca, sehingga mudah untuk dimengerti.
    - data tekstual : “Bukankah selama ini kita bisa berteman dengan sangat baik tanpa meributkan itu? Kukira sekarang pun sama. Kita saling mencintai, dan kita bisa berjalan dengan keyakinan masing-masing.”
    - paduan kata yang digunakan kurang baik karena sering terjadi pengulangan atau pemborosan kata yang sebenarnya tidak diperlukan, sehingga menjadi tidak efektif.
    - data tekstual : Jadi apa pun yang dikatakan Mbak Eka, diam-diam aku dengarkan dan berusaha untuk memahaminya. Biar satu hari nanti bisa menjelaskan kalau-kalau Bob tanya-tanya soal Islam.
    -walaupun dalam cerpen ini menggunakan beberapa percakapan antar tokoh yang menggunakan bahsa asing ( bahasa Inggris), tetapi hal tersebut dilakukan penulis hanya beberapa kalimat dan kalimat-kalimat tersebut merupakan kalimat yang paling sederhana, sehingga masih dapat dipahami oleh pembaca.
    - data tekstual : “A…apa? What are you talking about?” tanyaku tergeragap dari lamunan singkatku. Dan Bob lagi-lagi tersenyum.

    -pemaknaan bahasa yang digunakan mudah untuk dipahami, pembaca mudah untuk mengartikannya.
    -gaya bahasa yang digunakan oleh tokoh “ aku “ banyak menggunakan kata yang tidak baku.
    - data tekstual : Jujur saja, sebetulnya aku nggak sebel-sebel banget sama Mbak Eka, soalnya jadi ingat sama mama. Di negara serba boleh kayak Amerika ini, jarang banget ada orang yang mau memperhatikan apalagi menasehati kayak Mbak Eka.
    - dalam penerapan penggunaan tanda baca baik, karena tanda baca telah diletakkan sesuai dengan aturan dan fungsinya masing-masing.
    - data tekstual : “Keluar bersama Robert lagi, Nin?” suara lembut Mbak Eka tetap mampu mengejutkanku. Aku mengangguk pelan dan segera lari ke kamar.
    b. Isi
    Cerpen ini menceritakan tentang seorang anak tunggal bernama Nina yang sedang mengenyam pendidikan sarjananya di negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Di sana ia tinggal bersama Eka, seorang wanita Muslim taat yang dipercaya oleh orangtua Nina untuk menjaganya.Kehidupan Nina berjalan seperti remaja kebanyakan, hingga ia pun dekat dengan seorang teman laki-lakinya di kampus bernama Bob. Nina hanya menganggapnya sebagai kakak laki-lakinya.Sampai ketika suatu hari Bob menyampaikan sesuatu, bahwa ia akan memenuhi panggilan wajib militernya di perbatasan Irak. Sontak Nina kaget, karena tidak bisa ia bayangkan seseorang yang ia sayangi harus berhadapan dengan saudaranya pula di belahan bumi sana. Dua bulan sudah berlalu, ia semakin dekat dengan Mbak Eka dan semakin rajin mengisi hari-harinya untuk belajar dan mengkaji Islam yang sebenarnya hingga menjadi terbuka mata hatinya. Hingga pada saat ia harus kembali ke Indonesia untuk melengkapi gelar sarjananya di sana. Ia tidak ingin lagi tinggal di negeri yang mulai terang-terangan memusuhi Islam. Tetapi, seminggu sebelum kepulangannya, tiba-tiba Bob kembali dan menyatakan ingin menikah dengan Nina walaupun dengan keyakinan yang masih berbeda, tetapi Nina hanya menulis surat jawaban dari ajakan Bob dan menjelaskan semua konsep tentang Islam. Dan akhirnya Nina meninggalkan Amerika dan kenangan suramnya, Bob dan berharap satu hari nanti bertemu dalam suasana yang lebih baik dan diridhoi Allah.
    Demikian pak..Mohon maaf jika masih terdapat banyak kesalahan dalam penyelesaian tugas ini.
    Wassalamu’alaikum

    BalasHapus
  63. Ariq Arsya N
    XII IPA 3/07
    SATU PERSAHABATAN DALAM HIDUPKU
    Aku sedang berjalan kearah luar gang rumahku menuju sekolah. Tetapi sebelum aku berangkat sekolah, aku harus menunggu Dina yang sedang menuju kearah depan gangku. Kulihat kedepan sana tetapi tidak seorangpun tampak, ketika aku sedang menunggu Dina, aku melihat dua orang teman sekelasku berjalan kearahku. Ya… itu Lila dan Uswah. “ Hey Nad… kamu kok belum berangkat sekolah seh?!! “ Tanya Lila kepadaku.“ owh iya neh aku sedang menunggu Dina. “ Jawabku.“ ohh kamu sedang menunggu Dina, tapi Nad 10 menit lagi sekolah masuk tau!! Kamu ga takut telat??? “ Tanya Uswah kepadaku.“ ya udah kalau geto kita berangkat sekolah bareng ya?!! “ pintaku kepada Lila dan Uswah. Merekapun mengiyakan ajakanku dan segera melangkahkan kaki untuk menaiki angkutan umum yang akan mengantarkan kami kesekolah.
    ****

    Kritik
    1. Segi Bahasa
    a. Ejaan
    penggunaan ejaan dalam cerpen tersebut kurang baik dengan penggunaan kata yang kurang baku dan hanya orang pada daerah perkotaan saja yang mengerti.
    b. Adaptasi
    Hampir semua bahasa yang digunakan dalah bahasa sehari-hari namun kurang baku seperti: “ ya udah kalau geto kita berangkat sekolah bareng ya?!! “ pintaku kepada Lila dan Uswah..
    c. Paduan Kata
    Paduan kata sudah baik dan pola kalimat sudah tersusun rapi.
    d. Pemaknaan
    cerpen ini menggunakan bahasa keseharian sehingga pemaknaannya mudah dimengerti hanya buat kelompok remaja.
    e. Gaya Bahasa
    Gaya bahasa yang digunakan simple/ sederhana sehingga mudah dimengerti jalan ceritanya tapi masih terdapat kalimat yang berbelit-belit sehingga tidak efektif
    2. Segi isi
    Isi yang menceritakan tentang sepasang sahabat yang saling pengertian dan dapat memahami satu dengan lainnya. Dalam cerpen ini memiliki makna yang mendalam dalam mencari teman yang baik dan menerima apa adanya. Walaupun banyak sekali yang menghalangi jalan akan tetapi sahabat akan selalu mendukung serta membantu kita untuk melewatinya.
    Maaf pak terlambat

    BalasHapus
  64. Riezhal Novantara P
    XII IPA 3 / 28
    DILARANG JATUH CINTA

    Maroeli Simbolon
    Wah! Semua mata terbelalak -- berpusat kepada laki-laki yang berdiri persis di atas atap gedung berlantai 33, siap untuk bunuh diri. Sejumlah polisi sibuk mengamankan lokasi yang dipenuhi orang-orang yang ingin menyaksikan peristiwa tragis itu secara langsung, dengan berbagai ekspresi yang tak kalah seru. Ada yang bergidik, ada yang terbelalak histeris, ada juga yang terkagum-kagum. Situasi heboh itu melumpuhkan lalulintas. Beberapa polisi sibuk berdebat dan stres -- mencari solusi bagaimana mencegah orang sableng itu agar tidak mewujudkan kegilaannya. Ada juga polisi yang langsung menghubungi pihak rumah sakit untuk segera mengirimkan ambulans. Mengapa ada yang ingin bunuh diri?Silakan tanya kepada para penduduk di sebuah negeri yang sedang dilanda cinta, atau kepada seorang laki-laki muda yang tampan, yang kini berdiri gagah dan tenang di bibir gedung pencakar langit, dan siap terjun bebas. Padahal, embun masih terjun ke bawah ketika polisi yang memanjat baru mencapai setengah gedung. Orang-orang pun berteriak histeris. Dan, lihatlah, seperti tubuh yang bunuh diri pertama, wanita itu juga melayang-layang ke bawah. Dari tubuhnya, satu per satu tumbuh bunga-bunga yang mekar. Dan, begitu tiba di tanah, tubuhnya telah menjelma sebatang pohon bunga beraneka rupa. Di pucuk bunga terselip kertas yang bertulis, ''Kubuktikan cinta dengan kepasrahan!'' Belum habis keterkejutan orang-orang, kembali terdengar teriakan seseorang, ''Lihat! Di atas gedung bertingkar 52 sana juga ada yang hendak bunuh diri!''Semua terperangah, berteriak ngeri. ''Kegilaan apa lagi ini?!''''Lihat! Di gedung 67 tingkat itu juga!''''Lihat! Di gedung warna kelabu ungu bertingkat 73 itu juga!''''Lihat! Di atas menara pahlawan itu juga!'' Semua menggigil seputih kapas di ujung ilalang. Bahkan angin pun beringsut ketakutan. Sebab, hari itu lebih sepuluh orang melakukan bunuh diri dengan cara yang sama (melompat dari atas gedung bertingkat) dan motif yang sama atau hampir sama.
    Kritik
    1. Segi Bahasa
    a. Ejaan
    penggunaan ejaan dalam cerpen tersebut sangat baik dengan penggunaan kata yang mudah sekali untuk dimengerti oleh para pembaca.
    b. Adaptasi
    Hampir semua bahasa yang digunakan dalah bahasa sehari-hari yang mudah ditelaah seperti: ''Lihat! Di atas gedung bertingkar 52 sana juga ada yang hendak bunuh diri!''Semua terperangah, berteriak ngeri.
    c. Paduan Kata
    Paduan kata sudah baik dan pola kalimat sudah tersusun rapi.
    d. Pemaknaan
    cerpen ini menggunakan bahasa keseharian sehingga pemaknaannya mudah dimengerti oleh semua pembaca.
    e. Gaya Bahasa
    Gaya bahasa yang digunakan simple/ sederhana sehingga mudah dimengerti jalan ceritanya tapi masih terdapat kalimat yang berbelit-belit sehingga tidak efektif
    2. Segi isi
    Isi yang mengandung suatu arti kehidupan dalam meraih cintanya yang tak tersampaikan sehingga orang tersebut putus asa dan akan melakukan bunuh diri. Di lain pihak lawan jenis orang tersebut berusaha bunuh diri juga di lantai yang lebih tinggi karena tidak disetujui orang tua. Isi ini memiliki segi romantis seperti romeo dan juliet.
    Maaf pak terlambat

    BalasHapus
  65. Akhbar Galang
    XII IPA 3 / 02
    UNTUK SAHABAT

    Ketika dunia terang, alangkah semakin indah jikalau ada sahabat disisi. Kala langit mendung, begitu tenangnya jika ada sahabat menemani. Saat semua terasa sepi, begitu senangnya jika ada sahabat disampingku. Sahabat. Sahabat. Dan sahabat. Ya, itulah kira-kira sedikit tentang diriku yang begitu merindukan kehadiran seorang sahabat. Aku memang seorang yang sangat fanatik pada persahabatan. Namun, sekian lama pengembaraanku mencari sahabat, tak jua ia kutemukan. Sampai sekarang, saat ku telah hampir lulus dari sekolahku. Sekolah berasrama, kupikir itu akan memudahkanku mencari sahabat. Tapi kenyataan dengan harapanku tak sejalan. Beragam orang disini belum juga bisa kujadikan sahabat. Tiga tahun berlalu, yang kudapat hanya kekecewaan dalam menjalin sebuah persahabatan. Memang tak ada yang abadi di dunia ini. Tapi paling tidak, kuharap dalam tiga tahun yang kuhabiskan di sekolahku ini, aku mendapatkan sahabat. Nyatanya, orang yang kuanggap sahabat, justru meninggalkanku kala ku membutuhkannya. “May, nelpon yuk. Wartel buka tuh,” ujar seorang teman yang hampir kuanggap sahabat, Riea pada ‘sahabat’ku yang lain saat kami di perpustakaan. “Yuk, yuk, yuk!” balas Maya, ‘sahabatku’. Tanpa mengajakku Kugaris bawahi, dia tak mengajakku. Langsung pergi dengan tanpa ada basa-basi sedikitpun. Padahal hari-hari kami di asrama sering dihabiskan bersama. Huh, apalagi yang bisa kulakukan. Aku melangkah keluar dari perpustakaan dengan menahan tangis begitu dasyat. Aku begitu lelah menghadapi kesendirianku yang tak kunjung membaik. Aku selalu merasa tak punya teman. “Vy, gue numpang ya, ke kasur lo,” ujarku pada seorang yang lagi-lagi kuanggap sahabat. Silvy membiarkanku berbaring di kasurnya. Aku menutup wajahku dengan bantal. Tangis yang selama ini kutahan akhirnya pecah juga. Tak lagi terbendung. Sesak di dadaku tak lagi tertahan.
    -------------------------
    Kritik
    1. Segi Bahasa
    a. Ejaan
    penggunaan ejaan dalam cerpen tersebut sangat baik dengan penggunaan kata yang mudah sekali untuk dimengerti oleh para pembaca.
    b. Adaptasi
    Hampir semua bahasa yang digunakan dalah bahasa sehari-hari yang mudah ditelaah seperti: “May, nelpon yuk. Wartel buka tuh,” ujar seorang teman yang hampir kuanggap sahabat, Riea pada ‘sahabat’ku yang lain saat kami di perpustakaan.
    c. Paduan Kata
    Paduan kata sudah baik dan pola kalimat sudah tersusun rapi.
    d. Pemaknaan
    cerpen ini menggunakan bahasa keseharian sehingga pemaknaannya mudah dimengerti oleh semua pembaca.
    e. Gaya Bahasa
    Gaya bahasa yang digunakan simple/ sederhana sehingga mudah dimengerti jalan ceritanya tapi masih terdapat kalimat yang berbelit-belit sehingga tidak efektif
    2. Segi isi
    Isi yang menjelaskan tentang persahabatan yang terjalin sangat erat dengan adanya masalah dan sejauh apapun serumit apapun masalahnya diselesaikan bersama. Dan sampai salah satunya melakukan apapun untuk sahabat yang dianggap sebagai saudaranya sendiri. Semua memiliki arti yng mendalam dan dalam cerpen ini dibahas tentang persahabatan yang utuh walaupun rintangan yang menghadang.
    Maaf pak terlambat

    BalasHapus
  66. Alfin Nur R
    XII IPA 3/ 03
    Sang Primadona


    Di sekolah, mulai SD sampai dengan SMA, aku pun --alhamdulillah-juga disayangi guru-guru dan kawan-kawanku. Apalagi aku sering mewakili sekolah dalam perlombaan-perlombaan dan tidak jarang aku menjadi juara.

    Ketika di SD aku pernah menjadi juara I lomba menari. Waktu SMP aku mendapat piala dalam lomba menyanyi. Bahkan ketika SMA aku pernah menjuarai lomba baca puisi tingkat provinsi.

    Tapi sungguh, aku tidak pernah bermimpi akhirnya aku menjadi artis di ibu kota seperti sekarang ini. Cita-citaku dari kecil aku ingin menjadi pengacara yang di setiap persidangan menjadi bintang, seperti sering aku lihat dalam film. Ini gara-gara ketika aku baru beberapa semester kuliah, aku memenangkan lomba foto model. Lalu ditawari main sinetron dan akhirnya keasyikan main film. Kuliahku pun tidak berlanjut.

    Seperti umumnya artis-artis popular di negeri ini, aku pun kemudian menjadi incaran perusahaan-perusahaan untuk pembuatan iklan; diminta menjadi presenter dalam acara-acara seremonial; menjadi host di tv-tv; malah tidak jarang diundang untuk presentasi dalam seminar-seminar bersama tokoh-tokoh cendekiawan. Yang terakhir ini, boleh jadi aku hanya dijadikan alat menarik peminat. Tapi apa rugiku? Asal aku diberi honor standar, aku tak peduli.

    Kritik
    1. Segi Bahasa
    a. Ejaan
    penggunaan ejaan dalam cerpen tersebut sangat baik dengan penggunaan kata yang mudah sekali untuk dimengerti oleh para pembaca.
    b. Adaptasi
    Hampir semua bahasa yang digunakan dalah bahasa sehari-hari yang mudah ditelaah seperti: Tapi sungguh, aku tidak pernah bermimpi akhirnya aku menjadi artis di ibu kota seperti sekarang ini.
    c. Paduan Kata
    Paduan kata sudah baik dan pola kalimat sudah tersusun rapi.
    d. Pemaknaan
    cerpen ini menggunakan bahasa keseharian sehingga pemaknaannya mudah dimengerti oleh semua pembaca.
    e. Gaya Bahasa
    Gaya bahasa yang digunakan simple/ sederhana sehingga mudah dimengerti jalan ceritanya.

    2. Segi isi
    Isi yang menjelaskan tentang kehidupan seorang anak yang bercita-cita ingin menjadi seorang pengacara ternama, namun hal tersubut berbanding terbalik karena cewek tersebut menjadi seorang artis di ibu kota yang selama ini tidak pernah terpikir untuk menjadi seorang artis..

    BalasHapus
  67. Tantia Candra Dewi
    XI IPA 2 / 29

    Sauna di Thailand

    Beberapa hari yang lalu saya, suami dan beberapa teman mencoba sauna jenis baru yaitu sauna tradisi Thailand di sebuah tempat meditasi. Sauna ini bukan sembarang sauna karena uapnya berasal dari tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran resep Thailand yang sangat ampuh untuk mengobati berbagai penyakit. Di Thailand sendiri, tempat-tempat meditasi menyediakan juga sauna sejenis ini. Tujuannya untuk kesehatan dan melatih ketenangan pikiran saat bersauna. Nah, setelah bersauna biasanya baru dilanjutkan dengan bermeditasi. “Rasa hangat dan uap tumbuhan-tumbuhan membuat aliran darah dan oksigen lebih lancar. Jika badan lebih sehat, batin akan lebih tenang saat meditasi.”, begitu kata bhikkhu di tempat meditasi yang berasal dari Thiland.
    Dengan percaya diri, saya bersalin dan bersiap-siap masuk sauna. Saya sudah sering sauna di tempat fitness. Jadi rasanya sudah terbiasa. Sedangkan dua teman saya ini seumur-umur belum pernah sauna jadi mereka sedikit takut.
    Begitu saya membuka pintu sauna, terlihat asap di dalam ruangan tersebut dengan bau ramuan yang kental. Saya duduk dan… ampun deh… sauna yang ini kelas berat, pikir saya. Sauna di tempat fitness yang biasanya saya masuki tida ada seujung kukunya dibandingkan yang ini. Ruangannya panas sekali dan ramuannya menyengat. Teman saya yang baru masuk, langsung mau keluar lagi. Saya katakan, “Coba dulu. Duduk dulu.” Dia mulai duduk. Kami bertiga duduk dengan sangat tersiksa. Keringat mengucur sangat deras. Kami sangat meminimkan pergerakan tubuh. Karena semakin bergerak maka panasnya akan semakin terasa. Wuih, ini seperti direbus. Teman yang satu tidak tahan dan langsung keluar. Saya pun sudah tidak tahan dan ingin keluar. Tapi saya katakan di dalam pikiran, “Lima menit lagi. Bertahan dulu.” Setelah lima menit kami keluar. Ketika keluar, kepala terasa melayang. Jantung berdetak sangat cepat. Kami duduk terdiam menunggu detak jantung kembali normal.
    .
    BAHASA:
    Bahasanya mudah dimengerti dan cukup memberikan penjelasan kepada pembaca dengan gaya bahasa yang tidak kaku.

    ISI:
    Memberikan referensi atau pengalaman kepada pembaca tentang sauna yang berada di Thailand.

    KELEBIHAN:
    Dengan bahasa yang mudah dimengerti, pembaca dapat memahami apa yang dimaksud penulis.
    Ejaannya baik dan paduan katanya sudah cukup rapi.

    KEKURANGAN:
    Dialognya kurang disusun secara baik.
    Ada kata yang salah yaitu “Thiland” seharusnya Thailand.
    Masih ada kata-kata yang penulisannya tidak rapi.

    BalasHapus
  68. Avi Anggiya Putri F
    XI IPA 2 / 33

    Faktor-faktor Penyebab Alergi & Asma pada Balita


    Gejala alergi jarang menimbulkan kematian. Namun, tetap saja perlu diwaspadai. Soalnya, sebagai contoh, serangan asma yang berat ditambah reaksi terhadap obat yang diminum anak-anak akan menimbulkan shock (pingsan). Jika tidak segera ditolong, serangan ini akan menyebabkan kematian. Berikut ini beberapa faktor penyebab alergi yang harus diwaspadai.
    a. Faktor Keturunan (Genetis)
    Walaupun alergi dapat terjadi pada semua orang dan semua golongan umur—sejak bayi sampai berusia lanjut-risiko terbesar ada pada anak yang membawa bakat alergi yang diturunkan oleh orangtuanya. Pada anak ini, gejala alergi (seperti asma, alergi makanan, dan alergi obat) menjadi sering muncul.
    Jadi, alergi biasanya hanya terjadi pada orang tertentu, yang mempunyai faktor penentu yang dibawa sejak lahir (keturunan). Misalnya, seorang anak penderita asma ternyata mempunyai orangtua (ayah atau ibu) atau saudara (kakak, adik, paman, atau bibi) yang menderita asma atau alergi jenis lain. Dapat jadi juga, alergi tidak diturunkan kepada generasi pertama, tetapi kepada generasi berikutnya, seperti cucu.
    Banyak orang yang tidak mengalami alergi dalam waktu cukup lama, tetapi setelah 5-10 tahun ternyata mengalaminya, dengan kerentanan yang sama terhadap alergen yang diderita orangtuanya. Perlu diingat juga, walaupun kedua orangtuanya tidak menderita alergi, dapat saja seorang anak menderita alergi. Anak seperti ini memiliki kemungkinan terkena alergi sebesar 12,5%. Namun, anak yang salah satu orangtuanya menderita alergi, kemungkinannya menjadi 19,8%. Jika kedua orangtuanya menderita alergi, kemungkinan anak itu menderita alergi bertambah lagi menjadi 42,9%.
    b. Faktor Kejiwaan
    Faktor lain yang juga sering menjadi pencetus alergi adalah gangguan kejiwaan, seperti rasa cemas, marah, dan takut. Gejala yang paling sering muncul adalah eksim pada kulit. Pada orang yang memiliki “bakat” alergi, sifat pemarah, pencuriga, dan emosional akan menyebabkan timbulnya gejala gangguan alergi akut pada kulit. Pada anak-anak memang jarang terjadi alergi akibat faktor kejiwaan. Alergi pada anak lebih sering terjadi akibat faktor makanan dan debu rumah. Sebagian anak biasanya alergi terhadap telur dan laktosa pada susu, debu rumah, tungau di karpet atau sofa, dan serbuk sari bunga (pollen).



    BAHASA:
    Bahasanya mudah dimengerti dan cukup memberikan penjelasan kepada pembaca dengan gaya bahasa yang tidak kaku.

    ISI:
    Memberikan referensi atau pengalaman kepada pembaca tentang penyebab alergi dan asma pada balita

    KELEBIHAN:
    Dengan bahasa yang mudah dimengerti, pembaca dapat memahami apa yang dimaksud penulis.
    Ejaannya baik dan paduan katanya sudah cukup rapi.

    KEKURANGAN:
    Dialognya kurang disusun secara baik.
    Ada kata yang salah yaitu alergen seharusnya alergi.
    Masih ada kata-kata yang penulisannya tidak rapi.
    Ada istilah yang sulit dimaknai.

    BalasHapus
  69. Fadhilla Ayu A
    XI IPA 2/10

    UFO Sambangi Sleman?

    Area persawahan di Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta, jadi selevel dengan ladang-ladang jagung di Inggris, ladang gandum di Rusia, atau sawah di Boryoung, Korsel. Bukan soal panennya, tapi tentang kemunculan lingkaran-lingkaran simetris-geometris. Crop circle (lingkaran panen) itu muncul Minggu (23/1). Kalau dilihat dari atas, tampaklah pola bulat-bulat, garis-garis. Banyak yang percaya lingkaran itu dibuat makhluk planet lain. Tetapi, sejumlah komunitas juga membuktikan bahwa mereka bias membuat crop circle sejenis. Bias jadi, yang nganggur menjadikan sawah itu sebagai kanvas adalah UFO (unidentified flying object) atau benda terbang tak dikenal.



    Kritik

    a.BAHASA
    Bahasa yang digunakan kurang baku. Walaupun bahasanya mudah dimengerti dan cukup menjelaskan maksud yang disampaikan oleh penulis.

    b.ISI
    Menginformasikan tentang adanya UFO di Jogjakarta.

    c.KELEBIHAN
    Bahasa mudah dimengerti, pembahasannya tidak bertele-tele dan bahasanya menarik.

    d.KEKURANGAN
    Bahasanya tidak baku.
    Terdapat istilah-istilah asing seperti crop circle dan unidentified flting object.

    BalasHapus
  70. Dyah Putri Ayu Fajarani Simbolon
    XII - IPA 4

    Lima Barang Pengancam Kesehatan

    Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Apa saja?

    Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty

    1. Talenan kayu. Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong2. Talenan plastik. Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.

    3. Sikat gigi. Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.

    4. Handuk. Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.

    5. Bantal. Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.

    Ayu Kinanti

    Judul : Lima Barang Pengancam Kesehatan

    Analisis :

    Bahasa :
    Di dalam artikel ini bahasa yang digunakan adalah bahasa yang dipergunakan masyarakat sehari - hari. Sehingga tidak ada kesulitan dalam memahami isi.

    a. Ejaan
    Penggunaan ejaan yang baku membuat semua pembaca dari segala kalangan bisa mengerti apa yang sedang dibicarakan.

    b. Adaptasi
    Hampir semua bahasa menggunakan adaptasi yang baku seperti "Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional".

    c. Paduan Kata
    Paduan kata sudah baik dan pola kalimat sudah tersusun rapi.

    d. Pemaknaan
    Artikel ini menggunakan bahasa dan istilah yang sering digunakan dan dijumpai dalam kehidupan sehingga segala kalangan dapat memahaminya.

    e. Gaya Bahasa
    Gaya bahasa yang digunakan sangat praktis,sederhana, namun tepat mengenai sasaran.

    Isi, mengungkapkan tentang barang - barang yang sering digunakan masyarakat yang berpotensi membawa virus,kuman, dan bakteri yang menyebabkan penyakit.

    Maaf pak apabila terlambat

    BalasHapus
  71. Dyah Putri Ayu Fajarani Simbolon
    XII - IPA 4 / 14

    Lima Barang Pengancam Kesehatan

    Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Apa saja?

    Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty

    1. Talenan kayu. Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong2. Talenan plastik. Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.

    3. Sikat gigi. Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.

    4. Handuk. Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.

    5. Bantal. Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.

    Ayu Kinanti

    Judul : Lima Barang Pengancam Kesehatan

    Analisis :

    Bahasa :
    Di dalam artikel ini bahasa yang digunakan adalah bahasa yang dipergunakan masyarakat sehari - hari. Sehingga tidak ada kesulitan dalam memahami isi.

    a. Ejaan
    Penggunaan ejaan yang baku membuat semua pembaca dari segala kalangan bisa mengerti apa yang sedang dibicarakan.

    b. Adaptasi
    Hampir semua bahasa menggunakan adaptasi yang baku seperti "Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional".

    c. Paduan Kata
    Paduan kata sudah baik dan pola kalimat sudah tersusun rapi.

    d. Pemaknaan
    Artikel ini menggunakan bahasa dan istilah yang sering digunakan dan dijumpai dalam kehidupan sehingga segala kalangan dapat memahaminya.

    e. Gaya Bahasa
    Gaya bahasa yang digunakan sangat praktis,sederhana, namun tepat mengenai sasaran.

    Isi, mengungkapkan tentang barang - barang yang sering digunakan masyarakat yang berpotensi membawa virus,kuman, dan bakteri yang menyebabkan penyakit.

    Maaf pak apabila terlambat

    BalasHapus
  72. Sinta Armadi Putri
    XII IPA 3/31

    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Minke adalah anak seorang bangsawan Jawa yang sedang menempuh pendidikan di H.B.S., sebuah sekolah terkenal yang mayoritas murid-muridnya adalah orang kulit putih totok dan indo. Sebagai seorang pribumi, prestasi Minke di H.B.S. cukup membanggakan, bahkan menjadi juara umum cabang Surabaya.

    Minke mempunyai seorang teman berkulit putih totok bernama Robert Suurhof. Dia mengajak Minke ke rumah temannya yang terletak di Wonokromo. Minke pun diperkenalkan dengan seisi rumah itu—Nyai Ontosoroh, Robert Mellema, dan Arnelis Mellema. Nyai Ontosoroh awalnya adalah gundik Tuan Mellema. Robert dan Arnelis adalah anak-anak mereka. Setelah Tuan Mellema kehilangan wibawanya, Nyai Ontosoroh yang memegang kendali atas semua usahanya.

    Sebenarnya Suurhof mengajak Minke ke sana agar temannya itu mendapat perlakuan yang memalukan dari keluarga Mellema. Namun, apa yang terjadi adalah kebalikannya. Tidak hanya mendapat perlakuan yang sangat baik dari Nyai Ontosoroh, Minke pun mendapat perhatian yang sangat khusus dari Arnelis, perempuan yang disukai oleh Suurhof.

    Hubungan Minke dengan Nyai Ontosoroh dan Arnelis semakin dekat. Bahkan, Minke dan Arnelis saling jatuh cinta. Cinta Arnelis begitu mendalam sampai-sampai ia sakit hanya karena Minke agak lama tak mengunjunginya di Wonokromo. Hubungan ini menimbulkan skandal dan kontroversi, mulai dari pihak sekolah, teman-teman Minke, sampai Robert Mellema.

    Pada suatu pagi, ketika Minke telah memutuskan untuk tinggal di Wonokromo, dia dijemput paksa oleh seorang polisi. Ternyata Minke dibawa ke tempat Bupati B, ayah kandungnya sendiri. Minke dipaksa pulang karena sudah lama tak mengirim kabar dan harus menjadi penerjemah dalam pelantikan ayahnya menjadi bupati. Minke juga disuruh memutuskan hubungan dengan Nyai Ontosoroh dan Arnelis supaya Minke fokus menyelesaikan sekolahnya. Ayahnya ingin Minke menjadi bupati juga kelak. Tapi Minke menolak karena ia hanya ingin hidup bebas, tidak diperintah dan tidak memerintah.

    Selama berada di kampung halamannya, Minke tak dapat berhubungan dengan Nyai Ontosoroh dan Arnelis. Ternyata Arnelis sakit keras karena rindu pada Minke. Setelah Arnelis sembuh, Minke menikahinya. Tak lama setelah itu, ada yang mencoba untuk membunuh Minke. Pengejaran terhadap pelakunya membuat Minke dan Darsam menemukan mayat Tuan Mellema yang telah kaku di rumah babah Ah Tjong, tetangga mereka. Tuan Mellema tewas akibat keracunan. Akibatnya, babah Ah Tjong ditahan di penjara.

    Masalah mereka tidak berakhir di situ. Anak Tuan Mellema dari istri yang sah menggugat harta warisannya dan meminta hak wali atas Arnelis yang masih di bawah umur. Pengadilan memutuskan Arnelis harus pergi ke Holland dan pernikahannya dengan Minke dianggap tidak sah.

    Arnelis jatuh sakit sampai-sampai ia menjadi seperti mayat hidup. Dokter keluarga pun tidak dapat menyembuhkannya lagi. Minke dan Nyai Ontosoroh berjuang supaya Arnelis bisa tetap tinggal di Hindia atau paling tidak mereka bisa ikut mengantar Arnelis ke Holland.

    Setelah waktunya tiba, dalam keadaan lemah Arnelis tetap dibawa menuju Holland. Dengan pasrah dan terpaksa, Arnelis mengikuti langkah seorang wanita yang menuntunnya berjalan menuju kereta kuda. Sebelum pergi, Arnelis berkata kepada ibunya, “Aku akan pergi, Ma, jangan kenangkan yang dulu-dulu. Yang sudah lewat biarlah berlalu.” Setelah itu, ia berkata kepada Minke, “Mas, kita kan pernah berbahagia bersama? Kenangkan kebahagiaan itu saja ya, Mas, jangan yang lain.”Akhirnya Nyai Ontosoroh dan Minke pun menang dalam kekalahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.

      Hapus
  73. Lanjutan Sinta Armadi Putri XII IPA 3/31

    Materi kritik:

    1. Bahasa yang dipakai:
    Bahasa pada novel ini cukup dapat untuk dipahami karena menggunakan bahasa sehari-sehari, namun ada beberapa kata yang masih asing untuk didengar seperti putih totok. Dan masih memakai bahasa klasik atau kuno seperti :“Tidak, Bunda, sahaya tidak ingin. Sahaya hanya ingin jadi manusia bebas, tidak diperintah, tidak memerintah, Bunda. Kepriyayian bukan duniaku.” (Toer, 2005: 186 dan 190)

    2. Isi karya:
    Novel ini berisi tentang ketidakadilan yang dialami oleh orang-orang tertentu. Orang-orag yang tertindas dan setiap orang selalu melihat orang dari status, jabatan, suku, bangsa, dll. Salah satu caranya adalah dengan menggambarkan pelanggaran hak-hak maupun pendiskreditan keberadaan mereka. Isi novel ini sangat menarik karena bercermin pada hal yang nyata, benar – benar nyata dari kehidupan yang pernah dialami sebelumnya.

    3. Amanat yang disampaikan:
    Amanatnya adalah bahwa semua orang mempunyai hak yang sama dan orang lain harus menghormati hak-hak tersebut tanpa melihat status, jabatan, suku, bangsa, maupun jenis kelaminnya. Dengan kata lain, semua orang di dunia ini sama dan tidak ada apa pun yang dapat membedakan mereka. Dan menyampaikan bagaimana sebuah perjuangan tidak hanya dilihat dari hasil akhirnya. Proses perjuangan itu sendiri juga merupakan penentu keberhasilannya. Kemenangan yang diraih dengan kecurangan tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kekalahan yang disertai dengan perjuangan terhormat. Juga menyampaikan bahwa tidak semua yang kita kehendaki dapat terwujud, sekalipun perjuangan kita sudah tak terkira lagi.

    4. Tema yang dipilih:
    Novel ini merupakan novel semi-fiksi yang bertemakan realisme-sosialis.

    BalasHapus
  74. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  75. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  76. Ruth Vania Asri
    XII IPA 3/30

    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Minke adalah salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa. Minke adalah seorang pribumi yang pandai, ia sangat pandai menulis. Tulisannya bisa membuat orang sampai terkagum-kagum dan dimuat di berbagai Koran Belanda pada saat itu. Sebagai seorang pribumi, ia kurang disukai oleh siswa-siswi Eropa lainnya. Minke digambarkan sebagai seorang revolusioner di buku ini. Ia berani melawan ketidakadilan yang terjadi pada bangsanya. Ia juga berani memberontak terhadap kebudayaan Jawa, yang membuatnya selalu di bawah.

    Selain tokoh Minke, buku ini juga menggambarkan seorang "Nyai" yang bernama Nyai Ontosoroh. Nyai pada saat itu dianggap sebagai perempuan yang tidak memiliki norma kesusilaan karena statusnya sebagai istri simpanan. Statusnya sebagai seorang Nyai telah membuatnya sangat menderita, karena ia tidak memiliki hak asasi manusia yang sepantasnya. Tetapi, yang menariknya adalah Nyai Ontosoroh sadar akan kondisi tersebut sehingga dia berusaha keras dengan terus-menerus belajar, agar dapat diakui sebagai seorang manusia. Nyai Ontosoroh berpendapat, untuk melawan penghinaan, kebodohan, kemiskinan, dan sebagainya hanyalah dengan belajar. Minke juga menjalin asmara dan akhirnya menikah dengan Anneliesse, anak dari Nyai Ontosoroh dan tuan Millema.

    Melalui buku ini, Pram menggambarkan bagaimana keadaan pemerintahan kolonialisme Belanda pada saat itu secara hidup. Pram, menunjukan betapa pentingnya belajar. Dengan belajar, dapat mengubah nasib. Seperti di dalam buku ini, Nyai yang tidak bersekolah, dapat menjadi seorang guru yang hebat bagi siswa HBS dan Minke. Bahkan pengetahuan si nyai itu, yang didapat dari pengalaman, dari buku-buku, dan dari kehidupan sehari-hari, ternyata lebih luas dari guru-guru sekolah HBS.

    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai :
    Bahasa yang digunakan sudah sangat baik dan mudah untuk dimengerti sehingga tidak menyusahkan pembaca dalam memahami isi buku. Meskipun terdapat penggunaan bahasa asing dan istilah baru. Seperti radikal yaitu golongan liberal progresif yang menentang pemerasan kolonial.

    Isi karya :
    Isi dari novel Bumi Manusia ini sangat menarik karena menunjukkan kejahatan kolonialisme seperti: diskriminasi ras, hukum yang kejam dan tidak adil, egois, tidak manusiawi, buta terhadap realitas sosial, dan tidak bermoral. Monogami juga tidak selalu lebih baik daripada poligami.

    Amanat yang disampaikan :
    Novel Bumi Manusia mengingatkan kita bahwa semua orang mempunyai hak yang sama dan orang lainnya. Kita semua harus menghormati hak-hak tersebut tanpa melihat status, jabatan, suku, bangsa, dan jenis kelamin. Dengan kata lain, semua orang di dunia ini sama dan tidak ada apa pun yang dapat membeda-bedakan kita.

    Tema yang dipilih :
    Tema sosial yang dipilih sudah tepat karena menggambarkan pelanggaran kemanusiaan, perjuangan untuk kemanusiaan, dan bebas dari penindasan.

    BalasHapus
  77. Anggi Maulinda
    XII IPA 3 / 6
    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufik Ismail

    Silhuet

    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang lelah
    Angin jalanan yang panjang
    Tak ada rumah.

    Kita tak berumah
    Kita hanya bayang-bayang
    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang letih
    Di atas jasad yang pedih
    Kita lapar.

    Kita amat lapar
    Bayang-bayang yang lapar
    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang sepi
    Sehabis pawai gendering
    Angin jalanan yang panjang
    Menyusup-nyusup
    Menusuk-nusuk
    Bayang-bayang berjuta
    Berjuta bayang-bayang
    Di bawah bayangan pilar
    Di bawah bayangan emas
    Berjuta bayang-bayang
    Menangisi gerimis
    Menangisi gunung api
    Kabut yang ungu
    Membelai perlahan
    Hutan-hutan
    Di selatan.

    Juli, 1965

    Bukit Biru, Bukit Kelu

    Adalah hujan dalam kabut yang ungu
    Turun sepanjang gunung dan bukit biru
    Ketika kota cahaya dan di mana bertemu
    Awan putih yang menghinggapi cemaraku
    Adalah kemarau dalam sengangar berdebu
    Turun sepanjang gunung dan bukit kelu
    Ketika kota tak bicara dan terpaku
    Gunung api dan hama di ladang-ladangku
    Lereng-lereng senjaPernah menyinar merah kesumba
    Padang hilalang dan bukit membatu
    Tanah airku.

    1965

    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai :
    Bahasa yang digunakan dalam dalam kumpulan puisi Tirani dan Benteng banyak mengandung majas. Beberapa majas yang dipakai adalah personifikasi. Contoh penggunaan majas ini tampak pada puisi Siluet. Baris pertama puisi tersebut adalah “Gerimis telah menangis”. Selain personifikasi dalam kumpulan puisi ini juga menggunakan majas metafora, hiperbola dan perbandingan, serta pelambangan.


    Isi karya :
    Tirani dan Benteng adalah suatu kumpulan puisi karya Taufik Ismail yang bercerita tentang kehidupan bangsa Indonesia ditahun 60-an. Dalam puisi ini digambarkan keadaan bangsa Indonesia yang mencekam, rakyat yang menderita kelaparan, situasi politik yang memanas, dan hukum yang tidak memihak kebenaran.

    Amanat yang disampaikan :
    Dalam Tirani dan Benteng dapat disimpulkan bahwa mempertahankan sebuah kemerdekaaan tidaklah mudah. Selain itu Dalam kumpulan puisi Tirani dan Benteng juga mengingatkan kita untuk menjalani hidup dengan selalu bersyukur kepada Tuhan.

    Tema yang dipilih :
    Tema sosial yang dipilih kebanyakan adalah tema nasionalisme, kehidupan sosial, dn ketuhanan. Tema tersebut sangat sesuai karena penulis ingin menggambarkan keadaan negaranya saat itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.
      Catatan : Lebih sempurna lagi kalau posisi puisi yang anda kritik disebutkan tepat halaman yang dimaksud, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukan puisi tersebut dalam buku kumpulan puisi yang anda kritik.

      Hapus
  78. Rizky Ramadhaniyati
    XII IPA 5 / 24
    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufik Ismail

    Dengan Puisi, Aku

    Dengan puisi aku bernyanyi
    Sampai senja umurku nanti
    Dengan puisi aku bercinta
    Berbatas cakrawala
    Dengan puisi aku mengenang
    Keabadian Yang Akan Datang
    Dengan puisi aku menangis
    Jarum waktu bila kejam mengiris
    Dengan puisi aku mengutuk
    Nafas zaman yang busuk
    Dengan puisi aku berdoa
    Perkenankanlah kiranya.


    1965

    Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini

    Tidak ada pilihan lain. Kita harus
    Berjalan terus
    Karena berhenti atau mundur
    Berarti hancur

    Apakah akan kita jual keyakinan kita
    Dalam pengabdian tanpa harga
    Akan maukah kita duduk satu meja
    Dengan para pembunuh tahun yang lalu
    Dalam setiap kalimat yang berakhiran
    “Duli Tuanku?”

    Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus
    Berjalan terus
    Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
    Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
    Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
    Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
    Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
    Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
    Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
    Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus
    Berjalan terus.


    1966

    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai :
    Dalam kumpulan puisi ini, penulis menyulap kata-kata yang biasa menjadi kata-kata yang indah dan sarat dengan variasi makna. Karena itu, Taufik Ismail tidak mengungkapkan puisi tersebut secara gamblang. Namun pembaca masih dapat dengan mudah menerjemahkan isi dari puisi tersebut. Berikut penggalan puisi yang menggunakan bahasa kias, tetapi masih dapat dipahami isinya oleh pembaca.

    Isi karya :
    Kumpulan puisi Tirani dan Benteng berisi suasana dan keadaan politik Indonesia pada tahun 1965 sampai 1966. Buku karya Taufiq Ismail ini menggambarkan kondisi bangsa kita yang buruk, banyak pejabat bangsa kita yang kurang jujur, selalu terlibat korupsi. Beberapa para penegak hukum pun yang dianggap sebagai pahlawan rakyat ternyata tidak jauh berbeda dengan para mafia.

    Amanat yang disampaikan :
    Buku karya Taufiq Ismail ini menggambarkan keinginan bangsa kita untuk maju, bangkit dan memperjuangkan harga diri dan citra nya. Amanat kumpulan puisi ini adalah membangkitkan semangat rakyat Indonesia yang telah merdeka untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui puisi tersebut, kita bisa kembali ke masa lalu dan introspeksi mengenai keadaan Indonesia dan pemuda saat ini.

    Tema yang dipilih :
    Taufiq Ismail memilih tema kecemasan, kesangsian, kebebasan, harapan, angan-angan, cita-cita dan tekad. Tema tersebut bernuansa perjuangan bangsa Indonesia sesuai dengan keadaan bangsa Indonesia saat itu.

    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
    Balasan
    1. ekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.

      Hapus
  79. Dicky Wisudawan
    XII IPA 5/6
    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufik Ismail

    MALAM SABTU
    Berjagalah terus
    Segala kemungkinan bisa terjadi
    Malam ini
    Maukah kita dikutuk anak-cucu
    Menjelang akhir abad ini
    Karena kita kini berserah diri?
    Tidak. Tidak bisa
    Tujuh korban telah jatuh. Dibunuh
    Ada pula mayat adik-adik kita yang dicuri
    Dipaksa untuk tidak dimakamkan semestinya
    Apakah kita hanya akan bernafas panjang Dan seperti biasa: sabar mengurut dada?
    Tidak. Tidak bisa
    Dengarkan. Dengarkanlah di luar itu
    Suara doa berjuta-juta
    Rakyat yang resah dan menanti
    Mereka telah menanti lama sekali
    Menderita dalam nyeri
    Mereka sedang berdoa malam ini
    Dengar. Dengarlah hati-hati.
    1966
    BENDERA LASKAR
    Kali pertama, di halaman kampus, pagi itu
    Telah berkibar bendera laskar
    Berkibar putih bagai mega
    Dengan garis-garis yang merah
    Karena telah dibayar dengan darah
    Dia telah mendengar teriakan kita
    Sepanjang jalan-jalan raya
    Di atas truk tanpa tenda
    Di atas jip, di depan pawai-pawai semua
    Dia selalu mendahului kita
    Dalam setiap gerakan
    Kepadanya berbagi nestapa kita
    Duka setengah tiang
    Duka sejarah rnanusia
    Yang telah lama dihinakan
    Dan dimelaratkan
    Di depan markas, berkibar bendera laskar
    Kami semua melambaimu
    Hai kawan dan lambang kami yang setia
    Lambailah sejarah dari atas sana
    Buat kami satu laskar
    Buat generasi yang kukuh dan kekar.
    1966

    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai :
    Dua contoh puisi yang terdapat di dalam kumpulan puisi Tirani dan Benteng di atas menggunakan bahasa yang mudah dipahami walaupun menggunakan kata kiasan atau bermakna konotasi.Beliau juga menggunakan kata kata yang baku sehingga semua pembaca dari kalangan apapun bisa mengerti makna dari puisi tersebut.

    Isi karya :
    Taufiq Ismail menciptakan karya karyanya dan membukukannya menjadi sebuah buku yang berjudul Tirani dan Benteng berisi kumpulan kumpulan puisi yang mencerminkan apa yang ada di dalam benak Taufiq Ismail.Beliau sangat memperhatikan kondisi lingkungan sekitar guna untuk menjadikan inspirasi serta mampu menjadikan puisi sebagai sarana menuangkan segala pikiran yang ada di benaknya secara ril,sehingga pembaca seolah-olah terbawa oleh isi puisi tersebut.

    Amanat yang disampaikan :
    Amanat yang ingin disampaikan oleh Taufiq Ismail kepada pembaca adalah semangat yang dibangun setelah mengalami keterpurukan,terutama bagi bangsa sendiri yaitu indonesia mengingat beliau adalah penulis puisi angkatan 66 yang secara langsung merasakan menjadi saksi hidup perjuangan para pahlawan yang membela bangsa hingga titik darah penghabisan.

    Tema yang dipilih :
    Tema yang dipilih oleh Taufiq Ismail sangatlah tepat karena mencerminkan kondisi lingkungan yang terjadi,yaitu perjuangan membela bangsa dan negara sehingga tema yang mendominasi dari kumpulan puisi milik beliau adalah tema perjuangan.Apabila puisi bertema perjuangan tersebut dibuat disaat seperti ini,yaitu globalisasi maka puisi tersebut terasa kurang tepat serta terkesan memaksa para pembaca untuk kembali lagi ke masa lalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.
      Catatan : Lebih sempurna lagi kalau posisi puisi yang anda kritik disebutkan tepat halaman yang dimaksud, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukan puisi tersebut dalam buku kumpulan puisi yang anda kritik.

      Hapus
  80. Siti Farahiyah Inarah
    XII IPA 5/28

    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Buku ini menceritakan seorang pemuda bernama Minke yang memiliki darah pribumi. Minke bersekolah di H.B.S Surabaya, salah satu sekolah yang berisi orang-orang Eropa. Sekolah ini mengajarkan pendidikan Belanda, karena itu sekolah ini sangat terkenal di tanah air. Semua guru berasal dari Eropa. Minke mulai merasa ada yang berbeda pada dirinya semenjak masuk sekolah H.B.S, sepertinya sedikit demi sedikit budaya eropa telah masuk pada dirinya. Pribadinya sedikit melenceng menyalahi wujudnya sebagai orang Jawa.
    Selain tokoh Minke, buku ini juga menggambarkan seorang "Nyai" yang bernama Nyai Ontosoroh. Nyai pada saat itu dianggap sebagai “gundik”. Gundik disini artinya adalah perempuan sebagai pemuas nafsu saja. Nyai yang tidak ingin hanya dicap sebagai gundik pun mulai belajar dari suaminya yang baik, Tuan Millema. Tuan Millema mengajarkan semua yang diketahuinya kepada Nyai. Tidak hanya itu, Nyai juga membaca banyak buku sehingga pengetahuannya pun bertambah. Status Nyai Ontosoroh pun bertambah. Tidak hanya seorang gundik, melainkan menjadi seorang “Manusia”. Disini Minke jatuh cinta pada putri Nyai Ontosoroh, Anneliesse. Dan memiliki masalah dengan Robert, kakak Anneliesse.
    Melalui buku ini, Pram menggambarkan kehidupan pada zaman kolonialisme. Pram menunjukkan bagaimana cara menjadi seorang manusia. Yaitu hanya dengan belajar. Dengan belajar Nyai bisa membuktikan bahwa ia dapat naik “pangkat” dari seorang gundik menjadi sosok wanita yang disegani. Pram membuktikan untuk mendapat pengetahuan tidak hanya didapat dengan cara bersekolah. Namun, pengalaman lebih luas jika dijadikan acuan untuk belajar.

    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai :
    Bahasa yang digunakan Pram dalam buku tetralogi ini sangat menarik. Bahasa sehari-hari dicampur dengan sedikit bahasa Belanda membuat buku ini sangat menarik untuk dibaca. Meskipun banyak bahasa Belanda tersisip dalam setiap kalimatnya, buku ini tetap mudah dipahami bahkan oleh pembaca yang tidak dapat berbahasa Belanda sekalipun.
    Isi karya :
    Isi dari novel Bumi Manusia ini sangat menarik karena menunjukkan kejahatan zaman kolonialisme. Kita disuguhkan pada kejahatan seperti diskriminasi, tidak bermoral, ketidakadilan dan realita sosial yang merujuk kepada penindasan terhadap hak asasi manusia.

    Amanat yang disampaikan :
    Novel Bumi Manusia mengingatkan bahwa semua orang mempunyai hak yang sama dan orang lainnya. Tidak peduli jenis kelamin, kasta, pendidikan. Pramudya secara tidak langsung mengatakan supaya kita tidak membeda bedakan antar manusia karena semuanya sama derajatnya.
    Tema yang dipilih :
    Tema yang dipilih oleh Pram adalah sosial dengan mengangkat tema kemanusiaan. Buku Pram sangat menggambarkan bagaimana pada zaman kolonialisme pribumi selalu kalah dan terinjak injak dengan orang-orang Eropa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.

      Hapus
  81. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  82. Febriana Ramadhan Anggriani
    XII IPA 5/9

    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Bumi Manusia adalah buku pertama dari Tetralogi Pulau Buru, menceritakan tokoh utama bernama Minke. Seorang pemuda keturunan bangsawan Jawa yang di bawah pengaruh kolonial Belanda. Minke justru menunjukan bahwa dirinya bukan dari kalangan bangsawan. Anak seorang priyayi yang memiliki rasa nasionalis itu sadar setelah merasakan sulitnya kehidupan bangsa jajahan. Minke selalu berusaha untuk keluar dari pengaruh kolonialisasi. Salah satu usaha Minke keluar dari pengaruh kolonialisasi adalah melalui pendidikan yang dia peroleh di HBS.

    Minke yang berjiwa Eropa, merasa menemukan seorang guru saat bertemu Nyai Ontosoroh, wanita luar biasa, yang meskipun pribumi namun pribadi dan kecerdasannya melebihi wanita Eropa. Di sisi lain, Minke semakin ingin bebas dari segala aturan dalam keluarga Jawa-nya, tidak ingin mengorbankan kebebasannya sebagai manusia yang memiliki harga diri dan hak untuk bebas berkembang. Dalam perjalanannya, Minke dan Annelis Mellema, anak Nyai Ontorosoh saling jatuh cinta. Nyai Ontosoroh sangat senang karena akhirnya Annelis memiliki teman. Bahkan dia mengusulkan Minke untuk tinggal di rumahnya yang mewah. Tapi kehidupan tak selalu berjalan lancar. Konflik demi konflik terus mendera cinta mereka. Sampai pada akhirnya konflik pun memuncak tatkala Tuan Besar Melema ditemukan tewas di tempat pelacuran.

    Sidang pun digelar dan melibatkan seluruh penghuni rumah Nyai Ontosoroh, termasuk Minke. Dalam persidangan itu lah, aib mereka dibongkar satu per satu. Mereka menjadi tontonan dan olok-olokan hakim. Minke tak tinggal diam, begitu pula Nyai Ontosoroh. Mereka terus melawan. Hingga akhirnya kebenaran berpihak kepada mereka. Tuan Besar Melema terbukti telah dibunuh oleh Babah Ah Tjong sang pemilik rumah pelacuran tanpa alasan yang jelas. Namun konflik belum berakhir, bahaya yang lebih besar telah mengintip mereka. Insinyur Maurits Mellema, Putra resmi Tuan Besar Mellema datang dan menuntut hak asuh atas Annelis dan Robert Mellema. Tentu berembel-embel dengan harta yang menjadi hak mereka. Dalam peradilan inilah mereka kalah. Hak asuh Annelis Mellema jatuh ke tangan Ir. Maurits Mellema. Dalam keputus asaan itu Minke mengaku kalah. Tetapi sebuah pernyataan luar biasa keluar dari seorang Nyai Ontosoroh: Kita telah melawan Nak, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.

    Materi kritik :
    Bahasa yang dipakai :
    Bahasa yang digunakan dalam novel sangat indah, kata-kata puitis bertebaran disana-sini. Namun, ada sebagian pembaca yang tidak begitu paham mengenai bahasa puitis yang bahasanya terlalu tinggi sehingga butuh proses berpikir. Oleh karena itu, ada sebagian pembaca yang tidak memahami bahasa dalam novel Bumi Manusia.

    Isi karya :
    Bumi manusia menceritakan tentang seorang pribumi dari keluarga Bupati yang bersekolah di sekolah Belanda. Kehidupannya sangat berkecukupan. Permasalahan yang ditampilkan mengenai keilmuan, politik, kepenulisan, dan bisnis. Sesuatu yang sifatnya luas, menyangkut banyak orang. Hal ini sangat bagus karena pada sebagian besar novel/cerpen Indonesia menceritakan tentang masalah ekonomi yang bersifat perseorangan, keluarga, atau masyarakat perkampungan. Sehingga isi novel ini bisa menjadi contoh atau referensi bagi penulis lainnya agar novel karya Indonesia tidak monoton.

    Amanat yang disampaikan :
    Dalam novel ini, nasihat-nasihat moral dengan tersirat namun mengena juga tanpa kesan menggurui. Seperti contoh, tokoh Minke tidak sombong terhadap kehidupannya yang terlahir dari anak priyayi, Minke adalah sosok yang nasionalisme yaitu dia berusaha keluar dari pengaruh kolonialisasi.

    Tema yang dipilih :
    Tema novel ini adalah penderitaan masyarakat pribumi pada masa penjajahan.

    BalasHapus
  83. Hafida Oktavia
    XII IPA 5/12

    Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer

    “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dgn membacawaktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitpergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yg mengawal penyemaian bangunan nasional yg kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.

    Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adl manusia berdarah priyayi yg semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaanmenuju manusia yg bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yg menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.

    Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dgn ayahyg sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yg sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yg kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahdunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu . Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.

    Materi kritik :

    Bahasa yang dipakai :
    Bahasa yang digunakan dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer sudah cukup baik, dalam setiap katanya mudah untuk dipahami oleh pembaca. Namun, masih terdapat bahasa yang sulit untuk di mengerti untuk kalangan anak muda.

    Isi karya :
    Novel ini bercerita mengenai kehidupan bangsa Indonesia, yang pada saat itu begitumendewakan peradaban Eropa, karena dipandang sebagai simbol dan kiblat dari ketinggianpengetahuan dan peradaban. Sementara itu bangsa pribumi adalah bangsa yang hina dan bisaditindas kapanpun.

    Amanat yang disampaikan :
    Melalui tokoh Minke dan Nyai, keduanya membuktikan bahwa pribumi mampu berdiri tegak di atas tanah airnya sendiri. Keduanya juga bahu membahu menentang ketidakadilan. Walaupun pada akhirnya mereka harus menyerah kalah. Namun kalah bukan berarti kesia-siaan. Selain itu, novel ini mengingatkan kita bahwa semua orang mempunyai hak yang sama dan orang lain harus menghormati hak-hak tersebut tanpa melihat status, jabatan, suku, bangsa, maupun jenis kelaminnya. Dengan kata lain, semua orang di dunia ini sama dan tidak ada apa pun yang dapat membedakan mereka.

    Tema yang di pilih :
    Penderitaan masyarakat pribumi pada masa penjajahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.

      Hapus
  84. Eka Indriani
    XII IPA 5/7

    Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer

    Dalam tulisannya sendiri ia mengisahkan tentang kisah cinta antara seorang pribumi dengan gadis Indo keturunan Belanda. Minke. seorang pribumi yang mempunyai pola pikir layaknya seorang Eropa, ia memang bukanlah keturunan pribumi biasa, dalam darahnya masih mengalir darah para raja jawa, tetapi dirinya sendiri sudah hampir bukan seorang jawa, hanya tubuhnya saja yang jawa tetapi semua pandangannya tentang hidup sudah benar-benar seperti pandangan seorang Eropa, suatu hal yang tidak biasa pada zamannya. Ia adalah pemuda yang cerdas, penyuka sastra, berbeda dengan pemuda lainnya pada zamannya. Annelis Mellema, gadis yang begitu cantik.Ia merupakan putri dari seorang “Nyai”,Ia sangat mengagumi ayahnya walaupun Ayahnya sendiri sudah tak perduli apapun lagi termasuk dirinya.

    Materi yang Dikeritik :

    Bahasa yang Dipakai :
    Bahasa yang dipakai dalam buku ini sangat puitis .buku ini menjadi salah satu buku yang banyak digerami dijamannya. Namun untuk menjadi bahan bacaan remaja, apalagi pada saat ini sangat tidak cocok karena menggunakan bahasa yang berat dan sulit dimengerti.

    Isi Karya:
    Buku ini membuat kita seolah-olah berada pada masa itu, menyaksikan langsung berbagai peristiwa yang terjadi, membuka pikiran kita tentang kehidupan dalam masa pemrintahan Hindia Belanda.Buku ini sesungguhnya memuat semua hal yang sering terjadi pada akhir abad 19 dan menjelang abad 20. Berbagai ketidak adilan yang dilakukan oleh kaum kolonial, pemikiran-pemikiran untuk keadilan para pribumi, sikap masyarakat yang ada pada saat itu, teknologi yang berkembang pada saat itu, strata sosial yang ada pada saat itu, semuanya terbalut dengan indah dalam kisah cinta yang terjalin antara Minke dengan Annelis. Namun buku ini terlalu gambalang menggambarkan tentang penjajahan belanda jaman dahulu. Sehingga buku ini pernah dilarang peredarannya oleh jaksa agung dari rentang waktu tahun 1981 hingga tahun 1988 karena isinya yang dianggap tabu pada waktu itu.

    Amanat yang Disampaikan:
    Amanat isi buku Pramoedya menampilkan citra – citra positif mengenai perempuan , yakni pemempuan yang merdeka, bersemangat, penuh sumber daya dan mampu melawan penindasan – penindasan perempuan. Namun secara tidak langsung tokoh – tokoh perempuan tersebut menjadi simbol pembererontakan. Ia beranggapan bahwa perempuan memiliki peranan penting dalam bangsa atau dalam sebuah forum yang selama ini dianggap milik lelaki. Hal ini bisa jadi berbahaya, karena menyebababkan pembaca memiliki paham tentang kesamaan genre dan bahkan dapat mengguldulkan ideologi keperempuanan yang selama ini dianut bangsa Indonesia .

    Tema yang Dipilih:
    Tema yang diangkat dalam buku ini sangat menonjol yaitu tentang ideologi pembebasan perempuan atau lebih dikenal dengan Feminisme, ia memiliki keyakinan bahwa perempuan mengalami ketidakadilan karena jenis kelaminnya. Dikhawatirkan dari sinilah lahir aliran-aliran seperti feminisme liberal. Aliran tersebut muncul juga dikarenakan, feminisme menggabungkan berbagai metode analisis dan teori, khususnya dari sudut pandang perempuan

    BalasHapus
  85. Rizka Radita Putri
    XII IPA 5/22

    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Novel Bumi Manusia, menceritakan bagaimana seorang pribumi yang hidup pada masa kolonial Belanda. Minke, salah satu tokoh utama dalam cerita, merupakan seorang pribumi yang bersekolah di HBS Surabaya, yakni sekolah keturunan bangsa-bangsa Eropa. Besar dalam lingkungan HBS ketika itu memberikan pelajaran penting bagi seorang Minke. Digambarkan dalam cerita bahwa Minke merupakan seorang revolusioner, ia berani menolak ketidakadilan yang terjadi pada bangsanya. Ia berani memberontak kebudayaan Jawa yang membuatnya selalu merasa di bawah.

    Selain Minke, di novel ini Pram mengangkat tokoh Nyai Ontosoroh. Nyai adalah salah satu sebutan bagi semua kalangan bangsa Jawa yang menjadi istri tidak sah atau simpanan para tuan-tuan belanda. Orang tuanya lah yang menyerahkan Nyai Ontosoroh kepada Tuan Mellema, penguasa hebat kala itu. Nyai mempunyai pemikiran yang tangguh dan hebat dibandingkan perempuan-perempuan Belanda pada umumnya.

    Dalam novel, juga diceritakan romantika muda-mudi pada masa itu. Di mana, Minke mencintai seorang gadis berdarah Jawa-Belanda, yaitu Annelies. Annelies, untuk pertama kalinya dikagumi Minke ketika ia bertandang ke rumahnya yang notabene merupakan adik kandung dari seorang yang dikenalkan kawannya di HBS. Di sinilah, awal sebuah konflik dalam cerita dimulai. Bagaimana Minke memperjuangkan Annelies sampai mereka menikah. Banyak pihak terdekat mereka yang jelas-jelas tidak merestui hubungan yang tidak lazim pada masa itu.

    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai:
    Bahasa yang digunakan masih ada yang sulit dimengerti tetapi hanya beberapa. Pramoedya menuliskan kisah ini dengan kata-kata puitis sehingga menjadikan novel karyanya ini menjadi sangat indah dan menarik untuk dibaca.

    Isi Karya:
    Berbagai konflik terjadi, permasalahan disana-sini, semua ia gambarkan dengan sangat nyata. Walaupun buku ini memuat kisah cinta, tetapi buku ini tidak mengajarkan kita untuk menjadi cengeng karena sesuatu yang bernama “cinta”. Buku ini membuat kita seolah-olah berada pada masa itu, menyaksikan langsung berbagai peristiwa yang terjadi, membuka pikiran kita tentang kehidupan dalam masa pemerintahan Hindia Belanda pada saat itu.

    Amanat yang disampaikan:
    Novel yang dilatarbelakangi pergerakan Indonesia di awal abad 20 ini, menceritakan pergerakan, perjuangan, dan semangat pemuda Indonesia di masa itu. Pengarang menyerukan agar pemuda-pemudi sekarang ini tetap mempunyai semangat itu meskipun sekarang sudah tidak ada penjajahan kolonial.

    Tema yang dipilih:
    Pram memilih tema sosial dalam novel ini, beliau sangat tepat memilih tema karena novel ini menggambarkan tentang kehidupan yang tidak manusiawi dalam masa pemerintahan Belanda.

    Jumlah halaman buku: 416 halaman
    Penerbit: Hasta Mitra
    Tahun terbit: 1980

    BalasHapus
  86. Oktavino Putra Hanidar
    XII IPA 5/18

    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Bumi Manusia mengisahkan zaman setelah pemerintahan Belanda yaitu Hindia – Belanda. Kehidupan di Indonesia dimana budaya dan peradaban Eropa dieluk – elukkan sedangkan Pribumi hanya dianggap sebelah mata, diremehkan, ditindas. Didalam novel ini terdapat tiga tokoh utama yaitu Minke, Annelies, dan Nyai Ontosoroh.

    Minke adalah seorang Pribumi yang bersekolah di H.B.S Surabaya. Sekolah orang – orang Eropa dan begitu terkenal di seluruh penjuru tanah air, yang mengajarkan pendidikan Belanda. Semua guru – gurunya berasal dari sekolah H.B.S, sepertinya sedikit demi sedikit budaya eropa telah masuk pada dirinya. Pribadinya sedikit melenceng menyalahi wujudnya sebagai orang Jawa.

    Minke mempunyai seorang teman berkulit putih totok bernama Robert Suurhof. Dia mengajak Minke ke rumah temannya yang terletak di Wonokromo. Minke pun diperkenalkan dengan seisi rumah itu—Nyai Ontosoroh, Robert Mellema, dan Arnelis Mellema. Nyai Ontosoroh awalnya adalah gundik Tuan Mellema. Robert dan Arnelis adalah anak-anak mereka. Setelah Tuan Mellema kehilangan wibawanya, Nyai Ontosoroh yang memegang kendali atas semua usahanya.

    Hubungan Minke dengan Nyai Ontosoroh dan Arnelis semakin dekat. Bahkan, Minke dan Arnelis saling jatuh cinta. Cinta Arnelis begitu mendalam sampai-sampai ia sakit hanya karena Minke agak lama tak mengunjunginya di Wonokromo. Hubungan ini menimbulkan skandal dan kontroversi, mulai dari pihak sekolah, teman-teman Minke, sampai Robert Mellema.

    Masalah tidak berhenti sampai itu, Arnelis jatuh sakit sampai-sampai ia menjadi seperti mayat hidup. Dokter keluarga pun tidak dapat menyembuhkannya lagi. Minke dan Nyai Ontosoroh berjuang supaya Arnelis bisa tetap tinggal di Hindia atau paling tidak mereka bisa ikut mengantar Arnelis ke Holland.

    Setlah waktunya tiba, Sebuah kereta Gubermen telah menunggu dalam apitan Maresose berkuda. Sayup – sayup terdengar roda kereta menggiling kerikil, makin lama makin jauh, jauh, akhirnya tak terdengar lagi. Annelies dalam pelayaran ke negeri dimana Sri Ratu Wilhelnima bertahta. Minke berjanji akan menyusul Annelies, membawa Annelies kembali lagi.

    Dalam buku ini Pramodya Ananta Toer, digambarkan bagaimana keadaan pemerintahan kolonialisme Belanda pada saat itu secara hidup dan menunjukan betapa pentingnya belajar. Dengan belajar, dapat mengubah nasib. Seperti di dalam buku ini, yang tidak bersekolah, dapat menjadi seorang guru .

    Materi kritik:

    1.Bahasa yang dipakai:
    Bahasa yang digunakan dalam novel ini cukup mudah untuk dipahami, hanya beberapa kata saja yang jarang dimengerti oleh orang awam. Contonhnya Turangga yang berarti kuda, alat yang dapat membawa kemana – mana. Kukila yang berarti burung.

    2.Isi karya:
    Isi novel ini sangat menarik karena bercermin pada hal yang nyata, benar – benar nyata dari kehidupan yang pernah dialami sebelumnya. Dan dimana dianggapnya warga pribumi dianggap remeh, ditindas pada masa pemerintahan Belanda.

    3.Amanat yang disampaikan:
    Amanat yang disampaikan oleh novel ini semua orang memiliki hak yang sama tidak melihat dari segi apapun dan hendaknya orang lain dapat menghargai hak-hak yang dimiliki oleh tersebut pula. Selain itu novel ini juga menyarankan kita untuk selalu belajar, belajar dan belajar yang dimana dibalik usaha yang keras pasti ada hasil yang memuaskan.

    4.Tema yang dipilih:
    Tema yang diusung oleh novel ini sangat tepat, sosialis yang digambarkan dengan perjuangan kemanusiaan yang ingin bebas dari penindasan.

    Jumlah halaman buku : 536 halaman

    Penerbit : Hasta Mitra

    Tahun buku : 1980

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.

      Hapus
  87. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  88. Inna Maya Sufiyah
    XII IPA 5/14

    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufik Ismail

    Karangan Bunga

    Tiga anak kecil
    Dalam langkah malu-malu
    Datang ke Salemba
    Sore itu

    ‘Ini dari kami bertiga
    Pita hitam pada karangan bunga
    Sebab kami ikut berduka
    Bagi kakak yang ditembak mati
    Siang tadi.’

    1966

    Dari Catatan Seorang Demonstran

    Inilah peperangan
    Tanpa jenderal, tanpa senapan
    Pada hari-hari yang mendung
    Bahkan tanpa harapan

    Di sinilah keberanian diuji
    Kebenaran dicoba dihancurkan
    Pada hari-hari berkabung
    Di depan menghadang ribuan lawan.

    1966

    Materi Kritik :

    Bahasa yang dipakai :
    Taufiq Ismail mahir dalam memilih kata yang indah. Kata yang digunakan pun banyak mengandung makna kias. Secara keseluruhan bahasa dalam buku ini ringan tetapi berisi. Sehingga pembaca tidak merasa kebingungan saat membaca namun makna yang ingin disampaikan penulis dapat diterima oleh pembaca.

    Isi karya :
    Tirani dan Benteng adalah rangkuman 3 kumpulan puisi, yaitu Puisi-puisi Menjelang Tirani dan Benteng (32 puisi), Tirani (18 puisi) dan Benteng (22 puisi). Dalam buku ini menceritakan Indonesia pada tahun 1960an. Taufiq Ismail sebagai penulis sangat baik dalam menuliskan puisinya sehingga pembaca dapat menggambarkan suasana tahun itu dengan jelas. Selain itu ilustrasi yang ada dalam buku ini semakin mempermudah pembaca masuk kedalam isi puisi.

    Amanat yang disampaikan :
    Taufiq Ismail dalam buku ini mencoba membagi dan menggambarkan suasana Indonesia dalam masa yang sulit. Banyak mahasiswa yang menjadi korban. Rakyat biasa tidak dapat mengutarakan pendapatnya. Taufiq Ismail mengajak pembaca mengingat kembali pejuang pada masa itu.

    Tema yang dipilih :
    Tema yang mencolok dalam kumpulan puisi ini adalah nasionalisme. Puisi-puisi ini menggambarkan perjuangan yang masih berlanjut walaupun Indonesia telah merdeka. Kegigihan dalam menegakkan keadilan digambarkan dengan indah. Pembaca diajak untuk menanamkan rasa nasionalisme untuk bangsa ini.

    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.
      Catatan : Lebih sempurna lagi kalau posisi puisi yang anda kritik disebutkan tepat halaman yang dimaksud, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukan puisi tersebut dalam buku kumpulan puisi yang anda kritik.

      Hapus
  89. Laily Rizkiya
    XII IPA 5-16


    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Minke adalah anak seorang bangsawan Jawa yang sedang menempuh pendidikan di H.B.S., sebuah sekolah terkenal yang mayoritas murid-muridnya adalah orang kulit putih totok dan indo. Sebagai seorang pribumi, prestasi Minke di H.B.S. cukup membanggakan, bahkan menjadi juara umum cabang Surabaya.


    Minke mempunyai seorang teman berkulit putih totok bernama Robert Suurhof. Dia mengajak Minke ke rumah temannya yang terletak di Wonokromo. Minke pun diperkenalkan dengan seisi rumah itu—Nyai Ontosoroh, Robert Mellema, dan Arnelis Mellema. Nyai Ontosoroh awalnya adalah gundik Tuan Mellema. Robert dan Arnelis adalah anak-anak mereka. Setelah Tuan Mellema kehilangan wibawanya, Nyai Ontosoroh yang memegang kendali atas semua usahanya.


    Sebenarnya Suurhof mengajak Minke ke sana agar temannya itu mendapat perlakuan yang memalukan dari keluarga Mellema. Namun, apa yang terjadi adalah kebalikannya. Tidak hanya mendapat perlakuan yang sangat baik dari Nyai Ontosoroh, Minke pun mendapat perhatian yang sangat khusus dari Arnelis, perempuan yang disukai oleh Suurhof.


    Hubungan Minke dengan Nyai Ontosoroh dan Arnelis semakin dekat. Bahkan, Minke dan Arnelis saling jatuh cinta. Cinta Arnelis begitu mendalam sampai-sampai ia sakit hanya karena Minke agak lama tak mengunjunginya di Wonokromo. Hubungan ini menimbulkan skandal dan kontroversi, mulai dari pihak sekolah, teman-teman Minke, sampai Robert Mellema.


    Materi kritik :

    Bahasa :
    Bahasa yang digunakan dalam novel “Bumi Manusia” banyak menggunakan bahasa asing dan istilah baru. Seperti radikal yaitu golongan liberal progresif yang menentang pemerasan kolonial. Namun bahasanya sudah bagus dan bias dimengerti sehingga tidak menyusahkan pembaca dalam memahami isi buku.

    Isi karya :
    Isi dari novel Bumi Manusia ini menarik karena menunjukkn kejahatan kolonialisme seperti: diskriminasi ras, hokum ang kejam dan tidak adil, egois, tidak manusiawi, buta terhadap realitas social, dan tidak bermoral. Monogami juga tidak selalu lebih baik daripada poligami.

    Amanat yang disampaikan :
    Novel Bumi Manusia menjelaskan kepada semua orang itu mempunyai hak yang sama dengan orang lainnya. Kita semua seharusnya menghormati hak-hak setiap orang tanpa melihat status, jabatan, suku, bangsa, dan jenis kelamin. Semua orang di dunia sama dan tidak ada yang membedakan anatara orang satu dengan orang yang lain.

    Tema yang dipilih :
    Novel ini bertemakan tentang bagaimana penderitaan masyarakat peri bumi pada masa penjajahan.

    Jumlah halaman buku : 536 halaman

    Penerbit : Hasta Mitra

    Tahun buku : 1980

    BalasHapus
    Balasan
    1. ekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.

      Hapus
  90. Surya Arie Bimantara
    XII IPA 5 / 29

    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufik Ismail

    Benteng

    Sesudah siang panas yang meletihkan
    Sehabis tembakan-tembakan yang tak bisa kita balas
    Dan kita kembali ke karnpus ini berlindung
    Bersandar dan berbaring, ada yang merenung
    Di lantai bungkus nasi bertebaran
    Dari para dermawan tidak dikenal
    Kulit duku dan pecahan kulit rambutan
    Lewatlah di samping Kontingen Bandung
    Ada yang berjaket Bogor. Mereka dari mana-mana
    Semuanya kumal, semuanya tak bicara
    Tapi kita tldak akan terpatahkan
    Oleh seribu senjata dari seribu tiran
    Tak sempat lagi kita pikirkan
    Keperluan-keperluan kecil seharian
    Studi, kamar-tumpangan dan percintaan
    Kita tak tahu apa yang akan terjadi sebentar malam
    Kita mesti siap saban waktu, siap saban jam.


    Malam Sabtu

    Berjagalah terus
    Segala kemungkinan bisa terjadi
    Malam ini
    Maukah kita dikutuk anak-cucu
    Menjelang akhir abad ini
    Karena kita kini berserah diri?
    Tidak. Tidak bisa
    Tujuh korban telah jatuh. Dibunuh
    Ada pula mayat adik-adik kita yang dicuri
    Dipaksa untuk tidak dimakamkan semestinya
    Apakah kita hanya akan bernafas panjang Dan seperti biasa: sabar mengurut dada?
    Tidak. Tidak bisa
    Dengarkan. Dengarkanlah di luar itu
    Suara doa berjuta-juta
    Rakyat yang resah dan menanti
    Mereka telah menanti lama sekali
    Menderita dalam nyeri
    Mereka sedang berdoa malam ini
    Dengar. Dengarlah hati-hati.
    1966

    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai :
    Dalam puisi ini, penulis menggunakan pilihan kata yang tepat dan mudah di pahami. Ketika membacanya anda akan merasakan suasana yang diinginkan oleh penulis. Tapi bagi sebagian orang mungkin ada yang masih belum paham dengan kata tiran.

    Isi karya :
    Kumpulan puisi Tirani dan Benteng menggambarkan suasana dan keadaan politik Indonesia pada tahun 1965 sampai 1966. Buku ini juga menjadi media bagi penulis untuk menumpahkan apa yang ia rasakan pada saat itu. Seperti ketidak adilan hukum, kondisi politik yang tidak stabil, dan keadaan masyarakat yang menderita

    Amanat yang disampaikan :
    Buku karya Taufiq Ismail ini menggambarkan harapan bangsa kita untuk maju, bangkit dan memperjuangkan harga diri dan citra nya. Amanat kumpulan puisi ini adalah membangkitkan semangat rakyat Indonesia yang meskipun sudah merdeka tetapi masih mengalami banyak persoalan internal seperti keadaan masyarakat yang menderita

    Tema yang dipilih :
    Taufiq Ismail memilih tema perjuangan dan kebebasan. Tema tersebut sangat tepat pada tahun 1966 untuk membangkitkan semangat perjuangan rakyat terhadap penindasan

    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
  91. Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.

    BalasHapus
  92. Almira Marini Permata16 Januari 2014 04.09

    Almira Marini Permata
    XII IPA 3 / 4
    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail

    Beberapa Urusan Kita

    Tentang nasib angkatan ini
    Itu adalah urusan sejarah
    Tapi tentang menegakkan kebenaran
    Itu urusan kita

    Apakah cuaca akan cemas di atas
    Hingga selalu kita bernaung mendung
    Apakah jantung kita masih berdegup kencang
    Dan barisan kita selalu bukit-batu-karang?

    Berjagalah terus. Berjagalah!
    Siang kita bila berlucut laras senapan
    Malam kita bila terancam penyergapan
    Berjagalah terus. Berjagalah!

    Mungkin kita tak akan melihat hari nanti
    Mungkin tidak kau. Tidak aku. Siapa bisa tahu
    Tapi itu urusan Tuhan
    Masalah kemenangan, ketenteraman tanpa tiran

    Tentang nasib angkatan ini
    Itu urusan sejarah
    Tetapi tentang menegakkan kebenaran
    Itu urusan kita.

    1966

    Refleksi Seorang Pejuang Tua

    Tentara rakyat telah melucuti Kebatilan
    Setelah mereka menyimak deru sejarah
    Dalam regu perkasa mulailah melangkah
    Karena perjuangan pada hari-hari ini
    Adalah perjuangan dari kalbu yang murni
    Belum pernah kesatuan terasa begini eratnya
    Kecuali dua puluh tahun yang lalu

    Mahasiswa telah meninggalkan ruang-kuliahnya
    Pelajar muda berlarian ke jalan-jalan raya
    Mereka kembali menyeru-nyeru
    Nama kau, Kemerdekaan
    Seperti dua puluh tahun yang lalu

    Spiral sejarah telah mengantarkan kita
    Pada titik ini
    Tak ada seorang pun tiran
    Sanggup di tengah jalan mengangkat tangan
    Dan berseru: Berhenti!

    Tidak ada. Dan kalau pun ada
    Tidak bisa

    Karena perjuangan pada hari-hari ini
    Adalah perjuangan dimulai dari sunyi
    Belum pernah kesatuan terasa begini eratnya
    Kecuali duapuluh tahun yang lalu.

    1966

    Materi Kritik:

    Bahasa yang dipakai:
    Dalam puisi tersebut, penulis menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah untuk dipahami namun tetap terlihat indah dan tegas untuk dibaca. Hal inilah yang membuat puisi-puisi tersebut mudah dikenali dan digemari oleh awam., para pembaca dapat langsung memahami dan memaknai maksud dari pusi tersebut.

    Isi karya:
    Tirani dan Benteng merupakan salah satu karya dari Taufik Ismail. Kumpulan-kumpulan puisi Tirani dan Benteng, dalam setiap syairnya, mampu menceritakan catatan sejarah Indonesia. Bagaimana kehidupan masyarakat, fenomena, dan berbagai masalah yang terjadi di Indonesia di tahun penulisannya.

    Amanat yang disampaikan:
    Taufik Ismail dalam kumpulan-kumpulan puisinya mengingatkan kembali pada masyarakat Indonesia untuk tetap berjuang. Walaupun bangsa ini telah merdeka, namun sesungguhnya penindasan dan penjajahan bukan lagi dilakukan oleh Belanda maupun Jepang, tetapi oleh bangsa kita sendiri. Yaitu banyaknya ketidakadilan di negeri ini.

    Tema yang dipilih:
    Tema yang diangkat lebih banyak tentang kondisi sosial Indonesia pada masa perjuangan. Mengekspresikan kerisauan dan kritik jujur dari penulis akan kondisi politik, ekonomi, sosial, dan hukum di Indonesia. Naionalisme penulis ini mampu mengajak para pembaca untuk lebih mencintai dan tetap berjuang untuk berjuang untuk bangsa ini.

    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.
      Catatan : Lebih sempurna lagi kalau posisi puisi yang anda kritik disebutkan tepat halaman yang dimaksud, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukan puisi tersebut dalam buku kumpulan puisi yang anda kritik.

      Hapus
  93. Fransisca Agustin
    XII P5 / 11

    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Buku ini bercerita tentang perjalanan seorang tokoh bernama Minke. Minke adalah salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa. Minke adalah seorang pribumi yang pandai, ia sangat pandai menulis. Tulisannya bisa membuat orang sampai terkagum-kagum dan dimuat di berbagai Koran Belanda pada saat itu. Sebagai seorang pribumi, ia kurang disukai oleh siswa-siswi Eropa lainnya. Minke digambarkan sebagai seorang revolusioner di buku ini. Ia berani melawan ketidakadilan yang terjadi pada bangsanya. Ia juga berani memberontak terhadap kebudayaan Jawa, yang membuatnya selalu di bawah.

    Selain tokoh Minke, buku ini juga menggambarkan seorang "Nyai" yang bernama Nyai Ontosoroh. Nyai pada saat itu dianggap sebagai perempuan yang tidak memiliki norma kesusilaan karena statusnya sebagai istri simpanan. Statusnya sebagai seorang Nyai telah membuatnya sangat menderita, karena ia tidak memiliki hak asasi manusia yang sepantasnya. Tetapi, yang menariknya adalah Nyai Ontosoroh sadar akan kondisi tersebut sehingga dia berusaha keras dengan terus-menerus belajar, agar dapat diakui sebagai seorang manusia. Nyai Ontosoroh berpendapat, untuk melawan penghinaan, kebodohan, kemiskinan, dan sebagainya hanyalah dengan belajar. Minke juga menjalin asmara dan akhirnya menikah dengan Anneliesse, anak dari Nyai Ontosoroh dan tuan Millema.

    Melalui buku ini, Pram menggambarkan bagaimana keadaan pemerintahan kolonialisme Belanda pada saat itu secara hidup. Pram, menunjukan betapa pentingnya belajar. Dengan belajar, dapat mengubah nasib. Seperti di dalam buku ini, Nyai yang tidak bersekolah, dapat menjadi seorang guru yang hebat bagi siswa HBS dan Minke. Bahkan pengetahuan si nyai itu, yang didapat dari pengalaman, dari buku-buku, dan dari kehidupan sehari-hari, ternyata lebih luas dari guru-guru sekolah HBS.

    Materi kritik :

    Bahasa yang dipakai :
    Gaya bahasa yang terdapat dalam novel karya Pramoedya Ananta Toer didominasi oleh simile. Adapun pemajasan lain yang terdapat dalam novel karya Pramoedya Ananta Toer adalah metafora, hiperbola, personifikasi, metonomia, sinisme, paralelisme, dan masih banyak lagi. Jadi, untuk membaca novel ini perlu dibaca secara berulang-ulang untuk beberapa bagian.

    Isi karya :
    Novel yang berlatar tahun 1898-1900 ini sangat menarik dan menantang untuk dibaca. Kita bagai menonton film zaman penjajahan Belanda. Beberapa penggolongan manusia, diantaranya Eropa Totok (keturunan Eropa murni), Indo (keturunan Eropa-pribumi, Eropa-Asia), bangsa asing, dan pribumi. Kaum pribumi adalah tingkatan yang paling rendah. Mereka harus patuh terhadap Pemerintah Hindia Belanda yang hampir semua dikuasai oleh orang-orang Belanda. Dalam sidang pengadilanpun, hak-hak mereka dinomorduakan, bahkan dipermalukan.

    Amanat yang disampaikan :
    Jangan pernah menganggap rendah orang lain, karena semua manusia di bumi ini mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa membedakan status sosial, pendidikan, maupun ras. Dan berbahagialah bagi orang yang maju karena usaha dan kerja kerasnya sendiri.

    Tema yang dipilih :
    Tema yang digunakan adalah sosial karena buku ini menceritakan tentang masyarakat pribumi yang ingin bebas dari penindasan pada masa pemerintahan Belanda

    Jumlah halaman buku : 536 halaman

    Penerbit : Hasta Mitra

    Tahun buku : 1980

    BalasHapus
  94. Nailil Karomah
    XII IPA 5/17

    Buku "Tirani dan Benteng" Dua Kumpulan Puisi karya Taufik Ismail

    Jumlah halaman : 172 halaman
    Penerbit : Yayasan Indonesia
    Tahun : 2001

    Bukit Biru, Bukit Kelu (halaman 1)

    Adalah hujan dalam kabut yang ungu
    Turun sepanjang gunung dan bukit biru
    Ketika kota cahaya dan di mana bertemu
    Awan putih yang menghinggapi cemaraku

    Adalah kemarau dalam sengangar berdebu
    Turun sepanjang gunung dan bukit kelu
    Ketika kota tak bicara dan terpaku
    Gunung api dan hama di ladang-ladangku

    Lereng-lereng senja
    Pernah menyinar merah kesumba
    Padang hilalang dan bukit membatu
    Tanah airku.

    1965

    Karangan Bunga (halaman 75)

    Tiga anak kecil
    Dalam langkah malu-malu
    Datang ke Salemba
    Sore itu.

    Ini dari kami bertiga
    Pita hitam pada karangan bunga
    Sebab kami ikut berduka
    Bagi kakak yang di tembak mati
    siang tadi

    (1966)

    Materi kritik :

    Bahasa yang digunakan :
    Taufiq Ismail berhasil membalut rapih sebuah realita pada tahun 1960 sampai dengan 1965 melalui diksi dan kiasan yang sederhana, lugas, namun berisi dan menggugah jiwa. Bahasa yang digunakan cukup mampu merangsang para pembaca untuk berpikir makna apa yang ingin disampaikan oleh Taufiq Ismail sehingga mengajak para pembaca menjadi bagian dari sajak sajaknya. Namun, untuk pembaca yang notabene awam dengan analogi analogi majas yang digunakan akan menjadi enggan membaca sampai halaman terkahir buku ini karena kesulitan mencerna maksud kiasan yang digunakan dalam buku ini.

    Isi karya :
    204 halaman yang disajikan dalam buku tersebut, Tirani dan Benteng merupakan rangkuman dari 3 kumpulan puisi, yaitu Puisi-puisi Menjelang Tirani dan Benteng (32 puisi), Tirani (18 puisi) dan Benteng (22 puisi). Buku ini merupakan gambaran peristiwa sebelum dan setelah reformasi. Taufik Ismail sukses menggambarkan lebih dekat kepada pembaca melalui puisinya tentang suasana yang terjadi pada saat itu. Taufik juga mampu memvisualisasikan maksud puisi dengan ilustrasi yang berada di sebelah halaman puisinya, yang ia menyebutnya sebagai foto bercakap bersahut-sahutan dengan puisinya.

    Amanat yang disampaikan :
    Amanat yang disampaikan dalam buku tersebut adalah agar kita bisa kembali ke masa lalu dan introspeksi mengenai keadaan Indonesia dan pemuda saat ini. Para pemuda dan Indonesia yang tersesat dalam kebebasan tak berbatas dengan tanda tanya besar mengenai hakikat kemerdekaan yang sesungguhnya.

    Tema yang dipilih :
    Secara garis besar tema yang digunakan dalam buku tersebut adalah nasionalisme, menampilkan kritik terhadap keadaan ekonomi, politik, dan sosial pada saat itu. Tema yang diangkat dalam buku tersebut menegaskan bahwa sebuah perjuangan panjang harus dihargai dan dijadikan sebagai pelajaran kita agar tidak terjebak dalam kebebasan yang berlandaskan Indonesia telah merdeka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.
      Catatan : Lebih sempurna lagi kalau posisi puisi yang anda kritik disebutkan tepat halaman yang dimaksud, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukan puisi tersebut dalam buku kumpulan puisi yang anda kritik.

      Hapus
  95. Shof Rijal Ahlan Robbani
    XII IPA 5 / 27

    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail

    Syair Orang Lapar

    Lapar menyerang desaku
    Kentang dipanggang kemarau
    Surat orang kampungku
    Kuguratkan kertas
    Risau
    Lapar lautan pidato
    Ranah dipanggang kemarau
    Ketika berduyun mengemis
    Kesinikan hatimu
    Kuiris
    Lapar di Gunungkidul
    Mayat dipanggang kemarau
    Berjajar masuk kubur
    Kauulang jua
    Kalau
    1964


    Sebuah Jaket Berlumur Darah

    Sebuah jaket berlumur darah
    Kami semua telah menatapmu
    Telah pergi duka yang agung
    Dalam kepedihan bertahun-tahun
    Sebuah sungai membatasi kita
    Di bawah terik matahari Jakarta
    Antara kebebasan dan penindasan
    Berlapis senjata dan sangkur baja
    Akan mundurkah kita sekarang
    Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’
    Berikara setia kepada tirani
    Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?
    Spanduk kumal itu, ya spanduk itu
    Kami semua telah menatapmu
    Dan di atas bangunan-bangunan
    Menunduk bendera setengah tiang
    Pesan itu telah sampai kemana-mana
    Melalui kendaraan yang melintas
    Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
    Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
    Prosesi jenazah ke pemakaman
    Mereka berkata
    Semuanya berkata
    LANJUTKAN PERJUANGAN!
    1966

    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai :
    Bahasa pada kedua puisi tersebut yang digunakan oleh penulis sudahlah tepat dan sangat komunikatif. Bahasa sangat mendetail sehingga membuat kita serasa mengalami sendiri kejadian tersebut. Namun ada bahasa yang mungkin banyak belum orang ketahui.

    Isi karya :
    Kumpulan puisi ini mengambil cerita tentang dampak setelah terjadinya peristiwa tersebut yang mana terjadi pada tahun 1964 dan 1966. Isi buku ini menggambarkan peristiwa pada waktu itu yang tak kenal meyerah. Walaupun harus bertumpah darah.

    Amanat yang disampaikan :
    Amanat kumpulan puisi ini adalah membangkitkan semangat rakyat Indonesia yang meskipun sudah merdeka tetapi masih mengalami banyak persoalan internal seperti keadaan masyarakat yang menderita. Demi memperjuangkan hak hak untuk kemajuan bangsa ini.

    Tema yang dipilih :
    Taufiq Ismail memilih tema perjuangan. Tema tersebut sangat tepat untuk membangkitkan semangat perjuangan rakyat terhadap penindasan politik yang buta akan hokum. Dan kehidupan social ekonomi yang terpuruk

    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.
      Catatan : Lebih sempurna lagi kalau posisi puisi yang anda kritik disebutkan tepat halaman yang dimaksud, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukan puisi tersebut dalam buku kumpulan puisi yang anda kritik.

      Hapus
  96. Arien Aninda Nur
    XII IPA 5/3

    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Buku ini menceritakan tentang pemuda bernama Minke, salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa. Minke adalah seorang pribumi yang pandai, ia sangat pandai menulis. Tulisannya bisa membuat orang sampai terkagum-kagum dan dimuat di berbagai Koran Belanda pada saat itu. Sebagai seorang pribumi, ia kurang disukai oleh siswa-siswi Eropa lainnya. Minke digambarkan sebagai seorang revolusioner di buku ini. Ia berani melawan ketidakadilan yang terjadi pada bangsanya. Ia juga berani memberontak terhadap kebudayaan Jawa, yang membuatnya selalu di bawah.

    Selain itu terdapat tokoh Nyai Ontosoroh, perempuan pribumi yang dijual ayahnya kepada seorang pembesar Belanda untuk menjadi Nyai (gundik) saat usianya tiga belas tahun, pada awalnya Nyai Ontosoroh hidup bahagia bersama Tuan Herman Mellema sampai melahirkan dua orang anak, Robert dan Annelies. Nyai Ontosoroh begitu dicintai oleh tuan Herman Mellema, diajarinya baca tulis, ilmu perniagaan, pertanian, dan juga mengurus perkebunan. Nyai Ontosoroh tumbuh menjadi seorang wanita pribumi yang cerdas luar biasa berkat pengajaran Tuan Hereman Mellema.

    Di buku ini saya sangat suka dengan sosok Nyai Ontosoroh yang berjuang melawan penindasan terhadap perempuan pribumi. Ketika Herman Mellema meninggalkannya, ia tak lantas menjadi terpuruk. Malah ia menjadi tegak menantang kerasnya dunia feodal kolonial dengan ilmu yang dipelajarinya dari Tuan Herman Mellema, ia juga bersikap tegas terhadap Herman Mellema yang tak lagi menganggapnya ada, dan Robert anaknya yang berambisi menjadi orang Eropa padahal kakinya masih berpijak di bumi Nusantara. Tidak memanjakan mereka ataupun memberi belas kasihan. Nyai Ontosoroh tidak saja berhasil membesarkan anaknya seorang diri, tapi juga membuat usaha perkebunan dan perdagangannya maju pesat. Pada masa itu, jarang sekali ada perempuan apalagi pribumi yang mampu melakukannya.

    Materi Kritik:

    Bahasa yang dipakai:
    Bahasa yang digunakan dalam novel ini mudah dipahami. Meskipun banyak tersisipi Bahasa Belanda, namun tidak menjadi masalah bagi pembaca karena tetap mudah dipahami dan menjadi daya tarik tersendiri untuk novel ini.

    Isi Karya:
    Isin novel ini menunjukkan kejahatan pasa masa kolonialisme. Kita diberi gambaran mengenai diskriminasi, ketidakadilan, egois, tidak bermoral, tidak kemanusiaan, dan penindasan hak asasi manusia.

    Amanat yang disampaikan:
    Novel ini menjelaskan bahwa semua orang memiliki kesamaan hak antara yang satu dengan yang lain. Kita harus menghormati setiap hak orang lain tanpa mempedulikan jenis kelamin, kasta, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya.

    Tema yang dipilih:
    Tema yang diangkat dalam novel ini adalah kemanusiaan, menggambarkan bagaimana menderitanya rakyat pribumi pada masa penjajahan.

    Jumlah halaman buku : 536 halaman

    Penerbit : Hasta Mitra

    Tahun terbit : 1980

    BalasHapus
  97. Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, jadi anda layak mendapat predikat LULUS dalam tugas KD.7 tentqng KRITIK SASTRA.

    BalasHapus
  98. Radlin maulanal haq
    XII IPA 5/20


    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufik Ismail

    Malam Sabtu

    Berjagalah terus
    Segala kemungkinan bisa terjadi
    Malam ini
    Maukah kita dikutuk anak-cucu
    Menjelang akhir abad ini
    Karena kita kini berserah diri?
    Tidak. Tidak bisa
    Tujuh korban telah jatuh. Dibunuh
    Ada pula mayat adik-adik kita yang dicuri
    Dipaksa untuk tidak dimakamkan semestinya
    Apakah kita hanya akan bernafas panjang Dan seperti biasa: sabar mengurut dada?
    Tidak. Tidak bisa
    Dengarkan. Dengarkanlah di luar itu
    Suara doa berjuta-juta
    Rakyat yang resah dan menanti
    Mereka telah menanti lama sekali
    Menderita dalam nyeri
    Mereka sedang berdoa malam ini
    Dengar. Dengarlah hati-hati.

    1966


    Dari Catatan Seorang Demonstran

    Inilah peperangan
    Tanpa jenderal, tanpa senapan
    Pada hari-hari yang mendung
    Bahkan tanpa harapan

    Di sinilah keberanian diuji
    Kebenaran dicoba dihancurkan
    Pada hari-hari berkabung
    Di depan menghadang ribuan lawan.

    1966




    Bahasa yang dipakai :
    Bahasa pada kedua puisi tersebut yang digunakan oleh penulis sudahlah tepat dan sangat komunikatif. Bahasa sangat mendetail sehingga membuat kita serasa mengalami sendiri kejadian tersebut. Dan bahasa yang dipakai membuat kita sebagai pembaca tersentuhk

    Isi karya :
    Kumpulan puisi ini mengambil cerita tentang dampak setelah terjadinya peristiwa tersebut yang mana terjadi pada tahun 1964 dan 1966. Isi buku ini menggambarkan peristiwa pada waktu itu yang tak kenal meyerah. Walaupun harus bertumpah darah dan banyak nyawa yang melayang demi tanah air Indonesia



    Amanat yang disampaikan :
    Amanat kumpulan puisi ini adalah membangkitkan semangat rakyat Indonesia yang meskipun sudah merdeka tetapi masih mengalami banyak persoalan internal seperti keadaan masyarakat yang menderita. Demi memperjuangkan hak hak untuk kemajuan bangsa ini serta untuk mensejahterakan rakyat yang sengsara pada masa itu




    Tema yang dipilih :
    Taufiq Ismail memilih tema perjuangan. Tema tersebut sangat tepat untuk membangkitkan semangat perjuangan rakyat terhadap penindasan politik yang semena mena.Dan kehidupan sosial ekonomi yang terpuruk pada masa itu


    Jumlah halaman buku : 172 halaman


    Penerbit : Yayasan Indonesia


    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
  99. Farie Rachmat Chusmana
    XII IPA 5 / 8

    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufik Ismail

    Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini

    Tidak ada pilihan lain
    Kita harus berjalan terus
    Karena berhenti atau mundur berarti hancur
    Apakah akan kita jual keyakinan kita
    Dalam pengabdian tanpa harga
    Akan maukah kita duduk satu meja
    Dengan para pembunuh tahun lalu
    Dalam setiap kalimat yang berakhiran
    "Duli tuankau ?"
    Tidak ada pilihan lain
    Kita harus berjalan terus
    Kita adalah manusia bermata sayu , yang ditepi jalan mengacungkan tangan untuk Oplet dan bus yang penuh
    Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
    Dipukul banjir,gunung api,kutuk dan hama
    Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka ?
    Kita yang tak punya kepentingan dengan seribu slogan
    Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
    Tidak ada pilihan lain
    Kita harus berjalan terus.


    Horison

    Kami tidak bisa dibubarkan
    Apalagi dicoba dihalaukan
    Dari gelanggang ini
    Karena ke kemah kami
    Sejarah sedang singgah
    Dan mengulurkan tangannya yang ramah
    Tidak ada lagi sekarang waktu
    Untuk merenung panjang, untuk ragu-ragu
    Karena jalan masih jauh
    Karena Arif telah gugur
    Dan luka-luka duapuluh satu.
    1966

    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai:
    Dalam puisi ini, bahasa yang digunakan oleh penulis tepat dan mudah dipahami.Ketika anda membacanya maka anda akan terbawa suasana yang digambarkan penulis dalam puisi tersebut.

    Isi karya:
    Kumpulan Puisi Tirani dan Tirani menggambarkan keadaan sosial pada tahun 1966 di Indonesia. Buku ini adalah media bagi penulis untuk menggambarkan ketidak adilan dan penderitaan masyarakat Indonesia.

    Amanat yang disampaikan:
    Buku karya Taufik Ismail ini menggambarkan harapan bangsa untuk bisa bangkit dan menggapai cita nya. Amanat dalam buku kumpulan puisi ini adalah untuk membangkitkan bangsa Indonesia dari keterpurukan dan menunjukan jati diri sebagai bangsa yang besar.

    Tema yang dipilih:
    Taufik Ismail memilih tema kebebasan dan perjuangan. Tema tersebut tepat mengingat pada tahun 1966 merupakan ssalah satu periode kelam bangsa Indonesia setelah kemerdekaan.

    Jumlah halaman : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
  100. Anisah Izzati Syarifatul
    XII IPA 3/7

    Puisi 9
    KEMIS PAGI

    Hari ini kita tangkap tangan-tangan Kebatilan
    Yang selama ini mengenakan seragam kebesaran
    Dan menaiki kereta-kereta kencana
    Dan menggunakan materai kerajaan
    Dengan suara lantang memperatas-namakan
    Kawula dukana yang berpuluh-juta

    Hari ini kita serahkan mereka
    Untuk digantung ditiang Keadilan
    Penyebar bisa fitna dan dusta durjana
    Bertahun-tahun lamanya.

    Mereka yang merencanakan seratus mahligai raksasa
    Membeli benda-benda tanpa-harga dimanca-negara
    Dan memperoleh uang emas beratus juta
    Bagi diri sendiri, dibank-bank luar negeri
    Merekalah penganjur zina secara terbuka

    Dan menistakan kehormatan wanita, kaum dari ibu kita
    Hari ini kita tangkap tangan-tangan Kebatilan
    Kebanyakan anak-anak muda berumur belasan
    Yang berangkat dari rumah, pagi tanpa sarapan
    Telah kita naiki gedung-gedung itu
    Mereka semua pucat, tiada lagi berdaya
    Seorang ketika digiring, tersedu
    Membuka dirisendiri tanda kebesaran dipundaknya
    Dan berjalan perlahan dengan lemahnya

    Puisi 11
    BENTENG
    Sesudah siang panas yang meletihkan
    Sehabis tembakan-tembakan yang tak bisa kita balas
    Dan kita kembali ke karnpus ini berlindung
    Bersandar dan berbaring, ada yang merenung

    Di lantai bungkus nasi bertebaran
    Dari para dermawan tidak dikenal
    Kulit duku dan pecahan kulit rambutan
    Lewatlah di samping Kontingen Bandung

    Ada yang berjaket Bogor. Mereka dari mana-mana
    Semuanya kumal, semuanya tak bicara
    Tapi kita tldak akan terpatahkan
    Oleh seribu senjata dari seribu tiran

    Tak sempat lagi kita pikirkan
    Keperluan-keperluan kecil seharian
    Studi, kamar-tumpangan dan percintaan
    Kita tak tahu apa yang akan terjadi sebentar malam
    Kita mesti siap saban waktu, siap saban jam.

    Materi puisi:

    Bahasa yang dipakai :
    Pada kumpulan puisi Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail, kata-kata yang dipilih singkat dan padat untuk mewakili ekspresi, makna yang dipakai adalah konotasi, sehingga bahasa yang dipakai indah dan susah untuk memahami kalimatnya langsung.

    Isi karya :
    Pada puisi diatas, sesuai dengan keadaan tahun 1966 yaitu mengarah pada pemimpin yang semena-mena yang menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi daripada kepentingan rakyat, dimana pemimpin membodohi bangsanya sendiri dan Taufiq Ismail dengan puisinya memberontak dan mengkritik pemimpin.

    Amanat yang disampaikan :
    Keinginan Taufiq Ismail dalam puisi ini agar pemimpin membuka mata untuk memperhatikan rakyatnya yang sudah seringkali dibodohi, dan para pemimpin yang seakan-akan tidak peduli. Bahkan, pembela rakyatpun juga berkomplotan dengan pemimpin. Dari puisi diatas, seharusnya kita bercermin bahwa generasi muda selanjutnya sebaiknya tidak meniru pada pemimpin pada masa lalu.

    Tema yang dipilih :
    Tema yang dipakai Taufik Ismail adalah sosial(pemberontakan), yang sesuai pada keadaan bangsa tahun 1966.

    BalasHapus
  101. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  102. Inas Baktir
    XII IPA 3 / 19

    Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Minke, pribumi asli, karena keturunan ningrat Jawa, ia diperbolehkan bersekolah di HBS Surabaya. Hanya dia pribumi totok yang bersekolah disana. Selebihnya adalah warga negara kelas 1: orang Eropa, kelas 2 : Indo dan Tionghoa. Karena pertemanan di sekolah, dia berkesempatan berjunjung ke sebuah rumah Tuan Belanda, Herman Mellema. Sebuah Kunjungan yang merubah hidup Minke selamanya. Annelies Mellema, putri sang tuan rumah jatuh cinta pada Minke. Cinta sang putri mendapat dukungan dari sang bunda, Nyai Ontosoroh. Minke memasuki kehidupan keluarga itu, bahkan dipersilahkan untuk tinggal seatap dengan mereka. Dan terjadilah kejadian – kejadian pelik dalam hidupnya.

    Tentangan pertama datang dari keluarganya sendiri yang tak sudi Minke tinggal dalam rumah seorang Nyai, yang berarti gundik seorang Tuan Belanda. Ayahnya tak mau mengakui anak lagi. Bencana kedua datang dari pihak sekolah yang karena alasan moral memberhentikannya sebagai siswa. Tetapi bencana sesungguhnya datang dari sepucuk surat dari pengadilan Belanda. Seusai kematian Herman Mellema yang misterius di rumah pelesiran Ah Tjong. Anak Mellema dari istri Belandanya menggugat harta kekayaan yang dengan susah payah dipelihara dan dikembangkan Nyai Ontosoroh. Sebagian besar berupa perusahaan peternakan sapi dan susu olahan. Bukan perusahaan kecil, asetnya besar.

    Bukan itu saja. Annelies yang telah dinikahi Minke secara syah, harus memenuhi panggilan pengadilan untuk 'kembali' ke tanah leluhurnya, Belanda.

    ***
    Annelies agak normal walau kurus, pucat, matanya mati. Permintaan terakhir Annelies pada Minke, untuk mengenang kebahagiaan yang pernah mereka alami bersama.

    Perempuan Eropa mulai menarik Annelies, menuntunnya. Annelies tenggelam dalam pembisuan dan ketidakpedulian. Kehormatannya lenyap. Ia berjalan lambat – lambat meninggalkan kamar, menuruni tangga dalam tuntunan orang Eropa. Badannya nampak sangat rapuh dan lemah. Minke dan mama lari memapahnya tapi dihalau oleh orang Indo dan perempuan Eropa. Minke sudah tak tahu sesuatu. Tiba – tiba ia mendengar tangisnya sendiri. Sebegini lemah kekuatan Pribumi dihadapan Eropa. Minke memanggil – manggil Annelies tapi Annelies tak menjawab, tak menoleh sedikitpun.

    Pintu depan di persada dibuka. Sebuah kereta Gubermen telah menunggu dalam apitan Maresose berkuda. Sayup – sayup terdengar roda kereta menggiling kerikil, makin lama makin jauh, jauh, akhirnya tak terdengar lagi. Annelies dalam pelayaran ke negeri dimana Sri Ratu Wilhelnima bertahta. Minke berjanji akan menyusul Annelies, membawa Annelies kembali lagi.
    ***

    BalasHapus
  103. Lanjutan Inas Baktir XII IPA 3 / 19

    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai :
    Walaupun banyak kata yang kurang familiar dengan kata di zaman ini dan diksi yang digunakan juga terbilang sulit serta tinggi, Bumi Manusia sama sekali tidak berat dipahami dan diikuti alurnya.

    Isi karya :
    Isi dari novel Bumi Manusia sangatlah menarik, karena Pramoedya Ananta Toer benar-benar membawa pembaca melewati waktu, menembus masa kolonial. Menarik pembaca terlibat langsung dalam pergulatan batin dan fisik Minke. Dan mengikutsertakan pembaca dalam jalinan cerita yang tersusun rapi dalam Bumi Manusia. Bagi saya secara objektif tidak ada kritikan yang terselip terhadap karangan semi-fiksi ini.

    Amanat yang disampaikan :
    “Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan.”
    Merupakan teks pembuka pada sampul belakang tetralogi Bumi Manusia.

    Bumi Manusia mengajarkan begitu banyak hal, terutama tentang pandangan terpelajar dan rasionalisme serta tentang perlawanan dan perjuangan. Mingke dalam Bumi Manusia mengajarkan pembaca untuk berani belajar dan belajar berani, serta melakukan perlawanan sebaik-baik dan sehormat-hormatnya. Seperti penutup kisah Bumi Manusia berikut:
    “Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”
    Juga sebuah catatan singkat yang dibubuhi pencipta buku ini:
    “Kini, penjajah kolonial itu tidak ada…
    beralih pada penjajahan lain,
    dengan pemerkosaan hak yang terselubung dalam ‘kebebasan’…
    kiri tak selamanya kiri….
    kanan tak selamanya kanan….”

    Tema yang dipilih :
    Buku ini bertemakan sosial dengan sentuhan sejarah, budaya, dan politik pada zaman tersebut, yang utamanya mengupas kritik sosial terhadap penderitaan kaum pribumi di bawah kolonialisme Belanda di Jawa pada akhir abad 19 dan awal abad 20.

    BalasHapus
  104. Fajar Pratomo Wijoseno
    XII IPA 3/13

    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufik Ismail

    La strada, atau Jalan Terpanggang Ini

    Kini anak-anak itu telah berpawai pula
    Dipanggang panas matahari ibukota
    Setiap lewat depan kampus berpagar senjata
    Mereka berteriak dengan suara tinggi
    “Hidup kakak-kakak kami!”
    Mereka telah direlakan ibu bapa
    Warganegara biasa negeri ini
    Yang melepas dengan doa
    Setiap pagi
    Kaki-kaki kecil yang tak kenal lelah
    Kini telah melangkahkan sejarah.
    1966

    RENDEZ-VOUS

    Sejarah telah singgah
    Ke kemah kami
    Ia menegur sangat ramah
    Dan mengajak kami pergi
    “Saya sudah mengetuk-ngetuk
    Pintu yang lain,”
    Katanya
    “Tapi amat heran
    Mereka berkali-kali menolakku
    Di ambang pintu.”
    Klni kami beratus-ribu
    Mengiringkan langkah Sejarah
    Dalam langkah yang seru
    Dan semakin cepat
    Semakin dahsyat
    Menderu-deru
    Dalam angin berputar
    Badai peluru
    Topan bukit batu!
    1966

    Materi Kritik:

    Bahasa yang dipakai:
    Bahasa yang digunakan dalam puisi ini sudah menggunakan pilihan kata yang baik. Penulis bisa menempatkan kapan waktunya mengunakan bahasa yang mudah dipahami oleh orang awam, dan kapan menggunakan bahasa yang mengandung makna kiasan.

    Isi Karya:
    Penulis membuat puisi ini sesuai dengan keadaan masyarakat sekitarnya di era tahun 1966. Penulis mampu memberikan gambaran suasana dan ilustrasi kejadian pada waktu itu, dan mampu memberikan kombinasi yang cocok antara keadaan masyarakat sekitar dan konflik yang mereka alami pada waktu itu. Sehingga pembaca bisa lebih mengerti maksud dari puisi tersebut.

    Amanat yang Disampaikan:
    Puisi karya Taufik Ismail ini mengandung pesan moral yang sangat tinggi. Selain mampu menggambarkan suasana politik dan ekonomi masyarakat Indonesia pada waktu itu, beliau mampu memberikan pesan moral yang sangat tinggi. Amanat puisi ini bertujuan untuk memberikan semangat baru kepada masyarakat Indonesia

    Tema yang Dipilih:
    Tema yag dipilih pada puisi ini adalah nasionalisme dan politik. Penulis mampu menyeimbangkan kedua tema tersebut sehingga para pembaca bisa lebih mudah mencerna amanat yang disampaikan pada puisi ini.

    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Pnerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun Buku : 2001

    BalasHapus
  105. Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, karena itu anda layak dinyatakan LULUS KD.7D ini, yang menjadi catatan dari pekerjaan anda kurang mencantumkan posisi puisi dalam buku, seharusnya disebutkan puisi ke...pada halaman...sehingga pembaca mudah menemukan puisi yang anda amaksudkan.

    BalasHapus
  106. Humaira Tri Acantya
    XII IPA 5 / 13

    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail

    Silhuet

    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang lelah
    Angin jalanan yang panjang
    Tak ada rumah.
    Kita tak berumah
    Kita hanya bayang-bayang
    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang letih
    Di atas jasad yang pedih
    Kita lapar. Kita amat lapar
    Bayang-bayang yang lapar
    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang sepi
    Sehabis pawai genderang
    Angin jalanan yang panjang
    Menyusup-nyusup
    Menusuk-nusuk
    Bayang-bayang berjuta
    Berjuta bayang-bayang
    Di bawah bayangan pilar
    Di bawah bayangan emas
    Berjuta bayang-bayang
    Menangisi gerimis
    Menangisi gunung api
    Kabut yang ungu
    Membelai perlahan
    Hutan-hutan
    Di selatan.
    Juli 1965


    Dari Catatan Seorang Demonstran

    Inilah peperangan
    Tanpa jenderal, tanpa senapan
    Pada hari-hari yang mendung
    Bahkan tanpa harapan
    Di sinilah keberanian diuji
    Kebenaran dicoba dihancurkn
    Pada hari-hari berkabung
    Di depan menghadang ribuan lawan
    1966


    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai :
    Bahasa yang dipakai oleh penulis merupakan bahasa yang komunikatif dan dapat membawa pembaca untuk bukan sekedar membaca, tetapi juga merasakan apa isi dari puisi tersebut. Taufiq Ismail sukses memilih bahasa yang tepat dan menarik, serta merangkum realita yang sedang terjadi pada masa itu. Meskipun begitu, bagi orang awam yang belum terbiasa dengan bacaan yang seperti ini, akan susah mencerna apa yang terkandung dalam puisi ini.

    Isi karya :
    Karya ini berisi tentang kumpulan puisi yang menceritakan tentang masa sebelum dan sesudah reformasi, dari segi kejadian kejadian pada masa itu, kehidupan masyarakat, dan penderitaan. Buku ini juga berisi ilustrasi-ilustrasi tentang puisi yang ada di dalam buku tersebut.

    Amanat yang disampaikan :
    Amanat kumpulan puisi ini adalah untuk membangkitkan semangat bangsa Indonesia untuk terus berjuang, maju, demi mempertahankan harga diri dan martabatnya. Juga agar tidak mudah putus asa.

    Tema yang dipilih :
    Taufiq Ismail memilih tema perjuangan. Tema tersebut sangat cocok dipilih untuk membangkitkan semangat dan harapan masyarakat pada masa itu agar bangkit dari penindasan dan ketidakadilan yang terjadi di masa itu.

    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
  107. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  108. Kris Dhartanto
    XII IPA 5 / 15

    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufik Ismail

    REFLEKSI SEORANG PEJUANG TUA

    Tentara rakyat telah melucuti Kebatilan
    Setelah mereka menyimak deru sejarah
    Dalam regu perkasa mulallah melangkah
    Karena perjuangan pada hari-hari ini
    Adalah perjuangan dari kalbu yang murni
    Belum pernah kesatuan terasa begini eratnya
    Kecuali dua puluh tahun yang lalu

    Mahasiswa telah meninggalkan ruang-kuliahnya
    Pelajar muda berlarian ke jalan-jalan raya
    Mereka kembali menyeru-nyeru
    Nama kau, Kemerdekaan
    Seperti dua puluh tahun yang lalu

    Spiral sejarah telah mengantarkan kita
    Pada titik ini
    Tak ada seorang pun tiran
    Sanggup di tengah jalan mengangkat tangan
    Danberseru: Berhenti!

    Tidak ada. Dan kalau pun ada
    Tidak bisa

    Karena perjuangan pada hari-hari ini
    Adalah perjuangan dimulai dari sunyi
    Belum pernah kesatuan terasa begini eratnya Kecuali duapuluh tahun yang lalu.

    1966

    KARANGAN BUNGA
    Tiga anak kecil
    Dalam langkah malu-malu
    Datang ke Salemba
    Sore itu.
    Ini dari kami bertiga
    Pita hitam pada karangan bunga
    Sebab kami ikut berduka
    Bagi kakak yang di tembak mati
    siang tadi’

    1966

    Materi kritik :

    Bahasa yang dipakai :
    Bahasa yang digunakan oleh Taufiq ismail dalam kedua puisi diatas sebenarnya cukup sederhana dan tidak terlalu berbelit dalam pemaknaannya, hal ini tak lepas dari kepiawaian penulis dalam memilih kata, sehingga makna yang terkandung mudah dipahami dan diterima oleh kebanyakan orang.

    Isi karya :
    Dalam kumpulan puisi Tirani dan Benteng ini, Taufiq Ismail mencoba menggambarkan apa yang ia lihat dan rasakan pada periode tahun 1966, yang merupakan kondisi menjelang dan permulaan Orde Baru yang menurutnya sangat memprihatinkan dan menyedihkan. Pada masa itu kehidupan rakyat kecil makin sengsara karena kekejaman ketidakadilan dari penguasa. Seperti yang penulis utarakan pada sajak “Karangan Bunga” yang menggambarkan suasana duka, saat seorang mahasiswa ditembak mati di depan Istana Negara.


    Amanat yang disampaikan :
    Dalam bukunya ini, Taufiq Ismail berusaha mengingatkan dan menggugah para pembaca tentang nilai nasionalisme dan perjuangan yang kini mulai hilang. Hal yang ingin disampaikan penulis adalah Indonesia harus bangkit dan menjadikan masa lalu yang kelam menjadi cambuk untuk terus maju.

    Tema yang dipilih :
    Tema yang dianggkat oleh penulis adalah perjuangan dan nasionalisme, dalam kumpulan puisi ini tergambar kisah semangat nasionalisme dan perjuangan dalam melawan ketiranian dan ketidakadilan oleh penguasa.

    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
  109. Amanda Aurellia
    XII IPA 3/5

    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Minke adalah anak seorang bangsawan Jawa yang sedang menempuh pendidikan di H.B.S. Sebagai seorang pribumi, prestasi Minke di H.B.S. cukup membanggakan, bahkan menjadi juara umum cabang Surabaya.

    Minke mempunyai seorang teman berkulit putih bernama Robert Suurhof. Dia mengajak Minke ke rumah temannya di Wonokromo. Minke pun diperkenalkan dengan seisi rumah itu, Nyai Ontosoroh, Robert Mellema, dan Arnelis Mellema. Nyai Ontosoroh awalnya adalah gundik Tuan Mellema. Robert dan Arnelis adalah anak-anak mereka. Setelah Tuan Mellema kehilangan wibawanya, Nyai Ontosoroh yang memegang kendali atas semua usahanya.

    Sebenarnya Suurhof mengajak Minke ke sana agar temannya itu mendapat perlakuan yang memalukan dari keluarga Mellema. Namun, apa yang terjadi adalah kebalikannya. Tidak hanya mendapat perlakuan yang sangat baik dari Nyai Ontosoroh, Minke pun mendapat perhatian yang sangat khusus dari Arnelis.

    Hubungan Minke dengan Nyai Ontosoroh dan Arnelis semakin dekat. Cinta Arnelis begitu mendalam sampai-sampai ia sakit hanya karena Minke agak lama tak mengunjunginya. Hubungan ini menimbulkan skandal dan kontroversi, mulai dari pihak sekolah, teman-teman Minke, sampai Robert Mellema.

    Pada suatu pagi, ketika Minke telah memutuskan untuk tinggal di Wonokromo, dia dijemput paksa oleh seorang polisi. Ternyata Minke dibawa ke tempat Bupati B, ayah kandungnya sendiri. Minke dipaksa pulang karena sudah lama tak mengirim kabar dan harus menjadi penerjemah dalam pelantikan ayahnya menjadi bupati. Minke juga disuruh memutuskan hubungan dengan Nyai Ontosoroh dan Arnelis supaya Minke fokus menyelesaikan sekolahnya. Ayahnya ingin Minke menjadi bupati juga kelak. Tapi Minke menolak karena ia hanya ingin hidup bebas, tidak diperintah dan tidak memerintah.

    Materi kritik:

    1. Bahasa yang dipakai :
    Bahasa yang terdapat dalam novel ini sangat mudah dipahami. Kata-kata yang digunakan puitis namun tak sulit untuk menyerap maknanya. Dengan dibubuhi sedikit bahasa Belanda di dalamnya, menjadi daya tarik tersendiri untuk novel tersebut.

    2.Isi karya:
    Isi novel ini mengangkat cerita yang semuanya digambarkan secara nyata, sungguh terjadi pada masanya dan diangkat dari kisah keseharian yang sangat ringan namun dibawakan dengan sangat baik. Banyak konflik yang terjadi dalam cerita tersebut membuat novel ini menjadi sangat menarik. Buku ini membuat kita seolah-olah berada pada masa itu, menyaksikan langsung berbagai peristiwa yang terjadi pada masa penjajahan Belanda.

    3.Amanat yang disampaikan:
    Amanat yang dapat disampaikan ialah bahwa tidak perduli darimana asal usul keturunannya, jabatannya, jenis kelaminnya, setiap manusia memiliki hak yang sama dengan manusia yang lainnya. Dan kita harus menghormati serta harus memiliki rasa tenggang rasa terhadap sesama.

    4.Tema yang dipilih:
    Novel ini bertemakan sosial dimana adanya perjuangan agar mendapatkan kebebasan atas ketidak adilan yang terjadi pada masanya.

    Jumlah halaman buku : 536 halaman

    Penerbit : Hasta Mitra

    Tahun buku : 1980

    BalasHapus
  110. Sesi 2
    Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, karena itu anda layak dinyatakan LULUS KD.7D ini, yang menjadi catatan dari pekerjaan anda kurang mencantumkan posisi puisi dalam buku, seharusnya disebutkan puisi ke...pada halaman...sehingga pembaca mudah menemukan puisi yang anda amaksudkan.

    BalasHapus
  111. Alif Khoirunnisa’
    XII IPA 3 / 03

    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufik Ismail

    Bendera

    Mereka yang berpakaian hitam
    Telah berhenti di depan sebuah rumah
    Yang mengibarkan bendera duka
    Dan masuk dengan paksa
    Mereka yang berpakaian hitam
    Telah menurunkan bendera itu
    Di hadapan seorang ibu yang tua
    ”Tidak ada pahlawan meninggal dunia!”
    Mereka yang berpakaian hitam
    Dengan hati yang kelam
    Telah meninggalkan rumah itu
    Tergesa-gesa

    Kita Adalah Pemilik Syah Republik Ini

    Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus
    Berjalan terus
    Karena berhenti atau mundur
    Berarti hanyut
    Apakah akan kita jual keyakinan kita
    Dalam pengabdian tanpa harga
    Akan maukah kita duduk satu meja
    Dengan para pembunuh tahun yang lalu
    Dalam setiap kalimat yang berakhiran:
    “Duli Tuanku”?
    Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus
    Berjalan terus
    Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
    Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
    Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
    Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
    Dan bertanya-tanya diam inikah yang namanya merdeka
    Kita yang tak punya kepentingan dengan seribu slogan
    Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
    Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus
    Berjalan terus

    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai :
    Di dalam puisi ini, penulis menggunakan bahasa yang sesuai pada era saat itu, yaitu era setelah kemerdekaan. Oleh karena sesuai dengan konteks tempat dan waktu penulis berada menyebabkan berbagai pilihan kata yang dipakai mungkin untuk sebagian orang sulit untuk dipahami, contohnya: Duli, oplet

    Isi karya :
    Kumpulan puisi ini menceritakan perjuangan masyarakat terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan hingga bagaimana rakyat itu juga berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan. Dengan gaya bahasa yang khas ini, membuat isi puisi tersebut seakan-akan tampak hidup dan pembaca seolah-olah dapat merasakannya.

    Amanat yang disampaikan :
    Taufiq Ismail dalam karyanya yang berjudul Tirani dan Benteng hendak menyampaikan amanat kepada pembacanya yaitu agar masyarakat saat ini sungguh menghayati betapa besarnya perjuangan pahlawan - pahlawan terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan dan sekaligus upaya-uapaya dalam mempertahankan kemerdekaan. Melalui menghayati perjuangan mereka, masyarakat diharapkan penulis adalah masyarakat yang mau mengelola Indonesia ini agar bisa baik dan mampu mempertahankan kemerdekaannya.

    Tema yang dipilih :
    Tema yang diangkat oleh penulis adalah nasionalis dan patriotisme. Tema ini sesuai dengan keadaan saat itu, yang mana pemuda-pemuda membutuhkan semangat yang luar biasa dalam mempertahankan kemerdekaan.

    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
  112. Try Ardhi Wiranata
    XII IPA 5 / 31

    Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer

    Novel “Bumi Manusia” menceritakan tentang kisah cinta antara Minke dan Annelis Mellema. Minke tokoh utama dalam novel ini dikisahkan sebagai seorang pribumi biasa yang dalam darahnya masih mengalir darah para raja jawa tetapi dia memiliki pola pikir orang-orang Eropa. Sedangkan Annelis Mellema adalah seorang gadis Indo-Belanda yang begitu cantik dan rendah hati. Ia merupakan putri dari Nyai Ontosoro seorang pribumi yang memiliki pengetahuan luas yang didapatkan dari suaminya, Tuan Mellema.

    Kisah dimulai, pada suatu saat Minke diajak oleh temannya Robert Suurhof untuk datang ke rumah temannya di Wonokromo. Minke sudah sering mendengar desas-desus tentang keberadaan satu keluarga yang mempunyai perusahaan besar di Wonokromo yang bernama ”Boerderij Boeitenzorg”. Sesampainya dirumah itu Robert Suurhof mengajak Minke turun dari dokar. Kemudian masuklah mereka berdua kedalam rumah yang megah dan mewah. Minke diperkenalkan oleh Robert Suurhof kepada pemilik rumah, Nyai Ontosoro dan anak gadisnya, Annelis Mellema.

    Karena pertemuan itu hubungan antara Minke dan keluarga Nyai Ontosoro semakin dekat, bahkan Minke jatuh cinta kepada Annelis. Banyak suka duka dalam kisah cinta mereka. Konflikpun berdatangan, konflik dari keadaan sosial yang sedang berkecamuk maupun dari kakak Annelis sendiri, Robert Mellema. Karena banyaknya konflik yang terjadi Annelis pun jatuh sakit. Karena itu dia harus pergi ke Belanda seorang diri. Dengan berat hati Minke merelakan kepergian Annelis ke Belanda dan berjanji pada dirinya sendiri untuk menyusul Annelis ke Belanda dan membawanya pulang kembali.

    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai:
    Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari sehari sehingga ringan untuk dibaca oleh masyarakat umumnya. Makna yang terkandungpun dapat dipahami dengan baik. Banyak kata-kata puitis yang memperindah karya novel ini. Tetapi ada beberapa kata yang sulit dimengerti oleh orang awam.

    Isi Karya:
    Kisah cinta seorang pribumi dengan gadis Indo keturunan Belanda yang disettingkan dalam suatu keadaan sosial yang sedang kacau. Ditambah dengan banyaknya konflik yang datang dari berbagai lingkup. Konflik yang paling menonjol datang dari lingkup sosial dimana para pribumi yang sedang di jajah oleh Belanda. Sehingga buku ini tidak hanya menarik untuk dibaca tetapi juga membuat kita seolah-olah menyaksikan dan mengalami langsung semua peristiwa yang dikisahkan dalam novel ini.

    Amanat yang disampaikan:
    Novel ini mengajarkan pada kita agar terus berjuang untuk apa yang harusnya menjadi hak kita. Dan pada dasarnya semua orang itu sama, tidak boleh memandang orang lain dari status sosial, suku, ras dan agama.

    Tema yang dipilih:
    Tema yang dipilih dalam novel ini lebih ke sosial dan kisah cinta muda mudi pada masa penjajahan Belanda. Sebuah kisah cinta di dalam suatu kondisi sosial yang kacau dimana para pribumi yang berjuang dari penindasan para penjajah.

    Jumlah halaman buku: 536 halaman

    Penerbit: Hasta Mitra

    Tahun terbit: 1980

    BalasHapus
  113. Deansha Ghaisani16 Januari 2014 05.56

    Deansha Ghaisani Andarina
    XII IPA 5/4

    Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer

    Awal dari kisah seorang pribumi bernama Minke, bersekolah di H.B.S. Surabaya. Pada jaman itu murid yang bersekolah disana adalah orang-orang keturunan Eropa. Sekolah ini mengajarkan tentang pendidikan Belanda. Gurunya pun berasal dari bangsa Eropa. Maka dari itu sekolah ini sangat terkenal hingga penjuru negeri. Karena pada jaman itu pula bangsa Eropa sangat dielu-elukan. Semakin lama Minke bersekolah disana ia mulai merasa aneh pada dirinya, ia semakin menjadi kebarat-baratan.

    Disisi lain tokoh Nyai Ontosoroh, penguasa besar dikalangan Jawa. Masyarakat sering menyebutnya Nyai Ontosoroh karena mampu dala pelafalan. Tetapi banyak asumsi yang datang dari beberapa kalangan Jawa, sebutan Nyai adalah sebutan memalukan. Karena Nyai adalah sebutan untuk istri yang tidak sah atau simpanan para tuan-tuan Belanda. Meskipun Nyai Ontosoroh sering disebut jelek, untungnya tuan Nyai yang kini adalah suami tidak sah Nyai adalah orang yang sangat baik, dan mau mengajari Nyai tetang berbagai hal. Nyai diajarkan membaca dan belajar, tentang semua hal diperpustakaan suaminya, yang menjadikanya terdidik dan berpengetahuan luas bahkan mengelola perusahaan besar milik suaminya bersama anak perempuannya, Annelies.

    Ya Annelies, seorang wanita yang dipuja-puja oleh Minke. Sayangnya cinta Minke dan Annelies terguncang masalah setelah pernikahan. Anak sah dari Tuan Mellema, ayah Annelies, datang dan mencoba untuk mengambil alih semua kekayaan yang telah diusahakan oleh Nyai Ontosoroh. Begitu juga Annelies yang harus dikembalikan ke Belanda dan tidak sah pula pernikahan Minke dengan Annelies karena tidak sesuai dengan hukum Belanda.

    Materi kritik:

    Bahasa:
    Bahasa yang digunakan sangat indah dan tepat, penuh dengan kata-kata puitis. Pengambilan kata asing dari bahasa Belanda pun tidak menyulitkan pembaca untuk mengerti apa yang dimaksudkan.

    Isi karya:
    Isi dari Bumi Manusia ini sangat menarik karena adanya gabungan antara ketulusan cinta dan kejahatan pada masa kolonialisme yang membuat novel ini memberi gambaran yang berbeda.

    Amanat yang disampaikan:
    Jangan pernah membedakan status sosial, ras, dan pendidikannya karena semua makhluk hidup di dunia ini memiliki hak dan kewajiban yang sama.

    Tema yang dipilih:
    Tema yang digunakan pada novel ini adalah sosial. Karena disini menceritakan masyarakat pribumi yang pada jaman harus patuh dan taat akan pemerintahan keras dari Belanda.

    Jumlah halaman: 536 halaman

    Penerbit: Hasta Mitra

    Tahun buku: 1980

    BalasHapus
  114. Sesi 2
    Pekerjaan anda tepat waktu dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, karena itu anda layak dinyatakan LULUS KD.7D ini, yang menjadi catatan dari pekerjaan anda kurang mencantumkan posisi puisi dalam buku, seharusnya disebutkan puisi ke...pada halaman...sehingga pembaca mudah menemukan puisi yang anda amaksudkan.

    BalasHapus
  115. Eksayoga Amirul
    12 ipa 3/11
    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufik Ismail

    SILHUET
    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang lelah
    Angin jalanan yang panjang
    Tak ada rumah. KIta tak berumah
    Kita hanya bayang-bayang
    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang letih
    Di atas jasad yang pedih
    Kita lapar. Kita amat lapar
    Bayang-bayang yang lapar
    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang sepi
    Sehabis pawai genderang
    Angin jalanan yang panjang
    Menyusup-nyusup
    Menusuk-nusuk
    Bayang-bayang berjuta
    Berjuta bayang-bayang
    Di bawah bayangan pilar
    Di bawah bayangan emas
    Berjuta bayang-bayang
    Menangisi gerimis
    Menangisi gunung api
    Kabut yang ungu
    Membelai perlahan
    Hutan-hutan
    Di selatan.


    PENGKHIANATAN ITU TERJADI PADA TANGGAL 9 MARET

    Pengkhianatan itu telah terjadi
    Pengkhlanatan itu terjadi pada tanggal 9 Maret
    Ada manager-manager politik
    Ada despot yang lalim
    Ada ruang sidang dalam istana
    Ada hulubalang
    Serta senjata-senjata
    Senjata imajiner telah dibidikkan ke kepala mereka tapi la la la
    di sana tak ada kepala
    tapi hu hu hu “
    tak ada kepala di atas bahu
    Adalah tempolong ludah
    Sipoa kantor dagang
    Keranjang sampah
    Melayang layang
    Ada pernyataan otomatik
    Ada penjara dan maut imajiner
    Generasi yang kocak
    Usahawan-usahawan politik yang kocak…
    Ruang sidang dalam istana
    La la la
    tempolong ludah tak berkepala
    Hu hu hu
    keranjang sampah di atas bahu
    Angin menerbangkan kertas-kertas statemen Terbang
    Melayang layang.
    Materi kritik:

    Bahasa yang dipakai :
    Dua contoh puisi diatas merupakan salah satu kumpulan puisi Tirani dan benteng, penulis sangat pandai dalam merangkai kata-kata. Taufik Ismail tidak mengungkapkan puisi tersebut secara gamblang. Tetapi beliau juga menggunakan kata kata yang baku sehingga semua pembaca dari kalangan apapun bisa mengerti makna dari puisi tersebut.

    Isi karya :
    Tirani dan Benteng adalah rangkuman 3 kumpulan puisi, yaitu Puisi-puisi Menjelang Tirani dan Benteng , Tirani dan Benteng. Dalam buku ini menceritakan Indonesia pada tahun 1960an. Taufiq Ismail sebagai penulis sangat baik dalam menuliskan puisinya sehingga pembaca dapat menggambarkan suasana tahun itu dengan jelas. Selain itu ilustrasi yang ada dalam buku ini semakin mempermudah pembaca masuk kedalam isi puisi.

    Amanat yang disampaikan :
    Buku karya Taufiq Ismail ini menggambarkan keinginan bangsa kita untuk maju, bangkit dan memperjuangkan harga diri dan citra nya. Amanat kumpulan puisi ini adalah membangkitkan semangat rakyat Indonesia yang telah merdeka untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dengan puisi tersebut, kita bisa kembali ke masa lalu dan introspeksi mengenai keadaan Indonesia dan pemuda saat ini.Dengan harapan bisa membawa bangsa ini yang lebih baik lagi.

    Tema yang dipilih :
    Taufiq Ismail memilih tema kebebasan, harapan, angan-angan, cita-cita dan tekad. Tema tersebut bernuansa perjuangan bangsa Indonesia sesuai dengan keadaan bangsa Indonesia saat itu.dengan harapn bangsa tersebut bisa bebas dari penindasan

    Jumlah halaman buku : 172 halaman
    Penerbit : Yayasan Indonesia
    Tahun Buku : 2001

    BalasHapus
  116. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  117. Irma Rachmawati
    XII IPA 3-20


    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Minke adalah seorang pemuda keturunan bangsawan Jawa yang di bawah pengaruh kolonial Belanda. Minke justru menunjukan bahwa dirinya bukan dari kalangan bangsawan. Anak seorang priyayi yang memiliki rasa nasionalis itu sadar setelah merasakan sulitnya kehidupan bangsa jajahan. Nama dan panggilan "Minke" pun merupakan pembeda antara golongan Belanda totok, peranakan, dan pribumi. Minke sangat pandai menulis,tulisannya bisa membuat orang sampai terkagum-kagum dan dimuat di berbagai Koran Belanda pada saat itu.

    Minke tumbuh menjadi lelaki dewasa setelah memadu kasih dengan Annelies Mellema. Gadis indo ini lahir dari rahim seorang nyai bernama Sanikem atau sering dipanggil dengan sebutan Nyai Ontosoroh. Nyai tersebut dijual oleh bapaknya sendiri kepada seorang pembesar pabrik gula kaya bernama Herman Mellema. Nyai Ontosoroh, meskipun dia seorang pribumi namun kecerdasannya melebihi perempuan-perempuan Eropa. Serta cara pandangnya pun adalah cara pandang perempuan Eropa pada umumnya.

    Ketika Minke hadir di tengah-tengah keluarga Mellema, dia tidak disukai oleh Robert Mellema, kakak dari Annelies Mellema. Robert berpikir Minke telah mengancam posisinya. Rumah Sanikem dan Herman Mellema yang dijuluki Boerderij Buitenzorg. Sebenarnya itu hanya bagian dari simbol kolonialisasi. Meskipun Minke adalah seorang terpelajar yang telah berusaha sekuat mungkin menghindari dan melawan sikap yang membedakan ras dan kedudukan.

    Tetap saja kolonialisme memang selalu menunjukan kekuatannya. Perkawinan antara Minke dengan Annelies dalam hukum Islam tidak bisa melawan hokum kolonial Belanda yang antipribumi. Annelies Mellema hanya mendapatkan kebahagiaan dari seorang Minke, seorang Pribumi asli. Hubungan ini menimbulkan skandal dan kontroversi, mulai dari pihak sekolah, teman-teman Minke, sampai Robert Mellema. Dan akhirnya dia harus dipisahkan dari kebahagiaan itu.


    Materi Kritik:

    Bahasa yang dipakai:
    Bahasa pada novel ini cukup dapat untuk dimengerti. Karena kebanyakan ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan menggunakan kata-kata yang indah dan puitis. Walaupun ada beberapa kata juga yang masih menggunakan bahasa asing seperti kolonial,liberal dan progresif namun masih mudah untuk dipahami.

    Isi Karya :
    Bumi Manusia adalah novel yang mengagumkan,di dalamnya banyak pesan yang disampaikan secara tersirat maupun tersurat. Pramoedya Ananta Toer membuat ceritanya mengalir begitu saja dengan berbagai konflik seperti: kolonialisme,diskriminasi,ketidakadilan,sampai perbuatan sosial yang tidak bermoral. Alur ceritanya menarik untuk diikuti, keadaan masyarakat pada masa pemerintahan Hindia Belanda digambarkan dengan begitu jelas.

    Amanat yang disampaikan :
    Amanat yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah bahwa semua orang mempunyai hak yang sama dan setiap orang harus menghormati hak orang lain tanpa melihat jabatan,status,suku, maupun jenis kelaminnya. Karena pada dasarnya semua orang di dunia ini sama.

    Tema yang dipilih :
    Novel ini bertemakan tentang bagaimana penderitaan masyarakat peri bumi pada masa penjajahan yang sosialis-realisme.

    Jumlah halaman buku : 536 halaman

    Penerbit : Hasta Mitra

    Tahun buku : 1980

    BalasHapus
  118. Abyan Dary Avicenna
    XII IPA 3/1

    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufik Ismail

    Puisi 25
    REFLEKSI SEORANG PEJUANG TUA
    Tentara rakyat telah melucuti Kebatilan
    Setelah mereka menyimak deru sejarah
    Dalam regu perkasa mulallah melangkah
    Karena perjuangan pada hari-hari ini
    Adalah perjuangan dari kalbu yang murni
    Belum pernah kesatuan terasa begini eratnya
    Kecuali dua puluh tahun yang lalu
    Mahasiswa telah meninggalkan ruang-kuliahnya
    Pelajar muda berlarian ke jalan-jalan raya
    Mereka kembali menyeru-nyeru
    Nama kau, Kemerdekaan
    Seperti dua puluh tahun yang lalu
    Spiral sejarah telah mengantarkan kita
    Pada titik ini
    Tak ada seorang pun tiran
    Sanggup di tengah jalan mengangkat tangan
    Danberseru: Berhenti!
    Tidak ada. Dan kalau pun ada
    Tidak bisa
    Karena perjuangan pada hari-hari ini
    Adalah perjuangan dimulai dari sunyi
    Belum pernah kesatuan terasa begini eratnya Kecuali duapuluh tahun yang lalu.
    1966
    Puisi 14
    SILHUET
    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang lelah
    Angin jalanan yang panjang
    Tak ada rumah. KIta tak berumah
    Kita hanya bayang-bayang
    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang letih
    Di atas jasad yang pedih
    Kita lapar. Kita amat lapar
    Bayang-bayang yang lapar
    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang sepi
    Sehabis pawai genderang
    Angin jalanan yang panjang
    Menyusup-nyusup
    Menusuk-nusuk
    Bayang-bayang berjuta
    Berjuta bayang-bayang
    Di bawah bayangan pilar
    Di bawah bayangan emas
    Berjuta bayang-bayang
    Menangisi gerimis
    Menangisi gunung api
    Kabut yang ungu
    Membelai perlahan
    Hutan-hutan
    Di selatan.
    Juli 1965
    Materi kritik :

    Bahasa yang dipakai :
    Bahasa yang digunakan oleh Taufiq ismail dalam kedua puisi diatas mudah dipahami dan mudah untuk dicerna meskipun karangan puisi ini termasuk karang puisi lama sehingga makna yang terkandung mudah dipahami dan diterima oleh kebanyakan orang.

    Isi karya :
    Dalam kumpulan puisi ini, Taufiq Ismail mencoba menggambarkan apa yang ia lihat dan rasakan pada periode tahun 1966, yang merupakan kondisi menjelang dan permulaan Orde Baru yang menurutnya sangat memprihatinkan dan menyedihkan. Pada masa itu kehidupan rakyat kecil makin sengsara karena kekejaman ketidakadilan dari penguasa. Seperti yang penulis utarakan pada puisi “REFLEKSI SEORANG PEJUANG TUA” yang menggambarkan pejuang tua

    Amanat yang disampaikan :
    Dalam kumpulan puisi karya Taufiq Ismail berusaha mengingatkan dan menggugah para pembaca tentang nilai nasionalisme dan perjuangan yang kini mulai pudar. Hal yang ingin disampaikan penulis adalah Indonesia harus bangkit dan menjadikan masa lalu yang kelam menjadi cambuk untuk terus maju.

    Tema yang dipilih :
    Tema yang dianggkat oleh penulis adalah perjuangan dan nasionalisme, dalam kumpulan puisi ini tergambar kisah semangat nasionalisme dan perjuangan
    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
  119. Anita Firdausi
    XII IPA 3 / 8

    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Minke adalah salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk kesekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa. Minke adalah seorang pribumi yang pandai, ia sangat pandai menulis. Tulisannya bisa membuat orang sampai terkagum-kagum dan dimuat di berbagai Koran Belanda pada saat itu. Sebagai seorang pribumi, ia kurang disukai oleh siswa-siswi Eropa lainnya. Minke digambarkan sebagai seorang revolusioner di buku ini. Ia berani melawan ketidak adilan yang terjadi pada bangsanya. Ia juga berani memberontak terhadap kebudayaan Jawa, yang membuatnya selalu di bawah.

    Selain tokoh Minke, buku ini juga menggambarkan seorang "Nyai" yang bernama Nyai Ontosoroh. Nyai pada saat itu dianggap sebagai perempuan yang tidak memiliki norma kesusilaan karena statusnya sebagai istri simpanan. Statusnya sebagai seorang Nyai telah membuatnya sangat menderita, karena ia tidak memiliki hak asasi manusia yang sepantasnya. Tetapi, yang menariknya adalah Nyai Ontosoroh sadar akan kondisi tersebut sehingga dia berusaha keras dengan terus-menerus belajar, agar dapat diakui sebagai seorang manusia. Nyai Ontosoroh berpendapat, untuk melawan penghinaan, kebodohan, kemiskinan, dan sebagainya hanyalah dengan belajar. Minke juga menjalin asmara dan akhirnya menikah dengan Anneliesse, anak dari Nyai Ontosoroh dan tuan Millema.

    Materi kritik :
    1. Bahasa yang dipakai :
    Bahasa yang digunakan dalam buku ini sudah baik dan mudah dipahami. Meskipun ada beberapa kata yang menggunakan bahasa asing, tetapi secara garis besar pembaca buku ini dapat mengerti dan memahami alur cerita.

    2. Isi karya
    Isi dari buku ini adalah adanya kejahatan bangsa Eropa terhadap manusia pribumi. Bangsa Eropa tidak ingin tersaingi dan kalah dari pribumi. Bangsa Eropa merasa bahwa dirinya seharusnya berada diatas orang-orang pribumi. Juga menceritakan tentang perjuangan kaum pribumi untuk menjunjung tinggi bangsa ini. Dan mengambil hak-hak dari manusia pribumi.

    3. Amanat yang disampaikan
    Dalam novel bumi manusia dapat kita ambil beberapa amanat. Janganlah kita suka membeda-bedakan sesama manusia, karena manusia diciptakan dengan hak dan kewajiban yang sama. Dan sesama manusia harusnya kita saling menghargai satu sama lain, bukan ingin menang sendiri. Juga betapa pentingnya belajar, dengan belajar kita dapat merubahan nasib kita. Dengan banyak belajar kita akan menjadi manusia yang berguna.

    4. Tema yang dipilih
    Tema yang dipilih adalah tema sosial, karena menceritakan tentang betapa jahatnya kehidupan dahulu pada zaman belanda. Dan juga menceritakan bagaimana memperjuangkan hak asasi manusia sebagai kaum pribumi.

    BalasHapus
  120. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  121. Fitria Oktafiani
    XII IPA 3/15

    Buku "Tirani dan Benteng" karya Taufik Ismail
    Jumlah halaman : 172 halaman
    Penerbit : Yayasan Indonesia
    Tahun : 2001


    DENGAN PUISI, AKU

    Dengan puisi aku bernyanyi
    Sampai senja umurku nanti
    Dengan puisi aku bercinta
    Berbatas cakrawala
    Dengan puisi aku mengenang
    Keabadian Yang Akan Datang
    Dengan puisi aku menangis
    Jarum waktu bila kejam mengiris
    Dengan puisi aku mengutuk
    Nafas zaman yang busuk
    Dengan puisi aku berdoa
    Perkenankanlah kiranya
    1965
    (Tirani dan Benteng, hlm. 62)

    Bukit Biru, Bukit Kelu

    Adalah hujan dalam kabut yang ungu
    Turun sepanjang gunung dan bukit biru
    Ketika kota cahaya dan di mana bertemu
    Awan putih yang menghinggapi cemaraku

    Adalah kemarau dalam sengangar berdebu
    Turun sepanjang gunung dan bukit kelu
    Ketika kota tak bicara dan terpaku
    Gunung api dan hama di ladang-ladangku

    Lereng-lereng senja
    Pernah menyinar merah kesumba
    Padang hilalang dan bukit membatu
    Tanah airku.
    1965
    (Tirani dan Benteng, hlm. 1)

    Materi kritik :

    Bahasa yang digunakan :
    Penggunaan bahasa yang disajikan oleh Taufiq Ismail dalam buku Tirani dan Benteng ini, cukup menarik untuk membuat pembaca larut dalam penghayatan di setiap kalimat kalimatnya. Penulis terkadang juga menyajikan beberapa puisi dengan akhiran intonasi yang berirama, sehingga membuat pembaca seolah olah ikut merasakan pembawaan suasana yang disajikan. Namun, di beberapa hal juga ditemui kata kata yang sulit dimengerti oleh pembaca awam. Contohnya ada di dua puisi ini, seperti :sengangar, hilalang dan kesumba. Hal tersebut mengakibatkan pembaca kurang memaknai puisi secara utuh.

    Isi karya :
    Disetiap puisi yang disajikan dalam buku tersebut, isi yang dapat ditangkap secara garis besar oleh pembaca adalah gambaran peristiwa yang terjadi di Indonesia pada tahun 1960 hingga 1966 yang membawa kita kembali menengok sejarah dan terbawa dalam suasananya dengan penyampaian emosi dan sederhana.

    Amanat yang disampaikan :
    Amanat yang dapat kita ambil dalam buku tersebut adalah kita sebagai pemuda pemudi penerus bangsa diharapkan dapat belajar dari sejarah dan dapat memetik hikmah dari setiap kejadian yang disajikan agar tidak jatuh pada kesalahan yang sama dan menghayati bagaimana rasanya berjuang mempertahankan kemerdekaan walaupun sudah ada di genggaman rakyatnya.

    Tema yang dipilih :
    Dalam kumpulan puisi ini, tema yang disajikan dalam buku ini adalah tentang nasionalisme , yang mana di dalamnya terdapat semangat kecintaan terhadap bangsa, diliputi rasa kecemasan, kesangsian, kebebasan, harapan, angan, cita-cita, dan tekad suatu rakyat yang ingin sejatinya merasakan kemerdekaan.

    BalasHapus
  122. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  123. Rizky Nur Ardiansyah
    XII Ipa 5 / 23

    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail

    DOA

    Tuhan kami
    Telah nista kami dalam dosa bersama
    Bertahun membangun kultus ini
    Dalam pikiran yang ganda
    Dan menutupi hati nurani

    Ampunilah kami
    Ampunilah
    Amin

    Tuhan kami
    Telah terlalu mudah kami
    Menggunakan asmaMu
    Bertahun di negeri ini
    Semoga
    Kau rela menerima kembali
    Kami dalam barisanMu

    Ampunilah kami
    Ampunilah
    Amin.

    1966

    MALAM SABTU

    Berjagalah terus
    Segala kemungkinan bisa terjadi
    Malam ini

    Maukah kita dikutuk anak-cucu
    Menjelang akhir abad ini
    Karena kita kini berserah diri?
    Tidak. Tidak bisa

    Tujuh korban telah jatuh. Dibunuh
    Ada pula mayat adik-adik kita yang dicuri
    Dipaksa untuk tidak dimakamkan semestinya
    Apakah kita hanya akan bernafas panjang Dan seperti biasa: sabar mengurut dada?
    Tidak. Tidak bisa

    Dengarkan. Dengarkanlah di luar itu
    Suara doa berjuta-juta
    Rakyat yang resah dan menanti
    Mereka telah menanti lama sekali
    Menderita dalam nyeri
    Mereka sedang berdoa malam ini
    Dengar. Dengarlah hati-hati.

    1966

    Materi kritik :

    Bahasa yang dipakai :
    Bahasa yang digunakan dalam puisi Tirani dan Benteng ini sangat menarik dan banyak sekali menggunakan perumpamaan. Kata-kata kiasan juga cukup banyak. Tapi Taufiq Ismail menggunakan bahasa yang mampu dicerna oleh banyak kalangan sehingga maksut dari Taufiq Ismail dapat tersampaikan dengan baik.

    Isi karya :
    Dalam kumpulan puisi Tirani dan Benteng ini, banyak sekali kalimat-kalimat yang memberikan motivasi agar bangkit dari keterpurukan. Namun tidak hanya bicara dalam mulut, semua motivasi itu harus diwujudkan dalam bentuk tindakan. Selain itu, dukungan doa juga sangat berperan, penulis juga menyadarkan kita akan semua kesalahan yang telah kita lakukan, sehingga kita harus selalu minta ampun kepada Tuhan.

    Amanat yang disampaikan :
    Selain kita berusaha semaksimal mungkin, kita juga harus ingat kepada Sang Pencipta. Dua hal inilah yang ingin penulis katakan. Tanpa adanya salah satu syarat tersebut, mustahil kita bisa mendapatkan kesuksesan.

    Tema yang dipilih :
    Tema yang diangkat oleh penulis adalah perjuangan dan keagamaan. Dua hal pokok yang memang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
  124. Imaning Maulani
    XII IPA 3 / 18

    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail

    Pengkhianatan Itu Terjadi Pada Tanggal 9 Maret

    Pengkhianatan itu telah terjadi
    Pengkhlanatan itu terjadi pada tanggal 9 Maret
    Ada manager-manager politik
    Ada despot yang lalim
    Ada ruang sidang dalam istana
    Ada hulubalang
    Serta senjata-senjata
    Senjata imajiner telah dibidikkan ke kepala mereka tapi la la la
    di sana tak ada kepala
    tapi hu hu hu
    tak ada kepala di atas bahu
    Adalah tempolong ludah
    Sipoa kantor dagang
    Keranjang sampah
    Melayang layang
    Ada pernyataan otomatik
    Ada penjara dan maut imajiner
    Generasi yang kocak
    Usahawan-usahawan politik yang kocak
    Ruang sidang dalam istana
    La la la
    tempolong ludah tak berkepala
    Hu hu hu
    keranjang sampah di atas bahu
    Angin menerbangkan kertas-kertas statemen Terbang
    Melayang layang.
    1966

    Sebuah Jaket Berlumur Darah

    Sebuah jaket berlumur darah
    Kami semua telah menatapmu
    Telah pergi duka yang agung
    Dalam kepedihan bertahun-tahun
    Sebuah sungai membatasi kita
    Di bawah terik matahari Jakarta
    Antara kebebasan dan penindasan
    Berlapis senjata dan sangkur baja
    Akan mundurkah kita sekarang
    Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’
    Berikara setia kepada tirani
    Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?
    Spanduk kumal itu, ya spanduk itu
    Kami semua telah menatapmu
    Dan di atas bangunan-bangunan
    Menunduk bendera setengah tiang
    Pesan itu telah sampai kemana-mana
    Melalui kendaraan yang melintas
    Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
    Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
    Prosesi jenazah ke pemakaman
    Mereka berkata
    Semuanya berkata
    1966

    Materi kritik :

    Bahasa yang dipakai :
    Dalam kumpulan puisi ini bahasa yang digunakan sederhana tetapi mempunyai maksud yang sangat dalam. Hal ini memudahkan para pembaca untuk mengetahui isi yang terkandung dalam puisi tersebut.

    Isi karya :
    Kumpulan puisi Tirani dan Benteng mengambarkan kekacauan yang terjadi di Indonesia pada tahun 1960 sampai 1965. Pada kisaran tahun ini digambarkan dalam puisi, bangsa Indonesia dilanda penderitaan, kemiskinan, dan ketakutan akibat perilaku pemerintah yang semena-mena.

    Amanat yang disampaikan :
    Buku ini bermaksud untuk mengkritik pemerintah tentang apa yang mereka lakukan terhadap rakyatnya. Dan juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus maju dan berjuang agar tidak terus larut dalam keterpurukan agar mereka berjuang untuk mempertahankan kondisi Indonesia yang sejahtera dan damai.

    Tema yang dipilih :
    Dalam puisi ini tema yang diangkat lebih ke tema sosial politik dan perjuangan, Hal ini dapat terlihat dari beberapa puisi yang mengandung maksud tentang kondisi masyarakat dan pemerintahan pada saat itu. Dan ada juga beberapa puisi yang bermaksud untuk menggugah semangat masyarakat Indonesia untuk terus berjuang.

    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
  125. Muhammad Azka Asykarullah
    XII IPA 3/24

    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Minke, salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa. Minke adalah seorang pribumi yang pandai, ia sangat pandai menulis. Tulisannya bisa membuat orang sampai terkagum-kagum dan dimuat di berbagai Koran Belanda pada saat itu. Sebagai seorang pribumi, ia kurang disukai oleh siswa-siswi Eropa lainnya. Minke digambarkan sebagai seorang revolusioner di buku ini. Ia berani melawan ketidakadilan yang terjadi pada bangsanya. Ia juga berani memberontak terhadap kebudayaan Jawa, yang membuatnya selalu di bawah.
    Nyai Ontosoroh, perempuan pribumi yang dijual ayahnya kepada seorang pembesar Belanda untuk menjadi Nyai (gundik) saat usianya tiga belas tahun, pada awalnya Nyai Ontosoroh hidup bahagia bersama Tuan Herman Mellema sampai melahirkan dua orang anak, Robert dan Annelies. Nyai Ontosoroh begitu dicintai oleh tuan Herman Mellema, diajarinya baca tulis, ilmu perniagaan, pertanian, dan juga mengurus perkebunan. Nyai Ontosoroh tumbuh menjadi seorang wanita pribumi yang cerdas luar biasa berkat pengajaran Tuan Hereman Mellema.

    Di buku ini tokoh Nyai Ontosoroh berjuang melawan penindasan terhadap perempuan pribumi. Ketika Herman Mellema meninggalkannya, ia tak lantas menjadi terpuruk. Malah ia menjadi tegak menantang kerasnya dunia feodal kolonial dengan ilmu yang dipelajarinya dari Tuan Herman Mellema, ia juga bersikap tegas terhadap Herman Mellema yang tak lagi menganggapnya ada, dan Robert anaknya yang berambisi menjadi orang Eropa padahal kakinya masih berpijak di bumi Nusantara. Tidak memanjakan mereka ataupun memberi belas kasihan. Nyai Ontosoroh tidak saja berhasil membesarkan anaknya seorang diri, tapi juga membuat usaha perkebunan dan perdagangannya maju pesat. Pada masa itu, jarang sekali ada perempuan apalagi pribumi yang mampu melakukannya.

    Materi Kritik:

    Bahasa yang dipakai:
    Novel Bumi Manusia ini menggunakan bahasa yang menarik dan mudah dicerna meskipun didalamnya banyak terdapat bahasa belanda. Gaya bahasanya pun juga menggunakan bahasa majas.

    Isi Karya:
    Novel ini menunjukkan kejahatan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kolonialisme. Kita diberi gambaran mengenai diskriminasi, egois, ketidakadilan, tidak bermoral, dan penindasan hak asasi manusia.

    Amanat yang disampaikan:
    Novel ini menjelaskan bahwa semua manusia memiliki hak yang sama, tidak peduli darimana ia berasal atau dimana ia tinggal. Novel ini juga mengajari kita untuktidak sombong terhadap orang lain.

    Tema yang dipilih:
    Tema sisoal yang diangkat dalam novel ini adalah kemanusiaan, menggambarkan bagaimana pelanggaran kemanusiaan, menderitanya rakyat pribumi.

    BalasHapus
  126. Nadia Khansa’
    XII IPA 3 / 26

    Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer

    Buku ini bercerita tentang perjalanan seorang tokoh bernama Minke. Minke adalah salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa. Minke adalah seorang pribumi yang pandai, ia sangat pandai menulis. Tulisannya bisa membuat orang sampai terkagum-kagum dan dimuat di berbagai Koran Belanda pada saat itu. Sebagai seorang pribumi, ia kurang disukai oleh siswa-siswi Eropa lainnya. Minke digambarkan sebagai seorang revolusioner di buku ini. Ia berani melawan ketidakadilan yang terjadi pada bangsanya. Ia juga berani memberontak terhadap kebudayaan Jawa, yang membuatnya selalu di bawah.

    Selain tokoh Minke, buku ini juga menggambarkan seorang "Nyai" yang bernama Nyai Ontosoroh. Nyai pada saat itu dianggap sebagai perempuan yang tidak memiliki norma kesusilaan karena statusnya sebagai istri simpanan. Statusnya sebagai seorang Nyai telah membuatnya sangat menderita, karena ia tidak memiliki hak asasi manusia yang sepantasnya. Tetapi, yang menariknya adalah Nyai Ontosoroh sadar akan kondisi tersebut sehingga dia berusaha keras dengan terus-menerus belajar, agar dapat diakui sebagai seorang manusia. Nyai Ontosoroh berpendapat, untuk melawan penghinaan, kebodohan, kemiskinan, dan sebagainya hanyalah dengan belajar. Minke juga menjalin asmara dan akhirnya menikah dengan Anneliesse, anak dari Nyai Ontosoroh dan tuan Millema.

    Melalui buku ini, Pram menggambarkan bagaimana keadaan pemerintahan kolonialisme Belanda pada saat itu secara hidup. Pram, menunjukan betapa pentingnya belajar. Dengan belajar, dapat mengubah nasib. Seperti di dalam buku ini, Nyai yang tidak bersekolah, dapat menjadi seorang guru yang hebat bagi siswa HBS dan Minke. Bahkan pengetahuan si nyai itu, yang didapat dari pengalaman, dari buku-buku, dan dari kehidupan sehari-hari, ternyata lebih luas dari guru-guru sekolah HBS.

    Materi kritik:

    1. Bahasa yang dipakai:
    Bahasa yang digunakan sudah sangat baik dan mudah untuk dimengerti sehingga tidak menyusahkan pembaca dalam memahami isi buku, meskipun terdapat penggunaan bahasa asing dan istilah baru seperti radikal. Bahasa sehari-hari dicampur dengan sedikit bahasa Belanda membuat buku ini sangat menarik untuk dibaca. Bahasanya juga mudah dipahami walaupun banyak mengandung konotasi

    2. Isi karya:
    Berbagai konflik terjadi, permasalahan disana-sini, semua ia gambarkan dengan sangat nyata. Novel ini berisi tentang ketidakadilan yang dialami oleh orang-orang tertentu seperti ketidakadilan yang dilakukan oleh kaum kolonial, pemikiran-pemikiran untuk keadilan para pribumi, sikap masyarakat yang ada pada saat itu, teknologi yang berkembang pada saat itu, strata sosial yang ada pada saat itu, semuanya terbalut dengan indah dalam kisah cinta yang terjalin antara Minke dengan Annelis. Intinya novel ini berisi kejahatan pada masa kolonialisme.

    3. Amanat yang disampaikan:
    Novel ini menyampaikan bahwa semua orang mempunyai hak yang sama dan orang lain harus menghormati hak-hak tersebut tanpa melihat status, jabatan, suku, bangsa, maupun jenis kelaminnya. Semua orang di dunia sama dan tidak ada yang membedakan anatara orang satu dengan orang yang lain.

    4. Tema yang dipilih:
    Novel ini mempunyai tema sosial, dimana diceritakan perjuangan agar mendapatkan kebebasan dari penderitaan atas ketidak adilan yang terjadi pada masa penjajahan.

    Jumlah halaman buku : 536 halaman

    Penerbit : Hasta Mitra

    Tahun buku : 1980

    BalasHapus
  127. Gabyawan Arioseno
    XII IPA 3/16

    Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail

    SILHUET

    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang lelah
    Angin jalanan yang panjang
    Tak ada rumah. Kita tak berumah
    Kita hanya bayang-bayang
    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang letih
    Di atas jasad yang pedih
    Kita lapar. Kita amat lapar
    Bayang-bayang yang lapar
    Gerimis telah menangis
    Di atas bumi yang sepi
    Sehabis pawai genderang
    Angin jalanan yang panjang
    Menyusup-nyusup
    Menusuk-nusuk
    Bayang-bayang berjuta
    Berjuta bayang-bayang
    Di bawah bayangan pilar
    Di bawah bayangan emas
    Berjuta bayang-bayang
    Menangisi gerimis
    Menangisi gunung api
    Kabut yang ungu
    Membelai perlahan
    Hutan-hutan
    Di selatan.

    Juli 1965

    MALAM SABTU

    Berjagalah terus
    Segala kemungkinan bisa terjadi
    Malam ini
    Maukah kita dikutuk anak-cucu
    Menjelang akhir abad ini
    Karena kita kini berserah diri?
    Tidak. Tidak bisa
    Tujuh korban telah jatuh. Dibunuh
    Ada pula mayat adik-adik kita yang dicuri
    Dipaksa untuk tidak dimakamkan semestinya
    Apakah kita hanya akan bernafas panjang Dan seperti biasa: sabar mengurut dada?
    Tidak. Tidak bisa
    Dengarkan. Dengarkanlah di luar itu
    Suara doa berjuta-juta
    Rakyat yang resah dan menanti
    Mereka telah menanti lama sekali
    Menderita dalam nyeri
    Mereka sedang berdoa malam ini
    Dengar. Dengarlah hati-hati.

    1966

    Materi Kritik:

    Bahasa yang dipakai:
    Bahasa yang dipakai oleh Taufiq Ismail dalam kedua puisi diatas adalah bahasa yang komunikatif dan cukup sederhana supaya dapat dipahami oleh pembacanya. Taufiq Ismail juga pandai untuk memilih bahasa yang menarik sehingga untuk pembacanya tidak bosan untuk membaca puisi tersebut.

    Isi karya:
    Penulis membuat puisi ini sesuai dengan keadaan masyarakat sekitarnya di era tahun 1965 hingga 1966. Penulis mampu memberikan gambaran suasana dan ilustrasi kejadian dan penderitaan yang dihadapi oleh masyarakat pada saat itu. Taufiq Ismail sebagai penulis sangat baik dalam menuliskan puisinya sehingga pembaca dapat menggambarkan suasana tahun itu dengan jelas. Dan ilustrasi tersebut dapat membuat pembaca untuk masuk ke dalam puisi tersebut.

    Amanat yang disampaikan:
    Puisi karya Taufiq Ismail ini menyampaikan keinginan bangsa kita untuk maju dan bangkit. Amanat kumpulan puisi ini adalah untuk membangkitkan semangat rakyat Indonesia yang telah merdeka untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia sehingga masyarakat Indonesia tidak lupa atas jasa jasa para pendahulunya. Dengan puisi tersebut, bagaimana perjuangan bangsa ini untuk mempertahankan hidup dan membela bangsanya sendiri sehingga penerus pada zaman sekarang tidak hanya menikmati kemerdekaannya saja tetapi membantu untuk mempertahankannya.

    Tema yang dipilih:
    Tema yang diangkat oleh penulis adalah penderitaan masyarakat pada saat itu dan nasionalisme. Dalam puisi ini penulis menggambarkan keadaan masyarakat dan para pejuang pada saat itu.

    Jumlah halaman buku : 172 halaman

    Penerbit : Yayasan Indonesia

    Tahun buku : 2001

    BalasHapus
  128. I Made Sindhu Novenda Wisesa
    XII IPS 1/10

    1. Apakah keuntungan dan kerugian pembaca buku kritik sastra?
    2. Apakah keuntungan dan kerugian penulis buku kritik sastra? Ambil sebuah contoh buku

    Jawab

    1. Keuntungan pembaca buku kritik sastra adalah membantu pembaca untuk membuka mata hati & pikiran tentang nilai nilai yang ada dalam karya sastra yang dapat dipetik, membantu pembaca untuk memahami sebuah karya sastra, dan menumbuhkan rasa cinta pembaca pada sebuah karya sastra.

    Kerugian pembaca buku kritik sastra adalah tidak ada kerugian yang ditemukan saat membaca buku kritik sastra, karena memang kehadiranya adalah untuk membantu pembaca lebih memahami sebuah karya sastra.

    2. Keuntungan penulis buku kritik sastra adalah dapat mengetahui letak kelebihan dan kekurangan karyanya, meningkatkan kualitas karangan, mampu meningkatkan motivasi penulis, dan mengetahu masalah - masalah yang mungkin dijadikan tema karanganya.

    Kerugian buku penulis sastra adalah jika sang penulis ini tidak tahan oleh sebuah kritikan ataupun masih memandang buruk sebuah kritik maka yang akan terjadi penulis menjadi patah semangat dan tidak produktif lagi.

    Contoh buku kritik sastra adalah ” Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Essay” , oleh H.B. Yassin

    BalasHapus
  129. Farah Khoirunnisa'
    XII IPA 3/14

    Tuyet karya Bur Rasuanto
    Tuyet adalah gadis Vietnam usia 20 an tahun. Dia kecil, berkulit putih dan selalu mengenakan baju ao dai, mungkin baju khas warga Vietnam. Ia adalah satu di antaranya sekian banyak warga Vietnam yang bergelut dalam penderitaan akibat perang Vietnam tahun 1957-1975. Perang yang berakar pada perbedaan ideologi yakni Komunis dan Liberal.

    Sosok Tuyet awalnya memang misterius. Ia berteman dengan Herbert seorang wartawan asing asal yang meliput perang Vietnam. Tapi ia harus ke Jerman untuk menyelesaikan penerbitan bukunya. Setelah Herbert tidak ada lagi di Vietnam, Tuyet meminta tolong ke Alimin (tokoh aku), seorang wartawan asal Indonesia, karena ia teman dekat Herbert.

    Awalnya hubungan keduanya hanya masalah surat dari Herbert yang ditunggu Tuyet, yang kemungkinan dititipkan ke Alimin. Tapi surat tak kunjung datang. Dan Alimin masuk dalam masalah yang dihadapi Tuyet. Alimin mencoba membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi Tuyet. Cerita semakin seru, karena Alimin juga berteman baik dengan Thi, warga Taiwan yang menjadi siswa Alimin. Di Vietnam, Alimin juga mengajar.
    Tuyet ternyata menyimpan kegetiran hidup yang mungkin sulit dipikulnya. Ayahnya yang guru dituduh komunis oleh pemerintahan militer waktu itu. Untuk menyelamatkannya, ia harus menebus dengan uang yang tidak sedikit. Alimin pun siap membantu mencarikan uang itu.

    Untuk bertahan hidup, Tuyet menjadi buruh cuci seragam tentara. Tangannya menjadi kasar. Ia tidak memilih pekerjaan itu, karena memang tidak ada pilihan. Sebenarnya ada pilihan baginya, yakni ia “mau menjual diri” ke komandan yang menahan ayahnya. Tapi Tuyet sangat membenci mayor itu. Ia rela menjual diri kepada siapapun asal tidak kepada mayor itu, orang yang menahan ayahnya.

    Oleh sang mayor, Tuyet juga dijanjikan akan dibuatkan “surat bersih” untuk Tuyet jika Tuyet mau dengannya. Mungkin kita bisa membayangkan surat itu seperti cap bersih bahwa keluarga mereka bukan anggota komunis. Tanpa surat bersih itu, warga yang keluarganya ditahan akibat tersangkut komunis tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan layak. Mereka dianggap “bukan manusia” layak.

    Sulit bagi Tuyet menentukan pilihan. Di satu sisi, ia tidak ingin menyeret Alimin dalam kepahitan hidupnya. Di sisi lain ia tidak ingin ayahnya dibuang ke pulau terpencil yang